When The Rain Falls : The Story

Standar

Authors : Nandz (with Ridashin ^^)

Title      : When The Rain Falls– The Story

Length  : Continue-Chapt 1/?

Genre   : Romance

Rating   : G

Disclaimer        : the plot came from me and my partner–RidaShin. Special for my two yeodongsaeng.. Dhit2, Iyas ^^ Happy Reading~! Maap kalo ada kata2 yg fail dan aneh wkwk  =____= readers, comment pleasseeeee~~!!

Hujan, datang dari langit…

Setiap butir-butir air yang jatuh membawa berkah bagi yang ada di bumi,

Memberikan kebahagian bagi mereka yang menikmatinya,

Namun terkadang, ada yang merasa bahwa hujan telah menyerap semua ‘rasanya’


“Aish! Kenapa harus hujan sih ?” Han Hyo Ki menggerutu kesal melihat butiran-butiran hujan turun membasahi seragamnya.Langkah kakinya semakin cepat ketika melihat halte bus yang sepi.

Bibirnya tak pernah berhenti menggerutu tentang hujan, ia benci hujan.Sangat. Terlalu banyak kejadian mengerikan yang berkaitan dengan hujan dalam hidupnya.

Gerutuannya berhenti ketika melihat sebuah sosok yang tengah menari dibawah hujan, “Cih, pabo namja!” cibirnya.Lelaki itu masih asyik menari dibawah rintik hujan yang makin lama semakin deras.

Lelaki itu kini sudah berada tepat disamping Hyo Ki, membuat Hyo Ki harus menjaga jarak dengannya, bajunya basah kuyup begitu juga rambutnya namun tak sedikitpun tergurat rasa kedinginan di wajahnya.

“Hyaa!” pekik Hyo Ki, wajahnya basah terkena cipratan dari rambut lelaki itu membuatnya menggerutu semakin lama.

“Ah, mianhe agashi!” cengir lelaki itu lalu kembali asyik dengan headsetnya.

Hyo Ki mendengus, matanya kembali menerawang ke arah awan gelap yang tak kunjung sirna.Hujan benar-benar membawa sial untuknya, hari ini, dan beberapa tahun silam.

“Sudah berakhir, kita memang tidak cocok” kalimat itu tiba-tiba saja meluncur dari lelaki dihadapannya.Hyo Ki masih terdiam ditempatnya, bibir mungilnya tak bisa mengeluarkan sepatah katapun, hanya bisa terkatup rapat dan bergetar karena menggigil kedinginan.

“Pulanglah—hujan, nanti kau bisa sakit” Hyo Ki menggeleng lemah, mengabaikan saran dari lelaki dihadapannya.

“Wae ?” tanyanya lirih, hampir tak terdengar karena suara hujan yang semakin deras.

“Karena kita tidak cocok, sudahlah aku mau pulang kau ju—“

“SHIREOOO!” jerit Hyo Ki frustasi menjambak rambutnya sendiri, “Geotjimal ! Apa alasan sebenarnya ?!!” tangisnya pecah seketika itu juga, bercampur dengan butiran-butiran hujan yang membasahi wajahnya.

Lee taemin merengkuh Hyo Ki kedalam pelukannya, “Aku hanya tak ingin kau terluka, mianhe” ia melepaskan pelukannya meskipun Hyo Ki menahannya.

“Pulanglah Hyo Ki-yah…” Taemin menjauh, berlari kecil meninggalkan Hyo Ki yang masih berdiam dibawah hujan, menatap sosok Taemin yang makin menjauh.

Hyo Ki berbalik dan berusaha melangkahkan kakinya, ini adalah keputusan terbaik baginya, dan bagi mantan pacarnya Lee Taemin.Hubungan yang sudah dijalin selama dua tahun terpaksa harus berakhir dengan cara seperti ini.

“KYAAAAAAAAAAA—“

Jeritan itu membuat Hyo Ki berbalik, seluruh tubuhnya gemetar hebat melihat pemandangan dihadapannya.Tubuh Taemin tergeletak, diam dan tak bergerak sama sekali.

CTAAAARRR !!!!!

