This I Promise You (Confession of A friend – special part)

Standar

This I Promise You

(Confession of A friend – special part)


Tak ada kepastian dari hubungan kami, entah apa yang harus ku lakukan untuk membuatnya mengerti ?


Aku mengamati pria dihadapanku, sedang asyik mengunyah makannya hingga tak sadar kalau sedang ku perhatikan.

Jika kalian bertanya siapa dia ? Dengan lantang ku jawab bahwa ia adalah sahabatku, sekaligus pria yang ku cinta—secara diam diam tentunya.

Tapi tahukah kalian,tanpa perlu ku sembunyikan lagi semua orang tahu aku menyukainya, mencintainya dan semua orang bilang bahwa dia merasakan hal yang sama…

Aku tak mau mengambil keputusan secepat itu, aku takut aku hanya berharap, berharap tentang hal yang tak pasti ku dapatkan.

Terjatuh, aku pernah mengalaminya dan aku tak mau merasakannya lagi, terlalu sakit dan perih.

Apakah dia juga merasakan hal yang sama ? Who knows ? Banyak yang mengatakan hal itu namun pengakuan itu tak kunjung keluar dari bibirnya.
Baca lebih lanjut

Me (plus) Baby (minus) Him part IV

Standar

Donghae pov

Eunhyuk meninggalkanku di belakangnya, ada apa sebenarnya dengan dia

Dia terlihat sangat aneh sejak dirumah ji eun, dan apa tadi kenapa adit memanggilnya appa??

Dan kenapa saat itu adit memegang foto hyukie??

“haishh..apa sebenarnya yg terjadi” tanyaku sambil menggaruk-garuk kepalaku

Tiba-tiba aku tersadarkan sesuatu, mungkinkah itu yg terjadi??

Jika melihat tinggkahnya tadi dan tingkah ji eun saat itu..mungkinkah itu

Mungkinkah hyukie adalh appa dari adit..tadi juga ekspresi ji eun saat bertemu dengan hyukie sangat aneh, dia terlihat sangat kaget

Jika itu memang yg terjadi, kenapa dia tidak bilang padaku

“haiiisshh babo lee donghae, tentu saja dia tak akan memberitahumu” batinku

Aku memutuskan untuk menanyakan hal ini nanti padanya

Semuanya, apa yg terjadi padanya dan ji eun

Si dae pov

“ahh hari ini benar-benar menyenangkan” kataku sambil merebahkan diriku di sofa dorm suju

“yaa si dae, setelah ini antar hyo ri pulang dengan aman sampai rumah ya” kata kyu hyun hyung yg menggangu ketenanganku

“ne hyung..arraseo, aku akan sangat hati-hati, tidak akan ad yg lecet denagnya nanti” kataku pada kyu hyun hyung

“si dae, habis ini kita mau kerumah ji eun lagi kan..??” Tanya hyo ri sedikit berbisik padaku

“ne..tentu saja, aku ingin memeluk makhluk kecil itu” kataku berseri-seri

“yaa..apa yg kalian bicarakan??” Tanya kyuhyun hyung lagi yg merasa aneh denganku dan hyo ri

“ahh chagi ini masalah sesama wanita” kata hyo ri yg di sambut dengan jitakan dariku

Dan dibalas oleh kyu hyun hyung

“aishh hyung sakit” kataku dengan tangan yg mengelus-elus kepalaku

“mian aku reflek jika melihat kekerasan pada wanita” jawabnya cuek

“yaisshh alasan saja” kataku dalam hati

Sampai akhirnya eunhyuk dan donghae tiba, yg membuatku dan hyo ri kaget karna eunhyuk hyung yg saat ini memandang ke arah kami berdua dengan sangat tajam

“wahh kebetulan sekali kalian berdua ada di sini” kata eunhyuk hyung pada kami berdua

Kami hanya terdiam mendengarnya, dan eunhyuk hyung pun mendakati kami berdua

Dia menggengam tangan kami berdua dan menarik kami pergi

“kyu aku pinjam yeojamu dulu sebentar, ahh iya bilang juga pada siwon kalau dongsaengya bersamaku” katanya sambil menarik kami keluar dari ruangan itu

“yaa hyung, kau mau bawa mereka kemana…??” Tanya kyuhun padanya

“ada sesuatu yg ingin kubicarakn dengan mereka berdua” katanya lagi tanpa menoleh ke arah kyu dan terus menyeret kami keluar

Eunhyuk hyung masih terus membawa kami keluar dan sampai pada akhirnya kami sampai di atap gedung ini

Dia melepaskan tangan kami dan berbalik menghadap kami

Dia menghela nafas sebentar sampai akhirnya hyo ri mulai bertanya padanya

“yaa oppa ada perlu apa dengan kami..??” Tanya hyo ri

“wae..?? kenapa kalian tidak bilang apa-apa padaku tentang keadaan ji eun saat ini” tanyanya pada kami yg membuat kami terkaget

“aa..apa maksudmu hyung..??” tanyaku berpura-pura tidak tahu

“sudahlah jgn kalian sembunyikan lagi, aku sudah tau semuanya dan akupun sudah bertemu denganya langsung” katanya lagi yg membuat kami semakin kaget sehingga kami saling memandang khawatir satu sama lain

“kenapa kalian tidak katakana padaku bahwa dia menggandung anakku??” tanyanya lagi

Kami hanya terdiam beberapa saat sampai akhirnya hyo ri berbicara

“apakah jika kami beritahukan padamu, kau akan bertanggung jawab..??” tanyanya pada eunhyuk hyung

“saat itu kalian sedang berada di atas puncak, jika kau ketahuan sudah menghamili seorang gadis muda tanpa ikatan apapun, apa yg akan terjadi dengan karirmu sebagai seorang entertainer..??” sambungnya lagi

“ta..tapi tetap saja kalian harus bilang padaku, karna aku adalah appa dari anak itu” lanjut eunhyuk hyung pada hyo ri

“ji eun dia tidak ingin kau mengetahuinya karna dia tidak ingin karir mu hancur saat itu, itulah sebabnya dia memutuskan untuk merawat adit sendiri dan menghindarimu” kataku

“apa oppa tau bahwa dia sudah menyukaimu sejak awal dia bertemu denganmu, karna rasa sayangnya itulah dia tidak ingin melihatmu hancur dengan mengatakan kalau dia sedang mengandung anakmu, bahkan sedikitpun dia tidak menyesal” jelas hyo ri lagi

Ku lihat mata hyo ri sudah mulai berkaca-kaca, dan eunhyuk hyung pun juga mulai menitikan air matanya

“sudahlah hyung gak da gunanya kita ngebahas hal ini, yg sudah terjadi biarlah terjadi, itu semua gak akan pernah bisa di ulang” kataku sambil menarik hyo ri dan pergi meninggalkan eunhyuk hyung sendiri di sana

Dan betapa kagetnya aku ketika melihat donghae hyung yg saat itu berdiri tepat di depanku dan hyo ri

Aku meneruskan langkahku mendekati donghae hyung

“hyung..yg tadi itu kau..” kalimatku belum selesai karna donghae hyung memutus kalimatku

“sudahlah bawa hyo ri pergi dari sini dan tenangkan dia” katanya padaku sambil memegang bahuku

“aku akah mengurus hyukie disini” sambungnya lagi

“ne gomawo hyung..” kataku sambil meninggalkan mereka berdua di sana

Aku pun kembali melangkahkan kakiku meninggalkan mereka

Eun hyuk pov

Aku benar-benar bodoh, kenapa aku tidak mencarinya dengan lebih giat waktu itu

Benar kata si dae, yg sudah terjadi gak akan bisa di ulang lagi

“hyukie..” sapa donghae padaku

Aku tak sanggup menjawabnya, aku benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, bibir dan lidahku terasa begitu kaku, seperti di bekukan di dalam lemari es

“tenaglah hyukie, ayo kita kembali ke dorm” ajaknya padaku

Aku hanya bisa menurut dan mngikuti kata-kata donghae

Aku mengikutinya turun menuju dorm kami, sesampainya di sana aku pun masih terdiam

Hingga akhirnya kyu datang menghampiriku dan melilitkan lenganya dari belakang padaku

“yaa hyung, apa yg kau lakukan pada yeojaku?? Kenapa dia menangis seperti itu??” tanyanya padaku

Dan lagi –lagi aku hanya terdiam, pandanganku terasa begitu kosong

“yaa kyu hyunnie, apa yg kau lakukan cepat lepaskan dia??” kata donghae yg berusaha mlepaskan kyu hyun dariku

“shireo..gak akan ku lepaskan sampai eunhyuk hyung menjawab pertanyaanku” katanya gak mau kalah

“yaissshh dasar magnae satu ini gak ngerti situasi” kata donghae lagi

Aku masih terdiam dalam posisi yg sama, sampai aku kembali teringat dengan kata-kata yg di ucapkan hyo ri dan si dae tadi

Dan akhirnya air mataku menetes lagi, aku benar-benar pria cengeng

Aku menundukan kepalaku dan mulai menangis

“yaa hyung, kenapa kau ikutan menagis” Tanya kyu padaku

Aku tak menjawabnya dan terus menangis, hingga akhirnya kyu melepaskan tanganya

“apa aku terlalu kasar padanya yah??” kata kyu lagi

Melihatku yg menangis donghae dengan cepat menghampiriku dan memeluku

Tapi tangisku makin menjadi karnanya, kyu hyun hanya bingung melihat kami

Tapi dia juga ikut memelukku bersama donghae

to be continueeee~

maap loh ya kalo lamak, ehehe ^^

yg punya ff, silahkeen balas kommen-kommenyee..

