One Love part I

Standar

One Love

Ini fanfic idenya udah lama, tapi baru ku realisasikan pas ulangan ekonomi tadi..

Mumet liat soalnya, ketipu..kirain yg keluar bahan kelas 1 & 2 eh, ternyata kelas 3 *curcol*

-09 Maret 2010-

*Eunhyuk’s POV*

Aku berlari menerobos kerumunan orang-orang yang berjalan di taman.Tak perduli berapa orang yang ku tabrak dan mengomel.Pikiran ku hanya tertuju pada satu hal, bertemu dengan wanita pujaanku.Aku memperlambat lariku ketika melihatnya duduk dibawah pohon sambil sesekali melirik jam tangannya.

“Jagiii~” panggilku manja.

Ia mendongak dan menatapku kesal, “Oppa!Kau telat setengah jam!” keluhnya membuatnya pipinya menggelembung lucu.

“Aih, mianhe…” kataku menyesal, aku membuatnya kesal (lagi) hari ini.

Ia hanya melengos, “Ya sudah, ayo jalan!” katanya langsung berdiri tanpa menggandeng tanganku.Aih, dia benar-benar kesal padaku.

Aku mengikutinya dari belakang, “Jagii~” rayuku, tapi dia tetap tidak berbalik. “Jagiyaa~” dia masih berjalan.Aku memeluknya dari belakang dengan sebelah tanganku dan tangan kananku menyerahkan sebuket bunga matahari kesukaannya yang kusembunyikan dari tadi dihadapannya.

“Happy 2nd anniversary” bisikku ditelinganya.

Ia menerima buket bunga matahari itu dan berbalik memelukku, “Gomawo Oppa…Happy 2nd anniversary too” ucapnya lembut.

Hari ini tepat dua tahun hubunganku dengan Ji Eun, kekasihku.Kami berjanji akan merayakan hari ini bersama, aku terlambat tadi karena mampir ke toko bunga langgananku.Saking asyiknya memilih bunga kesukaan Ji Eun, aku jadi lupa waktu.

“Hari ini kita mau jalan kemana Oppa ?” tanyanya manja.Aku pura-pura berfikir, “Kemana ya ?” padahal aku tahu tujuan perjalanan kami hari ini.

“Kita lihat pameran aja yuk!” ajaknya. BINGO! Sudah ku tebak dia akan mengajakku kesana, “Oke!Kazha!” ajakku.

***

“Lihat, ini lucu kan Oppa ?” Ji Eun mengangkat sebuah topi rajutan berwarna hijau, warna kesukaannya.Topi itu sangat pas untuknya, aku ingin membelikannya sebagai hadiah hari jadian kami tapi setelah melihat harga yang tertera disitu…

“Ah, jangan khawatir Oppa…Aku hanya melihat-lihat saja kok” ujarnya menaruh kembali topi itu ketempatnya.Aiish, kenapa dia tahu isi pikiranku ?

“Jeongmal Mianhe, aku belum gajian” ujarku malu.Aku menyesal karena menghabiskan uangku untuk membeli jaket dan topi, dan sekarang duitku pas-pas’an hingga aku menerima gajiku minggu depan.

“Gwenchana yo, kenapa Oppa harus minta maaf sih…” ujarnya menenangkanku.

“Harusnya topi itu dijual murah, ajummha tadi terlalu banyak mengambil untung!Ini kan pameran, harusnya dijual lebih murah!” gerutunya. Ia menganggkat buket bunga yang sedari tadi di pegangnya, “Ini saja sudah membuatku senang!Gomawo” katanya sambil tersenyum manis.

Aigooo~ manisnya pacarku ini (>//<) *hooek

Aku berbisik ditelinganya, “Popo~” ucapku manja.

BRUHH! “Uhuk…Uhuk!” Ji Eun tersedak dan memuntahkan jjangmyon yang dimakannya.

“Ji Eun-ah!Gwencanayo ?” tanyaku panik sambil menepuk-nepuk pundaknya.Ji Eun masih terbatuk-batuk hingga wajahnya merah dan membuatku semakin panik, “Ji Eun-ah~”

“Ehemm” Ji Eun mengatur nafas, batuknya terhenti.Ia menatapku, “Oppa, geniiitttt!!” dia memukul-mukul lenganku pelan.

