I Was Wrong Part III

Standar

Chae rin pov

Aku pergi kesekolah seperti biasanya, tapi entah mengapa aku sama sekali tidak bersemangat sedikitpun

Aku terus menyusuri lorong kelas yg pada saat itu sangat ramai oleh para murid-murid lainya

Tapi tiba-tiba aku di kejutkan oleh kedatangan 4 orang namja di depanku yg menghentikan langkahku

Wajah mereka benar-benar tidak enak di lihat, aku mulai takut

Apakah mereka akan memarahiku kali ini..??ya aku sudah bersiap untuk itu

Tapi……betapa kagetnya aku, mereka tidak memarahiku melainkan menyodorkan setangkai bunga ilalang ke hadapanku..

Tiap namja itu memegang setangkai ilalang sambil tersenyum manis ke arahku, mengingatkanku pada kejadian masa kecil kami
Baca lebih lanjut

Iklan

If you came into my heart part V

Standar

Ji eun Pov

“hemmm..apa yg mereka lakukan di dalam??kenapa begitu lama” tanyaku dalam hati sambil asik menikmati ice cream yg ada di tanganku

Lagi asiknya bersanma ice cream tiba-tiba ada seseorang yg menegurku dari belakang

“aghhhhhhh…kalian curang..!!” teriak orang tersebut yg kalau bukan siapa lagi selain kyu hyun oppa

“weeeehh hai dongseng kesayanganku gmana..??” Tanya heechul oppa padanya sambil merangkul kyu Baca lebih lanjut

Au revoir mon amour [One Shoot]

Standar

Disclaimer:

this is a fanfic, just a fanfic. Don’t ever think you want to try this, I’ll feel so guilty  =,=”

Although I’m sure some of you’ve feel the same way as this character—me.

Just remember every single problem in your life can be solved, Believe in your GOD and you’re self, it’ll help you to get out from it.

Some words are writing in French, I’m not an expert so if there’re some mistakes in grammar, I’m sorry..

Hope you understand this, Comment please -thx-

by : sparkyu^^

 

Baca lebih lanjut

I Was Wrong Part II

Standar

haihaihai…ni part selanjutnya dan lagi-lagi saya buatnya ngebut….fyuuuhhhhh



Author POV

Bel sekolah tanda berakhirnya sekolah sudah berbunyi

Dengan tergesa-gesa chae rin merapikan bukunya dan pergi meninggalkan kelas..

Tapi kyuhyun menghentikanya dengan segera

“lee chae rin..” katanya sambil menarik tangan chae rin

Chae rin tidak menoleh sedikitpun ke arahnya

“chae rin..benarkah ini kamu..??” Tanyanya ke pada chae rin

Dengan ragu-ragu akhirnya chae rin membalikan tubuhnya dan berkata

“ne oppa…apa kabarmu..??lama tak bertemu denganmu” katanya sambil tersenyum manis di depan kyuhyun

“apa yg kau lakukan di sini..??”

“apa yg kulakukan..??tentu saja belajar..kau pikir buat apa aku kemari,dasar babo kau ini” katanya sambil menunjul kepala kyu

“sudah ya aku harus segera pulang” jawabnya sambil meninggalkan kyu yg masih memegangi kepalanya

Sesampainya di depan pagar siwon sudah menunggu chae rin dengan motornya

“naiklah” katanya sambil melemparkan helm yg saat itu di pegangnya ke chae rin

Tanpa bertanya chae rin langsung naik

“kita mau kemana oppa” kata chae rin membuka pembicaraan

Tapi siwon tidak menjawab sedikitpun dan meneruskan perjalananya

Selama perjalanan tak ada satu pun kata yg diucapkan siwon maupun chae rin

Akhirnya siwon berhenti di sebuah lapangan yg cukup luas

“kenapa kita kesini…??”Tanya chae rin bingung

“gak apa aku hanya ingin saja” jawabnya tenang

“ya..choi siwon kau ini aneh..” katanya sambil melihat ke seliling lapangan tersebut

“ya aku memang aneh” jawabnya pelan sambil menatap chae rin yg sedang asiknya bermain di lapangan itu

heechul pov

“chae rin ah..” pangillku pdanya sambil tergesa-gesa..

“ada apa oppa..??kenapa buru-buru banget??” tanyanya bingung padaku

Tanpa menjawab pertanyaanya aku menarik tanganya untuk mengikutiku

Sesampainya kami di tempat tujuan aku menariknya masuk ke dalam

“oppa,,,ini kan pub..mau ngapain qta kemari..??” tanyanya bingung sambil memegang lengan bajuku erat-erat

“sudah tenang ajj” kataku menenangkanya

Aku membawanya ke atas panggung..awalnya dia bingung, tapi akhirnmya dia mengikutiku juga..

“aku dj disini..jadi tenang saja” kataku meyakinkanya

Aku mulai memainkan musikku kulihat dia disampingku sangat bersemangat

“chae ri ah..ayo coba ini.” Kataku padanya sambil memberikan earphone (bener kea gini kan tulisanya??) yg sedang kupakai saat itu

Dia mencobanya setelah itu dia tersenyum gembira sambil menggoyangkan badanya (bukan tarian erotis loh..)

2 jam setelah itu aku mengantarnya pulang..

“oppa terimakasih untuk hari ini..aku bener-bener bahagia” katanya padaku sambil membungkukan tubuhnya padaku..

“ne..chomanaeyo..aku pulang dulu ya…” kataku padanya

Dari kejauhan  dapat kulihat dia melambaikan tanganya padaku

Aku pun membalasnya… “yahh..sangat menyenagkan hari ini” gumamku dalam hati

Kesokanya di sekolah…

Chae rin pov

Bisa kurasakan angin sejuk yg melewati tubuhku

Sedang asiknya aku menikmati angin sejuk ini kulihat seseorang yg berjalan di depanku tampaknya tidak asing di mataku

“hemm…yesung oppa”

“Haruskah aku menegurnya??tapi aku takut apakah dia mau bicara denganku lagi??”pikirku

“apa salahnya jika kucoba” kataku dalam hati sambil tersenyum

Aku pun mencari selembar kertas dan melemparkan kearahnya..dan…yappp tepat pada sasaran..

