Me (plus) Baby (minus) Him Part VII

Standar

Eunhyuk pov

Akhirnya ku putuskan untuk menelfon donghae di dorm agar dia menjemputku dengan kyuhyun

Knapa kyuhyun? Karna setidaknya nyawa ku aman jika dia yg menyetir dan satu-satunya yg tahu alamat ji eun adalah donghae..jadi hanya itu cara yg terbaik saat ini

“jadi, donghae dan kyu hyun oppa yg akan menjemput?” tannya ji eun yg membuyarkan lamunanku

“ahh nde”  jawabku seadannya, ku lihat ji eun hanya mengganguk-angguk tanda mengerti

“masuklah ke dalam, tunggu saja di dalam” suruhnya padaku, tapi aku menggelengkan kepalaku menolaknya

“di sini saja, biar mereka tidak bingung mencariku” jawabku, dan dibalas dengan senyuman lembut darinya

Dan sudah 5 menit berlalu tapi tidak ada satupun topik yg kami bicarakan, benar-benar sepi seprti di kuburan *rameaan kuburan depan rumahku*

Ji eun masih terus menemaniku, dia bahkan tidak masuk kerumahnya sedikitpun, ku pandang dia yg sedang duduk di tangga terasnnya, ya ampun aku lupa adit masih ada di gendongannya sedang tertidur

Aku mendekatinnya “ji eun.ah bagaimana kalau kau masuk saja, di luar kan dingin” suruhku padannya karna khawatir melihat cuaca di luar benar-benar dingin

“ani, aku akan menemanimu menunggu jemputan, lagipula aku kan pakai jaket” jawbnya sambil merekatkan jaket yg di kenakannya

Dasar gadis keras kepala *iket eunhyuk* “sudahlah kau masuk saja biar aku tunggu sendiri saja, kasian adit dia bisa sakit nanti” kataku lagi

Dia terlihat menghela nafas dan menyerah, dia beranjak dari duduknya, dan mencari-cari kunci di dalam saku jaketnya

Aku membantunya membawa barang-barang adit ke dalam, sedangkan ji eun terus melangkah ke kamar adit, aku mengikutinnya dari belakang dan pada akhirnnya aku masuk juga kerumah ini, babo lee hyuk jae

Ji eun menaruh adit di kereta tidurnnya, adit terlihat begitu tenang mirip denganku ketika tidur (?) -_-

Aku dan ji eun beranjak pergi dari kamar adit dengan langkah yg hati-hati takut membangunkan malaikat kecil itu, ji eun menutup pintu secara perlahan

aku pun pergi keruang tamu, dan duduk di sofa sedangkan ji eun aku rasa dia pergi ke arah dapur, yaa di luar memang sangat dingin aku jadi mengurungkan niatku untuk menunggu kyuhae di luar

tak lama kemudian ji eun muncul dengan segelas teh hangat atau mungkin panas di tangannya karna asap dari teh itu bemunculan keluar

“minumlah supaya tubuhmu hangat” suruhnya padaku, aku mengganguk dan mengambil teh itu dan meminumnya secara perlahan , benar perkiraanku tehnya panas

5 menit, 10 menit sudah berlalu, dan lagi-lagi tidak ada satu patah kata pun yg keluar dari kami berdua, aku benar-benar bingung apa yg harus ku katakan padannya

Ahh knapa dua bocah itu begitu lama, apa yg mereka lakukan awas saja kalau kyu berani merebut coupleku *gak apa nyuk, masih ada diriku koq* ///nyebur\\\

…….sementar itu………

Author pov

“kyuhyun.ah mungkin belok disana” seru donghae sambil menunjuk kearah belokan di depan mereka

Kyuhyun menurut dan menjalankan mobilnya kearah yg di maksud oleh hyungnya itu, dan lagi lagi mereka menemukan jalan buntu, kyuhyun menghela nafas menyerah dan menaruh kepalanya di atas stir mobil.

