101010–First Journey

Standar

Author : Nandz

Title      : 101010–First Journey

Length  : chapt 1 of ?

Genre   : romance–full

Rating   : so far still PG-13 I guess -___-

Disclaimer        :  maapkan kalo banya adegan ehm roman ehm tis.. biasa, author lagi gila2nya ama biasnya pas lagi nulis ini -____- mahasiswa stress gitu.

Yah, siapin kantong muntah aja lah ya.. saya aja pas baca ini juga mau hoek hoek -__-

Enjoy, kommen deh. No bashing, kalo mo bashing langsung datang ke asrama putri kaltim semayang, malang  jl.Bondowoso no.XX (Gak penting) LOL

simple, ga suka jangan ya jgn dibaca ^___^

Language : some are written in Bahasa and English muehehehe~~

Sinar matahari mulai masuk melalui celah jendela, seorang wanita duduk dipinggir ranjang menatap sesosok pria dihadapannya yang masih tertidur dengan pulas.Tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi dahi mulus pria itu, memperlihatkan wajah polos yang sangat ia sukai.Jari jari lentiknya menelusuri tiap lekuk alis hingga berhenti di puncak hidung pria itu.
“Hmm~” pria itu menggeliat malas, membuat sebuah senyuman dibibir wanita itu.Tangannya menarik hidung pria itu dengan gemas, “YA~ cho kyuhyun, ireona ppali~!” ujarnya.
Pria yang tak lain adalah suaminya itu malah menarik selimut hingga mentupi wajahnya, “@#$*!?\;{]#%^&*” racau kyuhyun tidak jelas.
“Pesawatmu berangkat dua jam lagi, jangan malas-malasan begini!” bujuknya kali ini sambil menarik selimutnya dengan paksa namun ditahan oleh kyuhyun.
“YAAAAAA~~~” Kyuhyun menariknya hingga berbaring disampingnya, “Ya~ apa yang kau lakukan ?!” jeritnya berusaha bangun namun ditahan oleh Kyuhyun (>/////////<)

“Jahat sekali, hari ini hari terakhir kita disini…Salah kalau aku memanfaatkan waktu yang tersisa dengan istriku, hm ?” ujar Kyuhyun.

Hyo Ri—nama wanita itu—hanya menjawabnya dengan senyuman pahit.Kyuhyun akan kembali ke Korea sementara dia harus kembali ke London untuk melanjutkan studinya.Liburan dua minggu yang diberikan universitas dimanfaatkannya untuk berlibur dengan Kyuhyun ke Italy, dan dirasa kurang cukup baginya.

Hei, don’t be sad~” Kyuhyun membelai rambut Hyo Ri lembut, membuat Hyo Ri semakin berat berpisah dari suaminya.Ia menarik nafas berat, membiarkan udara masuk memenuhi rongga-rongga dadanya yang terasa sesak karena menahan tangis.

I wanna give up~” lirihnya. “Can I go with you ?” tanyanya lagi.

Kyuhyun tersenyum, “I want you to, but remember our promise with humonin ?” Hyo Ri mengangguk lemah, ia punya alasan yang lebih kuat untuk tetap melanjutkan studinya di London.

“Arasseo, kalau begitu cepat bangun ! Sarapan sudah siap dari tadi” Hyo Ri bangkit dan menarik selimut yang masih menutupi tubuh kyuhyun.

“Shireooooo~” ucap Kyuhyun dengan nada manja membuat Hyo Ri bergidik geli,

“Mana ?”

Hyo Ri mengernyitkan dahi bingung, “Apanya yang mana ?” tanyanya. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “Ppopo~” ucapnya sambil mengedipkan matanya genit.

BUK!

Sebuah bantal mendarat mulus diwajahnya, “Dasar mesum!” jerit Hyo Ri. “Sudah ayo bangun cepaaaaat!” bujuknya lagi.

Kyuhyun menggeleng keras, “Shireo sebelum aku dapat apa yang aku mau” smirk andalannya menghiasi wajahnya yang masih terlihat kusut itu.

Cho Kyuhyun, I count until three if you don’t move…

Kyuhyun meringsek maju ke hadapan Hyo Ri, “What you gonna do?” tantangnya.

I’m gonna do this~” sebuah kecupan mendarat dipipi kanan Kyuhyun membuatnya membeku ditempat. “A..aku tunggu didepan” Hyo Ri bersiap turun dari ranjang, ingin menyembunyikan wajahnya yang kini sudah seperti kepiting rebus.