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!” Hyo Ki merunduk, menyembunyikan kepala diantara kedua lututnya.Petir tadi mengagetkannya dari lamunan tragisnya empat tahun silam.

“Hiks…Hiks…” isaknya, napasnya sesak karena tangis mengingat alasan mengapa ia membenci hujan.Hujan yang telah merenggut kekasihnya, hujan yang membuatnya merasakan pahitnya kehilangan.

“Agashi, gwenchanayo ?” Hyo Ki mendongak, pria tadi menatapnya dengan khawatir.

“Ne, nan gwenchanayo” jawabnya lalu menghapus airmatanya, baru saja ia akan bangkit, kilatan cahaya disertai suara menggelegar kembali menggema membuat Hyo Ki berteriak lebih nyaring dan ketakutan.

“Hya…Agashiii~!!”

“Yeon Sung-ah, hari ini langsung pulang…Diluar mendung, jangan bermain-main dengan hujan” Yeon Sung mengangguk mendengar celotehan oppa-nya, Minho lalu mengakhiri pembicaraan mereka lewat sambungan telfon.Hari ini mendung dan tampaknya akan hujan deras, Minho tahu kalau adiknya ini akan terlambat pulang—bukan karena terhambat hujan melainkan karena bermain hujan.

Yeon Sung suka sekali dengan hujan, setiap kali hujan turun ia akan berlari dan berteriak-teriak sambil menari ditengah hujan.Orang orang terdekatnya pun heran mengapa Yeon Sung sangat menyukai hujan.

“Karena aku lahir saat hujan turun”—itulah jawaban yang sering ia lontarkan setiap kali orang-orang bertanya mengapa ia menyukai hujan.Namun anehnya Yeon Sung tak pernah sekalipun sakit karena hujan, baginya hujan adalah teman baiknya dan seorang teman baik tak mungkin menyakiti temannya sendiri bukan ?

Yeon Sung berlari ke arah trotoar, hujan kini mulai turun dan inilah saatnya dia beraksi.Tawa mulai menghiasi wajahnya ketika butir-butir air mulai membasahi rambut dan bajunya.

“AAAAAAAA~~~~~~~” teriaknya riang.Menari-nari ditengah hujan sambil melompat membuat air terciprat kemana-mana.

“Hyaah!”

Yeon Sung menoleh, seorang pria dengan tampilan klinis menggerutu kesal sambil membersihkan jaketnya yang terciprat air.

“Jwaseonghamnida ajuushi!” ujarnya.

What ? Ajusshi ? Hei, I’m still 16!” gerutunya kesal.Yeon sung melongo, bagaimana mungkin pria dihadapannya ini baru lulus sekolah dan tampaknya dia bukan orang yang lama tinggal di Korea.

So ?~” alisnya terangkat,

Pria itu terlihat gelisah sambil memegang payungnya erat, “Apa kau tau halte di dekat sini ?” tanyanya.

Yeon Sung berfikir sejenak, “Ah! Ada, lurus dari sini lalu belok kanan, tepat di depan perpustakaan umum” jawabnya mantap.

“Ah, kamsahamndia agashi, by the way…I’m Choi Siwon, manaseo bangapseumnida” ujarnya memperkenalkan diri.

“De, terima kasih sudah memperkenalkan diri anda Siwon-sshi meskipun aku rasa itu tidak perlu…” jawab Yeon Sung santai.

Siwon tersenyum, jelas gadis dihadapannya ini punya problem terhadap orang baru. “By the way, apakah kau tidak merasa dingin—“ katanya memperhatikan Yeon Sung dari atas ke bawah.

Yeon mendengus, “None of your business” ujarnya.Yeon Sung berjalan mendahului Siwon, “Tch, menganggu” gumamnya pelan.

“Chakkaman!” Yeon Sung berhenti, “Apa la—“ Siwon menghampirinya dan menyerahkan payung miliknya. “Take this, anggap saja sebagai ucapan terima kasih” baru saja Yeon Sung ingin menolak,Siwon menarik tangannya dan memberikan payung tersebut dengan paksa,

“Aku tidak mau mendengar kata tidak, adik manis” ucapnya sambil mengacak rambut Yeon Sung lalu berlari kecil kembali ke mobilnya.