*no silent reader–rawwwr*

Me (plus) Baby (minus) Him part III

Standar

Eunhyuk POV

Aku pun sampai di alamat yg di berikan oleh yeoja itu..

Ku lihat sekelilingku dari dalam mobilku, tidak ada tanda-tanda adanya ji eun disana, ku perhatikan sekitarku perumahan di sini cukup elit, apa benar dia tinggal disini..??

“apa sebenarnya pekerjaan orang tuanya di Indonesia..??” tanyaku dalam hati sambil terus menelusuri komplek perumahan itu

Sudah hampir sejam aku berputar-butar di komplek perumahan itu, tapi hasilnya nihil

Sampai akhirnya ponselku berbunyi, dan ternyata teuki hyung yg menelponku

“yobosaeyo hyung..” kataku

“yaa monkey kau dimana..??kita sudah mau latihan..” jawabnya

“ahh araseo hyung..aku akan segera kesana..” kataku sambil memutuskan telfon kami

Apakah yeoja itu berbohong padaku..??, entahlah mungkin saat ini dia sedang tidak ada di rumah

Akhirnya aku pergi meninggalkan komplek itu dan segera pergi menuju kantor, dimana para member suju yg lain sedang menungguku

********

Ji eun pov

“yaa ji eun kau yakin tidak mau memberitahukan pada hyuk jae oppa kalau adit itu anaknya..??” kata hyo ri padaku sambil melihat kea rah si dae dan adit yg sedang main bersama

“tentu saja tidak.” Kataku jelas dan meneruskan pekerjaan ku untuk membuat makan siang kami bertiga yg akan makan bersama di rumahku ini

“cihhh…jawaban apaan itu” katanya balik ketus padaku

“ahh sudahlah hyo ri gak usah ngebahas itu terus..” jawabku padanya

Akhirnya makanan kami telah siap…kami bertiga pun makan bersama, hal yg sering kami lakukan jika kami bertiga tidak sibuk

“ahh gawat..si dae ayo cepat kita ke dorm suju” teriak hyo ri setelah melihat jam tanganya

“ada apa..??” tanyaku bingung pada mereka berdua

“siwon hyung dan kyuhyun hyung mengajak kami untuk pergi kesuatu tempat, tapi tidak tahu kemana..” sambung si dae

“kau mau ikut ji eun..??” ajak hyo ri padaku dengan wajah berharap

“ahh tidak, aku dirumah saja menjaga adit” kataku sambil menggendongnya

“hemm baiklah kalau begitu kami pergi dulu bye ji eun bye adit..” kata mereka secara bersamaan

“tunggu aku antar ke depan” kataku sambil menaruh adit

Aku melambaikan tanganku pada kedua temanku tersebut, dan mereka membalasnya

Saat akan masuk kerumah ku lihat tanaman di depan rumahku begitu gersang, dan dengan cepat aku menarik selang panjang dan menyiraminya

Keasikan ku menyiram bunga tiba-tiba terganggu oleh panggilan seorang dari belakangku

“park ji eun” katanya

Sontak aku pun membalikan tubuhku “ ne..!!” jawabku

Dan betapa kagetnya aku setelah melihat orang tersebut, ternyata dia adalah tetangga sebelah yg menyapaku, aku pun menghentikan kegiatanku dan tersenyum kearahnya

“ahh ternyata kau memang masih muda sekali ya” jawabnya

“ahh ne” kataku lagi sambil tersenyum simpul

“aku baru saja pulang dari cina, dan kata tetangga yg lain ada ibu muda yg tinggal di sebelahku” lanjutnya lagi

“hehhehe iya aku memang ibu muda..” jawabku sambil tersenyum lagi

“ahh baiklah aku mungkin tak bisa lama-lama karna harus pergi lagi setelah ini” katanya

“ahh ne senang bertemu denganmu” kataku sambil membungkukan tubuhku

Dia pun meninggalkanku sendirian dan aku pun meneruskan aktifitasku menyiram tanaman dan lagi-lagi seseorang memanggilku dari belakang, dan kali ini adalh kejutan yg benar-benar besar untukku

“ji eunnie..” katanya

Entah menagapa aku merasa mengenal suara ini, dengan ragu aku membalikan tubuhku dan tepat sekali apa yg kuperkirakan, akhirnya dia menemukanku

****************

Hyuk jae pov

“donghae.ah…ayo temani aku” kataku sambil menarik paksa donghae masuk ke mobilku

“hyukie kita mau kemana..??” tanyanya bingung

“mencari ji eun..” kataku singkat sambil menyalakan mesin mobilku

“mwo ji eun..??maksudmu gadis Indonesia temanya hyo ri dan si dae itu..??” tanyanya panjang lebar

“ne” jawabku lagi-lagi singkat

“ahh sudah ku duga kau memang tertarik denganya..” kata donghae lagi

Aku tidak menjawab dan tetap focus pada perjalananku

“hyukie..bolehkah aku menyetir..??” pintanya padaku

“andwae.” Jelasku padanya

“yaa..waeyo..??” tanyanya lagi padaku

Aku menghela nafas sesaat

“yaa lee donghae apa kau gak ingat apa yg terjadi waktu aku membiarkan mu menyetir..??” tanyaku padanya

“emmmm….aku hanya sedikit menabrak kok” katanya pelan

“sedikit apanya kau menabrak kanan kiri, membuatku tidak tenang berada dalam mobil itu” jawabku “dan saat kau memarkirkan mobilku di hotel, kau juga mearkirnya sembarangn sehingga mobilku jadi menutup jalan dan membuat macet” lanjutku lagi

“yaishh ne ne arraseo, lanjutkanlah perjalananmu” katanya

Aku melanjutkan perjalananku, dan sampailah aku di komplek perumahan itu lagi

Aku dan donghae turun dari mobil kami dengan menyamar,

“hyukie..kau tau dimana rumahnya..??” Tanya donghae padaku

“aku tahu..disana…” kataku sambil menunjuk ke arah rumah besar di depanku

Ku lihat ada seseorang yg baru saja keluar dari sana

“dia ada di rumah atau tidak ya” tanyaku dalam hati

Kami pun memperccepat langkah kami takut jika ada yg menydari kami adalah super junior eunhyuk dan donghae

Kami sampai tepat di depan rumah ji eun, dan terlihat sosok seorang yeoja dari belakang sedang asiknya menyirami tamanya

Itu dia, ya itu dia tidak salah lagi, aku pun memangil namanya

“ji eunnie..” panggilku padanya

Dia terdiam sebentar sampai akhirnya dia membalikan tubuhnya

Dia terkejut dengan kedatangan kami berdua, mungkin lebih tepatnya dia tidak menyangka aku bisa menemukanya

 

Author pov

Eunhyuk dan donghae pun dipersilahkan masuk ke rumah ji eun

Mereka terdiam cukup lama, sehingga membuat donghae binggung dan memulai pembicaraan

“ji eun..aku haus, apa kau punya minuman..??” Tanya donghae pada ji eun

“ahh mian, biar aku ambilkan” kata ji eun sambil beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke dapur, tapi dia tiba-tiba berhenti dan berbalik ke belakang

“yaa donghae oppa tentu saja aku punya minuman” katanya pada donghae dan segera kembali menuju dapur

Setelah beberapa menit ji eun datang dengan membawakan minumannya

“waahh akhirnya” kata donghae sambil mengambil minuman itu

Sedangkan eunhyuk masih dalam posisi yg sama dengan sebelumnya dia tidak bergerak sedikitpun

“kau tidak haus??” Tanya ji eun padanya yg membuat dia kaget

“ahh ne” katanya lagi dan segera mengambil minuman yg sudah di siapkan ji eun untuknya

“wahh sudah lama tak bertemu ji eun, kenapa kau tiba-tiba menghilang hari itu??” Tanya donghae yg penasaran

Awalnya ji eun hanya terdiam dan lalu dia tersenyum kecil

“ada sedikit kecelakaan kecil jadi..” kalimatnya terpotong oleh eunhyuk yg tiba-tiba tersedak minumanya

“uhukk..uhukk..”

“hyukie..gwaenchana..??” Tanya donghae padanya

“ne gwaenchana, uhukkk” jawabnya masih dengan terbatuk-batuk

“makanya kalau minum pelan-pelan” sambung donghae lagi sambil menepuk-nepuk pundak kawanya itu

Eunhyuk hanya terdiam dan melihat ke arah ji eun yg sedang melihtanya dengan khawatir

Mata mereka saling bertatapan untuk beberapa menit sampai akhirnya suara mungil terdengar dari depan pintu kamar tidur

“appa~~~~”  kata malaikat kecil itu sambil merangkak pelan, dan di tanganya terlihat dia sedang memegang sesuatu

 

Hyuk jae pov

“ada sedikit kecelakaan kecil, jadi..”

