Me (plus) Baby (minus) Him – Prolog

Standar

ini masih part 1, kata authornya disuruh main tebak-tebakan dulu makanya pendek.

part selanjutnya Insya Allah dipublish cepat kok ^^

Author pov

“ayo sedikit lagi….” Kata orang itu

“engggg…”

“baik tarik nafas yg panjang…lalu kita coba sekali lagi” lanjutnya

Yeoja itu mulai menarik nafasnya dan melakukan apa yg di perintahkan orang itu

Setelah 2 jam bertaruh nyawa di ruangan itu akhirnya terdengar suara merdu yg sangat di dambakan oleh para eomma…

“oekkkk..oeeekkkkk..” terdengar isak bayi mungil yg ada di gendongan seorang suster di sana

“wahh selamat nyonya anda mendapatkan anak laki-laki” kata suster itu sambil memperlihatkan bayi tersebut kepada eommanya

“ahh aegyo..” kaya yeoja itu dengan wajah bahagia yg berlumuran keringat

“baiklah saya akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu” lanjut suster itu sambil membawa bayi kecil itu pergi

Sedangkan di luar seorang namja sedang menunggu kabar dari dokter di dalam dengan cemas dan was-was

“ckleeeekkkk” terdengar suara pintu yg di buka dan dokter itu keluar dari ruangan bersalin itu.

“dokter..bagaimana keadannya di dalam ??? apa proses bersalinya berhasil..??bagaimana dengan bayinya??” Tanya nya beruntun tidak sabaran

“emmm..boleh saya tau siapa nama anda..??” Tanya dokter itu

“akuu..??” Tanya namja itu balik

Dokter trsebut hanya menggangukan kepalanya “ahh namaku choi si dae..?? waeyo dokter..??” Tanya nya lagi

“hhah chukae si dae.ssi choi junior sedang di mandikan di dalam, dan ibunya juga selamat” katanya dengan wajah berseri-seri

“jincaa….?? Haaaa baguslah..” katanya gembira “ahh anda bilang tadi choi junior..??” lanjutnya bertanya pada dokter itu

“ye..dia laki-laki” kata dokter tersebut “kenapa..??anda tidak ingin anak lelaki..??” tanya dokter itu lagi..

“ahh ani..bukan begitu..maksudku dia bu..” kalimatnya terpotong karna sesorang suster yg tiba-tiba memangil dokter tersebut

“ahh cheongsomnida si dae.ssi saya harus pergi sekarang, berbahagialah” kata dokter itu sambil memegang bahu si dae dan pergi meninggalkanya di lorong itu sendirian

Sedangkan namja itu hanya menggaruk-garuk kepalanya kebingungan

Ji eun pov

“Ahhh akhirnya janin yg kukandung selama 9 bulan lamanya itu terlahir juga” kataku dalam hati sambil menunggu kedatangan bayiku

Seseorang tiba-tiba datang dan menghampirinya

“yaa..bagaimana keadaanmu sekarang..” Tanya nya padaku

“heii aku baik-baik saja..wae..??” tanyaku balik padanya

“mian..seharusnya waktu itu aku tidak..” kata-katanya terhenti

“yaa shin hyo ri..ada apa denganmu, kenapa berwajah kusut seperti itu, sudahlah yg terjadi biarlah terjadi” kataku lagi sambil tersenyum manis padanya..

“tapi kan umurmu baru 18thn dan kau sudah mempunyai anak seperti ini..” katanya lagi

“lalu..apa salahnya..anak itu bukan bencana bagiku, anak itu adalah harta yg paling indah yg tuhan berikan padaku setelah aku punya teman seperti kau dan dia” kataku sambil menunjuk kearah pintu yg  sudah ada si dae di sana..

“si dae..apa yg kau lakukan di situ cepat kemari” kataku memanggilnya

Dia menurut dan duduk di pinggir tempat tidurku, terlihat wajah cemas yg sama di wajhanya dengan hyo ri

“yaa ayolah kenapa kalian cemberut seperti itu..hari ini kah hari bahagia untukku..setelah 2jam bertaruh nyawa di ruang bersalin itu” kataku yg sedikit ngambek dengan tingkah mereka

“ahhh ne ne ji eunnie..nii kita senyum” kata hyo ri sambil memamerkan deratan giginya padaku “yaa si dae ayo tersenyum..” katanya lagi sambil menyenggol pinggang si dae

Si dae pun menuruti kemauan hyo ri dan tersenyum lebar padaku

Sedang asiknya kami bercanda, seorang suster datang denagn mengendong bayiku di tanganya..

