Confession of A Friend Part II

Standar

by sparkyu^^

alohhaa~ I’m back!

part kali ini mungkin cuma diikit, habis belum dapat inspirasi

seperti kemaren kemaren,

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*

keep comment, no silent reader ^^ kamsa kamsa kamsaaaahamnida~


Hyo berlari dengan tergesa-gesa menuju halte bis, hari ini ia terlambat.Biasanya akan ada orang yang membangunkannya setiap pagi, tapi kali ini suara indah itu sudah tidak terdengar lagi.

“Huff, hampir saja telat” ujar Hyo Yoo segera duduk dikursinya.Ia beruntung dosennya hari ini terlambat datang sehingga ia tak perlu mendapat hukuman seperti tiga hari yang lalu.

“Dia benar-benar marah padamu ya ?” Hyo Yoo menoleh, Won Gun bertanya padanya.

Hyo Yoo mengangguk lemah, “Ye, ottokhae yo” ucapnya lirih.

“Bahkan dia juga tak menghiraukan ku…Tampaknya dia benar-benar marah” ujar Won Gun.

Tutor mereka akhirnya masuk ke dalam kelas dan kelas pun dimulai tetapi tak satupun materi yang dapat dicerna Hyo Yoo dengan baik.Hari ketiga Yunho menghindarinya, tak mengangkat telfon maupun membalas smsnya.Dia tahu alasan Yunho marah seperti ini, pasti karena hubungannya dengan Heechul yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

“Chagi ya!” Hyo Yoo menoleh, Heechul melambaikan tangan ke arahnya.

‘Kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih’ gerutu Hyo Yoo dalam hati.Dia berencana menemui Yunho hari ini, dengan alasan tidak enak badan Hyo Yoo bolos mata pelajaran berikutnya hanya untuk bertemu sahabatnya itu.

“Sedang menunggu ku ya ?” tanya Heechul.

Hyo Yoo tersenyum tipis, sambil terus mengedarkan pandangannya ke kelas Yunho yang sudah mulai bubar.Heechul mengikuti arah pandangan Hyo Yoo dengan malas.

“Yunho!” Hyo Yoo memanggil sosok tinggi itu diantara kerumunan.Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo sedang melambaikan tangan ke arahnya.

Heechul langsung merangkul Hyo Yoo mesra, “Temani aku ke cafeteria ya ?” Yunho yang melihat adegan itu langsung melangkah pergi dengan gusar.

“Yunho!!” Hyo Yoo berusaha mengejar Yunho namun Heechul menahan tanganya, “Mau kemana ? Ayo pergi!” katanya.

“Tapi…aku…” kata-kata Hyo Yoo terputus ketika sosok Yunho menghilang dari pandangannya.

*Hyo Yoo’s POV*

Aku menatap pria di hadapanku dengan kesal, gara-gara dia aku melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Yunho.Padahal aku sudah merelakan bolos pelajaran Mrs. Han yang terkenal killer itu!

“Chagi ya~ kenapa tidak makan ?” tanyanya sambil sesekali menyeruput jus strawberrynya.

Aku memainkan spaghetti di depanku yang sudah tak bisa dijelaskan bentuknya, “Aku kenyang” jawabku menjauhkan piring itu.

Heechul menatapku, “Sakit kah ?” tanyanya khawatir.

Aku menggeleng lemah, “Tidak, hanya sedikit kesal” jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

“Karena Yunho ?” tembaknya. Aku menoleh ke arahnya dengan kesal, kalau sudah tahu jawabanku kenapa tadi dia menghalangiku!

“Mianhe, aku tidak tahu…Aku memang bodoh” ucap Heechul sambil memukul kepalanya pelan, membuatku tak tega dan luluh.

“Sudahlah, aku bisa menemuinya lain kali…” ujarku pelan.

“Apa perlu aku temani ?” tawarnya halus. Aku lagi-lagi menggeleng, “Biar aku saja yang mencarinya, kau pulang duluan saja” ucapku mengambil tasku dan langsung meninggalkan Heechul.

Aku tahu dia masih disini, dia tak secepat itu meninggalkan kampus.Setelah menyusuri fakultas seni aku melihatnya di parkiran, merogoh tasnya sedang mencari sesuatu.

Ini kesempatanku untuk menahannya, “Yunho!” panggilku.