Saat dia berbalik untuk mencariku..aku bersembunyi di balik pohon dan berlari melewati pohon pohon itu..

Aku sudah berada di depanya sekarang dan

“dooorr…!!!” kataku mengagetkanya..dapat kulihat dia benar benar kaget setengah mati

“oppa…!!” sapaku padanya lagi..

“apa kabar..??lama tak berjumpa banyak yg berubah darimu ya”

Kulihat wajahnya kebingungan saat melihatku mungkin dia akan mengusirku

“chae rin-ah” katanya “aku baik-baik saja bagaimana denganmu..??” tanyanya padaku dengan lembut

Apa-apan ini dia tidak mengacuhkanku bahkan dia menyapaku dengan lembutnya

“ah ne oppa aku juga baik-baik saja” kataku pelan “baiklah oppa bagaimana kalu kita ke kelas bareng” ajaku padanya

“hemm boleh saja” balasnya sambil tersenyum

Akupun mengandeng tanganya dan kami pun pergi ke kelas bersama..

*****************************************************************************************

Bell tanda istirahat berbunyi aku pun pergi meninggalkan ruang kelas dan berkeliling sekolah…tanpa sadar ternyata sekarang aku berada di gedung olahraga sekolah ini

Kulihat sekelilingku ternyata ada seseorang disana

“kyu…oppa” kataku ragu

“chae rin”

“hahha ternyata benar..apa yg kaulakukan disini” tanyaku padanya

“aku..??ahh aku hanya sering kesini jika istirahat”

“yaa..oppa” teriaku padanya

“mwo..??”…… bukkk aku melemparkan bola basket kearahnya

“ayo lawan aku..kita lihat siapa yg lebih hebat”kataku menantangnya

Kyu hyun hanya bengong melihatku yg sudah bersiap di lapangan..

“hemmmmh baiklah” katanya sambil menghampiriku

Setelah beberapa menit bermain kami pun beristirahat di sana..banyak kejadian aneh yg diceritakannya padaku..

Benar-benar menyenangkan..sama seperti dulu ketika kami masih sering berkumpul bersama-sama

Author pov

Tanpa disadari chae rin dan kyu hyun ternyata di pintu masuk gedung itu siwon sedang memandang mereka berdua

“chae rin.ah..you breaking my heart,and you hurting my heart too” katanya sambil tersandar di dinding

Siwon masih memandangi mereka berdua..di pintu lainya heechul pun mendapati kyu dan chae rin yg sedang asiknya bersama (ni gedung da berapa pintu sihh??)

“chae rin.ah.. kenapa kau begini..tidak berubah sedikitpun..” katanya sedikit kesal melihat chae rin bersama kyu hyun disana

Mereka berdua terliahat sangat kesal sekaligus sedih jika melihat chae rin..

………………………………………………………………………………………………….

Pada akhirnya mereka ber4 memutuskan untuk bertemu..mereka janji bertemu di kolam renang kosong di sekolah mereka tanpa sepengetahuan chae rin

Siwon adalah yg terakhir datang..mereka sudah lengkap..

Terlihat wajah kekesalan di wajah mereka, sampai akhirnya heechul memulai duluan

“bukkk” terdengar suara pukulan keras yg mendarat di pipi yesung..

Dengan segera kyu hyun menghampiri heechul dan yesung

Kyu hyun menarik lengan baju heechul dan memukulnya

Di saat itulah siwon menarik kaki kyu dan menyeretnya kelantai lalu memukul kyu hyun juga

Mereka saling memukul satu sama lain sampai akhirnya teriakan seseorang menghentikan mereka

“YAAAA….!!!!” Teriaknya orang tersebut yg tidak salah lagi adalah chae rin

Mereka menghentikan perkelahian mereka karna melihat chae rin yg menangis..

Chae rin pov

Betapa kagetnya aku..mereka saling memukul satu sama lain..aku benar-benar takut..

“sinii biar qu obati dulu lukanya” kataku pada siwon oppa yg saat ini berada tepat dihadapanku

“aghhh..” teriaknya

“mianhae oppa..” kataku pelan

Aku pun kembali menuju yg lainya..muka mereka semua babak belur

“kenapa semuanya jadi seperti ini..??”gumamku dalam hati sambil menatap wajah mereka berempat

Air mataku menetes tanpa sadarku..mereka kaget melihatku..

Aku pun berlari meningalkan mereka ber 4 di ruangan itu..

Merekapun hanya terlihat diam melihatku

Aku terus melangkahkan kakiku menuju rumahku

Sesampainya di rumah ku lihat ada tamu

“aku pulang..maaf terlambat tadi ada pelajaran tambahan” kataku

Betapa kagetnya kulihat ayah dan ibuku duduk di ruang tamu bersama dokter pribadiku

“waeyo eomma,appa…??” tanyaku pada mereka

“ahh anii chae.ah..dokter kesini hanya ingin memeriksa keadaanmu” jawab eommaku  pelan

Apa yg terjadi??,raut wajah eomma dan appaku aneh

Akhirnya aku memutuskan ke kamar untuk di periksa dokter

Setelah di periksa oleh dokter,eomma dan appaku pergi meninggalkan ku sendirian di kamar..perasaanku benar-benar tidak enak

*********************************************************************************************************

mian..ampe sini dulu..rencana mau dibuat finish ampe part 2 ajj

tapi modemnya lagi tak bersahabat jadi di tunggu sajalaahh…okokok

don’t forget to comment plissss…

chihaehyuk XP

Confession of A Friend Part I

Standar

By sparkyu^^

Inspired from 2 AM – Confession of A friend

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*
FF pembalasan, karena di FF bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay dia tak berhasil mendapatkan cinta si bawang putih yg sok itu *diinjek*
Tapi dia berhasil mendapatkan seorang pengganti yang jauh lebih cantik *dimutilasi*
Anyway, please read and kommen 😀 –thx-


*Yunho’s POV*

Aku memandangnya yang sekarang sedang mengeluh di depanku, lagi-lagi tentang lelaki yang di sukainya.Sesekali ia menghentakkan kakinya kesal dengan ulah yang telah dibuat lelaki itu padanya.