“hyung ini sudah yg ke 10 ah ani mungkin ini sudah yg ke 15 kalinnya kita ketemu jalan  buntu, dan tersesat” kata kyuhyun putus asa

Donghae hanya menunduk “mianhae kyuhyun.ah, aku juga lupa alamatnya” katannya menyesal

Kyuhyun yg tidak tega melihat donghae seperti itu, berusaha menghiburnnya “sudahlah hyung ini bukan salahmu” hiburnya  “lagipula kenapa eunhyuk hyung malam-malambegini keliaran di daerah perumahan, pake acara gak bawa mobil pula” keluhnnya

“mollayo, mungkin dia mau lebih dekat” seru donghae santai

Lebih dekat..?? dekat dengan apa..??, kalimat donghae membuat kyuhyun binggung dan mengernyitkan alisnya, donghae yg mengetahui bahwa kyuhyun kebingunggan segera mengalihkan pembicaraan mereka

“ahh sudahlah, ayo kita cari lagi dia pasti sedang menunggu kita, ayo semangat kyuhyun.ah” katannya sambil menepuk punggung kyuhyun memberi semangat

…….back to jihyuk…….

Ji eun pov

Sudah setegah jam kami hanya berdiam diri seperti ini, apa yg harus ku katakan..pikiranku jadi kacau dengan sendirinnya, huuhhh aku menghela nafas panjang

“yaa, donghae ya, neo eodiga..??” seru eunhyuk oppa yg mengagetkanku, ternyata dia sedang menghubungi donghae oppa rupannya

Aku memperhatikannya dengan lekat, kira-kira apa reaksi eomma jika dia tahu aku sudah menghasilkan seorang anak dengannya, aku menerawang jauh pandangan ku masih lurus ke arahnnya tapi, pikiranku entah berpindah kemana.

Pikiranku saling beradu pendapat di dalam otakku, membayangkan reaksi eomma, apa mungkin eomma berkata seperti ini..

“ji eun.ah, dia ayah dari anakmu, ohh tidak apa yg kau mimpikan sebelumnya anakku”

Tidak, mana mungkin eomma setenang itu mengetahui anaknya hamil di luar nikah, dan pikiranku kembali membayangkan kemungkinan yg lain lagi

“omo ji eun ah, kenapa harus punya anak dengan namja seperti dia, kau tidak mau memperbagus keturunan ya ?”

“Andwae itu lebih tidak mungkin lagi” gumamku dalam hati, ahh dasar otak babo buat apa aku memikirkannya, aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba membuang pikiran bodoh itu dari kepalaku

Eunhyuk oppa melihat keanehan dariku yg menggeleng dan bergumam sendiri, dan menegurku “ji eun ah neo gwaenchana??” tannyanya kebinggungan

Aku tersadar dan jadi malu “a..ani oppa gwaencana” ucapku gugup, aku menundukan kepalaku menyembunyikan wajahku

“donghae bilang dia tersesat, jadi tidak tahu kapan mereka sampai” jelasnnya padaku, aku menggaguk mengerti dan kembali diam

“hemm, ji eun ah kalau boleh tahu kapan adit lahir??” tannyanya padaku, aku mendongakkan kepalaku dan menatapnya yg berada tepet di depanku

“tanggal 21 mei” jawabku singkat lalu kembali menundukan kepalaku

Dia hanya berdeham pelan, dan lagi-lagi suasana kembali seperti awal..diam

Suara anginpun terdengar bergemuruh di luar, apa mungkin karna memang suasan saat ini begitu sunyi? Sehingga suara angin di luar pun terdengar

“ahh ne jii eun ah, boleh aku minta no telponmu?” tanyany padaku, aku kaget “ne..??” tanyaku balik, sebenarnya aku mengerti tapi aku hanya ingin memastikan lagi

“bukan maksud apa-apa, supaya lebih gampang ajj kalo nanti aku mau ketemu adit” jelasnya sambil menggaruk-garuk kepalannya

“nde araseo” kata ku mengganguk dan segera menyebutkan sederet no untuk di catat olehnya

“gomawo” katannya , dan hanya ku balas dengan anggukan

Selang beberapa detik, lampu rumahku padam, seluruh rumah gelap aku tidak bisa melihat apapun, eunhyuk oppa juga sepertinnya hanya diam di tempatnnya

Aku beranjak menuju jendela secara hati-hati, ku lihat semua lampu rumah tetangga sebelahku juga padam

“apa semua lampu padam?” tannya eunhyuk oppa mengagetkanku, entah sejak kapan dia berada di belakangku “nde” jawabku pelan

Aku mundur ke belakang berniat kembali duduk tapi sialnya aku terpeleset sesuatu, dan terjatuh

BRUUKKK

Aku jatuh, yaa aku terjatuh tapi anehnya, tidak sedikitpun tubuhku terasa sakit, sepertinya tubuhku mendarat di tempat yg empuk, apa ini ??dan lampu tiba-tiba menyala seperti semula