“Miaaaann~” kataku menghindar dari pukulannya.Lagi-lagi ia cemberut, membuat pipinya menggelembung.Itu mengapa aku sangat suka membuatnya kesal, gemas melihat pipi chubby-nya.

“Aih, jagii~ jangan marah…Wajar kan kalo aku minta” tukasku.Ji Eun berbalik, . “Shireo!”

“Kan dipipi aja” bujukku.Ia tetap menggeleng.

“Berarti jagi gak sayang aku!HUH!!” gantian sekarang aku yang pura-pura ngambek, memalingkan wajahku darinya.Tidak ada reaksi apapun dari Ji Eun, padahal aku ingin dia membujukku agar tidak marah.Aku masih menunggu, yaiish! “YA..kau…”

Ji Eun menunduk, ku lihat air mata menggenangi pelupuk matanya.Dia ingin menangis, “Anii…Aku tidak marah kok, aku tadi hanya main-main” bujukku.

“Aku bukannya gak sayang Oppa, tapi ini tuh di depan umum…Kan malu” jawabnya. *berarti kalo ga di depan umuuuuummm….* :p

“Iya…iya, aku ngerti kok!Sudah, jangan nangis ya” aku membelai lembut rambutnya.Aih, Hyukkie~ sudah berapa kali kau membuatnya kesal hari ini! =,=

“Oppa, ayo beli minum…Aku haus” ajaknya. “Tunggu disini, akan segera ku ambilkan!” aku berlari meninggalkannya sendiri.Sebenarnya ada rencana lain dibalik itu, setelah membeli air mineral aku berencana kembali ke penjual topi tadi.

Aku akan membelikan topi itu untuk Ji Eun, tak usah perduli dengan harganya.Aku ini ahli dalam hal tawar menawar, apa lagi dengan seorang Ajummha…Aku kan The favorite potiential son-in-law of all umma ,

Jewel Guy Lee Hyuk Jaeeee~ o^^o

Pesonaku akan membuat ajummha memberikan diskon yang banyak untukku!kkkkk~

“Ajummha, aku ingin beli topi warna hijau yang tadi pacarku lihat” kataku pada Ajummha itu. “Ah, sayang sekali…Baru saja terjual, dibeli oleh seorang gadis dan dia baru saja pergi” jawab Ajummha itu.

“Jincha ?” Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling dan menemukan gadis berseragam sekolah dan bertopi hijau. “Kamsahamnida Ajummha!” pamitku sambil membungkuk.

Aku mengejar gadis itu, “Agashi!Tunggu” dia tidak mendengarnya, aku mempercepat lari ku dan yap!Aku memegang pundaknya.

“De ?” tanyanya heran. Aku membaca name tag di baju sekolahnya, Kim Yun Soo.

Aku mengatur nafasku, “Mianhe Yun Soo-ssi, tapi aku boleh minta tolong sesuatu padamu ?” tanyaku.

Gadis itu menatapku bingung, “Tunggu dulu, sepertinya aku mengenalimu…” tiba-tiba dia menutup mulutnya, “E..eun..eunhyuk Oppa!”

“Sssttt!!” aku meletakkan telunjuk dibibirku, dia mengangguk.

“Oppa mau minta tolong apa ?” tanyanya.Aku menunjuk topi yang dipakainya, ia melepasnya “Ini ?”

Aku mengangguk, “Aku ingin beli topimu” kataku.Ia mengernyitkan dahi, “Buat apa Oppa, ini kan topi buat cewek” tanyanya lagi.Aku menggaruk-garuk kepalaku, bagaimana menjelaskannya ya ? kalo aku bilang buat pacarku apa dia mau ngasih ? kan semua ELF tahu kalo aku gak punya pacar!

“Buat…Buat noonaku” kataku cepat.

“De ?”

“Iya, noona ku suka warna hijau…Hari ini hari ulang tahunnya makanya aku mau membelikan topi itu untuknya.Itu topi yang diinginkannya dari dulu!” jawabku berbohong.Mianhamnidaaa~ =o=’

Yun Soo itu berfikir sambil memutar-mutar topi itu, “Ayolah ku mohon, apa yang harus ku lakukan untukmu ?” tanyaku.

Ia tersenyum, senyum yang menurutku sebagai tanda tak baik. Ia mengeluarkan ponselnya, “Foto bareng ya, Oppa ?”

