untitled

Standar

mianhae..aq gak tau mau di kasih judul apa yaa jd tanpa judul ajj deh..heheheh🙂

enjoyyy reading…..

 

*soo li pov*

sore yang indah, dapat kurasakan hembusan angin melawati wajahku..

“hemmm menyejukan sekali..” kataku sambil merenggangkan punggungku yg kaku karana terlalu lama duduk

“ehh..knp dia, ngelamun sendiri gitu??” tanyaku dalam hati yg melihat sahabatku sedang duduk di depan aula sekolah kami

karna penasaran aku memutuskan menghampirinya dan benar saja, panggilanku bahkan tidak di hiraukanya

karna emosi aku pun memukul pundaknya keras

PLAKKK!!

“awwww…yaaa apa-apan sih” katanya meringis sambil mengelus-elus pundaknya

“kamu ngelamunin apa sih..??” tanyaku padanya

“aku gak ngelamun kok..” jawabnya dengan wajah cuek, dasar padahal udah jelas-jewlas ketauan kalo dia melamun gak mau ngaku juga..

“cihh dari tadi aku manggil kamu, tapi kamu malah senyam-senyum sendiri udah kaya orang gila” kataku lagi

“jeongmal…ahh kupingku mungkin ketutupan rambut makanya gak dengar” katanya lagi dengan wajah sok polos

“haishhh..dasar..” keluh ku

“jadii..ada apa kau memanggilku, bukanya kamu lagi asik ngelatih para hobaemu itu” katanya sambil menunjuk ke arah barisan orang-orang yg berada di lapangan

“aku mau ngasih tau sesuatu ke kamu..” kataku lagi

“apa??” tanyanay

“liat cowok yg disana gak..??” kataku sambil mernunjuk ke arah seorang namja yg sedang bermain di lapangan

“nuguyaa..??” tanyanya lagi

“yaa kalo aku tau aku gak bakalan nanya sama kamu” kataku yg sedikit emosi

“tiap kali aku ngelatih di sekolah, basket juga latihan, dan pasti dia make celana basket warna orange” kataku dengan sangat yakin..

“aihhh..soo li ah..knp kau begitu memper hatikannya..??” katanya dengan nada yg menggoda

“mwo..??bu bukan gitu aku juga di kasih tau ma hana” kataku yg sedijit malu

“jinca..??” katanya lagi

karna gak tau harus menjawab apa lagi, aku pun meninggalkanya yg masih asik menggodaku

“yaa kim soo li, mau kemana kau, aku kan masih ngomong” teriaknya dari aula, tapi aku tidak menghiraukanya dan tetap meninggalkanya

 

*ji eun pov*

“haishhh dasar bocah sialan aku di cuekin gitu” keluhku

huuhhh kim soo li awas ya kau nanti

tapi, rasanya aku pernah melihat namja itu sebelumnya..hemm dimana yaa

aku terus memutar otakku mencoba untuk mengingat siapa namja itu, da akhirnya aku ingat siapa dia

“ahh aku tau siapa dia” kataku dengan semangat

soo li pun kaget melihatku yg tiba-tiba berdiri dengan wajah yg bersinar sinar, dan memutuskan untuk menghampiriku

“yaa ji eunnie, kau sakit ya??” katanya sambil menaruh telapak tanganya di keningku

“aigoo..andwae soo li” kataku sambil menjauhkan tanganya dari keningku

“lalu, kenapa kamu begitu, aneh” jawabnya lagi

“aku tau siapa namja itu” kataku sambil menunjuk ke arah namja yg masih asik dengan bolanya itu

“yaa jgn nunjuk-nunjuk kaya gitu” katanya sambil menurunkan tanganku “lalu siapa dia” sambungnya dengan wajah penasaran

“dia ade kelasku di OSIS namanya kim ki bum, dan yg itu juga namanya lee donghae” kataku sambil menunjuk kearah seorang namja yg lagi duduk di bawah ring basket

“ohh begitu, jd dia ade kelas kita..??” tanyanya padaku

“nde..” jawabku pasti “ahh udah sore banget nihh, kita pulang yukk” ajak ku pada soo li

aku pun bergegas mengambil tas ku yg berada di belakangku, dan loncat menuruni tangga aula

“yaa tunggu aku..” kata soo li yg terburu-buru mengambil tasnya dan berpamitan pada temen-teman nya yg lain

