Confession of A Friend Part I

Standar

By sparkyu^^

Inspired from 2 AM – Confession of A friend

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*
FF pembalasan, karena di FF bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay dia tak berhasil mendapatkan cinta si bawang putih yg sok itu *diinjek*
Tapi dia berhasil mendapatkan seorang pengganti yang jauh lebih cantik *dimutilasi*
Anyway, please read and kommen😀 –thx-


*Yunho’s POV*

Aku memandangnya yang sekarang sedang mengeluh di depanku, lagi-lagi tentang lelaki yang di sukainya.Sesekali ia menghentakkan kakinya kesal dengan ulah yang telah dibuat lelaki itu padanya.

“Kau tahu, bahkan dia mengomeli ku hari ini!Apa sih maunya dia ?” gerutunya.

Aku tersenyum mendengar setiap keluhannya, sahabatku ini…Sahabatku yang paling ku sayang, dan tanpa ku sadari rasa sayang itu lebih dari sekedar sahabat.

“Sudahlah, kamu kan sudah sering bertengkar dengannya…” komentarku sambil membelai rambutnya pelan.

“Tapi dia selalu melakukan hal itu berulang-ulang…HAHHH!!!” ia berteriak lalu menjatuhkan kepalanya di bahuku.

Aku suka setiap kali ia melakukan itu, bersandar padaku.Aku bisa mencium harum rambut hitamnya yang tergerai indah…

“Yunho, gomawo sudah mau mendengarkan keluhanku” ucapnya.

“Aku tidak bilang ini gratis lho!” kataku namun ia tak merespon sedikitpun perkataan ku.Aku menoleh dan melihatnya memejamkan matanya, ia tertidur.Dasar, kesal sampai kelelahan lalu tertidur.Aku membelai rambutnya lembut lalu ikut tertidur dibawah pohon rindang di kampus kami.

***

Aku Jung Yunho, dan wanita yang tadi bersandar di bahuku adalah Shin Hyo Yoo.Kami bersahabat sejak SMA, karena pertemuan kami yang tak terduga saat kami sama-sama menjadi panitia di perayaan festival sekolah.

–flashback start–

“Yunho-sshi, tolong angkat meja disana ya ?” pinta Choi Won Gun salah satu rekanku.

“Ne!” jawabku sigap.Aku mengangkat meja itu dan memindahkannya menjauhi panggung tiba-tiba…BRUUK!

Aku tak tahu ternyata di dalam laci terdapat banyak kertas, entah siapa yang dengan sembrononya meletakkan didalam situ.Padahal songsaenim sudah mengingatkan agar mengosongkan laci-laci meja dan membuang sampahnya.

Aku memungutnya sambil sesekali menyeka keringatku karena kelelahan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membantu ku membereskan kertas-kertas itu.Aku mendongak dan mendapati wajah yang asing bagiku.

“Kamsahamnida” ucapku ketika ia menyerahkan tumpukan lembaran-lembaran itu padaku.

“Chonmaneyo, ada yang bisa ku bantu lagi…?” tanya lembut.

Aku menyerahkan lembaran kertas yang ku pegang, “Tolong buang ini, aku mau angkat meja ini kesana…” ujarku.

Dia mengangguk, “Ne…Hwaiting” ujarnya menyemangatiku.

Semenjak kejadian itu, aku sering melihatnya bersenda gurau dengan teman-temanku yang lain.Dan dari situlah aku mulai mengenalnya, namanya Shin Hyo Yoo…
Lama kelamaan aku mulai tertarik dengan kepribadiannya, pernah suatu hari kami membicarakan tentang tanaman yang kami sukai.Hampir semua gadis menjawab ‘bunga mawar’ kecuali dia.

“Aku suka dandelion” ujarnya sambil tertawa.

“Kenapa dandelion ?” tanyaku heran.Dia menatapku, mungkin ia barusan mendengarku berbicara dengannya.
Hyo Yoo menganggkat bahu ringan, “Aku juga tak tahu kenapa, hahaha” jawabnya lalu tertawa membuatku tersenyum.

Aku tahu hidupku akan lebih berwarna jika berada di dekatnya.

–flashback end–

Singkat cerita semenjak hari itu aku dan Hyo Yoo berteman dan bahkan bersahabat hingga sekarang.Meskipun sekarang kami tidak berada dalam fakultas, kami masih sering bertemu dibawah pohon rindang dibelakang kampus.