Kali ini ia menoleh dan menatapku dengan tatapan dingin tapi aku tak perduli, masalah ini harus segera diselesaikan.Aku merasa tersiksa karena sikapnya yang mengacuhkanku, aku tak mau kehilangan sahabatku.

“Hei tunggu!” panggilku ketika ia mulai berbalik menjauh.Aku mempercepat langkahku menyusulnya.

“Jung Yunho, tunggu aku!!!” kali ini teriakkan ku kalah dengan suara klakson mobil yang menuju ke arahku.

***

*Yunho’s POV*

Kemana kunci mobilku ? Aku sudah mencarinya didalam tas tapi tak bisa menemukannya.Kenapa aku jadi pelupa begini sih ?

“Yunho!” gerakanku terhenti, aku tahu suara itu…

Suara yang sangat aku rindukan.Aku mendongak dan mendapati Hyo Yoo diseberang sana, maaf saja tapi aku masih belum bisa memaafkan perlakuannya padaku.Aku memilih pergi dari sini.

“Hei tunggu!” kali ini ia berteriak seiring dengan derap langkahnya yang mengejarku.

Aku tahu pasti dia bingung akan sikapku selama 3 hari ini dengannya, aku memang cemburu dan memilih untuk menjauhinya.

“Jung Yunho, tunggu aku!” teriaknya seiring dengan klakson mobil yang memekakkan telinga.Aku masih tidak menghiraukannya hingga tiba-tiba suara decitan mobil membuatku menoleh.

“HYO YOOOO!!!”

Pikiranku kosong, aku melihat gerombolan mahasiswa yang mengerubungi mobil silver itu.Dan terlebih lagi lututku terasa lemas ketika aku tak menemukan Hyo Yoo disekitarku.

This time I’ll hold you and love you

Is what I thought


*Hyo Yoo’s POV*

“Bangunlah…”

Suara itu, suara yang selama beberapa hari ini ku rindukan.

Aku membuka mataku dan mendapati Yunho sedang menatap ke arahku, kekhawatiran tergurat dengan jelas di wajahnya.

“Kau sudah sadar…” ucapnya lirih.

AKu menatap kesekeliling, ruangan ini ? Aku menatap Yunho bingung, “Kita ada di klinik”

Aku meringis, ya aku ingat terakhir kali aku mengejar Yunho sebuah mobil menyerempetku.Yang ku ingat adalah teriakan beberapa orang dan tangan hangat yang memelukku, Yunho kah itu ?

“Mianhe” aku tersadar dari lamunanku, Yunho menggenggam tanganku erat, “Jeongmal mianhe” ujarnya lirih.

“Kenapa minta maaf ?” tanyaku. “Harusnya aku yang bilang itu” sambungku.

“Aku bertindak bodoh, mengacuhkan mu selama beberapa hari ini…” jawabnya.

Ya, kau bodoh Yunho. Kau bodoh karena telah mengacuhkan ku membuatku kehilangan orang terpenting dalam hidupku.

“Kau memang bodoh, jangan lakukan itu lagi…” ucapku.

Yunho tersenyum lalu mengangguk.

“Sebelum itu, aku minta maaf padamu karena telah membohongimu beberapa hari kemarin, aku…”

Yunho mengisyaratkan agar aku diam, “Sudah, jangan bicarakan hal itu lagi…Aku sudah merestui hubungan kalian”

Aku terbelalak, “Ba…bagaimana kau bisa tahu ?” tanyaku gugup.

“Siapa yang tidak tahu kau jadian dengan pria popular ?” balasnya.Aku tertunduk malu, padahal aku masih ingin menyembunyikan hal ini dari Yunho.

Aku merasakan belaian lembut di kepalaku, “Aku bahagia kalau kau juga bahagia” ucap Yunho lembut.

As a friend, to remain as friends,

I had to push the confessions down my throat

***

You hold my hand and tell me you only have me

Keeping me as a friend,

you say it’s a blessing

Aku ingin menjadi sahabat yang baik untukmu,

Selalu ada disisimu, hanya itulah yang aku inginkan

Takdirku mungkin hanya sebagai seorang sahabat untukmu,

Dan aku tak pernah menyesali itu.

Ada saat dimana kau berada di duniamu sendiri,

Dunia yang tak mungkin ku masuki meskipun aku ini adalah sahabatmu

“Yunho”

Aku menoleh dan tersenyum pada gadis yang merupakan teman satu kelasku di jurusan seni.

Have you lunch yet ?” tanyanya menepuk pundakku pelan.