“ppali soo li ah” teriaku lagi

 

*2 hari kemudian*

*ji eun pov*

“soo li ah..!!!!” teriakku dari pintu depan kelas

“park ji eun..aku gak jau lohh, gak usah pake teriak knapa..” katanya dengan kedua tangganya yg menyumbat kedua telinganya

“ahh mianhae, ohh iyaa soo li ahh kau harus berterima kasih padaku saat ini” kataku

“mwo..berterimakasih untuk apa..??berterima kasih karna hampir memecahkan gendang telingaku” jawabnya ketus

“heii heii..masa sampe segitu cemprengnya suaraku sampe gendang telingamu pecah” jawabku

“ahh sudahlah, jd ada apa huh..??” tanyanya lagi

“soo li ah, aku sudah menyalamkanmu dengan kim ki bum” kataku bersemangat

soo li terdiam sejenak karna kata-kata ku sampai akhirnya dia berteriak

“YAA PARK JI EUN…NEO BABOYAA!!!” teriaknya tepat di depan kupingku

“haisshh soo li ah waeyo..??” kataku sambil mengusap usap telingaku

“kapan-kapan aku minta di salamin sama bocah itu huh..??” tanyanya padaku dengan sedikit emosi

“jadi, kamu gak mau di salamin sama dia..??” tanyaku balik

“bukanya gak mau, tapi kan..” kalimat soo li menggantung

“tapi kan apa soo li ah” kataku dengan nada menggoda sambil mengoyang goyangkan tubuhnya yg lebih kecil dariku itu

“ahh sudahlah terus dia bilang apa??” tanyanya yg juga mulai penasaran

akhirnya aku menceritakan semuanya kepada soo li apa saja yg aku katakan pada ki bum kemarin, dari awal hingga akhir

“yah begitulah..” kataku yg kecapaiian karna tidak berhenti bercerita pada soo li

soo li hanya menjadi pendengar setia yg begitu bersemangat mendengarkanya

“tapi soo li ah, sayang sekali” kataku dengan wajah yg sedikit sedih

“wae..??” tanya soo li yg kebingungan melihat ekspresiku

“kamu udah gak da harapan lagi deh kayaknya” kataku lagi

“harapan..??harapan apa??” tanya soo li lagi kali ini dengan kening sebelahnya yg naik

“temenku bilang dia sudah punya yeojachingu” jawabku

“lalu…knp??” tanya soo li

“yaa berarti kamu gak punya harapan bisa sama dia” jawabku dengan wajah yg sedikit gregetan melihat soo li yg tidak mengerti dari tadi

soo li hanya menghela nafas ringan dan tertawa setelah itu

“yaa knp kau tertawa” kataku yg kebingungan

“babo ya ji eun, aku kan gak bilang suka sama dia, cuma sekedar menggaguminya sebagai adek kelas kita” jelasnya padaku dengan wajah yg serius

melihatnya berkata dengan serius seperti itu aku jadi tidak berani bertanya-tanya lagi kepadanya

yasudahlah, toh ki bum juga sudah punya yeojachingu sendiri yang penting kan sekarang dia, dia kan gak punya yeojachingu, gak masalah kan kalo gitu

“saranghaeyo dongsaeng ah”ucapku pelan

upsss..aku gak sadar, aku menoleh ke kanan kiri kalau kalau ada yg mendengar kata-kataku

huhhh untung saja yg lain sedang sibuk masing-masing

kata-kata ku barusan benar-benar sepontan keluar dari mulutku, tanpa ada kontrol dari kepala, otak, lidah, dan mulutku

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

so.. bagaimana..sebelumnya ff ini udah pernah ku publish di FB ku dengan judul “infinity” atas saran dari ibehh, tapi gak ku lanjutin karna lg drop bngt waktu itu *huuu sokkk sedihh*, judulnya juga ku ganti habis rasanya kurang klop ajj gtu

jadii gmn..??mau di lanjut ato cukup sampe sini ajj..??

no silent reader, please

gamsahamnida..*bow*

-chiHYUK-

6 pemikiran pada “untitled

  1. Komen 1: aduh namany soo li, mngingatkanku pda rival2ku ; sohee dan sulli T.T #plak ehehe

    Komen 2: kibum mana nih? Kibum suju?😀

    komen 3: lanjut aj chi, ak akan stia jdi silent reader yg trus komen (?)

    apasiiih #plak XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s