“Kau tahu, bahkan dia mengomeli ku hari ini!Apa sih maunya dia ?” gerutunya.

Aku tersenyum mendengar setiap keluhannya, sahabatku ini…Sahabatku yang paling ku sayang, dan tanpa ku sadari rasa sayang itu lebih dari sekedar sahabat.

“Sudahlah, kamu kan sudah sering bertengkar dengannya…” komentarku sambil membelai rambutnya pelan.

“Tapi dia selalu melakukan hal itu berulang-ulang…HAHHH!!!” ia berteriak lalu menjatuhkan kepalanya di bahuku.

Aku suka setiap kali ia melakukan itu, bersandar padaku.Aku bisa mencium harum rambut hitamnya yang tergerai indah…

“Yunho, gomawo sudah mau mendengarkan keluhanku” ucapnya.

“Aku tidak bilang ini gratis lho!” kataku namun ia tak merespon sedikitpun perkataan ku.Aku menoleh dan melihatnya memejamkan matanya, ia tertidur.Dasar, kesal sampai kelelahan lalu tertidur.Aku membelai rambutnya lembut lalu ikut tertidur dibawah pohon rindang di kampus kami.

***

Aku Jung Yunho, dan wanita yang tadi bersandar di bahuku adalah Shin Hyo Yoo.Kami bersahabat sejak SMA, karena pertemuan kami yang tak terduga saat kami sama-sama menjadi panitia di perayaan festival sekolah.

–flashback start–

“Yunho-sshi, tolong angkat meja disana ya ?” pinta Choi Won Gun salah satu rekanku.

“Ne!” jawabku sigap.Aku mengangkat meja itu dan memindahkannya menjauhi panggung tiba-tiba…BRUUK!

Aku tak tahu ternyata di dalam laci terdapat banyak kertas, entah siapa yang dengan sembrononya meletakkan didalam situ.Padahal songsaenim sudah mengingatkan agar mengosongkan laci-laci meja dan membuang sampahnya.

Aku memungutnya sambil sesekali menyeka keringatku karena kelelahan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membantu ku membereskan kertas-kertas itu.Aku mendongak dan mendapati wajah yang asing bagiku.

“Kamsahamnida” ucapku ketika ia menyerahkan tumpukan lembaran-lembaran itu padaku.

“Chonmaneyo, ada yang bisa ku bantu lagi…?” tanya lembut.

Aku menyerahkan lembaran kertas yang ku pegang, “Tolong buang ini, aku mau angkat meja ini kesana…” ujarku.

Dia mengangguk, “Ne…Hwaiting” ujarnya menyemangatiku.

Semenjak kejadian itu, aku sering melihatnya bersenda gurau dengan teman-temanku yang lain.Dan dari situlah aku mulai mengenalnya, namanya Shin Hyo Yoo…
Lama kelamaan aku mulai tertarik dengan kepribadiannya, pernah suatu hari kami membicarakan tentang tanaman yang kami sukai.Hampir semua gadis menjawab ‘bunga mawar’ kecuali dia.

“Aku suka dandelion” ujarnya sambil tertawa.

“Kenapa dandelion ?” tanyaku heran.Dia menatapku, mungkin ia barusan mendengarku berbicara dengannya.
Hyo Yoo menganggkat bahu ringan, “Aku juga tak tahu kenapa, hahaha” jawabnya lalu tertawa membuatku tersenyum.

Aku tahu hidupku akan lebih berwarna jika berada di dekatnya.

–flashback end–

Singkat cerita semenjak hari itu aku dan Hyo Yoo berteman dan bahkan bersahabat hingga sekarang.Meskipun sekarang kami tidak berada dalam fakultas, kami masih sering bertemu dibawah pohon rindang dibelakang kampus.

Aku mengambil jurusan seni musik sedangkan Hyo Yoo memilih bisnis sebagai jurusannya.Ia ingin melanjutkan kesuksesan perusahaan ayahnya yang memiliki cabang hampir di seluruh Asia.

Akhir-akhir ini dia sering mampir ke fakultasku, alasannya yakni ingin bertemu denganku tanpa harus menunggu lama di tempat favorit kami.Tapi sebenarnya aku tahu apa alasannya.

Pria itu, pria yang juga satu jurusan denganku.Hyo Yoo menyukainya, ia sengaja datang sebelum kelas ku selesai agar bisa bertemu dengan pria itu.Aku tahu hal itu meski awalnya ia tak mau jujur mengatakannya padaku.Namun lambat laun ia akhirnya mengaku, pria itu berhasilkan meluluhkan hatinya.

Tahu perasaan ku saat dia menceritakan tentang pria itu ?

I kept hearing it but I kept cool
I was too scared to lose you but…

***

*Hyo Yoo*

Kemana si aneh satu itu, kenapa dia belum menampakkan wajah cantiknya ? Tiba-tiba pundakku disentuh seseorang hingga dengan refleks aku menepisnya.

“YA!Kasar sekali” gerutu pria itu.

“Kau membuatku kaget tau!” balasku.

Ini dia orang yang ku cari dari tadi, Kim Heechul! Pria yang berhasil membuatku tidak bisa tidur beberapa hari ini, bahkan penjelasan dosenku tidak bisa ku cerna dengan baik karena fikiranku hanya tertuju padanya.

Hari ini ia mengenakan baju pink yang dibalut dengan jas hitam, rambut blondynya dibiarkan tergerai seperti biasa.