“baiklahh ayo kepangkuan eomma” kata suster itu sambil menyerahkan malaikat kecilku itu padaku

“ahhh anaku…ommo..aegyoo..” kataku yg tak hentinya tersenyum melihatnya

“anakku, ini eomma” kataku sambil memandang lekat bayi kecilku itu

Suster, hyo ri, dan si dae hanya tersenyum melihat aku yg begitu bahagia

“dia benar-benar lucu, pipinya mirip sekali dengan ibunya” kata suster itu

“ne..dia benar-benar mirip denganku” jawabku yg masih sibuk bermain dengan anakku itu

“ahh iya selamat buat anda tuan choi anda sudah mendapatkan malaikat yg lucu sekali” kata suster itu sambil tersenyum ke arah si dae

Aku yg mendengar hal itu berusaha menahan tawaku dan terus memandang malikat kecilku

“ahh ne……mwo..??” tanyanya dengan wajah yg bingung

“baiklah saya pergi dulu nanti saya akan kesini lagi untuk menjemput bayi anda nyonya” kata suster itu sambil membungkuk ke arahku dan pergi meninggalkan kami semua

“yaa…ji eun apa maksudnya dengan kata-kata suster tadi??” Tanya si dae bingung padaku

“emmmmmm….ya gitu” kataku yg masih sibuk dengan anakku

“yaa..park  ji eun..apa yg kamu katakan pada dokter dan suster itu..” katanya mulai mendesakku..

“yaiishh..ara ara..aku Cuma bilang kalau kau adalah appanya..kan bisa malu aku kalau melahirkan di rumah sakit mewah kaya gini kalau ternyata bayiku gak da appanya” kataku panjang lebar padanya…

“haiiishhh baboya ji eun..” katanya yg sedikit mau memukul kepalaku tapi di halangi oleh hyo ri

“yaa..choi si dae kau tak lihat dia lagi ngendong anaknya..asal main pukul aja..” kata hyo ri membelaku dan aku hanya mengangguk-aguk setuju

“haahh..ne mianhae..pokonya awas kau ji eun” katanya mulai mengancamku lagi

Dan aku tersenyum halus kepadanya dan kembai bermain dengan malaikat kecilku ini

“heii..siapa nama anak itu??” Tanya hyo ri lagi padaku

“nama..?? hemm aku belum memikirkanya..” kataku pada hyo ri

“dassar kau ini..lebih baik seger..”…… “ahhhhhh aku tau..!!” teriaku yg memotong perkataan hyo ri

Aku kembali memandang anakku itu dan memeluk dia dengan lembut, bisa kurasakan tubuhnya yg masih sangat hangat

“lee raditya” kataku lembut sambil menatap ke dua bola matanya yg masih sangat bersih

“lee raditya..??” Tanya hyo ri dan si dae bersamaan

“ne..wae..??ada yg aneh..” tanyaku balik

“tentu saja aneh..raditya bukankah itu nama Indonesia..??” sambung si dae

“gak apa kan, toh aku juga aslinya berasal dari sana..??” kataku pelan sambil tersenyum manis pada mereka

Mereka pun hanya mengganguk, tanpa mengelurkan suara sedikitpun

Sampai akhirnya suster datang dan mejemput anakku lagi..padahal aku masih ingin bersamanya lebih lama lagi..

Seperti kata hyo ri apa aku tidak menyesali hal ini..?? menyesal?? Mungkin itu pernah terjadi padaku dulu, tapi apa daya semua sudah terjadi, aku tak bisa menghapus atau mengulangnya lagi kan..

Ada banyak yeoja yg tidak terima dengan kenyataan yg mereka alami bahwa mereka hamil disaat umur mereka yg masih sangat muda dan memutuskan untuk menggurkanya, aku rasa aku takkan sanggup dan gak akan mau melakukanya

Janin yg tidak bersalah itu adalah hasil perbuatan bodohku, jadi cara yg tepat untuk menebus dosa ku adalah dengan membiarkanya tetap hidup bersama ku, membesarkanya dengan kasih sayang penuh.