Aku mengambil jurusan seni musik sedangkan Hyo Yoo memilih bisnis sebagai jurusannya.Ia ingin melanjutkan kesuksesan perusahaan ayahnya yang memiliki cabang hampir di seluruh Asia.

Akhir-akhir ini dia sering mampir ke fakultasku, alasannya yakni ingin bertemu denganku tanpa harus menunggu lama di tempat favorit kami.Tapi sebenarnya aku tahu apa alasannya.

Pria itu, pria yang juga satu jurusan denganku.Hyo Yoo menyukainya, ia sengaja datang sebelum kelas ku selesai agar bisa bertemu dengan pria itu.Aku tahu hal itu meski awalnya ia tak mau jujur mengatakannya padaku.Namun lambat laun ia akhirnya mengaku, pria itu berhasilkan meluluhkan hatinya.

Tahu perasaan ku saat dia menceritakan tentang pria itu ?

I kept hearing it but I kept cool
I was too scared to lose you but…

***

*Hyo Yoo*

Kemana si aneh satu itu, kenapa dia belum menampakkan wajah cantiknya ? Tiba-tiba pundakku disentuh seseorang hingga dengan refleks aku menepisnya.

“YA!Kasar sekali” gerutu pria itu.

“Kau membuatku kaget tau!” balasku.

Ini dia orang yang ku cari dari tadi, Kim Heechul! Pria yang berhasil membuatku tidak bisa tidur beberapa hari ini, bahkan penjelasan dosenku tidak bisa ku cerna dengan baik karena fikiranku hanya tertuju padanya.

Hari ini ia mengenakan baju pink yang dibalut dengan jas hitam, rambut blondynya dibiarkan tergerai seperti biasa.

“Kenapa melihatku begitu, aku cantik ya ?” Seperti biasa~~ dia akan selalu memuji dirinya sendiri, tapi kurasa hal itulah yang membuatku tertarik padanya.

“Iya, kau SANGAT cantik!” kataku memberi penekanan pada kata sangat.Ku lihat dia tersenyum bangga lalu merangkul pundakku dan mendekatkan wajahnya ke arahku membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Kaa…ka..u ma..u a..pp..a ?” tanyaku gugup.

Dia mengerlingkan matanya nakal, “Menurutmu ?”

“Hyo Yoo!” panggi seseorang dengan suara datar.Aku menoleh dan mendapati sahabatku, Yunho sedang memandang kami dengan tatapan dingin.

Aku melepaskan diri dari rangkulan Heechul dan berlari ke arahnya, “Yunho!” jeritku.

Yunho menghampiri Heechul, “Kau tadi mau melakukan apa ?” tanyanya jutek.

Heechul tertawa sinis, “Memangnya kenapa ? Kau cemburu ? Kau pacarnya ?” balasnya tak kalah dingin.

Aku menarik-narik lengan Yunho mengajaknya pergi dari sini, namun Yunho tetap tak bergeming.Tatapan matanya makin terlihat ingin melumat Heechul habis-habisan. “Aku sahabatnya” jawab Yunho.

“Lalu ? Memangnya kenapa kalau kau sahabatnya ?” Heechul menekankan kata ‘Sahabat’ sambil melirik sinis ke arah Yunho.

“Yunho, ayo pergi dari sini” Aku menarik tangan Yunho lebih keras, sehingga ia menoleh ke arahku.Aku memasang tampang memelasku yang selalu berhasil membuatnya luluh,

“Baiklah” ucapnya.Aku tersenyum lalu menggandengnya, ku dengar Heechul mendengus kesal di belakang kami.

Aku menoleh ke arahnya lalu melambaikan tangan ke arahnya entah dia melihatnya atau tidak.

“Kau ini, jangan terlalu dekat dengannya” Yunho memperingatkan ku lagi.Ini sudah kesekian kalinya ia mengingatkanku untuk tidak mendekati Heechul.

“Wae yo ?” tanyaku lirih.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabnya.

Kau juga membuatku terluka dengan menyuruhku menjauhinya babo!’ batinku.

Yunho membelai rambutku lembut, “Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapnya membuatku merasa bersalah karena telah membuatnya khawatir.

***

*Yunho’s POV*

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

Apa yang dilakukan Kim Heechul tadi membuatku geram, dia mencoba mencium Hyo Yoo.Aku marah, marah karena tak suka melihat sahabatku diperlakukan seperti itu.Marah sebagai seorang pria yang cemburu melihat wanita yang disayanginya berdekatan dengan pria lain.

“Wae yo ?” tanya Hyo Yoo lirih ketika aku menyuruhnya jangan terlalu dekat dengan pria itu.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabku datar.