Mataku langsung terbelalak ketika melihat eunhyuk oppa yg berada tepat di bawahku, jadi itu sebabnya aku tidak merasakan sakit sedikitpun walawpun aku terjatuh cukup keras

Kami bertatapan cukup lama, sampai akhirnya aku sadar dan menggangkat tubuhku dari atasnya, aku berdiri dan mebelakanginnya, untuk menutupi wajahku yg sudah memanas

Kami saling membelakangi dan terdiam (lagi), ku coba mencari alasan untuk meninggalkanya sekarang karna tidak sanggup menatap wajahnya saat ini

“a..aku ke kamar adit dulu, mungkin dia terbangun” kataku gugup masih dalam posisi memblakanginnya

“nde pergi dan lihatlah” katannya singkat, aku segera berlari meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar adit

Ku tutup pintu kamar adit perlahan, ku sandarkan tubuhku di pintu dan tanpa terasa kakiku menjadi lemas sehingga aku terduduk di balik pintu

Aku memegang lututku yg lemas sambil menarik nafas perlahan mencoba menenangkan diriku sendiri, tapi percuma semuanya masih terbayang-bayang di otakku

Eunhyuk pov

“arghhh” keluhku depresi, kejadian tadi benar-benar membuatku tidak bisa berpikir jernih lagi *bukannya otakmu memang keruh yaa bang*///gyaaaa///

Wajahnya begitu dekat denganku, kalau dia tidak bangun entah apa yg akan terjadi tadi

“lee hyuk jae baboya, kau gak mau adit punnya dongsaengkan..?” gumamku yg makin panik, “boleh saja adit punnya dongsaeng tapi gak harus sekarang eunhyuk.ah” kataku lagi yg sudah hampir gila karnanya

Ku putuskan untuk keluar untuk menghirup udara, karna begitu sulit bernafas rasannya jika terys berada di dalam

Angin luar yg begitu dingin menerpa seluruh tubuhku, dan reflek aku memeluk tubuhku sendiri, otaku masih terisi dengan kejadian tadi yg membuat wajahku memanas dengan sendirinnya jika menggingatnya

“yaisshh lupakan itu lee hyuk jae” ucapku pada dirku sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalaku, tiba-tiba dari kejauhan aku melihat cahaya lampu mobil yg menggarah ke rumah ini, dan itu benar mobil itu berhenti tepat di depan pagar rumah ji eun, siapa..?? donghae dan kyu kah..?? tapi itu bukan mobil kyu hyun ataupun member yg lainnya, jadi mobil siapa itu..??

…TBC….

ni udah nyampe part VII yaa, tapi aku masih dikit bingung ma alur akhirnnya

ayoooooo, di komenn

Love Is Ouch[oneshoot]

Standar

haluww..

chiq balik with new ff, dan lebih tepatnnya ni ff oneshoot perdanaku..

silakah di nikmati..oke okee..


ku pandangi dengan lekat cincin manis yg menghias di jari manis tangan kiriku, perasaan bahagia saat aku menerimannya, prasaan senang ketika aku menatapnnya, suara lembut mu saat mengatakan “would u marry me” padaku, wajahmu yg cemas saat menunggu jawabanku, tatapan matamu yang lembut saat menatap mataku,

“I do” ekspresimu yg lega bercampur kebahagiaan saat aku mengucapkannya di depanmu, dan senyum lembutmu yg membuat hatiku, dan udara di sekeliligku begitu nyaman dan tenang semua nya masih terekam dengan jelas dalam pikiranku.
Baca lebih lanjut

Hi..!! Hallo..?? part 2

Standar

waahhahahhah, akhirnya part 2 saya selesaikan juga

daripada banyak bacot…mending langsung ajj lah..


Eun ah pov

“ini kan..” kataku tidak percaya

“nde, benar itu tiket sushow 3 kami di korea nanti” jelas sungmin oppa padaku

Sedangkan Aku masih tidak percaya apa yg ada di tanganku saat ini

“ss1 dan ss2 kemaren kau tidak bisa datang karna ujian sekolahmu, tapi yg kali ini aku sudah memastikan bahwa gak da yg menghalangi” sambungnya bersemangat
Baca lebih lanjut

SAENGIL CHUKKAE YO!

Standar

SAENGIL CHUKKAE YO!