“Kenapa melihatku begitu, aku cantik ya ?” Seperti biasa~~ dia akan selalu memuji dirinya sendiri, tapi kurasa hal itulah yang membuatku tertarik padanya.

“Iya, kau SANGAT cantik!” kataku memberi penekanan pada kata sangat.Ku lihat dia tersenyum bangga lalu merangkul pundakku dan mendekatkan wajahnya ke arahku membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Kaa…ka..u ma..u a..pp..a ?” tanyaku gugup.

Dia mengerlingkan matanya nakal, “Menurutmu ?”

“Hyo Yoo!” panggi seseorang dengan suara datar.Aku menoleh dan mendapati sahabatku, Yunho sedang memandang kami dengan tatapan dingin.

Aku melepaskan diri dari rangkulan Heechul dan berlari ke arahnya, “Yunho!” jeritku.

Yunho menghampiri Heechul, “Kau tadi mau melakukan apa ?” tanyanya jutek.

Heechul tertawa sinis, “Memangnya kenapa ? Kau cemburu ? Kau pacarnya ?” balasnya tak kalah dingin.

Aku menarik-narik lengan Yunho mengajaknya pergi dari sini, namun Yunho tetap tak bergeming.Tatapan matanya makin terlihat ingin melumat Heechul habis-habisan. “Aku sahabatnya” jawab Yunho.

“Lalu ? Memangnya kenapa kalau kau sahabatnya ?” Heechul menekankan kata ‘Sahabat’ sambil melirik sinis ke arah Yunho.

“Yunho, ayo pergi dari sini” Aku menarik tangan Yunho lebih keras, sehingga ia menoleh ke arahku.Aku memasang tampang memelasku yang selalu berhasil membuatnya luluh,

“Baiklah” ucapnya.Aku tersenyum lalu menggandengnya, ku dengar Heechul mendengus kesal di belakang kami.

Aku menoleh ke arahnya lalu melambaikan tangan ke arahnya entah dia melihatnya atau tidak.

“Kau ini, jangan terlalu dekat dengannya” Yunho memperingatkan ku lagi.Ini sudah kesekian kalinya ia mengingatkanku untuk tidak mendekati Heechul.

“Wae yo ?” tanyaku lirih.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabnya.

Kau juga membuatku terluka dengan menyuruhku menjauhinya babo!’ batinku.

Yunho membelai rambutku lembut, “Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapnya membuatku merasa bersalah karena telah membuatnya khawatir.

***

*Yunho’s POV*

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

Apa yang dilakukan Kim Heechul tadi membuatku geram, dia mencoba mencium Hyo Yoo.Aku marah, marah karena tak suka melihat sahabatku diperlakukan seperti itu.Marah sebagai seorang pria yang cemburu melihat wanita yang disayanginya berdekatan dengan pria lain.

“Wae yo ?” tanya Hyo Yoo lirih ketika aku menyuruhnya jangan terlalu dekat dengan pria itu.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabku datar.

Ia tertunduk lemah mendengar jawabanku, aku tahu ia pasti merasa kesal karena aku menyuruhnya menjauhi pria yang disukainya.Tapi aku benar-benar tak ingin melihatnya terluka, aku pernah merasakannya dan tak ingin hal itu menimpa dirinya.

“Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapku sambil membelai rambutnya lembut.

“Ne, aku tahu…Kau memang sahabatku yang paling baik” ucapnya.Seharusnya aku senang, tapi itu dulu.

Aku ingin kau menganggapku lebih dari sekedar sahabat, aku menyayangimu bukan hanya sebagai sahabat tapi lebih dari itu, kau tahu ?

Aku ingin menyatakannya padamu, tapi aku takut hal ini malah akan membuatmu menjauh dariku.Tapi aku juga tak bisa membohongi diriku sendiri, aku mencintaimu…Tanpa kau ketahui.

****

Heechul mengetik beberapa baris pesan di ponsel lalu mengirimnya.Ia tersenyum, menunggu balasan atas pesan yang ia kirimkan.Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah sms balasan masuk membuatnya menyeringai puas.

“Selamat datang dalam permainan ku” ucapnya sambil tertawa licik lalu menjalankan mobilnya.

“Hari ini aku ada janji dengan teman-temanku, Ji Eun dan Sung Young…Jadi kau pulang duluan saja ya ?” Hyo Yoo

memasukkan ponselnya ke dalam tas.

“Mau kemana ?” tanya Yunho.Hyo Yoo memutar bola matanya mencari alasan, “Umm, ke mall…” jawabnya cepat.

Yunho menatap Hyo Yoo curiga, “Aku boleh ikut tidak?” tanyanya.

“A..a..ah tidak usah, lagipula ini acara khusus wanita…Masa’ kau mau ikut” tukas Hyo Yoo cepat.Ia tahu Yunho tak akan semudah itu mempercayainya terlebih lagi akhir-akhir ini ia sering tertangkap basah sedang mengobrol dengan Heechul.

Yunho menghela nafas berat, “Baiklah, beritahu aku kalau kau sudah selesai bermain-main dengan teman-temanmu…Ada yang ingin ku bicarakan, nanti malam” ujar Yunho.

“Ne, arraso…Aku pergi ya!” pamitnya lalu berlari menghilang dibalik kerumunan mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kewajiban mereka.
Senyum tipis terlihat di wajah Yunho, ia meraih ponselnya lalu menekan nomor yang sudah di hapalnya,

“Yobseo ?” sapanya.

“Mianhe, aku ambil barangnya nanti malam ya ?” katanya.

Suara diseberang mengiyakan permintaan Yunho. “Kamsahamnida” ujarnya lalu menutup telfon.

Yunho tersenyum bahagia, malam ini…Akan menjadi malam yang sangat penting dalam hidupnya.