Saat mendengar kata-kata ji eun aku terkejut hingga akhirnya aku tersedak

“uhukk..uhukk..” aku terbatuk karna perkataanya barusan

“hyukie..gwaenchana..??” Tanya donghae padaku

“ne gwaenchana, uhukkk” jawabku masih dengan terbatuk-batuk

“makanya kalau minum pelan-pelan” sambung donghae lagi sambil menepuk-nepuk bahuku

Aku terdiam sebentar sementara donghae masih terus menepuk bahuku

Aku melihat ke arahnya sebentar, dan terlihat di wajahnya sedikit khawatir

Mata kami saling bertatapan untuk beberapa menit sampai akhirnya suara yg begitu lembut terdengar dari depan pintu

“appa~~~~”  kata bayi kecil itu sambil merangkak pelan dengan memegang sesuatu di tanganya

Anak itu, apakah dia anak ku

“adittya..” kata ji eun sambil dengan segera menghampiri anaknya itu

“ehh lucu sekali…” kata donghae yg dengan segera menghampiri adit dan ji eun

Donghae pun bermain dengan adit, dia mencubit-cubit pipi anak itu

“ji eun dia anak siapa..??” Tanya donghae “boleh aku menggendongnya??” tanyanya lagi

“dia..anakku..ne tentu saja” jawab ji eun sedikit ragu sambil memberikan adit pada donghae

“Sudah kuduga dia pasti buah hasil kejadian waktu itu” batinku (lee hyuk jae gilaaaaaa…)

“mwo..anakmu..?? semuda ini ternyata kau sudah punya anak..” kata donghae kaget

“ne..” jawab ji eun singkat

“jadi siapa app…”

“ahh donghae.ah nanti temani aku ke toko kaset dulu ya..” kataku pada donghae memotong kalimatnya

Aku tahu dia pasti akan menanyakan siapa appanya makanya aku sengaja mengalihkanya

“ne baiklah..” katanya “ siapa app..”

“donghae.ah habis itu temani aku ke toko baju ya” kataku lagi-lagi memotong kalimatnya

“ne ne..” katanya lagi “jadi ji eun siapa appa..”

“donghae.ah setelah itu temani aku makan ya, aku lapar sekali” kataku memotong kalimatnya lagi sambil memegangi perutku dan berwajah memelas ke arahnya

Ku lihat ji eun sedikit geli dengan tingka laku ku

“yaa monkey kenapa kau begitu bawel hari ini..??aku akan menemanimu kemana saja..sudah puas” kata donghae padaku

“haisshh ne ne” kataku padanya dan langsung mendekatinya

Dan tiba-tiba bayi keci itu melihatku seperti dia pernah melihatku sebelumnya

“omo..apakah anak ini dendam padaku..??haisshh maafkanlah appamu yg bodoh ini” kataku dalam hati

“appa~~~~” kata anak itu sambil memiringkan badanya ke arahku, seperti memintaku untuk menggendongnya

Donghae hanya bingung melihatnya

“appa~~~” katanya lagi hingga akhirnya dia mulai menangis dan aku pun menggendongnya

“haishh…kenapa dia menangisimu hyukie…??” Tanya donghae padaku yg sedikit bingung

“hengg molla..” kataku sambil menggendong anak itu

Adit berhenti menangis setelah ada di gendonganku

Aku pun terus menggendongnya dan membawanya duduk di pangkuanku

“jadi..bisa aku tau siapa namanya…??” tanyaku pada ji eun

“mwo..??” tanyanya yg kaget akan kalimatku

“iya..siapa namanya..?? aku juga belum tau..” sambung donghae

“ahh namanya.. lee..ahh ani maksudku adit, namanya raditya” jawabya sedikit ragu

“raditya..??” Tanya donghae bingung

“ne..waeyo..??” Tanya ji eun balik

“mian..tapi nama itu sedikit aneh, aku tak pernah mendengarnya sebelumnya di korea” lanjut donghae

“ahh ne, itu nama Indonesia” jawabnya singkat

Aku pun kembali menatap anak yg ada di pangkuanku saat ini..

Jadi namanya lee raditya, yah walapun dia tidak memberitahukan dengan jelas marganya

Aku masih menatap lembut bayi kecilku ini, dia terlihat sangat nyaman duduk di pangkuanku

“hemm ini sudah saatnya buat adit tidur, mian bisakah kau berikan dia padaku eunhyuk ssi..??” kata ji eun membuyarkan lamunanku

“ahh ne” kataku sambil mengangkat adit dan memberikanya pada eommanya

 

Aku menatapnya sebentar, sehingga dia menyadari bahwa aku menatapnya dan dia menundukan kepalanya

“jangan panggil aku eunhyuk ssi, bukankah ini bukan pertama kalinya kita bertemu” kataku sambil tersnyum kecil

“baiklah mungkin aku harus pulang” kataku sambil melirik kea rah donghae yg sepertinya terlihat bingung akan sesuatu

“ah ne..hyukie” katanya donghae sedikit kaget

Aku hanya melihatnya dengan tatapan yg bingung, dan kembali menatap anakku itu

“bukankah dia begitu lucu” kataku sambil mengelus lembut pipi adit

Aku mendekatkan wajahku dan kukecup kening malaikat keciku itu

“baiklah appa pulang dulu” bisikku pada adit

Ji eun terlihat sangat kaget dengan apa yg ku lakukan dan apa yg kukatakan

Aku pun berpamitan padanya, dan aku harap aku bisa bertemu lagi dengan mereka

“ji eunn…aditt..kami pulang dulu ya” kata donghae sambil melambaikan tanganya dari dalam mobil

“ne” katanya sambil tersenyum kecil dan sediki mebungkukan tubuhnya

“yaa..park ji eun, jangan menghindar lagi dariku” kataku padanya dengan wajah serius

Dia tak menjawabku melainkan hanya terdiam

“aku pulang dulu” kataku lagi sambil menjalankan mobilku

Aku melihatnya dari kaca spionku dan kulihat dia masih tetap berdiri di tempatnya tadi

“yaa hyukie..apa maksudmu tadi..??” Tanya donghae padaku

“gak apa..” jawabku singkat sambil memandang lurus ke depan

“yaishsh…dasar kau ini” katanya lagi

Dan akhirnya setelah perjalanan yg cukup jauh kami berdua pun sampai di dorm kami

Sepertinya dia memang sengaja mencari tempat tinggal yg jauh dari dormku, agar tidak kutemukan

Liat saja kau shin hyo ri, choi si dae..kalian akan ku habisi nanti karna telah menyembunyikan hal besar ini dariku

 

Sesampainya di dorm Aku pun segera turun dari mobilku dan bergegas masuk ke dorm tapi donghae menahanku

“yaa lee hyuk jae, tadi kau bilang ingin ke toko kaset, baju, dan makan..??” tanyanya

“mian gak jadi, aku berubah pikiran” kataku lagi padanya dan segera masuk ke dalam

Aku meinggalkan donghae yg masih sangat kebingungan di belakangku

 

to be continue HA HA HA HA

*admin lg sarap

RULES [READ THIS!] – FANFICS

Standar

welcome to Panda’s House 🙂

where you can find Fics about K-pop stars, and share it with other~

also here, we’re not always talking about K-pop,

there’ll be some posts talking about admin daily activity 😀

I’m using English doesn’t mean this blog is for foreign,

buat orang Indonesia juga kok hehehe,

 

Tapiiiiii…

peraturan dibuat untuk dilanggar, many people said so.
But not in here,

they’re some rules that visitors have to OBEY.

While reading fics, giving comments, or send fics here. Baca lebih lanjut

Me (plus) Baby (minus) Him part II

Standar

8bulan kemudian

Ji eun pov

“adit…ayo liat kesini” kataku pada adit, anaku yg sudah berumur 8bulan ini..
Aku sedang asiknya memotret wajahnya yg imut-imut itu dan “jeprettt” aku mendapatkan fotonya yg imut itu

Bagaimana..??bukankah dia mirip denganku…

“aegyoo~~~ anakku..” kataku sambil memperhatikan hasil fotoku tadi

Sedang asiknya aku memperhatikan foto aditku, ponselku berdering, saat ku lihat tertulis di layarnya “shin hyo ri calling”, dengan segera ku jawab telponya

“yobosaeyeo..hyo ri..wae..??” tanyaku padanya

“yaa jangan bilang kalau kau lupa lagi ji eun..” katanya

“ahh aku ingat koq, hari ini kita mau pergi ke ultahnya nee sha kan..??” kataku lagi padanya

“ne..kupikir kau lupa dengan janji kita, baiklah aku tunggu kau di rumahnya oke..” katanya lagi

“oke…” jawabku lagi sambil memutuskan telponku

Dan kembali focus pada anakku ini

“ayo dit, kita ganti baju kita akan ke pesta sebentar lagi” kataku sambil memmanggilnya dan dia pun mulai merangkak menghampiriku

Ahhh tidak ada salahnya aku mengurusnya sendiri, aku bahkan merasa lebih bahagia dari sebelumnya

Setelah selesai berpakaian aku pun dengan segera menggendong adit, menaruhnya di kursi depan di samping kursi ku, ku pasangkn sefti belt padanya agar dia tidak terjatuh

Aku pun segera memasukan barang-brang yg harus di pakai adit nanti, setelah ku pastikan semunya lengkap aku segera mengemudikan mobilku dan pergi ke rumah nee sha dia adalah teman hyo ri tapi dia temanku juga, hanya saja kami tidak terlalu akrab

***********

Author pov

Sesampainya di rumah nee sha, ji eun pun turun untuk menggendong anak kesayanganya itu, terlihat dari kejauhan hyo ri yg melambai-lambaikan tanganya pada ji eun
Ji eun pun segera menghampirinya

“apa acaranya sudah di mulai..??” Tanya ji eun pada hyo ri

“ini baru saja akan mulai” katanya

“syukurlah..kupikir aku telat” lanjut ji eun

“ahahhaah halo adit..wahh kau ganteng sekali ya, sama seperti appamu” kata hyo ri sambil memegang pipi adit

Mendengar perkataan hyo ri, raut wajah ji eun jadi berubah kaget

“apanya yg mirip?? tidak ada yg mirip, anak ini murni semuanya mirip denganku” kata ji eun tidak mau anaknya di samakan dengan orang itu

“ahh kau ini sudah dengan jelas dia sangat mirip denganya” lanjut hyo ri lagi

“yaishhh hyo ri..kenapa kau selalu bilang kalau anakku mirip dengan monkey itu, lagipula siapa appanya, dia hanya punya eomma dan itu aku” jelas ji eun yg tak terima anaknya di katakan mirip dengan appanya