Aku menurutinya, CLIK! Ia terlihat begitu senang, yah…Kapan lagi bisa foto ama cowok ganteng kayak aku ^^v

aku mengambil topi itu dari tangannya tapi ia menariknya, “Belum, masih ada permintaan lagi!” “Nyanyi kan lagu untukku Oppa!” pintanya.

“Lagu apa ?”

“Marry U” jawabnya singkat.

Ah, gampang…Aku mulai bernyanyi untuknya, beberapa orang melihat kami dan aku mempercepat nyanyianku, “Nawa gyeoreonhaejullae ? I dooo~”

Ia bertepuk tangan dan menyerahkan topi itu, “Gomawo!” ucapku memeluknya cepat.Ia tampak terkejut dan wajahnya memerah, “Sa..sa..ma-sa..maa..op..pa” ucapnya gugup.

Ketika aku berbalik, Ji Eun sudah berdiri di belakangku, “Ji Eun-ah!” pekikku.

“Oppa~” dia melihatku dan Yun Soo lalu sorot matanya berubah. “Jangan salah paham dulu, aku dan dia tidak ada apa-apa, sungguh!” belaku.

Ji Eun menatap topi di tanganku, “Ah, ini lihat…Aku bermaksud memberikan mu topi ini!” aku menyerahkan topi itu padanya.

“Eh ? Oppa, bukankah kau bilang topi itu buat Soo Ra Onnie ? Kenapa malah memberikannya pada wanita ini ?” Tanya Yun Soo.

TIDAAAAAKKK~ Jangan bilang seperti ituuuuu!! \\(T_T)//

“Soo Ra Onnie ?” ulang Ji Eun.

“Ah, aniyo…itu..ehmm” aku gugup, tak tahu harus beralasan apa.

“Apa yang dia katakan padamu ?” tanya Ji Eun pada Yun Soo. “Oh itu…” Yun Soo terlihat ragu menjawab.

“Katakan yang JUJUR!” bentak Ji Eun.OMOOOOO~ ini baru pertama kalinya aku melihat dia marah!

“De, Onnie…Oppa bilang dia ingin memberikan topi itu untuk Soo Ra Onnie jadi…” Yun Soo menatap Ji Eun takut. “Mianhamnida!” ujarnya membungkuk.

Ji Eun menatapku geram, ia meleparkan topi itu tepat di wajahku dan berlari. “Ji Eun-ah!” panggilku.

Eunhyukkiee~ apa yang kau lakukan, cepat kejar diaaa!!

“Yun Soo-sshi, pulanglah…Ini bukan salahmu!Kamsahamnida!” ujarku pada Yun Soo sebelum mengejar Ji Eun.Aku mengejar Ji Eun yang berlari keluar dari gerbang, “JI EUNNNN!!!” aku terus berteriak tapi dia tak menoleh sedikit pun.

Aku menarik tangannya, “Lepas Oppa!!” Ji Eun menampik tanganku, air mata membentuk sungai kecil dipipinya membuatku semakin bersalah.

“Jangan salah paham, tadi itu salah satu fans!Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa” jelasku.Ji Eun masih menangis, aku meraih tangannya, “Cheongmal mianheyo chagi” ucapku berniat membelai lembut rambutnya namun Ji Eun menghindar.

“Sudahlah Oppa, aku lelah…Aku mau pulang” Ji Eun melepaskan genggaman tanganku pada lengannya.

“Chagi, ku mohon mengertilah” bujukku.

“Aku kurang mengerti apa lagi oppa ?! selama ini aku berusaha mengerti keadaanmu, kesibukkanmu dan ketenaranmu…Aku bahkan hanya bisa diam melihatmu dengan wanita-wanita itu”

“Aku ini pacarmu Oppa, ada kalanya aku merasa cemburu dengan pekerjaanmu dan penggemarmu!Dan hari ini kesabaranku sudah habis!” serunya.Air mata tambah mengalir dengan deras di pipinya. “Bahkan…kau pun tidak mau mengakuiku sebagai kekasihmu kan ?” isaknya.

