I’ll back off so you can live better

Standar

I’ll back off so you can live
Say it directly
Looking at me
Say it looking into my eyes
Did you just say you wanted to break up?
Did you want to end it with me?
(I know) You probably got a lady
(I know) You probably got sick of me
even though the tears are rushing to me


Yunha berdiri mematung melihat pemandangan dihadapannya, kekasihnya sedang memeluk mesra seorang wanita.Entah siapa wanita itu, yang terlihat nyaman berada dipelukan Sungmin.

Terdiam beberapa saat, membiarkan rasanya nyeri menggerogoti hatinya hingga membuat sulit bernafas.

Senyuman pahit terkembang dari bibir mungilnya, menertawakan dirinya sendiri.Gaun merah muda yang dikenakannya seakan mengejeknya, menohok dirinya yang telah berjam-jam berdiri didepan restaurant ini.

Tak perlu menunggu lama hingga dua sejoli itu menyadari kehadiran Yunha, ekspresi terkejut tergambar jelas diwajah keduanya.

“Yunha-ya” rasa nyeri itu kembali menyerangnya ketika alunan lembut suara itu menyapanya.

Yunha masih berdiri ditempatnya, ketika pria itu menghampirinya—berusaha untuk mendekatinya, selangkah mundur itulah yang dilakukan Yunha.

“Chukkaeyo oppa” tanganya menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna putih, pria itu terlihat ragu namun tetap meraih kotak itu dari tangan Yunha.

“Ige…” Pria itu terbelalak melihat isi dari kotak itu, sebuah harmonica—yang jelas mahal dengan ukiran nama pria itu diatasnya.

“Hadiah atas kesuksesan proyekmu dan—hadiah perpisahan dariku” kalimat itu meluncur dengan mudah, Yunha mati-matian menahan airmatanya agar tak jatuh dihadapan pria yang masih dicintainya.

“Aku berangkat malam ini, semoga oppa bahagia” matanya mengarah ke sosok yang sedang menatap mereka dengan tatapan bingung.Yunha maju selangkah dan berbisik, “Oppa pandai memilih penggantiku, aku harap dia bisa menggantikanku menjaga Oppa”

“Yunha-ya aku—jeongmal mia—“ Yunha menggeleng lemah memotong ucapan pria itu, “Aku buru-buru oppa…Annyeong” memutar tubuhnya dengan susah payah, mengigit bibirnya hingga rasa asin mengisi mulutnya.Tak perduli ketika pria itu meneriakkan namanya, memintanya untuk kembali..

The Love you tossed away
You can take it
Don’t leave even a trace behind and take it all
Don’t even say you are sorry
Don’t worry about me

(I know) You will forget me
(I know) I will really hate you
Even though you know everything

Yunha melangkahkan kakinya keluar restaurant sambil merutuki kebodohannya datang ketempat itu, bukan kebahagiaan yang didapatkannya malah kepedihan yang amat mendalam.

Harusnya dia menuruti kata hatinya untuk menghindar,

Harusnya dia menuruti pertanda alam yang berusaha mencegahnya datang

Kini hujan itu menguyur habis tubuhnya, membiarkan air mata bercampur dengan rintikan hujan yang serasa menusuk kulit mulusnya.

Sama seperti hatinya yang sedang tertusuk sekarang, semakin sakit ketika tangannya diccengkram dan merengkuh tubuh mungilnya.

“Semoga bahagia” ucapnya pelan, sangat pelan bahkan untuk didengar oleh dirinya sendiri. “Jangan pernah merasa takut oleh bayang-bayangku, oppa~ Aku berhenti disini—kita selesai disini” Yunha melepaskan diri dari rengkuhan pria itu, kehangatan yang dulu pernah ia rasakan setiap kali pria itu merengkuhnya kini sirna.Yang tersisanya hanya rasa pedih dan kebencian.

I’ll back off so you can live
That is all i can say
I’ll forget you so you can live better
I’ll back of so you can live
So that you will be happy without me

Disinilah Yunha sekarang, sekian banyak orang yang berlalu dihadapannya membuat pikirannya bertambah kacau.Keputusan untuk pergi memang sudah bulat, takkan ada yang bisa menahannya—karena baginya, tetap disini hanya akan menambah luka yang sangat perih.

Jantungnya berdetak semakin kencang ketika dari kejauhan dia bisa melihat sosok yang dikenalinya, berlari untuk mengejar apa yang harus didapatkannya.Yunha merapatkan tubuhnya dibalik pilar, menyembunyikan dirinya.

Pria itu berusaha mencari keberadaan Yunha, merasa yakin bahwa ia masih disini.Sedari tadi ia berkeliling namun bukan sosok Yunha yang ia temukan.

“Aish!!!!” decaknya frustasi.

Air mata kembali mengampang dipelupuk mata Yunha, “Bahkan sekarang tidak bisa menemukanku ?”

Dulu, dimanapun Yunha berusaha menyembunyikan diri, dia—pria itu—selalu bisa menemukannya, bahkan ditempat terjauh sekalipun.Namun lihat sekarang, mungkinkah ini suatu pertanda bahwa Yunha sudah tak memiliki tempat disisinya ?

Hanya takdir yang tahu, yang jelas sekarang bagi Yunha adalah Dia—akan selalu memiliki tempat disisinya, entah itu sampai kapan.