“yaa park ji eun kau ini, kau gak boleh gitu, ingatlah pada akhirnya dia memanglah appa dari anakmu adit” kata hyo ri lagi

“sudahlah gak usah di bahas, ayo kita masuk ke dalam nanti kita ketinggalan pestanya” kata ji eun menarik tangan hyo ri masuk ke dalam

Selama acara berlangsung ji eun terus terdiam jika teringat kata-kata hyo ri tadi padanya

Sampai akhirnya nee sha datang dan menegur ji eun dan hyo ri

“heii ji eun, hyo ri ternyata kalian datang, ku pikir kalian tidak akan datang” katanya pada mereka berdua

“tentu saja kami akan datang, kau kan sudah mengundang kami” kata hyo ri

“ahhh iya terima kasih ya..wahh siapa malaikat kecil itu, aegyo..” kata nee sha memandang kearah adit yg saat itu ada di pangkuan ji eun

“ahh diia..diaa” hyo ri tak bisa melanjutkan kalimatnya

“dia anakku” kata ji eun yakin

“mwo…??anakmu…?? berapa umurnya sekarang..??” Tanya nee sha lagi makin penasaran

“ne dia anakku, umurnya sudah 8bln” kata ji eun sambil tersenyum manis

“jinca..semuda ini kau sudah punya anak, siapa appanya..??kenapa kau tidak mengundangku ke acara pernikahan mu..??” katanya lagi sambil bermain main dengan adit

“appanya..??” jawab ji eun yg sedikit kaget

“ahh appanya orang Indonesia..dan sekarang dia ada di Indonesia” kata hyo ri mebantu ji eun..

“ohh begitu..” kata nee sha yakin “ahh tunggu di sini aku ingin memotret kalian boleh kan..??” tanyanya pada ji eun

“tentu saja, kenapa tidak..” jawab ji eun

“baiklah aku akan mengambil kameraku dulu” kata nee sha tergesa-gesa masuk ke kamarnya

Setelah beberapa menit, akhirnya nee sha datang dengan kamera digital di tanganya

“baiklah ayo pasng pose..” kata nee sha memberi aba-aba pada ji eun dan adit

“oke..hana, deul, set…jepppretttt”

Akhirnya nee sha berhasil mengambil foto ji eun dan adit, mereka pun melihat hasilnya bersama

“aigoo…aku gak nahan liat muka malaikat kecilmu ini ji eun” kata nee sha lagi

Mereka kembali mengambil foto bersama adit, hingga akhirnya acara selesai, ji eun dan hyo ri pun kmbali berpamitan bersama nee sha

*****************

Ji eun pov

“aghhh akhirnya sampai juga..aku benar-benar lelah” kataku ketika memasuki rumahku

Ku pandang malaikat kecil yg ada di gendonganku sekarang, aku jadi ingat lagi dengan kata-kata yg di katakana hyo ri padaku

Aku menaruh adit di keretanya, dan melangkahkan kakiku ke kamar untuk mengambil sesuatu, dan akhirnya ku temukan juga, sebuah foto yg tidak seharusnya kusimpan

Akupun kembali keluar menghampiri adit, dan menaruh foto itu di samping wajahnya

“gak da miripnya emang, dilihat dari manapun” kataku lagi sambil membandingkan wajah mereka berdua
Aku menghela nafas sebentar, dan kembali menatap adit yg sedang bermain di keretanya

“adittya..apa kau perlu seorang appa??” tanyaku putus asa pada bayi kecilku itu

“kau tidak butuhkan..??kau hanya butuh eomma di sini” kataku lagi sambil mengelus pipi anaku tersebut

Tanpa sadar adit langsung merampas foto hyuk jae yg saat ini kupegang

Dia memandangi foto itu sangat lama

“adiittya kembalikan pada eomma” kataku sambil mengambil kembali foto itu, tapi gerakan ku terhenti ketika mendengar adit mengucapkan sesuatu dari mulutnya

“appa~~~” katanya pelan

Aku begitu kaget mendengarnya, adit yg biasanya hanya bisa mengucapkan eomma, mamam, dan terkadang dia mengomel tidak jelas sendiri sekarang bisa mengucapkan appa, padahal sedikitpun aku tak pernah mengajarkan hal tersebut padanya

Saking kagetnya aku cepat-cepat merampas foto itu dari adit, dan menyembunyikanya dari pandangan anakku itu, tapi tiba-tiba dia menangis, tidak biasanya dia seperti ini bahkan yg di tangisinya adalh appanya

“appa….appa..~~~” tangis anakku makin nyaring

Karna panic aku langsung menggendongnya, untuk mendiamkannya

“adittya jgn menangis seperti ini..” kataku panic sambil berusaha menenangkanya

Tapi adit terus-terusan menangisi appanya, sampai akhirnya dia kelelahan menangis dan tertidur pulas di gendonganku

***************

Eunhyuk pov

Perasaan tidak enak apa ini, kenapa aku merasa seperi ada yg sedang menangisiku

Apakah para ELF sedang menangisiku sekarang?? (cihh pede..urusin sana anakmu)

“Sudahlah lebih baik aku istirahat, karna masih banyak jadwal menumpuk besok” kataku sambil membaringkan tubuhku di tempat tidurku

“sudah hampir 2thn lamanya aku tidak bertemu dia, bagaimana dia sekarang..??” tanyaku dalam hati sambil melihat kea rah langit-langit kamarku

“kenapa hyo ri dan si dae menyembunyikanya dari ku..??apa mereka tau apa yg terjadi waktu itu..??atau terjadi sesuatu pada gadis itu??” pikirku makin bertanya-tanya

Pernah ada beberapa orang melihatnya berkeliaran di korea, tapi saat kucari ke rumahnya, pasti tetangganya bilang dia sudah pindah, dan begitulah seterusnya

Dia selalu berpindah dari tempat yg satu ke tempat lainya, dia seperti menghindariku

Apa yg sebenarnya terjadi denganya..??

Mungkin karna terlalu capek aku jadi tertidur tanpa mengganti pakaian ku terlebih dahulu

Sampai aku terbangun keesokan paginya

Matahari pagi yg begitu terang masuk ke kamarku dan menyilaukan wajahku sehingga aku terbangun dari tidurku

Tadi malam aku tidur di rumahku, karna sudah terlalu malam dan jarak antara lokasiku tadi malam dengan dorm sangat jauh aku memutuskan untuk tidur di rumahku ini karna aku juga sudah lelah jika harus menyetir sampai dorm lagi.

“hemm sudah jam berapa ini??” kataku sambil melihat jam tanganku

“haissshh 2 jam lagi aku sudah harus ada di kantor” kataku seraya bangun dari tidurku dengan malas-malasan

Aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju kama mandi, setelah selesai mandi aku turun ke bawah untuk bersiap-siap ke kantor

Saat itu ku lihat dibawah ada tamu, mungkin itu teman soora noona, mereka terlihat sedang asik ngobrol
dan noonaku sedang melihat foto-foto dari kamera digital yg kuyakini pasti milik temanya itu, aku duduk di dapur dan mulai melahap sarapanku

“ahh nee sha mianhae aku gak bisa datang di acara ulang tahunmu kemaren” kata soora noona pada wanita itu

“haiissh gwaenchana onnie..aku tahu kau sibuk.”

Tiba-tiba noonaku terkaget meliahat sesuatu

“aigoo~~~siapa ini..kenapa anak ini begitu manis” teriaknya

“Pasti sekarang dia sedang melihat foto-foto brondong lagi” kataku dalam hati sambil terus memakan sarapanku

“ahh benarkan anak ini memang manis, yaa onnie apa kau tahu gadis yg di belakangnya adalah eommanya”

“jinca..??kenapa sepertinya dia masih muda sekali”

ternyata mereka tidak sedang membicarakan brondong, syukurlah noonaku sudah sadar dengan umurnya

“memang onnie dia baru berumur 19 thn sama sepertiku, tapi anaknya sudah berumur 8bln”

“mwo..??jadi dia mengandung saat umurnya 18thn..??”

“ya mungkin saja”

“ahh begitu rupanya..engg tapi rasanya wajahnya tidak asing bagiku”

“ya bukankah onnie pernah bertemu dengannya dulu di mall saat kita sedang berbelanja bersama”

“ahh ne aku ingat ternyata gadis Indonesia itu..!!”

Aku tersentak saat mendengar perkataan noona ku, gadis Indonesia katanya..??

“ne benar onn dia”

“ahh benar ternyata dia, siapa nama koreanya park..”

“park ji eun onnie”

“yaitu dia park ji eun”

Park ji eun ??!!! apa aku tidak salah dengar, dengan cepat aku melangkahkan kaki ku keruang tamu untuk melihat foto gadis itu

Cepat-cepat aku merampas kamera digital tersebut dari tangan noonaku dan tepat sekali dia ji eun, yeoja yg sudah hampir 2thn ini ku cari dan ingin kutemui

“yaa lee hyuk jae kenapa kau begitu tidak sopan merampas sesuatu tanpa bilang dulu” kata noonaku sambil merampas kembali kamera itu

“lee hyuk jae..??dia super junior eunhyuk kan..??” kata teman noonaku, yag kagum melihat ketampanan ku *.* (weeekksss)

“ahh mianhae boleh aku tahu dimana kau mendapatkan foto gadis itu..??” tanyaku pada yeoja itu

“foto..?? maksudmu foto ji eun..??” tanyanya balik padaku

“ne ji eun..” ktaku lagi sambil menggangukan kepalaku

“ahh itu aku mendapatkanya kemarin saat acara ulang tahunku” katanya jelas

“ennggg apa benar anak yg dia pegang itu adalah anaknya..??” tanyaku lagi

“ne itu anaknya..waeyo..??” tanyanya balik padaku

“ahh gak apa, dia kenalanku dan sudah lama aku mencarinya, bisakah kau beri tahu aku alamtnya..??” pintaku padanya dengan wajah memelas

Tanpa berkata apa-apa yeoja itu langsung menuliskan sesuatu di selembar kertas dan memberikanya padaku
“ini…” katanya sambil menyerahkan kertas itu padaku

“ne gomawo..” kataku sambil membungkuk dan tersenyum pada yeoja itu

Dan yeoja itu terlihat sedikit kaget melihat senyumanku (matiiiiiiiii ajj kamu sana monkey….)