Ia tertunduk lemah mendengar jawabanku, aku tahu ia pasti merasa kesal karena aku menyuruhnya menjauhi pria yang disukainya.Tapi aku benar-benar tak ingin melihatnya terluka, aku pernah merasakannya dan tak ingin hal itu menimpa dirinya.

“Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapku sambil membelai rambutnya lembut.

“Ne, aku tahu…Kau memang sahabatku yang paling baik” ucapnya.Seharusnya aku senang, tapi itu dulu.

Aku ingin kau menganggapku lebih dari sekedar sahabat, aku menyayangimu bukan hanya sebagai sahabat tapi lebih dari itu, kau tahu ?

Aku ingin menyatakannya padamu, tapi aku takut hal ini malah akan membuatmu menjauh dariku.Tapi aku juga tak bisa membohongi diriku sendiri, aku mencintaimu…Tanpa kau ketahui.

****

Heechul mengetik beberapa baris pesan di ponsel lalu mengirimnya.Ia tersenyum, menunggu balasan atas pesan yang ia kirimkan.Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah sms balasan masuk membuatnya menyeringai puas.

“Selamat datang dalam permainan ku” ucapnya sambil tertawa licik lalu menjalankan mobilnya.

“Hari ini aku ada janji dengan teman-temanku, Ji Eun dan Sung Young…Jadi kau pulang duluan saja ya ?” Hyo Yoo

memasukkan ponselnya ke dalam tas.

“Mau kemana ?” tanya Yunho.Hyo Yoo memutar bola matanya mencari alasan, “Umm, ke mall…” jawabnya cepat.

Yunho menatap Hyo Yoo curiga, “Aku boleh ikut tidak?” tanyanya.

“A..a..ah tidak usah, lagipula ini acara khusus wanita…Masa’ kau mau ikut” tukas Hyo Yoo cepat.Ia tahu Yunho tak akan semudah itu mempercayainya terlebih lagi akhir-akhir ini ia sering tertangkap basah sedang mengobrol dengan Heechul.

Yunho menghela nafas berat, “Baiklah, beritahu aku kalau kau sudah selesai bermain-main dengan teman-temanmu…Ada yang ingin ku bicarakan, nanti malam” ujar Yunho.

“Ne, arraso…Aku pergi ya!” pamitnya lalu berlari menghilang dibalik kerumunan mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kewajiban mereka.
Senyum tipis terlihat di wajah Yunho, ia meraih ponselnya lalu menekan nomor yang sudah di hapalnya,

“Yobseo ?” sapanya.

“Mianhe, aku ambil barangnya nanti malam ya ?” katanya.

Suara diseberang mengiyakan permintaan Yunho. “Kamsahamnida” ujarnya lalu menutup telfon.

Yunho tersenyum bahagia, malam ini…Akan menjadi malam yang sangat penting dalam hidupnya.

Baby come to me now,
And be my lady

***

Hyo Yoo merapikan dandanannya sekali lagi di depan cermin toilet umum, rambut hitamnya dibiarkan tergerai seperti biasa, bluse putih dan rok pink-nya membuatnya terlihat lebih manis dan feminim dari biasanya.
Lantunan toki wo tomete mengalun dari dalam tasnya, itu handphonenya, sebuah pesan masuk dari Yunho.

Bagaimana jalan-jalannya ? Selamat bersenang-senang, jangan lupa belikan aku oleh-oleh!

Hyo Yoo menggigit bibirnya, merasa bersalah karena telah membohongi Yunho.Ia sedang berada di bioskop sekarang, tapi bukan dengan Ji Eun dan Sung Young melainkan dengan Kim Heechul.

Ya, tadi siang sms yang masuk ke ponselnya bukanlah sms dari salah satu temannya melainkan dari Heechul yang mengajaknya kencan.Ia sengaja tak memberitahukan Yunho karena Yunho pasti akan melarangnya pergi.

Ne, tenang saja…Aku akan membawakanmu makanan yang enak nanti!Tunggu aku ya!’

‘Jeongmal mianhe Yunho, untuk kali ini saja biarkan aku menikmati kesempatanku bersama Heechul’ batin Hyo Yoo.

“Kenapa lama sekali ?” gerutu Heechul begitu melihat Hyo Yoo keluar dari toilet.Hyo Yoo mencibir, “Wajarkan, namanya juga wanita!” balasnya.