Walaupun anakku yg sekarang ini tak punya appa, dia masih punya eomma, ya dia masih punya aku, dan aku yakin tanpa appanya pun dia bisa hidup berkecukupan denganku

Aku adalah gadis yg baru saja menetapkan untuk tinggal di korea, karna anakku ini

Awalnya aku tinggal di Indonesia tapi aku datang ke korea karna desaka kedua sahabatku ini

Aku jadi teringat apa yg terjadi waktu itu lagi….

-tbc-

nah siapakah appanya ?

ayo ditebak :

  1. 1. Lee sungmin
  2. 2.Lee Hyuk Jae
  3. 3.Lee Donghae
  4. 4.Kwon Ji Young

Confession of A Friend Part II

Standar

by sparkyu^^

alohhaa~ I’m back!

part kali ini mungkin cuma diikit, habis belum dapat inspirasi

seperti kemaren kemaren,

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*

keep comment, no silent reader ^^ kamsa kamsa kamsaaaahamnida~


Hyo berlari dengan tergesa-gesa menuju halte bis, hari ini ia terlambat.Biasanya akan ada orang yang membangunkannya setiap pagi, tapi kali ini suara indah itu sudah tidak terdengar lagi.

“Huff, hampir saja telat” ujar Hyo Yoo segera duduk dikursinya.Ia beruntung dosennya hari ini terlambat datang sehingga ia tak perlu mendapat hukuman seperti tiga hari yang lalu.

“Dia benar-benar marah padamu ya ?” Hyo Yoo menoleh, Won Gun bertanya padanya.

Hyo Yoo mengangguk lemah, “Ye, ottokhae yo” ucapnya lirih.

“Bahkan dia juga tak menghiraukan ku…Tampaknya dia benar-benar marah” ujar Won Gun.

Tutor mereka akhirnya masuk ke dalam kelas dan kelas pun dimulai tetapi tak satupun materi yang dapat dicerna Hyo Yoo dengan baik.Hari ketiga Yunho menghindarinya, tak mengangkat telfon maupun membalas smsnya.Dia tahu alasan Yunho marah seperti ini, pasti karena hubungannya dengan Heechul yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

“Chagi ya!” Hyo Yoo menoleh, Heechul melambaikan tangan ke arahnya.

‘Kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih’ gerutu Hyo Yoo dalam hati.Dia berencana menemui Yunho hari ini, dengan alasan tidak enak badan Hyo Yoo bolos mata pelajaran berikutnya hanya untuk bertemu sahabatnya itu.

“Sedang menunggu ku ya ?” tanya Heechul.

Hyo Yoo tersenyum tipis, sambil terus mengedarkan pandangannya ke kelas Yunho yang sudah mulai bubar.Heechul mengikuti arah pandangan Hyo Yoo dengan malas.

“Yunho!” Hyo Yoo memanggil sosok tinggi itu diantara kerumunan.Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo sedang melambaikan tangan ke arahnya.

Heechul langsung merangkul Hyo Yoo mesra, “Temani aku ke cafeteria ya ?” Yunho yang melihat adegan itu langsung melangkah pergi dengan gusar.

“Yunho!!” Hyo Yoo berusaha mengejar Yunho namun Heechul menahan tanganya, “Mau kemana ? Ayo pergi!” katanya.

“Tapi…aku…” kata-kata Hyo Yoo terputus ketika sosok Yunho menghilang dari pandangannya.

*Hyo Yoo’s POV*

Aku menatap pria di hadapanku dengan kesal, gara-gara dia aku melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Yunho.Padahal aku sudah merelakan bolos pelajaran Mrs. Han yang terkenal killer itu!

“Chagi ya~ kenapa tidak makan ?” tanyanya sambil sesekali menyeruput jus strawberrynya.

Aku memainkan spaghetti di depanku yang sudah tak bisa dijelaskan bentuknya, “Aku kenyang” jawabku menjauhkan piring itu.

Heechul menatapku, “Sakit kah ?” tanyanya khawatir.

Aku menggeleng lemah, “Tidak, hanya sedikit kesal” jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

“Karena Yunho ?” tembaknya. Aku menoleh ke arahnya dengan kesal, kalau sudah tahu jawabanku kenapa tadi dia menghalangiku!

“Mianhe, aku tidak tahu…Aku memang bodoh” ucap Heechul sambil memukul kepalanya pelan, membuatku tak tega dan luluh.

“Sudahlah, aku bisa menemuinya lain kali…” ujarku pelan.