Aku mengangguk pelan, “De” jawabku.

Won Gun bilang dia menyukaiku tapi apakah hatiku bisa menerimanya ?

3 bulan berlalu dan Hyo Yoo sudah menjalani hidupnya dengan Heechul.Bukankah harusnya aku juga melakukan hal yang sama, mulai membuka hati untuk orang lain.

“Besok kau ada acara ? Bagaimana kalau besok kita nonton ?”

Kata-kata itu meluncur dengan mudah dari bibirku, tergurat senyum bahagia dari wajahnya lalu mengangguk senang.

“Baiklah, ku jemput besok malam ya ?”

***

*Hyo Yoo’s POV*

“Onnie, aku mau ikut dong” aku menoleh, Hyo Ri mengintip dari balik pintu kamarku.

“Ga boleh!” jawabku datar tanpa mengalihkan pandanganku dari cermin.

“Pelit!Coba jalannya sama Yunho oppa, pasti aku diajak juga” gerutunya lalu menutup pintu.

Aku terdiam, “Yunho?”

“Lanjutkan saja belajarmu, nanti onnie bawakan makanan” teriakku yang diiyakan Hyo Ri.

“Hh~ Yunho, apa kabarnya dia sekarang ?”

Pigura pink berisi fotoku dengannya saat ulang tahunnya masih terpajang rapi di atas meja riasan.Aku rindu padanya,

Suaranya, senyumnya dan perhatiannya.

“Tahu tidak kalau sekarang aku merindukanmu ?”

***

*Yunho’s POV*

It’s been a while

Since my heart has been changing

Since I’ve been dealing with it lonesome..

“Mau nonton apa ya enaknya ?” tanyanya.

Aku menunjuk teater 1, “Itu saja bagaimana ?”

Dia menatap gambar film itu ragu, “Baiklah~” jawabnya sedikit ragu.Padahal aku hanya bercanda menunjuk film bergenre thriller itu.

“Ini” katanya sambil menyerahkan tiket padaku. “Aku mau ke toilet dulu, tak masalah kan ?” tanyanya.

“Pergilah, aku beli popcorn dan makanan, kita bertemu disini lagi nanti”

Tidak begitu banyak manusia disini, hanya beberapa pasangan yang datang.Aku mengedarkan pandanganku ke arah pengunjung lainnya.

“Mianhe, lama sekali ya”

Aku tersenyum menyerahkan popcornku padanya, lalu mengajaknya masuk ke dalam teater.

“Hati-hati” ujarku membantunya meniti tangga, kami masuk beberapa menit setelah film dimulai.Lampu sudah mati dan menyulitkan kami untuk mencari tempat duduk.

“Akhirnyaaaa” ujarnya lega dan duduk disampingku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya, lalu dengan serius menikmati film yang aku pilih.Tentang psikopat yang mengincar semua mantan kekasihnya dan membunuh mereka dengan cara yang sadis.

“KYAAAAA~~” penonton menjerit ketika psikopat itu menemukan korbannya dan membunuhnya dengan cara sadis.

Tapi anehnya, aku tak mendengar jeritannya bahkan memelukku pun tidak—seperti yang biasa Hyo Yoo lakukan padaku.

“Gwenchana yo ?” tanyaku saat melihatnya menutup mata dengan tangan bergetar, “Aku benci darah” jawabnya lirih.

Perutku bergejolak, merasa tak enak hati karena mengajaknya menonton film ini.

“Atau kita keluar saja ?” tawarku.Tanganku tak sengaja menyenggol tangannya yang dingin dan berkeringat.

Ia menggeleng lemah, “Bukannya kau suka film ini ? Sudahlah kita nonton saja”

Aku tersenyum dan refleks menyentuh rambutnya seperti yang biasa ku lakukan pada Hyo Yoo.

“Jangan pikirkan aku, ayo” Aku membantunya berdiri dan menuntunnya keluar teater.

“Gomapta” ujarnya ketika kami sampai diluar.

Ku lihat wajahnya yang memucat dan berkeringat namun ia memaksakan tersenyum untukku,

Apakah aku mulai menerimanya ?

Saat aku coba menyakinkan diriku bahwa aku mulai bisa menerimanya, sebuah suara memanggilku lirih, “Yunho ?”

***

*Author*

Hyo Yoo keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja menabrak seseorang, “Ah!Jwaseonghamnida!” ujarnya.