Aku pun bergegas keluar, tapi gerakan ku terhenti oleh panggilan dari noona ku

“yaa lee hyuk jae kau mau kemana..??” teriaknya padaku

“kemana..??ahh noona itu adalah pertanyaa yg babo..tentu saja aku mau ke kantor” kataku sambil berlari sebelum noonaku melemparkan barangnya ke arahku

Sesampainya di luar aku menyalakan mesin mobilku dan segera menancap gas menuju ketempat yg dimana ada ji eun dan anaknya di sana..

tapi apakah itu anakku?? Jika di hitung dari umurnya dan waktu saat kami melakukan itu, umurnya begitu pas..

“Apakah itu penyebab dia menghindariku??” tanyaku sendiri

-to be continue-

no silent reader please 🙂

Me (plus) Baby (minus) Him part I

Standar

FLASHBACK……

Ji eun pov

Yo ma heart heart heart breaker, naega mwoljalmotaeneunji
Yo ma heart heart heart breaker, no way no way

Ponselku berdering, dengan paniknya aku mencari-cari ponselku itu yg tertindis barang-barangku yg ada di tasku saat ini
“ahh akhirnya kutemukan..” kataku lega

“yobosaeyo..??” kataku sambil mengankat flip ponselku

“yobosaeyo..yaa ji eunni apa kau sudah sampai sekarang” Tanya suara itu

“ne aku sudah sampai, kalian dimana..??jangan bilang kalau kalian tidak bisa menjemputku” tanyaku dengan nada sedikit panic

“tenanglah nona, kami sedang di perjalanan ini” katanya lagi

“araseo..aku tunggu” kataku lagi sambil memutuskan telpon

Setelah menunggu selama beberapa menit akhirnya kedua chingu ku datang menjeputku
Aku kemari karna desakan ke dua anak ini, merka memaksaku untuk pergi ke korea untuk ikut bersama mereka merayakan keberhasilan namja chingu hyo ri dan hyungnya si dae di rilis album ke-4 mereka, ya mereka adalah super junior..
Aku memang penggemar mereka, tapi tujuan utamaku bukanlah mereka, melainkan big bang, terutama leader mereka kwon ji youg atau yg biasa di kenal dengan G_dragon
Mereka berdua berjanji padaku akan meminta pada kyuhyun dan siwon oppa agar aku bisa bertemu dengan GD secara langsung..omoo betapa bahagianya aku ^_^
Akhirnya kami pun sampai disana, aku turun dari mobil si dae dan aku langsung di sambut oleh leader mereka si teuki teuki itu

“silahkan nona..” katanya sambil tersenyum ala malaikatnya

Omoo..hampir saja aku jatuh karna senyumanya itu, ini pertama kalinya aku melihat mereka secara langsung seperti ini, sialan tidak sedikitpun ada kekurangan dari fisik mereka..*_*

“park ji eun..” teriak hyo ri yg mengagetkanku

“ne waeyo..??” kataku

“perkenalkan ini namja chigu ku cho kyuhyun dan chagi ini park ji eun, dia chinguku yg tinggal di Indonesia itu.” Katanya panjang lebar

“anyyeong hasaeyo, park ji eun inmnida” kataku

“anyeonng hasaeyo, cho kyuhyun imnida” balasnya padaku

“ahh ji eun kau juga harus bekenalan dengan hyung ku” kata si dae yg sudah menarik siwon di sampingnya

“anyeong ha..” belum selesai berbicara siwon memotong kalimatku

“aku sudah tau park ji eun kan..?? si dae sering bilang kalau dia punya teman di Indonesia” katanya “ahh naneun choi siwon imnida” sambungnya lagi sambil menjabat tanganku

“Aigooo..choi siwon dia begitu tampan, ahh sangat beruntung sekali wanita yg mendapatkanya” kataku dalam hati yg masih terpana dengan ketampanan mereka semua

Kami pun bersenang-senang di sana ternyata walaupun mereka tampan-tampan ternyata kelakua mereka benar-benar konyol

Aku tidak bisa berhenti tertawa rasanya jika melihat tingkah meraka, apalagi jika sedang bepasang-pasangan..benar-benar lucu

Karna terlalu capek tertawa aku memutuskan untuk duduk di bawah pohon sejenak sambil mengambil nafas

“ahhh…sejuk sekali di sini” kataku sambil menyandarkan kepala ku di batang pohon itu

“ji eunnie..” panggil hyo ri sambil menghampiriku

“wae..??” tanyaku padanya

“aku dan si dae sudah bilang pada teuki oppa agar dia mengatur pertemuanmu dengan ji young oppa, dan dia mau” katanya girang

“jinca….!!!ahhh gomawo hyo ri saranghaeyo chagi..” kataku sambil memeluk hyo ri erat

“ne..chomanaeyeo, nado saranghayo chagi” katanya membalas pelukanku

Di tengah-tengah pelukan kami tiba-tiba seseorang datang mengomentari apa yg kami lakukakan, yah mungkin dia merasa heran dengan kami, tapi hal itu sudah sering kami bertiga lakukan..XP
“yaa apa yg kalian lakukan ???” tanyanya heran

Serentak kami melepaskan pelukan kami dan melihat orang itu, dan ternyata itu adalah eunhyuk oppa

“yaa kalian ini, apa kalian lesbi..???” Tanyanya sambil mengangkat keningnya sebelah

“enak saja..” jawab hyo ri memanyunkan bibirnya

“ckkckckck…ya sudahlah hyo ri kau di cari-cari sama kyuhun dari tadi, cepat sana temui dia sebelum dia mengalihkan diri ke pspnya” katanya lagi

“ahh ne..gomawo oppa” kata hyo ri “aku pergi dulu ya ji eun” sambungnya sambil melambaikan tanganya padaku

Aku membalas lambaian tanganya sambil tersenyum kearahnya
tiba-tiba eunhyuk oppa duduk di sampingku dan menyandarkan dirinya di batang pohon itu
Kami tidak bicara sedikitpun pada awalnya, sampai hyuk jae memulai pembicaraan

“benarkah kau dari Indonesia..??” tanyanya padaku sambil menghadap ke langit

“ne..aku dari Indonesia” kataku lagi

Baru kali ini aku berbicara dengan nya..ya ini yg pertama kalinya

“jinca…kenapa bahasa koreamu bisa selancar itu..??” tanyanya lagi padaku masih dengan posisi yg sama

“ne jinca..aku pernah tinggal di korea dulu yah walawpun hanya 5bulan di sini” kataku lagi

“ahh pantas saja..” katanya lagi tanpa mengalihkan pandanganya dari langit

“heii hyukie…sini bantu aku” panggil shindong padanya

“ne hyung..aku segera kesana..” jawabnya

“aku kesana dulu..senang bisa ngobrol denganmu” katanya lagi sambil meninggalkanku

Aku pun hanya menganguk mengiyakan

***********

Auhor pov

Setelah lelah bermain mereka pun berniat pulang, tapi sebelumnya mereka ingin makan dulu, ji eun pun hanya mengikutinya, padahal dia kelihatan begitu capek,
Akhirnya mereka sampai di sebuah tempat makan, ji eun tidak memesan makanan sedikitpun karna dia terlalu capek dan dia hanya memesan soju,

dan tanpa terasa ini sudah botol ke 10 yg diminumnya, ya kalau soal ini ji eun memang paling kuat di antara kedua temannya itu

“yaa…hyo ri gak apa tuh temanmu minum sebanyak itu..??” Tanya teuki pada hyo ri yg ada di samping kyuhyun

“tenang saja oppa, dia paling kuat minum diantara kami..dia gak bakalan mabuk” jelas hyo ri yakin

“apa kau yakin dia sudah tertunduk lemas seperti tu..??” kata eunhyuk yg mulai khawatir melihat ji eun yg tertunduk di meja makan

“ahh…tunggu sebentar” kata hyo ri sambil berjalan mendekati meja ji eun

“yaa..ji eunnie, apa kau mabuk..??” tanyanya sambil menggoyangkan tubuh ji eun

Ji eun tidak menjawab pertanyaan hyo ri, tapi dia menggangkat tanganya dan menandakan bahwa dia tidak apa-apa, tapi hyo ri ragu dan mengangkat tubuhnya

Omooo..betapa kagetnya hyo ri melihat wajah ji eun yg sudah sangat merah seperti kepiting rebus gitu..