“Chagi, bukan begitu…Aku tidak bermak…” Ji Eun memotong kata-kataku, “Mianhe Oppa, kurasa ini adalah pertemuan terakhir kita…Aku memang bukan wanita yang tepat untukmu, lebih baik kita putus oppa”

Aku merasakan lututku lemas, aku tak sanggup berdiri.Tidak, tidak…Ini hanya bercanda bukan ? Ji Eun tertawalah dan katakan padaku kalau ini hanyalah sandiwaramu, “Ji Eun-ah, jangan bercanda lagi” ucapku dengan suara gemetar.

“Apa aku terlihat seperti bercanda Oppa?” tanyanya sinis.Ia melepaskan kalung berbentuk panda kecil pemberianku padanya, dan meletakkannya diatas telapak tanganku.

“Aku serius Oppa, kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku…Terima kasih atas semuanya Oppa, anyyeong”

Ji Eun berlari ke arah jalan raya dan menghentikan taxi, meninggalkan ku sendiri yang masih mematung.Hujan turun dari langit dengan derasnya dan membasahi tubuhku, aku bisa merasakan butir-butir air bagaikan beribu jarum yang menusuk tubuhku.

Tapi bukan rasa sakit karena air hujan yang membuatku tak mampu melangkah, ada sebuah lubang besar di dalam hatiku sekarang.Membuatku sulit untuk beranjak dari tempatku meskipun seluruh tubuhku basah dan air mataku bercampur dengan air hujan.Jangankan untuk pulang, bernafas pun rasanya aku tak sanggup.

Ji Eun, kumohon…ku mohon jangan tinggalkan aku, “Sarangheyo” hanya itu yang bisa ku ucapkan sekarang.

***

Kyuhyun membukakan pintu untukku “Hyung, kenapa kau bisa basah kuyup begini ?!” tanyanya cemas.Tapi aku tidak menjawabnya, aku ingin segera ke kamar dan tidur.Berharap bahwa semua yang terjadi hari ini adalah mimpi, dan begitu aku membuka mata aku akan mendengar suara Ji Eun di telfon untuk membangunkanku dan menyuruhku untuk menjalani hari-hari dengan semangat.

“Hyukkie!Kencana yo ?” Donghae menahanku. Ryeowook menghampiriku dan menyelimutiku dengan handuk.

“Hyung, aku sudah siapkan air hangat untukmu!” kata Kyuhyun.

Hae memapahku ke kamar, “Mandilah dulu, kami akan menunggumu diluar”

Setelah mandi dan mengganti bajuku dengan piyama, aku berniat merebahkan tubuhku diatas kasur.Tapi ketukan pintu membuatku mengurungkan niat.

Aku membuka pintu dengan malas dan mendapati Ryeowook di depan pintu dengan celemek yang biasa digunakannya ketika di dapur “Hyung, aku sudah siapkan sup hangat untukmu, makanlah dulu…Aku takut kau masuk angin” ujarnya lembut.

Aku ingin menolaknya, tapi perutku berkata lain.Aku memaksakan kakiku ke ruang makan.Donghae, Kyuhyun sudah menungguku dan memandangku dengan cemas.

Kyuhyun merangkulku dan menarik kursi di samping Hae, “Makanlah dulu hyung”

Aku menyuapkan sesendok demi sesendok sup hangat itu ke dalam mulutku, berusaha untuk menelannya.Mereka semua dongsaeng ku yang baik, mereka begitu mengkhawatirkan ku.Air mata menggenangi pelupuk mataku, “Hyung…” ryeowook mengelus bahuku pelan.

“Hyukkie, apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya Hae.Aku menggeleng, tidak…Mereka tidak perlu tahu soal hal ini.

Pintu depan terbuka, Leeteuk Hyung, Kang In hyung, Heechul Hyung dan Hankyung hyung masuk ke dalam dan menatapku cemas.

“Ada apa hyukkie, kenapa wajahmu lesu…Bukankah harusnya hari ini kau bahagia ?” tanya Leeteuk hyung yang duduk disampingku. Ya hyung, harusnya…Tapi kenyataan yang ada malah sebaliknya.

“Jangan bilang kau bertengkar dengan pacarmu, siapa itu namanya…” Heechul hyung menggaruk-garuk kepalanya. “Ji Sun!” jawab Kang In hyung.

“Ji Eun!” ralat Kyuhyun. “Kwon Ji Eun” ucap Donghae jelas.Mendengar namanya kontan air mataku tumpah, aku menangis sejadi-jadinya.Aku memang cengeng, usahaku untuk tidak menceritakan kejadian hari ini sia-sia.