ZHU NI SHENG RI KUAI LE

Bonn Anniversaire ^^

SELAMAT HARI ULANG TAHUN !!

today, september 15th 2010…

a amazing girl has passed her 18th birthday.

wishing her this year that has she passed will giving her more experince,

wishing her more mature in this age,

wishing always stay healthy,

wishing her be a successful woman in the future,

wishing her be a great person that everybody will proud of her,

Thanks to our god,

that giving her chance to open her eyes until today,

letting her filling our day with her bright smile,

we really grateful to have her 🙂

happy birthday our beloved friend, sister also my panda chagiya ^^

chiqCQ a.k.a Park Ji Eun

*or should I write your full name 😉


chuu~

.admin(s).

Me (plus) Baby (minus) Him part VI

Standar

finally…saya post jugaa

so enjoy reading guys

and leave the comment please

*asah kukunya my monkey* heheheh piss^^V

Aku pun mempercepat langkahku menuju pintu depan dan ternyata disana sudah ada ji eun

Wajahnya terlihat panik bercampur dengan keputus asaan, matanya yg membengkak dan memerah

“ji eunnie..waeyo..??” tanyaku bingung “ada apa tiba-tiba kau mau menemuiku” sambungku lagi

“mianhae oppa, aku bener-bener gak tau harus kemana lagi..” katanya yg mulai menangis
Baca lebih lanjut

Minal Aidin Wal Faidziin~ ♥

Standar

ASSALAMUALAIKUMMMM !!!!
annyeong readers ^^
admins back buat ngucapin :

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN

mohon maaf lahir dan bathin~

semoga amal ibadah kita dibulan puasa diterima ALLAH Swt ^^

maafkan admin kalo telat post ff,

telat bales komen,

ffnya nyinggung

sesama admin juga saling memaapkan ya, chiqchikong chagi *hug*

ff yg sering typo, misspelled dan masih banyak lagi..

Mari kembali jadi manusia yang baru ^^ *cling cling*

dan semoga blognya makin banyak yg mampir,

yg biasa jadi silent reader jadi active-comment reader~

dan admin authors jadi lebih produktif menciptakan ff yg lebih bermutu dan berkualitas!
*ceileeh..

muawahahaha~

WASSALAMUALAIKUUUUMMM~~!

CHU~ ♥ *BIG HUG* XD

.ADMINS AND SUAMI XD.

[ONESHOOT] My -absolutely not- ordinary man

Standar

disclaimer :

Poem cre : Minho @ SHINee Yunhanam eps.1

Fill in the blank with your own name ^^V


“Liat, cantik kan dia ?” suara pria itu membuyarkan pikiranku yang tadinya terbang entah kemana.

Dia, namja kesayanganku sedang menganggkat sebuah foto dan memamerkannya padaku. Bukan—bukan hanya pada ku tapi pada beberapa sosok yang duduk di dekatku.

Aku melengos, lagi-lagi kebiasaanya memamerkan semua foto-foto dengan wanita-wanita itu.

Cih, apa tidak pernah terlintas sedikit pun dipikirannya kalau aku—calon istrinya merasa cemburu tiap kali dia melakukan hal itu.
Baca lebih lanjut

Hi..!! Hallo..?? part 1

Standar

ff ini aku present spesial buat nia a.k.a lee eun ah,hope u like it *harus suka*//maksa

enjoy reading…..

author pov

malam yang tenang, seorang gadis sedang duduk sendiri di bawah pohon rindang

angin malam yang sejuk menerpa rambut pendek  gadis yg sedang asik dengan iphonenya itu

gadis itu memandang ke langit malam yang indah di penuhi oleh bintang-bintang dan bulan purnama menerangi langit malam itu

“ahh hallo..” katanya sambil mengharahkan tanganya ke atas langit

tanpa disadarinya ada seorang pria yg dari tadi duduk sisi lain pohon itu..

“hallo juga” sahutnya, tapi sang gadis tidak membalas perkataan namja itu

karna merasa kalimtnya tidak di balas oleh yeoja itu laki-laki itu pun melirik ke arah gadis itu

“dia tidak dengar rupanya” katanya sambil tersenyum kecil

namja itu lama memandang gadis itu, sampai akhirnya dia tersadar karna gadis itu tiba-tiba berdiri dari duduknya, reflek namja itu pun bersembunyi dari yeoja itu

“ahh sudah malam, aku harus cepat pulang” katanya lagi sambil merenggangkan pinggangnya

gadis itu pun pergi meninggalkan taman itu, tanpa di ketahuinya seseorang sedamg memperhatikannya

eun ah POV

“aku pulang” teriakku dari depan pintu

“yaa eun ah knp baru pulang jam segini” omel eommaku

“mianhae eomma, tadi keasikan denger lagu..mianhae..” kataku sambil merapatkan kedua tanganku