“yaisshh..apanya yg tidak apa..kau mabuk gini..” kata hyo ri sambil memegang tubuh ji eun yg hampir jatuh menghantam meja ( beraaatttt 😛 )

“ahh sini hyo ri biar aku antar dia ke hotelnya” lanjut si dae mendekati hyo ri dan ji eun

“sudahlah biar aku saja yg mengantarnya, kau kan mabuk” kata eunhyuk padanya

“yaa hyukie kau kan juga mabuk..” sambung teuki

“aku gak mabuk hyung, sudah biar aku ajj yg mengantarnya, mana alamat dan kunci hotelnya..??” lanjut hyuk jae sambil membopong ji eun di bahunya

“ini hyung..” kata si dae sambil memberikan alamat dan kunci hotel milik ji eun

“baiklah cepat kau pindahkan barang-barangnya ke mobilku” katanya lagi

“ne hyung” kata si dae sambil bergegas ke mobilnya untuk memeindahkan barang-barang milik ji eun

“yaa hyukie..hati-hati jangan sampai wajahmu kedapatan bersama seorang yeoja di hotel, kau harus menyembunyikan wajahmu” jelas teuki panajang lebar

“ne hyung arraseo, aku sudah tau” katanya sambil mengambil masker dari jaketnya

“baiklah..hati-hati” lanjut teuki

Eunhyuk pun bergegas mengantarkan ji eun pulang ke hotelnya, sesampainya di sana mereka langsung naik lift, dan kebetulan sekali tidak ada orang di lift itu selain mereaka berdua,
Akhirnya sampailah mereka di kamar 1300, kamar milik ji eun
Hyuk jae hanya memndangi dua angka terdepan kamar itu,
“aku benar-benar rindu akan angka itu” keluhnya dalam hati sambil membuka kunci kamar itu

Hyuk jae lalu merebahkan ji eun di tempat tidurnya, dan memberi selimut padanya
Dia memandangi wajah ji eun sesaat sampai akhirnya, dia ikut tertidur karna sama capeknya……Hyuk jae pun tertidur tepat di samping ji eun..

Kesokan paginya…..
Pagi yg begitu cerah menerangi kamar 1300 milik ji eun, suasana tenang di pagi hari itu di kacaukan oleh teriakan seorang yeoja yg baru saja bangun

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~” teriak ji eun dari kamarnya, yg membuat orang-orang di hotel kaget

“apa yg kaulakukan di kamarku, tepatnya apa yg kau lakukan padaku” teriaknya pada namja yg berada tepat di sampingnya saat ini, lee hyuk jae

“ahhh aku…mian ji eun aku benar-benar tidak ingat” katanya lagi panic

Bagaiman tidak panic sekarang ini keadaan mereka benar-benar mengerikan, tanpa sehelai pun kain yg melilit di tubuh mereka, saat ini mereka hanya berbalutkan selimut yg panjang, dan pakaian mereka yg berserakan di lantai

*****************

END OF FLASHBACK

Ji eun pov

Setelah kejadian itu sampai sekarang aku tak pernah bertemu lagi denganya, lebih tepatnya akulah yg menghindar darinya

“yaa..PARK JI EUN…!!!!!” teriak hyo ri dan si dae bersamaan memecahkan lamunanku

“yaiiishh mwo..??kalian hampir membuat gendang telingaku pecah tau” kataku sambil memegang kedua kupingku

“habisnya kamu dari tadi kita ngomong gak kamu heranin..apa yg lagi kamu pikirin sih?” Tanya hyo ri penasaran

“gak apa, hanya sedikit mengingat masa lalu” kataku lagi

“yaishhh dasar bocah ini” sambung si dae..

Ya hanya sedikit mengenang masa lalu yg terjadi setahun yg lalu

-tbc-

Me (plus) Baby (minus) Him – Prolog

Standar

ini masih part 1, kata authornya disuruh main tebak-tebakan dulu makanya pendek.

part selanjutnya Insya Allah dipublish cepat kok ^^

Author pov

“ayo sedikit lagi….” Kata orang itu

“engggg…”

“baik tarik nafas yg panjang…lalu kita coba sekali lagi” lanjutnya

Yeoja itu mulai menarik nafasnya dan melakukan apa yg di perintahkan orang itu

Setelah 2 jam bertaruh nyawa di ruangan itu akhirnya terdengar suara merdu yg sangat di dambakan oleh para eomma…

“oekkkk..oeeekkkkk..” terdengar isak bayi mungil yg ada di gendongan seorang suster di sana

“wahh selamat nyonya anda mendapatkan anak laki-laki” kata suster itu sambil memperlihatkan bayi tersebut kepada eommanya

“ahh aegyo..” kaya yeoja itu dengan wajah bahagia yg berlumuran keringat

“baiklah saya akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu” lanjut suster itu sambil membawa bayi kecil itu pergi

Sedangkan di luar seorang namja sedang menunggu kabar dari dokter di dalam dengan cemas dan was-was

“ckleeeekkkk” terdengar suara pintu yg di buka dan dokter itu keluar dari ruangan bersalin itu.

“dokter..bagaimana keadannya di dalam ??? apa proses bersalinya berhasil..??bagaimana dengan bayinya??” Tanya nya beruntun tidak sabaran

“emmm..boleh saya tau siapa nama anda..??” Tanya dokter itu

“akuu..??” Tanya namja itu balik

Dokter trsebut hanya menggangukan kepalanya “ahh namaku choi si dae..?? waeyo dokter..??” Tanya nya lagi

“hhah chukae si dae.ssi choi junior sedang di mandikan di dalam, dan ibunya juga selamat” katanya dengan wajah berseri-seri

“jincaa….?? Haaaa baguslah..” katanya gembira “ahh anda bilang tadi choi junior..??” lanjutnya bertanya pada dokter itu

“ye..dia laki-laki” kata dokter tersebut “kenapa..??anda tidak ingin anak lelaki..??” tanya dokter itu lagi..

“ahh ani..bukan begitu..maksudku dia bu..” kalimatnya terpotong karna sesorang suster yg tiba-tiba memangil dokter tersebut

“ahh cheongsomnida si dae.ssi saya harus pergi sekarang, berbahagialah” kata dokter itu sambil memegang bahu si dae dan pergi meninggalkanya di lorong itu sendirian

Sedangkan namja itu hanya menggaruk-garuk kepalanya kebingungan

Ji eun pov

“Ahhh akhirnya janin yg kukandung selama 9 bulan lamanya itu terlahir juga” kataku dalam hati sambil menunggu kedatangan bayiku

Seseorang tiba-tiba datang dan menghampirinya

“yaa..bagaimana keadaanmu sekarang..” Tanya nya padaku

“heii aku baik-baik saja..wae..??” tanyaku balik padanya

“mian..seharusnya waktu itu aku tidak..” kata-katanya terhenti

“yaa shin hyo ri..ada apa denganmu, kenapa berwajah kusut seperti itu, sudahlah yg terjadi biarlah terjadi” kataku lagi sambil tersenyum manis padanya..

“tapi kan umurmu baru 18thn dan kau sudah mempunyai anak seperti ini..” katanya lagi

“lalu..apa salahnya..anak itu bukan bencana bagiku, anak itu adalah harta yg paling indah yg tuhan berikan padaku setelah aku punya teman seperti kau dan dia” kataku sambil menunjuk kearah pintu yg  sudah ada si dae di sana..

“si dae..apa yg kau lakukan di situ cepat kemari” kataku memanggilnya

Dia menurut dan duduk di pinggir tempat tidurku, terlihat wajah cemas yg sama di wajhanya dengan hyo ri

“yaa ayolah kenapa kalian cemberut seperti itu..hari ini kah hari bahagia untukku..setelah 2jam bertaruh nyawa di ruang bersalin itu” kataku yg sedikit ngambek dengan tingkah mereka

“ahhh ne ne ji eunnie..nii kita senyum” kata hyo ri sambil memamerkan deratan giginya padaku “yaa si dae ayo tersenyum..” katanya lagi sambil menyenggol pinggang si dae

Si dae pun menuruti kemauan hyo ri dan tersenyum lebar padaku

Sedang asiknya kami bercanda, seorang suster datang denagn mengendong bayiku di tanganya..

“baiklahh ayo kepangkuan eomma” kata suster itu sambil menyerahkan malaikat kecilku itu padaku

“ahhh anaku…ommo..aegyoo..” kataku yg tak hentinya tersenyum melihatnya

“anakku, ini eomma” kataku sambil memandang lekat bayi kecilku itu

Suster, hyo ri, dan si dae hanya tersenyum melihat aku yg begitu bahagia

“dia benar-benar lucu, pipinya mirip sekali dengan ibunya” kata suster itu

“ne..dia benar-benar mirip denganku” jawabku yg masih sibuk bermain dengan anakku itu

“ahh iya selamat buat anda tuan choi anda sudah mendapatkan malaikat yg lucu sekali” kata suster itu sambil tersenyum ke arah si dae

Aku yg mendengar hal itu berusaha menahan tawaku dan terus memandang malikat kecilku

“ahh ne……mwo..??” tanyanya dengan wajah yg bingung

“baiklah saya pergi dulu nanti saya akan kesini lagi untuk menjemput bayi anda nyonya” kata suster itu sambil membungkuk ke arahku dan pergi meninggalkan kami semua

“yaa…ji eun apa maksudnya dengan kata-kata suster tadi??” Tanya si dae bingung padaku

“emmmmmm….ya gitu” kataku yg masih sibuk dengan anakku

“yaa..park  ji eun..apa yg kamu katakan pada dokter dan suster itu..” katanya mulai mendesakku..