“Ya sudah, sebentar lagi filmnya dimulai” ujar Heechul mengangkat lengannya ke arah Hyo Yoo.Hyo Yoo tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Heechul lalu berjalan menuju teater.

Selama di dalam teater Hyo Yoo tidak henti-hentinya menjerit ketakutan.Film yang mereka tonton adalah film horror yang sedang naik daun.Heechul tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Setiap Hyo Yoo menjerit dan menyembunyikan wajahnya di balik lengannya, Heechul akan membelai rambut Hyo Yoo lembut.Dan setiap kali Hyo Yoo serius memperhatikan film, tangan Heechul berusaha untuk menggenggam tangan Hyo Yoo namun sayangnya Hyo Yoo selalu mengangkat tangannya untuk mengambil popcorn.

Sementara disisi lain Yunho sudah berusaha menghubungi ponsel Hyo Yoo berkali-kali namun tak ada jawaban.Ia menekan nomor ponsel Sung Young,

“Yobseo, Yunho-sshi ada apa ?” tanya Sung Young.

“Ah mianhe menganggumu, apa Hyo Yoo ada disitu, aku ingin bicara dengannya” kata Yunho.

“Hyo Yoo ? Dia tidak ada disini, aku sedang mengerjakan tugas di rumah Ji Eun” Jawab Sung Young membuat Yunho terbelalak kaget.

“Bukankah kalian sedang berbelanja di mall ?”

***

*Yunho’s POV*

Aku menutup telfon dari Sung Young, pikiranku kacau sekarang! Hyo Yoo, kenapa ia harus berbohong padaku ?! Kemana ia sekarang ?!

Ponselnya benar-benar tidak bisa dihubungi, tidak ada yang tahu dia pergi dengan siapa…Bahkan Bibi Shin pun tak tahu dengan siapa Hyo Yoo pergi.

Aku mengamati sebuket bunga mawar yang daritadi aku pegang, SIAL! Kenapa aku bisa gegabah begini ?! Pasti sekarang dia sedang bersama playboy itu…

“ARRGGGGHHH!!!” teriakku frustasi.

Detik demi detik berlalu, jamku sudah menunjukkan pukul 10 malam.Aku memutuskan untuk menunggu dirumahnya.Melangkahkan kakiku berat, aku tak mengharapkan hal ini terjadi.Harusnya malam ini menjadi malam yang membahagiakan buatku.

Aku hanya beberapa meter dari rumahnya ketika sebuah sedan hitam berhenti di depan rumah Hyo Yoo.Membuatku membeku dan tak bisa bergerak ketika melihat Hyo Yoo turun dari mobil itu dengan Heechul. Lidahku kelu bahkan hanya untuk memanggil namanya, Hyo Yoo terlihat bahagia dengan pria itu.

Detik berikutnya, membuatku tak sanggup berdiri lebih lama disini.Bunga mawar yang ku pegang meluncur dengan pasti ke tanah, rasa sesak membuatku sulit bernafas dengan normal, aku memutuskan melangkahkan kakiku pergi ketika melihat Heechul memeluk Hyo Yoo dan mengucapkan sebuah kata yang harusnya ku katakan lebih dulu.

I’ve watched you for too long
I stood there with no words,

Hiding my pitiful heart

***

*Hyo Yoo’s POV*

Wajahku masih terasa panas, jantungku masih berdegup dengan kencang.Heechul memelukku, dan satu hal lagi yang membuatku hampir pingsan adalah sebuah kata yang ia bisikkan padaku.

“Sarangheyo”

Ottokhae ? Aku bahkan tidak bisa membalas apa-apa selain mengangguk!

KYAAAAAAA!!! Aku segera melompat kegirangan sambil tertawa girang, ternyata perasaanku terbalas…

Mulai malam ini aku resmi menjadi kekasih seorang Kim Heechul!

KYAAAAAA!!

“YA!Jangan ribut, aku terganggu” suara cempreng itu menganggu kesenanganku, aku menoleh dan mendapati kepala Hyo Ri menyembul dari balik pintu.

“Kenapa ? Iri ?” balasku.

Ia memonyongkan bibirnya, “Yaish, iri ? Padamu ? Cih!” ujarnya lalu menutup pintuku.Aku melanjutkan khayalanku akan hari besok, ketika Heechul menggandengku dan mengumumkan hubungan kami.

“Ah ya~!Tadi Yunho oppa menelfonku, katanya dia menghubungimu tapi tak bisa!” kata Hyo Ri lalu menutup pintuku, membanting lebih tepatnya.