Hyo Ki masih terdiam ditempatnya, isak tangisnya masih belum terhenti membuat lelaki disampingnya menjadi sangat-sangat bingung, “Aish, agashi~ diamlah, nanti aku dikira menjahilimu” pinta lelaki itu.

Isakan Hyo Ki terhenti, ia mengadahkan kepalanya “Untuk apa masih disini, sana pergi!” usirnya.

“Yaish! Orang macam apa aku meninggalkan seorang yeoja sepertimu dalam keadaan menangis ?!” balasnya menggerutu.

“Donghae hyung!” lelaki itu menoleh, “Siwon-ah!” balasnya melambaikan tangan.

“Mianhe aku terlambat, sulit mencari haltenya” ujar Siwon.

“Aigoo~ itu bukan karena haltenya sulit dicari, tapi karena kau terlalu lama tinggal diluar negeri!” balas Donghae.

“Apa yang hyung tunggu, ayo pulang!”

Donghae memberikan isyarat pada Siwon, “Agashi, apa kau benar-benar tidak apa-apa ?” tanyanya.

Hyo Ki mengangkat kepalanya lalu mengangguk, “Ne” jawabnya singkat.

“Siwon-ah apa dimobil ada payung ?” Siwon menggeleng, payungnya sudah diberikan pada seorang gadis yang asyik bermain hujan tadi.

Donghae berniat melepaskan jaketnya namun ditahan Siwon, “Nanti kalian berdua bisa sama-sama masuk angin”

“Agashi, pakai jasku” Siwon melepaskan jaketnya dan menyampirkannya dibahu Hyo Ki. “Tapi nan—“

“Gwenchana, kau bisa mengembalikannya kapan-kapan kalau kita bertemu” lesung pipi tersembul saat Siwon mengucapkan kalimat itu.

‘Tch dasar playboy’ komentar Donghae dalam hati.

“Kamsahamnida” ujar Hyo Ki.

“Baiklah kalau begitu agashi, aku dan adik sepupuku ini harus pulang segera…Jaga dirimu baik-baik, lain kali bawa headset seperti ku untuk mengalihkan perhatianmu dari hujan dan petir, araci ?”

“YEON SUNG!SUDAH BERAPA KALI EOMMA BILANG…” omelan itu terdengar seiring langkah Yeon sung yang membuat lantai ruang tamu penuh dengan jejak kakinya.

“Mianhamnida eomma, nanti aku bersihkan, hehe” kekehnya pelan. Minho yang baru saja datang langsung menjitak kepala adikya itu.

“Appayo!” gerutu Yeon Sung mengelus-elus kepalanya. “Sudah berapa kali ku bilang jangan main hujan, kenapa masih keras kepala, hm ?”

Yeon Sung mengerucutkan bibirnya, “Karena aku suka hujan!” jawabnya nyaring sambil mendorong tubuh Minho dan berlari ke kamarnya.

“Sampai kapan dia mau terus menyukai hujan kalau dia tahu kalau or-

“Minho!” Minho terhenyak mendengar bentakan itu, “Jangan pernah ungkit masalah itu di depan Yeon Sung, arraseo?!”

“Mianhe eomma~” jawabnya menyesal.

Yeon Sung membanting tubuhnya ke kasur, menatap langit-langit kamarnya yang dicat warna gelap—seperti warina langit yang mendung.

“AH!” pekiknya,

tiba-tiba teringat ajusshi—ups namja yang tadi memberinya payung. “Aneh, kenapa tiba-tiba ada orang baik seperti dia ?” pikir Yeon Sung.

“Siwon—Choi Siwon” gumamnya pelan.

“Siapa itu Choi Siwon ?” Minho sudah berdiri didepan pintu Yeon Sung, bersandar dipalang pintu memperhatikan Yeon Sung yang sedari tadi menggumam.

“Bukan urusan mu” Yeon Sung berbalik memunggungi Minho. “Ya—kenapa ? Aku salah apa ?” Minho duduk dipinggir kasur Yeon Sung dan menarik kakinya pelan.

“Jauh— aku lelah!” balas Yeon Sung bangkit berusaha menyingkirkan tangan Minho.