“huhh ya sudahlah sana balik kamar dan tidur, besok kamu masih sekolah kan..??” kata eommaku lagi

aku tidak menjawbnya dan pergi naik ke kamarku

hari sudah sangat malam, besok aku masih harus pergi kesekolah, sebaiknya aku tidur daripada harus membersihkan sekolah hanya gara-gara terlambat

“eun ah.ya cepat tidur, eomma gak nanggung kalau besok kau terlambat” teriak eommaku dari balik pintu

“nde eomma” jawabku

“ahh pinngangku sakit” kataku sambil merenggangkan pingganku

ku rebahkan tubuhku di kasur emppuk yg dari tadi sudah menunggu kehjadiran ku(?) di sana

mungki karna kecapekan, dalam hitungan menit aku pun terbang ke alam mimpiku

KRINNNNNNNNNGGGGGGGGGGG…!!!!!!

bunyi alarm ku membuatku terbangun dari alam mimpi ku, ku lihat sudah jam 6 pagi, masih ada banyak waktu sebelum sekolah di mulai, tapi aku gak boleh bermalas-malasan bisa terlambat beneran

aku pun beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi

“baiklah, semua buku sudah ada..pakaian ku juga sudah rapi” kataku sambil bercermin di meja riasku

“eun ah.ya, cepat turun ayo sarapan” teriak eomma ku dari bawah *nia eommamu doyan ya tereak2..?? plak//*

aku pun bergegas turun untuk menemui eommaku di bawah

“ayo cepat, sebentar lagi kau terlambat” kata eommaku sambil melirik ke arah jam di dinding

aku hanya mengganguk sambil menikmati sarapan pagiku

“aku sudah selesai, aku pergi dulu eomma” kataku berpamitan pada eommaku

“hati-hati di jalan ya” pesan eommaku padaku

“araseo eomma” jawabku lagi sambil berlari meninggalkanya

TENG TONGGGGGGGGGGG *belnya bikin emosi*

“huuhhh..huuh untung ajj gak telat” kataku dengan nafas yg tersengal-sengal

“yaa eun ah.ya” panggil seseorang dari arah belakangku

“ahh hyo ri.ah” kataku bersemangat

“kau ini dari tadi aku memangilmu tahu kalo”*wkakkaka hyo ri turunan korea-banjar yaa* katanaya sedikit kesal

“jeongmal..??aku gak dengar sama sekali, mianhae” kataku lagi sambil tersenyum lebar ke padanay

“aisshh yasudahlah ayo kita masuk kelas, bisa gawat kalau kim songsaenim masuk lebih dulu” katanya sambil merangkul tanganku

akhirnya sekolah pun usai, hari ini aku berniat ke rumah hyo ri, ada koleksi dvd terbaru yg ingin dia perlihatkan padaku katanya

“eun ah.ya kau pasti kaget melihatnya” katanya dengan sanggat bangga

“hahha kita lihat saja nanti” jawabku

sedang asiknya kami mengobrol, klakson sebuah mobil dari belakang mengagetkan kami

“tin tinn tinnnn”

“huuuhhh siapa sih, kan jalanan masih lebar” grutu hyo ri

entah mengapa rasanya aku sedikit familiar dengan mobil ini

drtttdrtttdrtttdrrtttdrttt

handphone ku bergetar, ternyata ada telpon masuk..saat melihat nama yg terpampang di layar handphone ku aku jadi mengerti kenapa rasanya mobil ini begitu familiar untukku

“yobsaeyo??” jawabku

“lee eun ah ayo cepat masuk” suruhnya

“araseo” kataku sambil memutuskan telpon kami

“mianhae hyo ri.ah , hari ini aku gak bisa kerumahmu, mungkin lain kali” kataku cepat sebelum dia bertanya yang macam-macam padaku dan masuk ke dalam mobil

mobil sudah melaju dan aku bisa melihat hyo ri yg masih terdiam di tempatnya dengan wajah bingung

aku pun mengeluarkan handphoneku dan mengirimkan pesan kepadanya

To : Hyo ri

mianhae hyo ri ah, nanti akan ku jelaskan padamu

jeongmal mianhae.. :((

………send………….