“OMO!YUNHOOO!!” aku segera pencari ponselku di dalam tas.Hyo Yoo babo, bukankah kami berjanji untuk bertemu. 8 missed calls dari Yunho dan 28 sms darinya, aku membacanya satu persatu, astaga! Kenapa aku bisa lupa begini!

Aku menekan nomor ponselnya, berharap ia masih belum terlelap saat ini meskipun jam sudah menunjukkan jam 11 malam.

Ayolah Yunho angkat…

Tuuut…Tuuttt…

CLERK!

OMO!Di reject ?! Yunho pasti sudah benar-benar marah padaku, ottokhae ?

T.T

***

*Yunho’s POV*

Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou
Donna ni toki ga nagarete mo kimi wa zutto
Koko ni iru to omotteta noni
Demo kimi ga eranda no wa chigau michi

Aku membanting ponselku ke samping, aku tahu itu Hyo Yoo yang menelfonku. Jangan harapkan aku untuk mengangkatnya, aku masih terluka dengan kejadian tadi.Ya, luka yang sangat dalam dan bahkan akan sangat sulit untuk disembuhkan.

Apa yang bisa ku lakukan sekarang ?

Hanya merutuki diriku sendiri, kebodohanku yang tak menyatakan perasaanku dari dulu hingga ada pria lain yang lebih berani dan mendahuluiku.

Jung Yunho, kau pengecut!

Penyesalanku sekarang tidak berguna lagi, dia bukan milikku lagi sekarang.

Tidak, memang sedari awal dia bukan milikku.

–flashback start–

“Saengil chukkae hamnida…saengil chukkae hamnida…” aku mendongak, Hyo Yoo membawa sebuah cake dengan lilin berjumlah dua puluh satu diatasnya.Aku tersenyum lalu menyingkirkan tumpukan buku dihadapanku.

“Make a wish dulu!” ucapnya sambil tersenyum.Aku memejamkan mata, bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah Dia berikan padaku selama ini, keluarga yang menyayangiku sepenuhnya, teman-teman dan sahabat-sahabat yang selalu ada disampingku, serta seorang bidadari tanpa sayap yang tak pernah absen dari sisiku.

Aku ingin selalu bersama orang-orang yang kusayangi, Amin.Hyo Yoo bertepuk tangan saat aku meniup lilin lalu berdiri disamping dan memelukku.

“Kau meminta apa tadi ?” tanyanya.

“Rahasia” kataku sambil mengedipkan mata.

Dia memukul lenganku pelan, “Jangan-jangan kau minta jodoh ya ?” tanyanya.

Aku tersenyum, “Hmmm, gimana yaaaa”

“Tentu saja, dia mana pernah pacaran…Ini saatnya dia cari jodoh” sahut Won gun, teman SMA kami yang juga satu fakultas dengan Hyo Yoo sekarang.

“Yah, kalau kau sudah menemukannya kau harus kenalkan dia padaku, arraseo”

“Shireo” jawabku singkat.Raut wajahnya langsung berubah masam, “Wae yo?!”

“Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus membawanya kehadapanku titik”

Aku mencolek kue dihadapanku tanpa mengubris perkataannya, “Yaaaah!!” teriaknya kesal.

Kurasa tak perlu,

karena dia sudah ada di hadapanku

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

–flashback end–

tbc, comment please🙂

6 pemikiran pada “Confession of A Friend Part I

  1. Heh kau,
    ganti ga itu intro ff yg diatas itu!
    *injek*😄

    eh hug dulu deeh sblum injek,
    makasi sdh dibuatin inii.
    Gatau deh bales pake apaan – -‘
    mana ak komennya telaaat, hiks

    heey, yg adegan uno ngangkat meja kyknya adeganku dan ***** pas mr.cool, gyahaha

    unooo~
    ak sm uno ajaaaa.
    Heechul skrg foto2 trus sm wanita2 it naah,
    ak gasukak ==’

    tp ak lebih pewe mmbuat diriku ad dposisinya uno ya~
    ak bgt itu,
    trtindas dan trhempas. HAHAHA

    ASAP ya chapt.2nyaa🙂

    • gyahaha~
      maaf intro itu tak bisa diganti :p

      balasnya pake apa ya,gmana kalooo~ *lirik uno-ditendang*
      part 2 dalam masa pembuatan,
      mo sekalian aku selesein..
      tapi akhir2 ini mood kurang bagus ==”

      mana ff psikopatmu, cepat buat sudah..
      aku malah mau buat ff baru ini ==”
      *hug balik deh*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s