“Yaish!Hanya karena tadi aku memarahimu ?” tanya Minho lagi. Yeon Sung membisu dan mengalihkan wajahnya dari tatapan Minho.

Minho mendesis kesal, “Ya, yeon sung-ah~ dengarkan aku! Aku berlaku seperti itu karena aku sayang padamu, aku tak ingin adik kesayanganku sakit tahu!”

“Tapi buktinya aku tak pernah sakit kan ?!” tukasnya.

“Iya iya aku tahu, tapi tetap saja kau manusia—pabo!Hujan bisa membuat mu sakit” Minho mengacak pelan rambut Yeon Sung.

“Ah! Oppa yang pabo~! Sudahlah, biarkan saja aku begini, toh aku juga tak akan merepotkan oppa kalau aku sakit wek!”

“Tch! Susah bicara dengan anak keras kepala seperti mu, benar-benar~!!” gerutu Minho mengacak rambutnya sendiri.Karena sakit yang dimaksudnya bukan lah sakit yang bisa disembuhkan dengan obat-obatan biasa.

Corea International Music School.

Choi Siwon

Hyo Ki mengernyitkan dahi, tangannya menemukan sebuah tanda pengenal di saku jaket pria tadi, pria yang menolongnya  dihalte. “Jadi namanya Siwon ?” gumamnya, “Dasar ceroboh, meninggalkan id card dijaket—atau jangan-jangan ini salah satu trikmu ?” Hyo Ki meletakkan id card itu kembali ke saku jaket, kembali menata pikirannya.Kenapa dia harus terjebak dalam masa lalu ?

Bayang-bayang Lee Taemin selalu merasuki pikirannya—terlebih lagi ketika hujan turun, butir-butir air hujan yang turun seakan berlomba dengan air matanya.Hujan telah merebut kebahagiannya, itulah mengapa ia membenci hujan.

Bahkan hingga sekarang tak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi Taemin dihatinya, tidak satupun.Hyo Ki menghela nafas panjang, ada rasa yang menggelitik di hatinya ketika memikirkan sosok dua namja yang ditemuinya tadi sore.

Tanpa dikomando tangannya meraih iPod yang tergeletak diatas meja belajarnya dan memasukkannya ke dalam tas, “Mungkin dia ada benarnya juga~” gumamnya.Dan disaat yang bersamaan sebuah ide melintas dipikirannya.

-TBC-

ps. Felt guilty~ I killed taemin here~~~ maafkan noonamu ini manis, ihiks..

maafkan diriku para shawol dan bini2 taem hiks~ /slap

*gelayutan di Taemin (?)

11 pemikiran pada “When The Rain Falls : The Story

  1. Subhanallah ._. Bagus. Minho jd kakakku ya😀 kalo beneran jd kakakku apa nda kusayang betul. Aaaaaaaaaaa lanjut ya! Fighting!!😀

    • heh, kalo jadi kakakmu apa ndak heboh se karang jati ndul.
      perbaikan mutu keluarga kita yak xD
      main terus aku kerumahmu,
      lumayan eh punya kakak sepupu ganteng kea minho.

      yg ada ntar tuki sama bunda naksir ponakan sendiri =_=

  2. Wakakak kalo jadi kakakku apa nda tumbuh gosip. Bunda tuki jd suka sm ponakan sendiri. Mana itu minho karakternya perhatian. Apa nda senyum22 bacanya -____- hahaha :p

  3. wohohohohohoh…
    ada taeminho..
    halah tebalik itu seharusnnya yg umur 16 thn taemin, ssh ngebayangin siwon semuda itu dgn body sekekar itu..fufufufufuf *omess*

    lalalalalalala
    lalalalalalala
    lallalalalalala
    lallalaalalalla
    lalallalalalala yeoooseoooobbbbb beautifullll…

    *gilaa*

  4. Ping balik: Fanfics List :) « More than words

  5. 2yeoja dngn kepribadian beda..
    Yg 1 suka hujan yg satu gga suka hujan sama kyak para namja’a yg 1 suka hujan n yg 1gga suka..
    Tdi minho hmpir kceplosan apa?? O-rang tua’a??
    Next part..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s