“yaiishh..ara ara..aku Cuma bilang kalau kau adalah appanya..kan bisa malu aku kalau melahirkan di rumah sakit mewah kaya gini kalau ternyata bayiku gak da appanya” kataku panjang lebar padanya…

“haiiishhh baboya ji eun..” katanya yg sedikit mau memukul kepalaku tapi di halangi oleh hyo ri

“yaa..choi si dae kau tak lihat dia lagi ngendong anaknya..asal main pukul aja..” kata hyo ri membelaku dan aku hanya mengangguk-aguk setuju

“haahh..ne mianhae..pokonya awas kau ji eun” katanya mulai mengancamku lagi

Dan aku tersenyum halus kepadanya dan kembai bermain dengan malaikat kecilku ini

“heii..siapa nama anak itu??” Tanya hyo ri lagi padaku

“nama..?? hemm aku belum memikirkanya..” kataku pada hyo ri

“dassar kau ini..lebih baik seger..”…… “ahhhhhh aku tau..!!” teriaku yg memotong perkataan hyo ri

Aku kembali memandang anakku itu dan memeluk dia dengan lembut, bisa kurasakan tubuhnya yg masih sangat hangat

“lee raditya” kataku lembut sambil menatap ke dua bola matanya yg masih sangat bersih

“lee raditya..??” Tanya hyo ri dan si dae bersamaan

“ne..wae..??ada yg aneh..” tanyaku balik

“tentu saja aneh..raditya bukankah itu nama Indonesia..??” sambung si dae

“gak apa kan, toh aku juga aslinya berasal dari sana..??” kataku pelan sambil tersenyum manis pada mereka

Mereka pun hanya mengganguk, tanpa mengelurkan suara sedikitpun

Sampai akhirnya suster datang dan mejemput anakku lagi..padahal aku masih ingin bersamanya lebih lama lagi..

Seperti kata hyo ri apa aku tidak menyesali hal ini..?? menyesal?? Mungkin itu pernah terjadi padaku dulu, tapi apa daya semua sudah terjadi, aku tak bisa menghapus atau mengulangnya lagi kan..

Ada banyak yeoja yg tidak terima dengan kenyataan yg mereka alami bahwa mereka hamil disaat umur mereka yg masih sangat muda dan memutuskan untuk menggurkanya, aku rasa aku takkan sanggup dan gak akan mau melakukanya

Janin yg tidak bersalah itu adalah hasil perbuatan bodohku, jadi cara yg tepat untuk menebus dosa ku adalah dengan membiarkanya tetap hidup bersama ku, membesarkanya dengan kasih sayang penuh.

Walaupun anakku yg sekarang ini tak punya appa, dia masih punya eomma, ya dia masih punya aku, dan aku yakin tanpa appanya pun dia bisa hidup berkecukupan denganku

Aku adalah gadis yg baru saja menetapkan untuk tinggal di korea, karna anakku ini

Awalnya aku tinggal di Indonesia tapi aku datang ke korea karna desaka kedua sahabatku ini

Aku jadi teringat apa yg terjadi waktu itu lagi….

-tbc-

nah siapakah appanya ?

ayo ditebak :

  1. 1. Lee sungmin
  2. 2.Lee Hyuk Jae
  3. 3.Lee Donghae
  4. 4.Kwon Ji Young

Confession of A Friend Part II

Standar

by sparkyu^^

alohhaa~ I’m back!

part kali ini mungkin cuma diikit, habis belum dapat inspirasi

seperti kemaren kemaren,

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*

keep comment, no silent reader ^^ kamsa kamsa kamsaaaahamnida~


Hyo berlari dengan tergesa-gesa menuju halte bis, hari ini ia terlambat.Biasanya akan ada orang yang membangunkannya setiap pagi, tapi kali ini suara indah itu sudah tidak terdengar lagi.

“Huff, hampir saja telat” ujar Hyo Yoo segera duduk dikursinya.Ia beruntung dosennya hari ini terlambat datang sehingga ia tak perlu mendapat hukuman seperti tiga hari yang lalu.

“Dia benar-benar marah padamu ya ?” Hyo Yoo menoleh, Won Gun bertanya padanya.

Hyo Yoo mengangguk lemah, “Ye, ottokhae yo” ucapnya lirih.

“Bahkan dia juga tak menghiraukan ku…Tampaknya dia benar-benar marah” ujar Won Gun.

Tutor mereka akhirnya masuk ke dalam kelas dan kelas pun dimulai tetapi tak satupun materi yang dapat dicerna Hyo Yoo dengan baik.Hari ketiga Yunho menghindarinya, tak mengangkat telfon maupun membalas smsnya.Dia tahu alasan Yunho marah seperti ini, pasti karena hubungannya dengan Heechul yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

“Chagi ya!” Hyo Yoo menoleh, Heechul melambaikan tangan ke arahnya.

‘Kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih’ gerutu Hyo Yoo dalam hati.Dia berencana menemui Yunho hari ini, dengan alasan tidak enak badan Hyo Yoo bolos mata pelajaran berikutnya hanya untuk bertemu sahabatnya itu.

“Sedang menunggu ku ya ?” tanya Heechul.

Hyo Yoo tersenyum tipis, sambil terus mengedarkan pandangannya ke kelas Yunho yang sudah mulai bubar.Heechul mengikuti arah pandangan Hyo Yoo dengan malas.

“Yunho!” Hyo Yoo memanggil sosok tinggi itu diantara kerumunan.Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo sedang melambaikan tangan ke arahnya.

Heechul langsung merangkul Hyo Yoo mesra, “Temani aku ke cafeteria ya ?” Yunho yang melihat adegan itu langsung melangkah pergi dengan gusar.

“Yunho!!” Hyo Yoo berusaha mengejar Yunho namun Heechul menahan tanganya, “Mau kemana ? Ayo pergi!” katanya.

“Tapi…aku…” kata-kata Hyo Yoo terputus ketika sosok Yunho menghilang dari pandangannya.

*Hyo Yoo’s POV*

Aku menatap pria di hadapanku dengan kesal, gara-gara dia aku melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Yunho.Padahal aku sudah merelakan bolos pelajaran Mrs. Han yang terkenal killer itu!

“Chagi ya~ kenapa tidak makan ?” tanyanya sambil sesekali menyeruput jus strawberrynya.

Aku memainkan spaghetti di depanku yang sudah tak bisa dijelaskan bentuknya, “Aku kenyang” jawabku menjauhkan piring itu.

Heechul menatapku, “Sakit kah ?” tanyanya khawatir.

Aku menggeleng lemah, “Tidak, hanya sedikit kesal” jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

“Karena Yunho ?” tembaknya. Aku menoleh ke arahnya dengan kesal, kalau sudah tahu jawabanku kenapa tadi dia menghalangiku!

“Mianhe, aku tidak tahu…Aku memang bodoh” ucap Heechul sambil memukul kepalanya pelan, membuatku tak tega dan luluh.

“Sudahlah, aku bisa menemuinya lain kali…” ujarku pelan.

“Apa perlu aku temani ?” tawarnya halus. Aku lagi-lagi menggeleng, “Biar aku saja yang mencarinya, kau pulang duluan saja” ucapku mengambil tasku dan langsung meninggalkan Heechul.

Aku tahu dia masih disini, dia tak secepat itu meninggalkan kampus.Setelah menyusuri fakultas seni aku melihatnya di parkiran, merogoh tasnya sedang mencari sesuatu.

Ini kesempatanku untuk menahannya, “Yunho!” panggilku.

Kali ini ia menoleh dan menatapku dengan tatapan dingin tapi aku tak perduli, masalah ini harus segera diselesaikan.Aku merasa tersiksa karena sikapnya yang mengacuhkanku, aku tak mau kehilangan sahabatku.

“Hei tunggu!” panggilku ketika ia mulai berbalik menjauh.Aku mempercepat langkahku menyusulnya.

“Jung Yunho, tunggu aku!!!” kali ini teriakkan ku kalah dengan suara klakson mobil yang menuju ke arahku.

***

*Yunho’s POV*

Kemana kunci mobilku ? Aku sudah mencarinya didalam tas tapi tak bisa menemukannya.Kenapa aku jadi pelupa begini sih ?

“Yunho!” gerakanku terhenti, aku tahu suara itu…

Suara yang sangat aku rindukan.Aku mendongak dan mendapati Hyo Yoo diseberang sana, maaf saja tapi aku masih belum bisa memaafkan perlakuannya padaku.Aku memilih pergi dari sini.

“Hei tunggu!” kali ini ia berteriak seiring dengan derap langkahnya yang mengejarku.

Aku tahu pasti dia bingung akan sikapku selama 3 hari ini dengannya, aku memang cemburu dan memilih untuk menjauhinya.

“Jung Yunho, tunggu aku!” teriaknya seiring dengan klakson mobil yang memekakkan telinga.Aku masih tidak menghiraukannya hingga tiba-tiba suara decitan mobil membuatku menoleh.

“HYO YOOOO!!!”

Pikiranku kosong, aku melihat gerombolan mahasiswa yang mengerubungi mobil silver itu.Dan terlebih lagi lututku terasa lemas ketika aku tak menemukan Hyo Yoo disekitarku.

This time I’ll hold you and love you

Is what I thought


*Hyo Yoo’s POV*

“Bangunlah…”

Suara itu, suara yang selama beberapa hari ini ku rindukan.

Aku membuka mataku dan mendapati Yunho sedang menatap ke arahku, kekhawatiran tergurat dengan jelas di wajahnya.

“Kau sudah sadar…” ucapnya lirih.

AKu menatap kesekeliling, ruangan ini ? Aku menatap Yunho bingung, “Kita ada di klinik”

Aku meringis, ya aku ingat terakhir kali aku mengejar Yunho sebuah mobil menyerempetku.Yang ku ingat adalah teriakan beberapa orang dan tangan hangat yang memelukku, Yunho kah itu ?

“Mianhe” aku tersadar dari lamunanku, Yunho menggenggam tanganku erat, “Jeongmal mianhe” ujarnya lirih.

“Kenapa minta maaf ?” tanyaku. “Harusnya aku yang bilang itu” sambungku.

“Aku bertindak bodoh, mengacuhkan mu selama beberapa hari ini…” jawabnya.