Gadis yang ditabrak Hyo Yoo tersenyum, “Tak masalah, aku baik-baik saja” katanya.

Hyo Yoo memperhatikan wanita yang kemudian berlalu, “Yeppeo” gumamnya.

“Iya, iya aku tahu…” gumam suara dibaliknya.

Hyo Yoo berbalik, “Cih!!Siapa yang memujimu” gerutunya pada Heechul.Heechul menatap Hyo Yoo datar, “Sudahlah, filmnya mau dimulai”

Mereka masuk dan berusaha menikmati film, namun baru menit awal Hyo Yoo sudah merasakan perutnya mual karena pertumpahan darah.Ia mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati sepasang muda-mudi yang datang dari arah pintu masuk.

Sang pria menggandeng tangan wanita dengan penuh hati-hati, Hyo Yoo terus memperhatikan bahkan hingga mereka duduk tak jauh dari deretan kursi mereka.

“Ahh~ aku juga ingin seperti mereka” batin Hyo Yoo pelan,ia melirik ke arah Heechul yang menonton film dengan tatapan datar.Akhir-akhir ini dia sering sekali seperti itu, dan setiap kali Hyo Yoo menanyakan ada apa Heechul tak pernah mau menjawab.

“Aku keluar sebentar, ada telfon” kata Heechul menunjuk ponselnya yang berkedap-kedip.

Hyo Yoo masih mengamati sepasang pemuda-pemudi itu terlebih lagi ketika sang pria dengan lembut menyentuh rambut wanita itu.

Cemburu ? Tentunya, karena Heechul tak pernah melakukan hal itu padanya.Tapi kenapa dia harus merasa cemburu ? Dia bahkan tak mengenal pasangan muda-mudi itu.

“Kemana si Kim Hee Chul itu ? Lama sekali!” Hyo Yoo memutuskan untuk keluar dari terater dan mencari Heechul.Diantara banyaknya pengunjung Hyo Yoo mencoba mencari sosok jangkung dengan rambut blondynya.

Ah itu dia!Hyo Yoo baru saja akan menghampirinya ketika seorang wanita merangkul Heechul dengan mesra. “Oppa, kenapa ada disini ?”

Heechul berbalik dan tersenyum simpul, “Sedang jalan-jalan saja” jawabnya.

“Dengan siapa, Hyo Yoo ?” tanya gadis itu.Hyo Yoo bersembunyi dibalik sebuah dinding untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Ne”

Gadis itu mendengus kesal, “Sampai kapan oppa mau pacaran dengan gadis cupu itu ? Cepat putuskan dia, aku heran kenapa kalian memilih gadis itu sih ?”

Hyo Yoo mengernyitkan dahi, “Kalian ?” batinnya

Heechul membelai lembut gadis dihadapannya, “Tenang saja, cepat atau lambat akan ku lakukan” ujarnya.

Hyo Yoo mematung mendengar perkataan Heechul, “Melakukan apa oppa ?” bisiknya lirih.Ia berusaha melangkahkan kakinya menjauh dari dua orang itu, tak ingin mendengar percakapan mereka lebih jauh dan pasti akan sangat menyakitinya.

Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pasangan muda-mudi yang tadi diamatinya diteater, Hyo Yoo mengenal siluet pria itu.

Hatinya semakin mencelos ketika melihat wanita disamping Yunho, wanita yang tadi ditabraknya di toilet.Wanita cantik ini, kekasih baru Yunho kah ?

“Yunho” panggil Hyo Yoo lirih.

Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo menatapnya dengan tatapan kecewa, “Hyo ?”

to be continueeee~

keanya lanjutannya bakal lama, due personal reason :p

gak ding, umm~ kertas nih ff hilang, jadi musti ngubek-ubek otak lagi buat cari ide *sigh*

kommen.. no silent reader😀

-thx-

6 pemikiran pada “Confession of A Friend Part II

  1. argh. . .heechul playboy cap kapak. . .

    koq hyo yoo dteng dsaat yg gk tepat sih. . .
    *d gebuk rida

    ehh awalnya qu pikir tu si hyo yeon…hbsnya kmu tulisnya hyo hyo. . .ciih gk sudi ad namanya d dlam ff yg ad d blog ku. .

  2. @chiq : huah maka diff ku yg baru mau masukin ank snsd, sama f(x) pkok GB,
    Tapi cuma cameo aj sih

    @cece : ay ay, dilanjutin dongs demi unooppaaakuuu ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s