Leeteuk hyung memberikan isyarat pada Kyuhyun, ryeowook, heechul hyung, hankyung hyung dan Kang In hyung untuk meninggalkanku.Mereka menurut, kini tinggal aku, donghae dan Leeteuk hyung di ruang makan.

“Jadi, ceritakanlah apa yang terjadi hyukkie…Jangan kau pendam sendiri, kami akan berusaha membantumu” ucap teukie hyung lembut.

Aku menceritakan semua yang terjadi hari ini sambil terisak, “Bukan maksudku untuk tidak mengakuinya hyung…Aku takut kalau ada ELF yang tidak bisa menerima hubunganku dan Ji Eun akan melakukan tindakan yang membahayakan Ji Eun, aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya” isakku.

Donghae yang berada disampingku sesekali merangkulku dengan hangat, aku tahu dia berusaha menghiburku.Aku terus menceritakan isi hatiku, mereka berdua mendengarkan setiap keluhan yang ku ucapkan di sela tangisku hingga akhir.

“Baiklah, sebaiknya sekarang kau tidur…Istirahatkan dulu tubuhmu, jangan sampai kau jatuh sakit… Memang terkadang wanita sulit dimengerti, perasaannya begitu sensitif, aku yakin Ji Eun hanya butuh waktu untuk menenangkan pikirannya” kata Teukie hyung bijak.

“Ne, gomawo hyung” Teukie hyung mengelus pundakku dan tersenyum. “Hae-ya, antarkan Hyukkie” kata Teukie hyung pada Hae.

Hae memapahku ke tempat tidur, “Tidurlah hyung, istirahatkan juga pikiranmu…” Aku mengangguk.

Pintu diketuk, Kyuhun mendongak dari balik pintu, “Hyung, jangan bebani pikiranmu…Aku akan minta Hyo Ri untuk bicara dengan Ji Eun” kata Kyuhyun.

“Ne, gomawo kyuhyun-ah” Kyuhyun tersenyum dan menghilang dari balik pintu. “Kalau Hyo Ri tidak berhasil membujuknya, biar aku yang turun tangan” kata Donghae.

“Tidak usah repot-repot, terima kasih…” Donghae menyelimutiku, “Selamat malam hyung” ucapnya sebelum menutup pintu.

“Hae-ya!”

Donghae membuka kembali pintu, “Sampaikan rasa terima kasihku pada member yang lain” ucapku.Donghae menjawabnya dengan anggukan kecil lalu menutup pintu pelan.

Hhh~ inilah aku, pria malang yang patah hati…Aku menatap langit-langit kamarku, berusaha memejamkan mataku meskipun aku tahu itu sulit.Karena setiap kali aku memejamkan mataku, wajah Ji Eun yang menangis tergambar dengan jelas.

Ji Eun-ah, saranghe yeongwonhi~

***

Ini hari ketiga aku tidak bertemu dengan Ji Eun, ponselnya tidak aktif.Aku sudah mencoba mendatangi rumahnya tapi tidak ada satu pun orang yang menyambutku, rumah itu sudah ditinggalkan pemiliknya beberapa hari yang lalu.

Aku menyadarkan kepalaku di bahu donghae, dia yang selalu menemaniku mencari keberadaan Ji Eun.Kami sedang beristirahat di café favorite ku dan Ji Eun sekarang.

“Apa kau lelah ?” tanya ku. Donghae menggeleng, “Habis ini kita mau kemana ?” tanyanya lagi.

Aku menghela nafasku, berat “Entahlah, aku tak tahu lagi harus mencarinya kemana” jawabku lemah.Aku makin menenggelamkan kepalaku di bahu donghae dan menutup mata sejenak, bersandar kepadanya seperti yang biasa ku lakukan.

“Hyung, kenapa kemari ?” tanyanya.

“Ini tempat favorite ku bersama Ji Eun meja ini adalah tempat dimana aku menembaknya, kami merayakan hari ulang tahunnya disini” jawabku masih dengan mata tertutup.Ada rasa sakit di dalam hatiku ketika mengingat kenangan-kenangan manis itu.

“Hmm” gumam Donghae.