Baby come to me now,
And be my lady

***

Hyo Yoo merapikan dandanannya sekali lagi di depan cermin toilet umum, rambut hitamnya dibiarkan tergerai seperti biasa, bluse putih dan rok pink-nya membuatnya terlihat lebih manis dan feminim dari biasanya.
Lantunan toki wo tomete mengalun dari dalam tasnya, itu handphonenya, sebuah pesan masuk dari Yunho.

Bagaimana jalan-jalannya ? Selamat bersenang-senang, jangan lupa belikan aku oleh-oleh!

Hyo Yoo menggigit bibirnya, merasa bersalah karena telah membohongi Yunho.Ia sedang berada di bioskop sekarang, tapi bukan dengan Ji Eun dan Sung Young melainkan dengan Kim Heechul.

Ya, tadi siang sms yang masuk ke ponselnya bukanlah sms dari salah satu temannya melainkan dari Heechul yang mengajaknya kencan.Ia sengaja tak memberitahukan Yunho karena Yunho pasti akan melarangnya pergi.

Ne, tenang saja…Aku akan membawakanmu makanan yang enak nanti!Tunggu aku ya!’

‘Jeongmal mianhe Yunho, untuk kali ini saja biarkan aku menikmati kesempatanku bersama Heechul’ batin Hyo Yoo.

“Kenapa lama sekali ?” gerutu Heechul begitu melihat Hyo Yoo keluar dari toilet.Hyo Yoo mencibir, “Wajarkan, namanya juga wanita!” balasnya.

“Ya sudah, sebentar lagi filmnya dimulai” ujar Heechul mengangkat lengannya ke arah Hyo Yoo.Hyo Yoo tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Heechul lalu berjalan menuju teater.

Selama di dalam teater Hyo Yoo tidak henti-hentinya menjerit ketakutan.Film yang mereka tonton adalah film horror yang sedang naik daun.Heechul tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Setiap Hyo Yoo menjerit dan menyembunyikan wajahnya di balik lengannya, Heechul akan membelai rambut Hyo Yoo lembut.Dan setiap kali Hyo Yoo serius memperhatikan film, tangan Heechul berusaha untuk menggenggam tangan Hyo Yoo namun sayangnya Hyo Yoo selalu mengangkat tangannya untuk mengambil popcorn.

Sementara disisi lain Yunho sudah berusaha menghubungi ponsel Hyo Yoo berkali-kali namun tak ada jawaban.Ia menekan nomor ponsel Sung Young,

“Yobseo, Yunho-sshi ada apa ?” tanya Sung Young.

“Ah mianhe menganggumu, apa Hyo Yoo ada disitu, aku ingin bicara dengannya” kata Yunho.

“Hyo Yoo ? Dia tidak ada disini, aku sedang mengerjakan tugas di rumah Ji Eun” Jawab Sung Young membuat Yunho terbelalak kaget.

“Bukankah kalian sedang berbelanja di mall ?”

***

*Yunho’s POV*

Aku menutup telfon dari Sung Young, pikiranku kacau sekarang! Hyo Yoo, kenapa ia harus berbohong padaku ?! Kemana ia sekarang ?!

Ponselnya benar-benar tidak bisa dihubungi, tidak ada yang tahu dia pergi dengan siapa…Bahkan Bibi Shin pun tak tahu dengan siapa Hyo Yoo pergi.

Aku mengamati sebuket bunga mawar yang daritadi aku pegang, SIAL! Kenapa aku bisa gegabah begini ?! Pasti sekarang dia sedang bersama playboy itu…

“ARRGGGGHHH!!!” teriakku frustasi.

Detik demi detik berlalu, jamku sudah menunjukkan pukul 10 malam.Aku memutuskan untuk menunggu dirumahnya.Melangkahkan kakiku berat, aku tak mengharapkan hal ini terjadi.Harusnya malam ini menjadi malam yang membahagiakan buatku.

Aku hanya beberapa meter dari rumahnya ketika sebuah sedan hitam berhenti di depan rumah Hyo Yoo.Membuatku membeku dan tak bisa bergerak ketika melihat Hyo Yoo turun dari mobil itu dengan Heechul. Lidahku kelu bahkan hanya untuk memanggil namanya, Hyo Yoo terlihat bahagia dengan pria itu.

Detik berikutnya, membuatku tak sanggup berdiri lebih lama disini.Bunga mawar yang ku pegang meluncur dengan pasti ke tanah, rasa sesak membuatku sulit bernafas dengan normal, aku memutuskan melangkahkan kakiku pergi ketika melihat Heechul memeluk Hyo Yoo dan mengucapkan sebuah kata yang harusnya ku katakan lebih dulu.

I’ve watched you for too long
I stood there with no words,

Hiding my pitiful heart

***

*Hyo Yoo’s POV*

Wajahku masih terasa panas, jantungku masih berdegup dengan kencang.Heechul memelukku, dan satu hal lagi yang membuatku hampir pingsan adalah sebuah kata yang ia bisikkan padaku.

“Sarangheyo”

Ottokhae ? Aku bahkan tidak bisa membalas apa-apa selain mengangguk!

KYAAAAAAA!!! Aku segera melompat kegirangan sambil tertawa girang, ternyata perasaanku terbalas…

Mulai malam ini aku resmi menjadi kekasih seorang Kim Heechul!

KYAAAAAA!!

“YA!Jangan ribut, aku terganggu” suara cempreng itu menganggu kesenanganku, aku menoleh dan mendapati kepala Hyo Ri menyembul dari balik pintu.

“Kenapa ? Iri ?” balasku.

Ia memonyongkan bibirnya, “Yaish, iri ? Padamu ? Cih!” ujarnya lalu menutup pintuku.Aku melanjutkan khayalanku akan hari besok, ketika Heechul menggandengku dan mengumumkan hubungan kami.

“Ah ya~!Tadi Yunho oppa menelfonku, katanya dia menghubungimu tapi tak bisa!” kata Hyo Ri lalu menutup pintuku, membanting lebih tepatnya.