Ya, kau bodoh Yunho. Kau bodoh karena telah mengacuhkan ku membuatku kehilangan orang terpenting dalam hidupku.

“Kau memang bodoh, jangan lakukan itu lagi…” ucapku.

Yunho tersenyum lalu mengangguk.

“Sebelum itu, aku minta maaf padamu karena telah membohongimu beberapa hari kemarin, aku…”

Yunho mengisyaratkan agar aku diam, “Sudah, jangan bicarakan hal itu lagi…Aku sudah merestui hubungan kalian”

Aku terbelalak, “Ba…bagaimana kau bisa tahu ?” tanyaku gugup.

“Siapa yang tidak tahu kau jadian dengan pria popular ?” balasnya.Aku tertunduk malu, padahal aku masih ingin menyembunyikan hal ini dari Yunho.

Aku merasakan belaian lembut di kepalaku, “Aku bahagia kalau kau juga bahagia” ucap Yunho lembut.

As a friend, to remain as friends,

I had to push the confessions down my throat

***

You hold my hand and tell me you only have me

Keeping me as a friend,

you say it’s a blessing

Aku ingin menjadi sahabat yang baik untukmu,

Selalu ada disisimu, hanya itulah yang aku inginkan

Takdirku mungkin hanya sebagai seorang sahabat untukmu,

Dan aku tak pernah menyesali itu.

Ada saat dimana kau berada di duniamu sendiri,

Dunia yang tak mungkin ku masuki meskipun aku ini adalah sahabatmu

“Yunho”

Aku menoleh dan tersenyum pada gadis yang merupakan teman satu kelasku di jurusan seni.

Have you lunch yet ?” tanyanya menepuk pundakku pelan.

Aku mengangguk pelan, “De” jawabku.

Won Gun bilang dia menyukaiku tapi apakah hatiku bisa menerimanya ?

3 bulan berlalu dan Hyo Yoo sudah menjalani hidupnya dengan Heechul.Bukankah harusnya aku juga melakukan hal yang sama, mulai membuka hati untuk orang lain.

“Besok kau ada acara ? Bagaimana kalau besok kita nonton ?”

Kata-kata itu meluncur dengan mudah dari bibirku, tergurat senyum bahagia dari wajahnya lalu mengangguk senang.

“Baiklah, ku jemput besok malam ya ?”

***

*Hyo Yoo’s POV*

“Onnie, aku mau ikut dong” aku menoleh, Hyo Ri mengintip dari balik pintu kamarku.

“Ga boleh!” jawabku datar tanpa mengalihkan pandanganku dari cermin.

“Pelit!Coba jalannya sama Yunho oppa, pasti aku diajak juga” gerutunya lalu menutup pintu.

Aku terdiam, “Yunho?”

“Lanjutkan saja belajarmu, nanti onnie bawakan makanan” teriakku yang diiyakan Hyo Ri.

“Hh~ Yunho, apa kabarnya dia sekarang ?”

Pigura pink berisi fotoku dengannya saat ulang tahunnya masih terpajang rapi di atas meja riasan.Aku rindu padanya,

Suaranya, senyumnya dan perhatiannya.

“Tahu tidak kalau sekarang aku merindukanmu ?”

***

*Yunho’s POV*

It’s been a while

Since my heart has been changing

Since I’ve been dealing with it lonesome..

“Mau nonton apa ya enaknya ?” tanyanya.

Aku menunjuk teater 1, “Itu saja bagaimana ?”

Dia menatap gambar film itu ragu, “Baiklah~” jawabnya sedikit ragu.Padahal aku hanya bercanda menunjuk film bergenre thriller itu.

“Ini” katanya sambil menyerahkan tiket padaku. “Aku mau ke toilet dulu, tak masalah kan ?” tanyanya.

“Pergilah, aku beli popcorn dan makanan, kita bertemu disini lagi nanti”

Tidak begitu banyak manusia disini, hanya beberapa pasangan yang datang.Aku mengedarkan pandanganku ke arah pengunjung lainnya.

“Mianhe, lama sekali ya”

Aku tersenyum menyerahkan popcornku padanya, lalu mengajaknya masuk ke dalam teater.

“Hati-hati” ujarku membantunya meniti tangga, kami masuk beberapa menit setelah film dimulai.Lampu sudah mati dan menyulitkan kami untuk mencari tempat duduk.

“Akhirnyaaaa” ujarnya lega dan duduk disampingku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya, lalu dengan serius menikmati film yang aku pilih.Tentang psikopat yang mengincar semua mantan kekasihnya dan membunuh mereka dengan cara yang sadis.

“KYAAAAA~~” penonton menjerit ketika psikopat itu menemukan korbannya dan membunuhnya dengan cara sadis.

Tapi anehnya, aku tak mendengar jeritannya bahkan memelukku pun tidak—seperti yang biasa Hyo Yoo lakukan padaku.

“Gwenchana yo ?” tanyaku saat melihatnya menutup mata dengan tangan bergetar, “Aku benci darah” jawabnya lirih.

Perutku bergejolak, merasa tak enak hati karena mengajaknya menonton film ini.

“Atau kita keluar saja ?” tawarku.Tanganku tak sengaja menyenggol tangannya yang dingin dan berkeringat.

Ia menggeleng lemah, “Bukannya kau suka film ini ? Sudahlah kita nonton saja”

Aku tersenyum dan refleks menyentuh rambutnya seperti yang biasa ku lakukan pada Hyo Yoo.

“Jangan pikirkan aku, ayo” Aku membantunya berdiri dan menuntunnya keluar teater.

“Gomapta” ujarnya ketika kami sampai diluar.

Ku lihat wajahnya yang memucat dan berkeringat namun ia memaksakan tersenyum untukku,

Apakah aku mulai menerimanya ?

Saat aku coba menyakinkan diriku bahwa aku mulai bisa menerimanya, sebuah suara memanggilku lirih, “Yunho ?”

***

*Author*

Hyo Yoo keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja menabrak seseorang, “Ah!Jwaseonghamnida!” ujarnya.

Gadis yang ditabrak Hyo Yoo tersenyum, “Tak masalah, aku baik-baik saja” katanya.

Hyo Yoo memperhatikan wanita yang kemudian berlalu, “Yeppeo” gumamnya.

“Iya, iya aku tahu…” gumam suara dibaliknya.

Hyo Yoo berbalik, “Cih!!Siapa yang memujimu” gerutunya pada Heechul.Heechul menatap Hyo Yoo datar, “Sudahlah, filmnya mau dimulai”

Mereka masuk dan berusaha menikmati film, namun baru menit awal Hyo Yoo sudah merasakan perutnya mual karena pertumpahan darah.Ia mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati sepasang muda-mudi yang datang dari arah pintu masuk.

Sang pria menggandeng tangan wanita dengan penuh hati-hati, Hyo Yoo terus memperhatikan bahkan hingga mereka duduk tak jauh dari deretan kursi mereka.

“Ahh~ aku juga ingin seperti mereka” batin Hyo Yoo pelan,ia melirik ke arah Heechul yang menonton film dengan tatapan datar.Akhir-akhir ini dia sering sekali seperti itu, dan setiap kali Hyo Yoo menanyakan ada apa Heechul tak pernah mau menjawab.

“Aku keluar sebentar, ada telfon” kata Heechul menunjuk ponselnya yang berkedap-kedip.

Hyo Yoo masih mengamati sepasang pemuda-pemudi itu terlebih lagi ketika sang pria dengan lembut menyentuh rambut wanita itu.

Cemburu ? Tentunya, karena Heechul tak pernah melakukan hal itu padanya.Tapi kenapa dia harus merasa cemburu ? Dia bahkan tak mengenal pasangan muda-mudi itu.

“Kemana si Kim Hee Chul itu ? Lama sekali!” Hyo Yoo memutuskan untuk keluar dari terater dan mencari Heechul.Diantara banyaknya pengunjung Hyo Yoo mencoba mencari sosok jangkung dengan rambut blondynya.

Ah itu dia!Hyo Yoo baru saja akan menghampirinya ketika seorang wanita merangkul Heechul dengan mesra. “Oppa, kenapa ada disini ?”

Heechul berbalik dan tersenyum simpul, “Sedang jalan-jalan saja” jawabnya.

“Dengan siapa, Hyo Yoo ?” tanya gadis itu.Hyo Yoo bersembunyi dibalik sebuah dinding untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Ne”

Gadis itu mendengus kesal, “Sampai kapan oppa mau pacaran dengan gadis cupu itu ? Cepat putuskan dia, aku heran kenapa kalian memilih gadis itu sih ?”

Hyo Yoo mengernyitkan dahi, “Kalian ?” batinnya

Heechul membelai lembut gadis dihadapannya, “Tenang saja, cepat atau lambat akan ku lakukan” ujarnya.

Hyo Yoo mematung mendengar perkataan Heechul, “Melakukan apa oppa ?” bisiknya lirih.Ia berusaha melangkahkan kakinya menjauh dari dua orang itu, tak ingin mendengar percakapan mereka lebih jauh dan pasti akan sangat menyakitinya.

Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pasangan muda-mudi yang tadi diamatinya diteater, Hyo Yoo mengenal siluet pria itu.

Hatinya semakin mencelos ketika melihat wanita disamping Yunho, wanita yang tadi ditabraknya di toilet.Wanita cantik ini, kekasih baru Yunho kah ?

“Yunho” panggil Hyo Yoo lirih.

Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo menatapnya dengan tatapan kecewa, “Hyo ?”

to be continueeee~

keanya lanjutannya bakal lama, due personal reason :p

gak ding, umm~ kertas nih ff hilang, jadi musti ngubek-ubek otak lagi buat cari ide *sigh*

kommen.. no silent reader 😀

-thx-