Masih tergambar jelas di dalam memoriku ketika kami merayakan ulang tahun Ji Eun dimeja ini, aku hanya bisa memberikannya sebuah boneka panda dan sebuket bunga matahari kesukaannya.Aku tidak bisa berbuat banyak saat itu, bahkan aku hanya bisa merayakan ulang tahunnya selama setengah jam karena pada hari itu aku harus pergi ke Thailand untuk syuting CF.

Aku sudah minta maaf berkali-kali padanya, dan dia membalas dengan senyuman terbaiknya.Dia memang pengertian, wajar kalau kesabarannya telah habis.Dia selalu mengerti keadaanku, sedangkan aku hanya bisa membuatnya menangis dan terluka.

“Hyung, sudah sore…Apakah kau mau pulang ?” tanya Donghae.Aku membuka mataku dan melirik jam, tak terasa aku menghabiskan 2 jam disini.

Tapi aku masih ingin disini, masih ingin mengingat semua kenanganku bersamanya meskipun hal itu sangat menyakitkan. “Kau pulang saja duluan, aku masih mau disini” jawabku.

“Tidak apa-apa kah ? Atau sebaiknya aku menemani hyung saja ya” dia merogoh kantong celananya mencari dimana ponselnya.

Aku menahan tangannya, “Pulanglah, bukannya hari ini kau ada jadwal ? Aku tak masalah disini, terima kasih telah menemaniku hae-ya” ujarku sambil tersenyum.

Donghae menatap ku khawatir, wajar kalau dia begitu.Semenjak kejadian hari itu aku bagaikan mayat hidup.Tak bernyawa sama sekali, saat latihan dance pun banyak kesalahan yang ku lakukan padahal kami akan menggelar konser di Beijing dalam waktu dekat ini.

Tapi aku hanya butuh waktu, waktu untuk menghapus semua kenanganku dengan Ji Eun.

***

*donghae’s POV*

Aku meninggalkannya sendirian di café itu, dia bilang dia ingin lebih lama disitu.Tapi aku tahu, dia hanya akan semakin terluka jika berada lebih lama di dalam sana.Sudah cukup aku melihat dia seperti kehilangan semangat hidup.Tidak ada lagi hyuk jae yang semangat dan selalu ceria , yang ada sekarang adalah Hyuk Jae yang persis seperti zombie.

Apa yang telah aku lakukan ? Harusnya aku berada disana menemaninya bukannya malah meninggalkannya.Aku merogoh ponselku dan menekan nomor.

“Yobseo ?”

“Hae-ya ? Ada apa ?” suara Leeteuk hyung menyambutku.

“Hyung minahe, aku tak bisa datang ke sana sekarang…Bisa kah member lain saja yang menggantikan aku ? Aku sedang bersama Eunhyuk hyung sekarang dan kurasa dia sangat butuh bantuanku” jawabku.

Leeteuk hyung terdiam sejenak sebelum akhirnya bersuara, “Ya, baiklah…Nanti aku akan minta member lain untuk menggantikan mu.Tolong temani dan jaga dia, bagaimana pun juga buat dia kembali menjadi hyuk jae yang dulu!Aku tidak tahan melihatnya tidak bernyawa semenjak putus dari Ji Eun” terang Leeteuk hyung.

“Ne, hyung…arraseo,Gomawo” ucapku lalu menutup telfon.

Aku keluar dari mobil dan kembali ke café itu.Pelayan itu menatapku heran, mungkin dia bingung karena dari tadi aku hanya bolak-balik.Tapi, kenapa perasaan ku jadi tidak enak ? Aku mempercepat langkah ku ke meja yang tadi ku tempati dengan Eunhyuk hyung.

Astaga!Dia sudah tidak ada disana, aku berlari menemui pelayan tadi.

“Apa kau melihat pria yang duduk di pojok sana ?” kata ku sambil menunjuk ke arah meja kami.

“Dia pergi tak lama setelah kau meninggalkan café” jawabnya.Aku mengucapkan terima kasih padanya lalu bergegas keluar café.Aku yakin dia belum terlalu jauh dari sini.Ya Tuhan, apa yang terjadi padanya ? Hyukkie babo, apa yang sedang kau fikirkan ?!

TBC

kommen please🙂

10 pemikiran pada “One Love part I

  1. Ping balik: THE 1ST ANNIVERSARY !! « Panda House FanFiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s