“OMO!YUNHOOO!!” aku segera pencari ponselku di dalam tas.Hyo Yoo babo, bukankah kami berjanji untuk bertemu. 8 missed calls dari Yunho dan 28 sms darinya, aku membacanya satu persatu, astaga! Kenapa aku bisa lupa begini!

Aku menekan nomor ponselnya, berharap ia masih belum terlelap saat ini meskipun jam sudah menunjukkan jam 11 malam.

Ayolah Yunho angkat…

Tuuut…Tuuttt…

CLERK!

OMO!Di reject ?! Yunho pasti sudah benar-benar marah padaku, ottokhae ?

T.T

***

*Yunho’s POV*

Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou
Donna ni toki ga nagarete mo kimi wa zutto
Koko ni iru to omotteta noni
Demo kimi ga eranda no wa chigau michi

Aku membanting ponselku ke samping, aku tahu itu Hyo Yoo yang menelfonku. Jangan harapkan aku untuk mengangkatnya, aku masih terluka dengan kejadian tadi.Ya, luka yang sangat dalam dan bahkan akan sangat sulit untuk disembuhkan.

Apa yang bisa ku lakukan sekarang ?

Hanya merutuki diriku sendiri, kebodohanku yang tak menyatakan perasaanku dari dulu hingga ada pria lain yang lebih berani dan mendahuluiku.

Jung Yunho, kau pengecut!

Penyesalanku sekarang tidak berguna lagi, dia bukan milikku lagi sekarang.

Tidak, memang sedari awal dia bukan milikku.

–flashback start–

“Saengil chukkae hamnida…saengil chukkae hamnida…” aku mendongak, Hyo Yoo membawa sebuah cake dengan lilin berjumlah dua puluh satu diatasnya.Aku tersenyum lalu menyingkirkan tumpukan buku dihadapanku.

“Make a wish dulu!” ucapnya sambil tersenyum.Aku memejamkan mata, bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah Dia berikan padaku selama ini, keluarga yang menyayangiku sepenuhnya, teman-teman dan sahabat-sahabat yang selalu ada disampingku, serta seorang bidadari tanpa sayap yang tak pernah absen dari sisiku.

Aku ingin selalu bersama orang-orang yang kusayangi, Amin.Hyo Yoo bertepuk tangan saat aku meniup lilin lalu berdiri disamping dan memelukku.

“Kau meminta apa tadi ?” tanyanya.

“Rahasia” kataku sambil mengedipkan mata.

Dia memukul lenganku pelan, “Jangan-jangan kau minta jodoh ya ?” tanyanya.

Aku tersenyum, “Hmmm, gimana yaaaa”

“Tentu saja, dia mana pernah pacaran…Ini saatnya dia cari jodoh” sahut Won gun, teman SMA kami yang juga satu fakultas dengan Hyo Yoo sekarang.

“Yah, kalau kau sudah menemukannya kau harus kenalkan dia padaku, arraseo”

“Shireo” jawabku singkat.Raut wajahnya langsung berubah masam, “Wae yo?!”

“Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus membawanya kehadapanku titik”

Aku mencolek kue dihadapanku tanpa mengubris perkataannya, “Yaaaah!!” teriaknya kesal.

Kurasa tak perlu,

karena dia sudah ada di hadapanku

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

–flashback end–

tbc, comment please 🙂

If You Came Into My Heart Part IV

Standar

kawan-kawan panda sekalin silahkan membaca ya..


Author pov

Ji young pun pergi meninggalkan mereka saat ji young sudah tidak terlihat eeteuk bertanya pada siwon

“heeii wonnie apa yg kau katakana pada bocah itu hingga dia tergesa-gesa seperti itu” tanyanya

“iyaa apa yg kau katakana” lanjut heechul

Siwon hanya membalasnya dengan senyum kecil di bibirnya

Membuat para member yg lain terpesona

“yaishhh pasti dia memberi ide yg aneh-aneh” kata eunhyuk

“emank kamu!!” jawab donghae pada eunhyuk

“jadi..apa yg kau katakan padanya hyung” Tanya kyu yg makin penasaran

“hemmmm..ini siini semuanya” kata siwon sambil memanggil member yg lain untuk berkumpul

Siwonpun menjelaskan rencanaya pada semua member

“nahhh begitu…” kata siwon pada yg lainya

“choi siwon…kau memang hebat” kata leeteuk kagum

“hemmm..tapi masih keren caraku tetep” lanjut kyuhyun percaya diri

“ne iya iya kyu caramu memang lebih…MEMATIKAN” sambung heechul

“aishhh hyung….” Kata kyu dgn wajah cemberut

Mereka pun tertawa bersama di dorm tapi tiba-tiba

“wah sepertinya ada hal gembira ya di sini rebut sekali”

Terdengar suara seorang wanita dari belakan mereka

Para member sujupun berbalik ke belakang berusaha mencari asal suara tersebut

Dan sampai akhirnya heechul berteriak “ji eun…!!!”

Sontak para member yg lain kaget..dengan segera heechul menghampirinya

“ji eun sejak kapan kau datang…??” tanyanya

“baru saja..waeyo..??” Tanya ji eun balik..