tidak sampai satu menit balasan dari hyo ri pun datang

From : Hyo ri

nde, gwaenchana tapi kau harus traktik aku ice krim besok 🙂

aku tersenyum kecil membaca balasanya, dasar maniak ice krim

akhirnya aku tersadar apa yg membuatku ada di sini

“jadi ada apa..??” tanyaku membuka pembicaraan

“heii kau tidak kangeng padaku” tanyanya

“aku kan sering melihatmu di tv, buat apa merindukanmu” kataku lagi

PLETAKK

sebuah pukulan bersarang di otakku *ahh author bodoh bkn otak..* maksudku kepalaku

“panggil aku oppa anak nakal” katanya lagi

“ara ara oppa” kataku lagi kini dengan nada yang manja layaknya kucing minta makanan pada majikannya

“haiiss hentikan cara bicaramu seperti itu, menjijikan sekali” katanya lagi

“jadi aku harus memanggilmu dengan apa..??lee sungmin..??” keluhku

“yaa eun ah, aku ini kan kakamu, hormatilah” jawabnya lagi

“ne ne, jadi ada apa oppa belum menjawab pertanyaanku dari tadi” tanyaku lagi

“sabarlah, ada yg ingin kuberikan padamu, tapi sebelumnya lebih baik kita mencari tempat dulu” jawabnya masih dengan pandangan lurus ke depan

setelah berkeliling sekitar 15 menit, akhirnya kami menemukan kafe sebuah kafe yg tidak cukup rami dan berhenti disana

“jadi bagaimana kabar eomma dan appa? baik-baik saja” tannyanya sambil menyeduh kopi hangat yg di pesannya

“tentu saja, kenapa oppa jarang sekali menjenguk kami??” tanyaku balik

“haiss, kau tahukan akau masih sibuk sampai sekarang dan..”

“kami mengerti” potongku

“hee??” tanyanya kebingungan

“ne kami mengerti kalau kau begitu sibuk, makanya kami tidak pernah memaksamu untuk mengunjungi kami” jelaku padanya

terlihat senyuman tipis terkembang di wajahnya, omonaa kenapa oppa ku bisa semanis ini, aku saja yg wanita kalah manis darinya

“aku tahu, aku sayang kalian” katanya “apa kau menjaga eomma dengan baik” sambungnya lagi

“ani, appa yg menjaga eomma” jawabku santai

“mwo?? yaa sudah ku bilang agar menjaga eomma kan, knp malah appa yg menjaganya” katanya

“memang begitu seharusnya kan, appa menjaga eomma dan aku menjaga mereka berdua” jelasku lagi

lagi-lagi dia hanya tersenyum manis mendengarkanku lalu mengacak-acak rambutku “dasar anak nakal” katannya

“apannya yg nakal?” tanyaku sambil merapikan rambutku yg telah di acak-acak olehnya

“ohh iya mana..??” kataku sambil menadahkan *bahasa apa sih ini* tanganku di hadapannya

“apa??” tannyanya bingung

“oppa bilang ingin memberikan sesuatu padaku” kataku lagi masih dengan posisi yg sama

“ooh iya, hampir saja aku lupa” katanya sambil mengambil sesuatu darui dalam saku jasnya

“ini” katannya sambil menyerahkan amplop kecil berwarna blue saphire padaku

aku memandangnya sebentar dengan wajah kebingungan

“heii amplop itu gak da mantranya, gak akan kebuka walau kau pandangin sampe besok pagi” kata  sungmin oppa yg gak sabar agar aku membukannya

tanpa basa-basi pun aku membuka amplop itu

mataku langsung terbuka lebar setelah melihat isinya, ada perasaan percaya dan tidak percaya tapi itu mungkin saja terjadi kan, karna dia super junior lee sungmin, hal itu pasti bisa terjadi kan..??

……….TBC………..

okeee cukup sampai sini dulu part 1 nya, akan ku saya usahakan part selanjutnya secepatnya *ff yg lain ajj udah ngangur berbulan2*

chagiiiii..dirimu hanya lewat disini gak apa kan..??, kau ku buat muda lagi loh jadi anak SMA lagi..*sebenarnyabingung mau masukin siapa ya udah lah dirimu saja kan lagi nganggur*//ampuunn<——sodorin kyu

jadi..jadi..bagaimana pemirsa…//sarapp

kalau ada yg suka mohon di like, kalo gk da hancurkan saja komputer/hp anda(?)

mohon meninggalkan jejak ya, ni ff juga saya publish di blogku

http://www.chiqpandakpop.wordpress.com *promosiiii*

buat nia (eun ah) mian yaa kalai tidak cukup memuaskan dirimu, chiq usaha lagi nnt..okee

kamsahamnida yeorobeun…

*bow*

-chiHYUK-