“Apa perlu aku temani ?” tawarnya halus. Aku lagi-lagi menggeleng, “Biar aku saja yang mencarinya, kau pulang duluan saja” ucapku mengambil tasku dan langsung meninggalkan Heechul.

Aku tahu dia masih disini, dia tak secepat itu meninggalkan kampus.Setelah menyusuri fakultas seni aku melihatnya di parkiran, merogoh tasnya sedang mencari sesuatu.

Ini kesempatanku untuk menahannya, “Yunho!” panggilku.

Kali ini ia menoleh dan menatapku dengan tatapan dingin tapi aku tak perduli, masalah ini harus segera diselesaikan.Aku merasa tersiksa karena sikapnya yang mengacuhkanku, aku tak mau kehilangan sahabatku.

“Hei tunggu!” panggilku ketika ia mulai berbalik menjauh.Aku mempercepat langkahku menyusulnya.

“Jung Yunho, tunggu aku!!!” kali ini teriakkan ku kalah dengan suara klakson mobil yang menuju ke arahku.

***

*Yunho’s POV*

Kemana kunci mobilku ? Aku sudah mencarinya didalam tas tapi tak bisa menemukannya.Kenapa aku jadi pelupa begini sih ?

“Yunho!” gerakanku terhenti, aku tahu suara itu…

Suara yang sangat aku rindukan.Aku mendongak dan mendapati Hyo Yoo diseberang sana, maaf saja tapi aku masih belum bisa memaafkan perlakuannya padaku.Aku memilih pergi dari sini.

“Hei tunggu!” kali ini ia berteriak seiring dengan derap langkahnya yang mengejarku.

Aku tahu pasti dia bingung akan sikapku selama 3 hari ini dengannya, aku memang cemburu dan memilih untuk menjauhinya.

“Jung Yunho, tunggu aku!” teriaknya seiring dengan klakson mobil yang memekakkan telinga.Aku masih tidak menghiraukannya hingga tiba-tiba suara decitan mobil membuatku menoleh.

“HYO YOOOO!!!”

Pikiranku kosong, aku melihat gerombolan mahasiswa yang mengerubungi mobil silver itu.Dan terlebih lagi lututku terasa lemas ketika aku tak menemukan Hyo Yoo disekitarku.

This time I’ll hold you and love you

Is what I thought


*Hyo Yoo’s POV*

“Bangunlah…”

Suara itu, suara yang selama beberapa hari ini ku rindukan.

Aku membuka mataku dan mendapati Yunho sedang menatap ke arahku, kekhawatiran tergurat dengan jelas di wajahnya.

“Kau sudah sadar…” ucapnya lirih.

AKu menatap kesekeliling, ruangan ini ? Aku menatap Yunho bingung, “Kita ada di klinik”

Aku meringis, ya aku ingat terakhir kali aku mengejar Yunho sebuah mobil menyerempetku.Yang ku ingat adalah teriakan beberapa orang dan tangan hangat yang memelukku, Yunho kah itu ?

“Mianhe” aku tersadar dari lamunanku, Yunho menggenggam tanganku erat, “Jeongmal mianhe” ujarnya lirih.

“Kenapa minta maaf ?” tanyaku. “Harusnya aku yang bilang itu” sambungku.

“Aku bertindak bodoh, mengacuhkan mu selama beberapa hari ini…” jawabnya.

Ya, kau bodoh Yunho. Kau bodoh karena telah mengacuhkan ku membuatku kehilangan orang terpenting dalam hidupku.

“Kau memang bodoh, jangan lakukan itu lagi…” ucapku.

Yunho tersenyum lalu mengangguk.

“Sebelum itu, aku minta maaf padamu karena telah membohongimu beberapa hari kemarin, aku…”

Yunho mengisyaratkan agar aku diam, “Sudah, jangan bicarakan hal itu lagi…Aku sudah merestui hubungan kalian”

Aku terbelalak, “Ba…bagaimana kau bisa tahu ?” tanyaku gugup.

“Siapa yang tidak tahu kau jadian dengan pria popular ?” balasnya.Aku tertunduk malu, padahal aku masih ingin menyembunyikan hal ini dari Yunho.

Aku merasakan belaian lembut di kepalaku, “Aku bahagia kalau kau juga bahagia” ucap Yunho lembut.