“ahhhh..gak apa, kenapa gak bilang dulu kalau mau ke sini” sambung heechul

“hemm aku kesini Cuma mau jemput eeteuk oppa” kata ji eun lagi dgn polosnya

Serentak para member yg lain langsung menatap kea rah leeteuk..dan heechul pun segera manghampirinya

“hyung kenapa gak bilang kalau dongsaeng kesayanganmu ini mau kemari..” kata heechul dengan mimik wajah yg sedikit di paksakan tersenyum

“ahhhhh….aaa..ayo kita pulang ji eun” kata eeteuk lari menjauhi heechul dan menarik tangan ji eun

“tunggu sebentar oppa..” kata ji eun menahan leeteuk “sepertinya ada yg mau temu kangen di sini dulu bentar” lanjutnya sambil melirik kearah hyo ri yg dari tadi bersembunyi di belakangnya

“ohhhh..arraseo..heii ada yg mau…” kata-kata leeteuk terpotong

“mau apa hyung..??” Tanya hyuk bingung

“hemm mau apa ya…” kata leeteuk binggung sendiri

“mau makan ice cream..”kata ji eun

“ahh iya ice cream..” lanjut eeteuk

Serentak semua member pun pergi meninggalkan dorm tersebut meninggalkan kyu dan hyo ri berdua saja


Kyu pov

“aiissshhh dasar mereka kaya gak pernah makan ice crem ajj” kataku

Aku mengalihkan pandanganku pada hyo ri gadis yg saat ini berdiri di hadapanku

Yahh bisa di bilang dia sekarang yeoja chingu ku sekarang..gara-gara kejadian lebah kemaren..

“huuuftt ada hikmahnya juga aku ngikutin dia diam-diam waktu itu” pikirku dalam hati sambil tersenyum sendiri

“heii kenapa kau tertawa sendiri..??” Tanya hyo ri padaku

Aku tersadar dari lamunanku dan menjawab pertanyannya “ahh gak apa, hanya teringat kejadian yg lucu dulu” kataku sambil tersenyum simpul padanya

Kulihat wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus

“aaa..aa oppaa..gwaenchana..??bagaimana dgn lukamu??” tanyanya gugup

Melihatnya gugup seperti itu membuatku semakin ingin menjahilinya

Aku pun menghampirinya dan mendekatkan wajahku ke wajahnya

Dapat kurasakan panas dari wajahnya yg makin memerah tersebut

Melihatnya seperti itu aku makin geli

“ne..gwaenchana..aku sudah punya penawar rasa sakitnya” kataku sambil tertawa kecil di hadapanya

“jinca..baguslah..apa obatnya??boleh aku tau??” Tanyanya padaku lagi dengan wajah yg tertunduk

“hemm NEORAGO!!! Kataku padanya

Hyo ri terlihat kaget dengan kalimat ku barusan dan tampaknya wajahnya tak henti-hentinya memerah

“oo..oppa..apa maksudnya…??aku kan bukan obat” katanya lagi

Aku terdiam sejenak dan kuperhatikan dirinya dengan seksama

Ku hampiri lagi dirinya dan ku bisikan sesuatu padanya

*“dareun saram piryo eoppsseo, nan geunyang neorago,dasi hanbeon mureobwado, nan geunyang neorago” kataku pelan

*(I don’t need anyone else ,its only you,when you ask again, its only you)

Wajahnya kaget bukan main..seperti habis tertimpa sesuatu yg menakjubkan sekali

Akupun memegang tanganya dan berkata * “miryeoneopssi baro neoreul seontaekaesseo, geurae nan neorageo” kataku lagi

*(I have no regret, I choose you, that’s right its you)

Ku lihat dia menangis sambil tersenyum…aku menghapus air matanya perlahan

“kenapa kau tidak kreatif..itu kan kalimat donghae dan eeteuk oppa” katanya sambil terisak-isak

“biar saja..terus kenapa kau menangis” tanyaku pelan

Dia hanya diam tidak menjawab pertanyaanku..apakah dia marah padaku..

“hyo ri” panggilku

Dia masih menundukan kepalanya..dan tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan berkata

“yaa..cho kyuhyun..saranghaeo..” katanya dengan wajah yg sedikit malu dan sesangukan..

Mendengarnya aku begitu kaget..ini pertama kalinya dia bilang seperti itu padaku

“nee nado saranghaeo shin hyo ri” kataku sambil memeluknya


to be continue again

ahahahhahah aku nulis niihh ketawa-ketawa sendiri kea orgil

ohh iya nii part keanya partnya nanda deh…isinya dia semua..

huuuuhhh….

terinspirasi part ini waktu dengar lagunya suju yg its you..

hhohohhoh comment plissss…

If You Came Into My Heart Part III

Standar

hayo hayo saya sudah post nii part lanjutanya

di baca dengan seksama ya…

enjoy reading

chu~~~~~~~~~

Ji eun pov

“ji eun….ayo kita kencan…!!!”

Terdengar suara seseorang kepadaku…saat ku berbalik ternyata ji young ada di sampingku..

“ji young..kau lihat seseorang barusan di sini??” tanyaku padanya

“mwo..??”

“ne..tadi tampaknya ada seseorang yg mengajaku bicara di sini” lanjutku

“haishhh…nona park kau benar-benar babo” katanya padaku

“mwo..??kau bilang aku babo hah dasar bocah tengik” kataku

“habisnya..udah jelas-jelasnya aku disini kmu masih nanya lg” sambungnya

“heeemmm..so wae..??” Tanya ku lagi padanya

“ahhh ya itu tadi”

“apaan??” tanyaku makin bingung

Wajah ji young terlihat sedikit memerah.. “heiii jawab..” kataku lagi

“yaishhhh…yaa park ji eun hari minggu ini kau tunggu aku di depan rumahmu!!” katanya sambil berlalu pergi..

“yaa..ji young” teriaku, tapi terlambat ji young sudah menghilang bagaikan di telan bumi (author lebay ihhh)

Ji young pov

“haahh..haaahh…akhirnya kesampean juga..” kataku dengan tersengal-sengal

Aku pun beristiraahat sejenak di bawah pohon..

Angin yg lembut melawati wajahku benar-benar menenangkan

Aku berfikir sejenak kira-kira apa ada sesuatu yg terlewatkan dan ternyata memang ada

“aghhhhhhhhhhhh………ji young babo,kenapa aku gak bilang jamnya sama dia..yaishh ottokhae..???” kataku bingung sendiri

Akhirnya aku memutuskan untuk meng-sms dia

Kupikir dia akan bertanya-tanya lagi.tapi ternyata diia menjawab. “ne arraseo”

Author pov

“hyungggggggg….!!!” Teriak ji young dari kejauhan…

“wae..??” Tanya eunhyuk padanya.
“hyung..bantuin aku..gmana caranya nembak ce dgn cara yg romantic hyung..”