“Chakkaman, Hyo Ri-ah~” tahan Kyuhyun sambil menarik tangannya, “Ne ?”

Kyuhyun tersenyum penuh arti, “Bukan di bagian ini, tapi disini~”

“KYAAAAAAAAAA! CHO KYUHYUN!!!!!” (>///<)

 

-101010-

-Oktober 2009-

“Izinkan saya untuk menikahi putri anda” Kyuhyun membungkuk dihadapan kedua orang tuaku.

“Umurnya masih terlalu muda, dan dia masih harus melanjutkan kuliahnya” Appa tetap bersikeras untuk menolak sementara aku hanya bisa terdiam mendengar ucapannya.

“Kami tahu kalian saling mencintai, namun pikirkan masa depan kalian juga.Meskipun Kyuhyun sudah memiliki penghasilan tetap tapi Hyo Ri juga harus melanjutkan pendidikannya” terang Umma.

“Aku bisa melanjutkan kuliah setelah menikah!” ucapan itu tiba-tiba saja meluncur dari bibirku, entah dorongan dari mana. “Beasiswa London itu…” ucapku.

Kyuhyun menoleh kearahku, menatapku bingung, “Kami akan menikah, setelah itu aku akan melanjutkan sekolahku..”

“Lalu beasiswa itu?” Hyo Yoo onnie akhirnya bersuara.

“Itu..”

Appa berdiri, “Kalian pikirkan dulu semuanya dengan baik-baik lalu diskusikan kembali dengan kami, keputusan ada ditangan kalian, kalian lah yang menentukan” ujarnya.

“Beasiswa London itu impianku sejak dulu,aku harus memilih…” gumamku lirih.Kyuhyun membelai rambutku lembut, “Aku tahu…”

“Tapi, aku mau dua-duanya…Beasiswa dan cho kyuhyun”

aku egois, benar-benar egois…

“Atau aku yang harus menungggu ?” tanya Kyuhyun.

Aku menggeleng cepat, “Menunggu ? Aku benci menunggu…Aku yang harusnya mengalah, kita tetap menikah dan beasiswa itu…ku tolak saja”

“Mwo ?! Mana bisa begitu!” tolaknya.

“Jadi harusnya bagaimana ?  Dua bulan lagi…Hanya punya kesempatan dua bulan lagi…” Airmataku mengenang, dilemma~

“Hyo Ri-ah”

Aku menatap Kyuhyun lama, “Do you believe me ?” tanyaku.

Kyuhyun tersenyum lebar, “Of course, I Do”

“Kalau kita menikah, dan beasiswa itu tetap ku ambil berarti kita harus tinggal berjauhan, siap atau tidak ?” tanyaku ragu.

“As long as you have faith in me, and that will make you happy…I’m with you”

Pernikahan  itu digelar dua bulan sebelum aku pergi ke London untuk melanjutkan studiku.Itu janjiku pada orang tuaku, tetap melanjutkan studiku meskipun aku telah menyandang status sebagai Nyonya cho.Satu bulan berlalu, aku mencoba membiasakan diri untuk tetap bertahan disana.Tinggal berjauhan dengan orangtua, dan kini harus berjauhan dengan kyuhyun.

Sangat berat diawal-awal hariku di London, kami sempat menghabiskan waktu sebulan bersama berbulan madu ke Bali namun itu kurasa belum cukup.Terbiasa mendengarkan suara merdunya yang membuaiku sebelum tidur, kebiasaannya membelai lembut rambutku hingga aku tertidur, membangunkannya dengan susah payah semua hal yang melibatkan aku dan dia tak bisa aku lakukan selama di London.

Bukan hanya aku yang merasa lelah, bukan hanya aku yang merasa menderita dengan hubungan jarak jauh ini.Kyuhyun juga, dia jauh lebih menderita dibandingku, bekerja siang malam demi menghidupi dirinya sendiri dan aku.Well, meskipun aku kuliah dengan beasiswa penuh namun tetap saja banyak hal yang harus ku persiapkan selama disini.

Aku pernah merasa ingin menyerah sebelum ini, sebelum ia meyakinkanku kalau kami bisa bertahan…

“Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa makan teratur, minum vitamin, jangan tidur terlalu larut, jangan…”

“Ara.. ara…” ujarku memotong ucapannya.Kami sudah berada dibandara sekarang, pesawatnya berangkat 30 menit lebih cepat dari keberangkatanku.

“Dengarkan dulu sampai habis!” gerutunya. “Jangan lupa mention aku tiap malam, arraseo ?”

Aku mengangguk pasti, “Kau juga, jangan hanya bisa menasihatiku…” ujarku.