As a friend, to remain as friends,

I had to push the confessions down my throat

***

You hold my hand and tell me you only have me

Keeping me as a friend,

you say it’s a blessing

Aku ingin menjadi sahabat yang baik untukmu,

Selalu ada disisimu, hanya itulah yang aku inginkan

Takdirku mungkin hanya sebagai seorang sahabat untukmu,

Dan aku tak pernah menyesali itu.

Ada saat dimana kau berada di duniamu sendiri,

Dunia yang tak mungkin ku masuki meskipun aku ini adalah sahabatmu

“Yunho”

Aku menoleh dan tersenyum pada gadis yang merupakan teman satu kelasku di jurusan seni.

Have you lunch yet ?” tanyanya menepuk pundakku pelan.

Aku mengangguk pelan, “De” jawabku.

Won Gun bilang dia menyukaiku tapi apakah hatiku bisa menerimanya ?

3 bulan berlalu dan Hyo Yoo sudah menjalani hidupnya dengan Heechul.Bukankah harusnya aku juga melakukan hal yang sama, mulai membuka hati untuk orang lain.

“Besok kau ada acara ? Bagaimana kalau besok kita nonton ?”

Kata-kata itu meluncur dengan mudah dari bibirku, tergurat senyum bahagia dari wajahnya lalu mengangguk senang.

“Baiklah, ku jemput besok malam ya ?”

***

*Hyo Yoo’s POV*

“Onnie, aku mau ikut dong” aku menoleh, Hyo Ri mengintip dari balik pintu kamarku.

“Ga boleh!” jawabku datar tanpa mengalihkan pandanganku dari cermin.

“Pelit!Coba jalannya sama Yunho oppa, pasti aku diajak juga” gerutunya lalu menutup pintu.

Aku terdiam, “Yunho?”

“Lanjutkan saja belajarmu, nanti onnie bawakan makanan” teriakku yang diiyakan Hyo Ri.

“Hh~ Yunho, apa kabarnya dia sekarang ?”

Pigura pink berisi fotoku dengannya saat ulang tahunnya masih terpajang rapi di atas meja riasan.Aku rindu padanya,

Suaranya, senyumnya dan perhatiannya.

“Tahu tidak kalau sekarang aku merindukanmu ?”

***

*Yunho’s POV*

It’s been a while

Since my heart has been changing

Since I’ve been dealing with it lonesome..

“Mau nonton apa ya enaknya ?” tanyanya.

Aku menunjuk teater 1, “Itu saja bagaimana ?”

Dia menatap gambar film itu ragu, “Baiklah~” jawabnya sedikit ragu.Padahal aku hanya bercanda menunjuk film bergenre thriller itu.

“Ini” katanya sambil menyerahkan tiket padaku. “Aku mau ke toilet dulu, tak masalah kan ?” tanyanya.

“Pergilah, aku beli popcorn dan makanan, kita bertemu disini lagi nanti”

Tidak begitu banyak manusia disini, hanya beberapa pasangan yang datang.Aku mengedarkan pandanganku ke arah pengunjung lainnya.

“Mianhe, lama sekali ya”

Aku tersenyum menyerahkan popcornku padanya, lalu mengajaknya masuk ke dalam teater.

“Hati-hati” ujarku membantunya meniti tangga, kami masuk beberapa menit setelah film dimulai.Lampu sudah mati dan menyulitkan kami untuk mencari tempat duduk.

“Akhirnyaaaa” ujarnya lega dan duduk disampingku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya, lalu dengan serius menikmati film yang aku pilih.Tentang psikopat yang mengincar semua mantan kekasihnya dan membunuh mereka dengan cara yang sadis.

“KYAAAAA~~” penonton menjerit ketika psikopat itu menemukan korbannya dan membunuhnya dengan cara sadis.

Tapi anehnya, aku tak mendengar jeritannya bahkan memelukku pun tidak—seperti yang biasa Hyo Yoo lakukan padaku.

“Gwenchana yo ?” tanyaku saat melihatnya menutup mata dengan tangan bergetar, “Aku benci darah” jawabnya lirih.

Perutku bergejolak, merasa tak enak hati karena mengajaknya menonton film ini.

“Atau kita keluar saja ?” tawarku.Tanganku tak sengaja menyenggol tangannya yang dingin dan berkeringat.

Ia menggeleng lemah, “Bukannya kau suka film ini ? Sudahlah kita nonton saja”

Aku tersenyum dan refleks menyentuh rambutnya seperti yang biasa ku lakukan pada Hyo Yoo.