“mwoo..??napa Tanya ma aku sana Tanya ma siwon ato gak hae” katanya sambil menjuk kea rah 2 orang co yg saling berfoto bersama

“ahh hyung alasan mu saja..kau pasti iri dgn mereka” katanya lagi…

“enak ajj ngapain aku iri”

“kalau begitu ayo ajari aku hyung,,” rengek ku lagi

“hemmm ne ne baiklah..” katanya sambil memangil anak-anak suju yg lain..

…………………………………………………………………………………………………………………………….

Ji young pov

“oke,,,,,,,apa ada yg punya ide??” tanyaku membuka pembicaraan

“engg ahh aku tau gmana kalo kaya gini..” kata heechul hyung mulai angkat bicara

“gimana ntar pulang sekolah kamu nungguin diia di depan gerbang trus kamu nyanyi deh akustikan gitu” katanya

“ahhh..hyung itu mah udah biasa.” Sambung yesung

Mereka pun kembali berfikir..

“ahh aku aku tau gimana kalo kamu nyewa hoteln trus candle light diner ma dia trus di kolam kamu nyalain lilin bertulisan I LOVE U gitu..gimana?? sambung sungmin

“ehmm..romantis sih hyung tapi kan aku Cuma anak SMA biasa bukan pengusaha kaya..mana bisa aku nyewa hotel kaya gitu” sambungku

“hemm iya juga ya,,” lanjut sungmin

Dan mereka pun kembali berfikir

“yahh gimana kalo kamu bawa dia ke gedung tinggi terus kamu teriak ke seluruh dunia kalo kamu suka dia…” kata heechul lagi

“ahh hyung,ji young kan takut ketinggian..mana bisa dia” jawab kyu “gini ajj ji young kamu buat pesawat-pesawatan dari kertas terus di tengah-tengah keramain kamu terbangin deh tu pesawat kea rah dia..” lanjutnya pecaya diri

“kyu babo” kata eunhyuk sambil memukul kepalanya “itu kan susah kyu gimana kalo pesawat itu gak nyampe ke jieun tapi malah ke orang lain..” sambungnya

“haisssh hyung kepalaku sakit” kata kyu sambil memegang kepalanya

“ahh sudah-sudah hyung malah jd repot gini..mian aku dah buat kalian repot” kataku dgn wajah menyesal

“ahh gak apa koq gak masalah” jawab donghae “jadi..apa ada yg punya ide lain..??” Tanya donghae kepada member suju yg lainya

“haissshh padahal kalian semua pujaan wanita masa gak da satupun yg punya ide yg romantic” sambung leeteuk

“yaa hyung..kau jga dari tadi gak ada ngasih ide..buat dia padahal kan yg mau di tembak dongsaengmu..” jawab heechul

“yaa gak keren kan kalo dongsaengku yg mau di tembak tapi oppanya sendiri yg ngasih ide…” kata eeteuk

Di tengah-tengah kebisingan mereka seorang evil kecil mengeluarkan suaranya lagi

“yaa hyung-hyung semua kalian mau yg romantic,unik dan penuh perjuangan kan..??” Tanya kyu pada para hyungnya

Mereka hanya terdiam mendengar kyu

“ji young kamu pukul ajj sarang lebah terus biar mereka kejar kamu..tapi kamu larinya ke ji eun sambil meluk dia seolah-olah ngelindungi dia terus lebahnya dah pergi bilang deh kalo kamu suka diia..” jelasnya dgn wajah yg polos

Para member suju yg lain dan ji eun hanya ternganga mendengar ide dari kyu tersebut

“yaa kyu bisa-bisa ji young mati duluan” teriak eeteuk

“tapi aku gk mati koq, malah dapet hasil yg memuaskan” jawab kyu pelan

“oooohhh jd itu caramu nyatain cinta ke siapa nto hyo yung..pake lebah tohh..” lanjut eunhyuk

“hyo ri hyung…” jawabnya malu-malu

“ya terserahlah siapa..” jawab eunhyuk membela diri

Dan mereka pun mulai berfikir lagii..lalu tiba tiba siwon bicara

“heii kwon ji young kemari kau” katanya

(gak sopan kaya manggil pembantu ajj)

Aku pun segera mandatanginyya “ne hyung ada apa..??” tanyaku penasaran

Siwon hyung pun mendekatkan dirinya padaku dan tiba-tiba eunhyuk hyung berteriak “yaa siwon.ah jgn melakukanya di siini sana jauh jauh ajj” katnya sambil mengusir siwon

Siwon hyung pun menghela nafasnya “huuftt hyung kenapa yg ada di pikiranmu hanya yadong..” jawabnya

“mwoo..??” Tanya hyukie

“kau memang babo mongkey lee hyuk jae” sambung eeteuk hyung sambil menjitak kepalanya

“awwww hyung sakit…” kata hyuk jae

“hhhaaaahhh sudahlah ji young sini.” Kata siwon lagi

Siwon hyung pun membisikan sesuatu di telingaku..setelah mendengarnya ekspresiku langsung berubah dan aku pun berteriak “hyung kau memang jenius…gomawo hyung” kataku bersemangat

Aku pun bergegas pulang dan berpamitan dengan member suju yg lainya

Terlihat dari wajah mereka,ekspresi yg bingung

Biarlah siwon hyung saja yg menceritakanya pada mereka semua..karna aku terburu-buru untuk menyusun rencana selanjutnya

to be continue

maaf sampai sini saja ahulu

saya sudah mengantuk dan handak tertidur

ohh iya special thnks bwt nanda,ibeh,rida yg udah menyalurkan idenya disini love you muaaaaaaahhhhh…

dont forget to comment…