“Ne..”

pengumuman check-in telah terdengar, menandakan bahwa inilah akhir liburan kami.Airmata kembali menggenangi pelupuk mataku, tak bisakah kami bertahan lebih lama lagi ?

“Uljima~” Kyuhyun menatapku dalam, “Aku juga ikut sakit…” bisiknya lirih.

“Ani, aku tidak menangis~” aku menghapus airmataku, “Cepatlah…” kataku menyuruhnya cepat pergi agar aku bisa menumpahkan rasa tangisku.

Kyuhyun masih diam tak bergeming, sorot matanya yang lembut hanya mengarah padaku.Ia mengecup keningku lebih lama, untungnya bandara sedang sepi saat itu “Sarangheyo~” bisiknya lembut hanpir tak terdengar.

“Nado~” balasku.

Ia menarik kopernya menjauh dariku, aku berbalik terisak sambil menundukkan kepalaku.Aku tak bisa bertahan, sulit benar-benar sulit.

“Oppa~ hiks~…” panggilku lemah, Oppa~ panggilan yang selalu ingin ia dengar dariku namun tak pernah ku ucapkan.

I know you’re gonna be like this…” Kyuhyun memelukku dari belakang,sangat erat .

I told you not to cry~ nappeun yeoja…” bisiknya lirih.Aku berbalik, ada airmata dipelupuk matanya, “Mianhe~” ujarku.

Promise me you won’t cry, this is our decision…We’re gonna make it out, we just have to be patient…araci ?

Kyuhyun melepaskan pelukannya, kali ini aku merasa lebih tenang.

Melihatnya kembali keruang tunggu, menatap punggung tegapnya yang berjalan menjauh dariku, aku bisa bertahan…

Karena ini bukan pertama kalinya aku merasa ragu untuk bertahan…

 

-flash back-

(*Random—pretend that it’s in November 2009-)

Kyuhyun touched Seohyun’s hair (>///<) What the~~? Hyo Ri-ya, gwenchana yo ?

Hyo Ri tersenyum pahit melihat bunyi pesan itu di inboxnya.Sebuah pesan dari kawan lama,kini dia sedang mengamati fancam duet SeoKyu, kekesalan mulai menyergapinya.

Ia menutup laptopnya dengan gusar dan melangkahkan kakinya ke beranda lallu duduk memeluk lutut sambil memainkan jari-jari kakinya.Membiarkan angin membelai rambutnya yang tergerai.

“What are you doing here ?” Natalie, roommate-nya di asrama bertanya dengan aksen China-nya

“Ah~ Aniyo um nothing…Just get some fresh air” jawabnya berbohong.

“It’s kinda cold here, should I take your jacket ?” tawarnya. Hyo Ri menggeleng lemah, “No, thanks…”

Natalie tersenyum, dia tahu roomatenya ini sedang ada masalah. “If you need something, just call me, okay ?”

“Okay, thanks nat~”

“Your Welcomeee~” balas Natalie sebelum masuk ke dalam.

Hyo Ri kembali mendesah, ingin rasanya berteriak namun ia sadar posisinya sekarang.Dormitory bukanlah tempat yang bebas, dan ada aturan yang mengikatnya.

Sudah beberapa hari ini dia merindukan kampung halamannya, merindukan keluarganya bahkan merindukan Kyuhyun.

Mengingat Kyuhyun membuat rasa kesalnya memuncak.Lama tak melihatnya dan mendengar kabarnya dan kini tiba-tiba ia mendapatkan berita itu.Hubungan komunikasi mereka tersendat, Kyuhyun sibuk dengan SM Town sedangkan Hyo Ri sibuk dengan dunia perkuliahan yang sangat menyita waktunya.

Cincin yang melingkar dijari manisnya seakan mempertanyakan perasaannya sekarang.Dia terlalu kalut bahkan kaget melihat “Namja”-nya berpegangan tangan bahkan membelai rambut wanita itu.

Okay, ini memang urusan pekerjan pikirnya.Namun siapa yang tahu dibalik itu akan ada pihak yang merasa perlakuannya sebagai salah satu ungkapan cinta ?

“Aaarggh!” dia mendesah frustasi sambil mengacak pelan rambutnya. “Profesionalisme! Pekerjaan” kata-kata itu terus dia dengungkan didalam kepalanya.

Semua kegiatan akhir-akhir ini membuatnya lelah hingga dia mudah terpancing emosi.

“You are my everything, nothing your love won’t bring~~”

Dia hapal suara itu, dengan cepat dia berlari kedalam menyambar ponselnya.