“Jangan pikirkan aku, ayo” Aku membantunya berdiri dan menuntunnya keluar teater.

“Gomapta” ujarnya ketika kami sampai diluar.

Ku lihat wajahnya yang memucat dan berkeringat namun ia memaksakan tersenyum untukku,

Apakah aku mulai menerimanya ?

Saat aku coba menyakinkan diriku bahwa aku mulai bisa menerimanya, sebuah suara memanggilku lirih, “Yunho ?”

***

*Author*

Hyo Yoo keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja menabrak seseorang, “Ah!Jwaseonghamnida!” ujarnya.

Gadis yang ditabrak Hyo Yoo tersenyum, “Tak masalah, aku baik-baik saja” katanya.

Hyo Yoo memperhatikan wanita yang kemudian berlalu, “Yeppeo” gumamnya.

“Iya, iya aku tahu…” gumam suara dibaliknya.

Hyo Yoo berbalik, “Cih!!Siapa yang memujimu” gerutunya pada Heechul.Heechul menatap Hyo Yoo datar, “Sudahlah, filmnya mau dimulai”

Mereka masuk dan berusaha menikmati film, namun baru menit awal Hyo Yoo sudah merasakan perutnya mual karena pertumpahan darah.Ia mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati sepasang muda-mudi yang datang dari arah pintu masuk.

Sang pria menggandeng tangan wanita dengan penuh hati-hati, Hyo Yoo terus memperhatikan bahkan hingga mereka duduk tak jauh dari deretan kursi mereka.

“Ahh~ aku juga ingin seperti mereka” batin Hyo Yoo pelan,ia melirik ke arah Heechul yang menonton film dengan tatapan datar.Akhir-akhir ini dia sering sekali seperti itu, dan setiap kali Hyo Yoo menanyakan ada apa Heechul tak pernah mau menjawab.

“Aku keluar sebentar, ada telfon” kata Heechul menunjuk ponselnya yang berkedap-kedip.

Hyo Yoo masih mengamati sepasang pemuda-pemudi itu terlebih lagi ketika sang pria dengan lembut menyentuh rambut wanita itu.

Cemburu ? Tentunya, karena Heechul tak pernah melakukan hal itu padanya.Tapi kenapa dia harus merasa cemburu ? Dia bahkan tak mengenal pasangan muda-mudi itu.

“Kemana si Kim Hee Chul itu ? Lama sekali!” Hyo Yoo memutuskan untuk keluar dari terater dan mencari Heechul.Diantara banyaknya pengunjung Hyo Yoo mencoba mencari sosok jangkung dengan rambut blondynya.

Ah itu dia!Hyo Yoo baru saja akan menghampirinya ketika seorang wanita merangkul Heechul dengan mesra. “Oppa, kenapa ada disini ?”

Heechul berbalik dan tersenyum simpul, “Sedang jalan-jalan saja” jawabnya.

“Dengan siapa, Hyo Yoo ?” tanya gadis itu.Hyo Yoo bersembunyi dibalik sebuah dinding untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Ne”

Gadis itu mendengus kesal, “Sampai kapan oppa mau pacaran dengan gadis cupu itu ? Cepat putuskan dia, aku heran kenapa kalian memilih gadis itu sih ?”

Hyo Yoo mengernyitkan dahi, “Kalian ?” batinnya

Heechul membelai lembut gadis dihadapannya, “Tenang saja, cepat atau lambat akan ku lakukan” ujarnya.

Hyo Yoo mematung mendengar perkataan Heechul, “Melakukan apa oppa ?” bisiknya lirih.Ia berusaha melangkahkan kakinya menjauh dari dua orang itu, tak ingin mendengar percakapan mereka lebih jauh dan pasti akan sangat menyakitinya.

Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pasangan muda-mudi yang tadi diamatinya diteater, Hyo Yoo mengenal siluet pria itu.

Hatinya semakin mencelos ketika melihat wanita disamping Yunho, wanita yang tadi ditabraknya di toilet.Wanita cantik ini, kekasih baru Yunho kah ?

“Yunho” panggil Hyo Yoo lirih.

Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo menatapnya dengan tatapan kecewa, “Hyo ?”

to be continueeee~

keanya lanjutannya bakal lama, due personal reason :p

gak ding, umm~ kertas nih ff hilang, jadi musti ngubek-ubek otak lagi buat cari ide *sigh*

kommen.. no silent reader 😀

-thx-