(You) The reason i lived
(You) You were all i wanted
You~
It was me who only looked at you
(Why) Why are you leaving?
(Why) Why are you tossing me away?
If you were going to be like this
Why did you love me in the first
place?

Do you happen to remember that day?
That day when we first met
I still remember it
The promise you made to me
That you will only care for me
That you will only protect me
That you will only love me
I believed your lies
I believed it

Pesawat kertas itu mendarat tepat diatas meja Yunha, membuatnya tersipu malu membaca maksud yang tersurat didalamnya.

Pandangannya lalu teralih kea rah pria yang berjalan menghampirinya, membawa sebuket bunga berwarna merah muda dan sebuah kotak beludru dengan warna senada.

“Sungmin oppa” panggil Yunha lembut.

“Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida…Saranghaenun naui Yunha, saengil chukkae hamnidaaaaaa~~~” alunan lagu mengalun indah dari kekasihnya, berlutut dihadapan Yunha, menyerahkan sebuah cincin indah untuknya.

For my princess, I’ll be your guardian prince that will protect you…Always stand beside you and never leave you alone

“Gomawo” hanya itu yang dapat diucapkan Younha, semua ucapan Sungmin membuatnya menjadi wanita paling beruntung sedunia.Lee Sungmin, pria yang menjadi pujaan semua wanita kini berdiri dihadapannya melingkarkan cincin di jari manisnya.

Betapa indahnya saat itu…

Namun sayang, semua itu hanya bualan semata bagi Yunha.Hubungannya dengan Sungmin terasa sangat hambar setelah setahun kemudian, Sungmin lebih sibuk dan sangat sulit dihubungi.Bahkan hingga kepergian Yunha ke luar negeri, Sungmin sama sekali tak menahannya.

Kini Yunha mengerti alasannya, pelukan erat Sungmin dengan wanita di restaurant tadi membuktikan segalanya.Tak ada alasan baginya untuk tetap bertahan disini, di Korea.Keputusannya untuk meninggalkan Sungmin sudah bulat…

Dan membuatnya mantap melangkaghkan kaki, masuk kedalam pesawat yang akan membawanya pergi dari masa lalunya…

(Oh) Oh Oh Oh Oh
Did you really love me?
(Oh) Oh Oh Oh Oh
No No No No
(Oh) Oh Oh Oh Oh
I’ll forget so you can live better

Sorry My Sweety
Your lips that told me that you were going to leave
Why does it give me a reason to be angry today?
I need to stop you
The words don’t go out
And you are already moving far apart

 

Lee Sungmin terus berlari menyusuri koridor rumah sakit, tubuhnya hampir tak bisa bergerak ketika mendengar berita kecelakaan pesawat yang dialami Yunha.

Pesawat Yunha gagal take off dan tergelincir, hanya beberapa penumpang yang selamat dan sebagian besar luka dan kritis.Sungmin tak tahu keadaan Yunha sekarang,

Ia menyesali perbuatannya terhadap Yunha tadi, kejadian itu tak seharusnya terjadi.Adegan berpelukan dengan Ji Eun–sahabatnya sendiri yang membuat Yunha cemburu dan pergi.

Bahkan saat melihat Yunha berlari, hanya diam yang bisa ia lakukan.Mulutnya terkunci, hanya bisa menyebut nama Yunha…

Berusaha menahan Yunha pergi namun kalimat itu sulit untuk diucapkan, hanya dapat merengkuhnya dalam pelukannya berharap Yunha tahu bahwa inilah cara yang dilakukannya untuk menahan Yunha namun Yunha tak mengerti.

Dulu, dia selalu dapat menemukan dimanapun Yunha berada, namun tadi saat langkah kakinya menyusuri bandara sosoknya sama sekali tak terlihat.Hingga kabar buruk itu terdengar dan membuatnya tak dapat bergerak.

“Sungmin-sshi ?” Sungmin menoleh dan mendapati Yuna–adik sepupu Yunha memanggilnya, matanya sembab dan gurat kesedihan terpampang jelas diwajahnya.

“Dimana Yunha ?!” Yuna terisak pelan, menunjuk sebuah ruangan dengan tangan bergetar.

Yunha terbaring lemah dengan balutan perban dihampir seluruh tubuhnya, “Yunha-ya…” tangan Sungmin menggegam tangan dingin dan lemah milik Yunha, mendekatkan dirinya dan membisikkan sebuah kata “Mianhe…”

Mata Yunha mengerjap perlahan, “Onnie!” pekik Yuna senang, “Aku akan memanggil dokter!” ujarnya berlari keluar ruangan.

Yunha menatap Sungmin lemah, menyunggingkan bibir mungilnya membentuk sebuah senyuman manis yang pernah ia miliki, matanya menyusuri tiap lekukan wajah Sungmin yang sangat ia rindukan…

Namun sedetik kemudian pandangannya mengabur, bahkan ketika Sungmin memanggil lembut namanya…Inilah yang diinginkannya, “Op-pa, ann-ye–ong” ucapnya terbata sebelum pandangannya mengabur dan berubah gelap.

I’ll back off so you can live
That is all i can say
I’ll forget you so you can live better
I’ll back of so you can live
So that you will be happy without me

13 pemikiran pada “I’ll back off so you can live better

  1. Ping balik: Fanfics List :) « More than words

  2. Kenapa beberapa ff yg saia baca berakhir sad muluu?? Mata saia dah bengkak thorr😥 author’a pecinta sad ending n gantung ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s