Babykyu~ calling…

Sejenak dia ragu, namun akhirnya kergauan  itu ditepisnya dengan menekan tombol hijau. “Yobeseo~” jawabnya pelan.

“Hyo Ri-yah…” Suara yang dirindukannya dan dinantikannya kini menyapa dengan lembut.

“Hm ?” balasnya.

“Hmm…” Kyuhyun juga sebenarnya ragu dengan apa yang ingin dikatakannya, ia yakin Hyo Ri pasti sudah tahu apa yang akan dikatakannya.

“ Soal duet itu…” Hyo Ri mendesah malas, “Jangan bahas lagi…” cetusnya.

Hening kembali menyelimuti, hubungan mereka semakin terasa hambar karena long distance.

“Kyu…”

“Hm ?”

Hyo Ri menarik nafas berat, “Bogoshipoyo” akhirya kata itu pun terucap.Hati Hyo Ri mencelos ketika yang didapatinya hanya sebuah keheningan.

“Kyu.. ?”

“Ne ?”

“I’m sick of this…I’m tired…I…”

Suara diseberang sana kembali hening, bersiap mengadapi keputusan terakhir atas hubungan mereka.Hubungan yang dengan susah payah mereka pertahankan selama beberapa bulan terakhir.

“I think I need to sleep now…”

Desahan lega terdengar dari ujung telepon, bersyukur bahwa bukan kata perpisahan yang terucap.

“Hyo Ri-yah ?”

“Ne ?”

Kyuhyun menarik napas pelan, “Bogoshipoyo~Neomu neomu bogoshipoyo~”

Hyo Ri tersipu, namja ini benar-benar tahu bagaimana cara menaklukannya, “Jangan lupa mimpikan aku~” rengeknya manja.

“Cih~” Hyo Ri naik keatas tempat tidur, menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan memeluk boneka pemberian Kyuhyun. “Bersiap tidur ?” tanya Kyuhyun.

“Ne~” Hyo Ri memejamkan matanya,

“Malam ini, lagu favorite mu…Nothing better~ Jaljayo hyo ri-ah, saranghe”

Eejakkom cheorom neh mahm-eun

Geudaeh gyutteh, gahmann hee

Mumchwuh suh yo

Han soon gan do kkeh jee ahneun

Kkeut-ubbneun kkeum-eul kkwo yo

(And now like a dream my heart has gradually stopped by your side

Without awakening for a single moment,I dream an endless dream)

Eejae soom cheorom neh gyutte

Hangsang shwee-nyuh, geuruhtke essuh joo-myuh

Nothing better~ nothing better~ than you~

Nothing better~ nothing better~ than youu~

(And now like breathing,

if you were to always rest by my side If you were to always remain this way,

Nothing better, nothing better than you)

‘Yes, there’s nothing better than you in my heart, the one and only cho kyuhyun’

***

19 pemikiran pada “101010–First Journey

  1. BKN KYUHYUN SAMA HYO RI INI…KAPAN MEREKA AKUR+ROMANTIS KAYA GTO *NUNJUK2 DIATAS*

    wahaha, maav capslocknya jebol mkanya kaya gto..

    ni oneshoot or continue nih…??

  2. Aigo…..
    So Sweeeett….
    Kyu bisa romantis juga ternyata.

    Dan , klu ada cowok yg ngomong kya gini

    “As long as you have faith in me, and that will make you happy…I’m with you”

    dibawa kemaja aja aku nurut… kkk~~

  3. @cece : anggap aja aku mengkomersilkan dirimu! Muahahaha~
    Romantis kan ? *kedipkedip*

    @rara : mengingatkan ? Mengingatkan apa ? *kedip2*
    Makasih makasih~

  4. hyaaaa so sweettttttt
    eh eh eh
    mbak author!
    mian yaaaa
    saya baru komen disini…
    sebenernya saya udah bacain semua ff yg ada di more than words
    baru nemu ff buatan anda kemaren…
    hyo-kyu………..
    saya sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    hehehehehehehe
    ow iyaaaaaa
    boleh kasih link ff awal kisah mereka gk?
    hehehehehe

    • eh eh eh…
      mba reader😀
      hehe. bagus deh kalo suka..

      um, kisah awal mereka sebenernya aku gak pernah buat haha.
      aku selalu buat mereka berbeda-beda cerita…
      ga punya cerita awal ttg pertemuan mereka hehe :3
      kadang ketemu dimana, kadang ada cerita yang beda juga hehe…

      makasih ya hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s