When The Rain Falls : Hyo Ki’s Rain

Standar

Authors : Nandz (with Ridashin ^^)

Title : When The Rain Falls: Hyo Ki’s Rain

Length : Continue-Chapt 2/?

Genre : Romance

Rating : G

Disclaimer : the plot came from me and my partner–RidaShin. Special for my two yeodongsaeng.. Dhit2, Iyas ^^ Happy Reading~! Maap kalo ada kata2 yg fail dan aneh wkwk =____= readers, comment pleasseeeee~~!!

Han Hyo Ki meremas pelan ujung jaketnya, mencoba menghilangkan rasa kagumnya pada gedung mewah dihadapannya.Corea International Music School—salah satu sekolah musik bergengsi yang diperuntukkan bagi siswa-siswi dengan bakat istimewa.

Beberapa siswi melihat Hyo Ki dengan tatapan curiga, terlebih lagi setelah melihat corak rok yang dikenakannya—berbeda dengan mereka, bahkan ada beberapa dari mereka yang menatapnya dengan sinis, terutama lima siswi yang sekarang berdiri tak jauh darinya.

Dengan berani Hyo Ki menghampiri mereka, “Permisi, apa kalian tahu dimana Choi Siwon-ssi ?” tanyanya.

“Nuguya ?” salah satu dari mereka maju dan menatap Hyo Ki dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Aku ada perlu dengannya, tidak penting siapa aku” jawab Hyo Ki datar.

“Araseo…” gadis itu menyeringai “Haerin-ah, Ga Eun-ah, tunjukkan padanya dimana Siwon oppa” ujarnya.

Menjadi murid baru bagi Hyo Ki merupakan sebuah perjuangan yang berat.Minggu-minggu awal disekolah, ia selalu pulang dengan keadaan cedera, jatuh dari tangga, tersandung saat berjalan dan masih banyak lagi,belum lagi siksaan dari senior-seniornya, tamparan, jambakan bahkan tak jarang kulit mulusnya lebam karena dipukul tapi Hyo Ki tak pernah melawan dan hanya diam menerima siksaan tersebut.

Hingga akhirnya seorang namja bernama Lee Taemin berjanji untuk selalu menjaganya dari kekerasan para senior.Semua ingatan tersebut masih terekam jelas didalam memori Hyo Ki.

Dan sekarang, dia berada diposisi yang sama seperti 2 tahun yang lalu.Disekap di toilet perempuan dengan 5 orang siswi dihadapannya, bersiap “menerkam”nya kapan saja.

“Sekali lagi ku tanya, apa hubungan mu dengan uri Siwon Oppa ?!” bentak Jung Yoora—tertera di nametag yang tersemat di dada sebelah kiri.

Hyo Ki tertawa sinis ,”Uri Siwon Oppa ? Tch—bukan urusanmu Yoora-sshi” jawabnya.

PLAK !

Satu tamparan mendarat di pipi mulus Hyo Ki namun tak merubah tatapan datar yang dilemparkannya pada Yoora dan kawan-kawannya.

“Ige mwoya ?” gadis yang lainnya maju, menunjuk bungkusan kecil yang sedari tadi dipegang Hyo Ki.

“Milikku” jawab Hyo Ki, mengeratkan pegangannya saat mereka mencoba merebut bungkusan itu darinya.

“Serahkan!!” Hyo Ki sedikit meringis saat rambutnya dijambak oleh Yoora sementara yeoja lainnya berusaha menarik tangan Hyo Ki agar mau melepaskan bungkusan itu.Pertengkaran sengit terjadi diantara mereka, Hyo Ki tetap mempertahankan bungkusan berisi jaket siwon itu sementara yang lain menyakitinya dengan berbagai cara.

Hyo Ki menutup matanya, berusaha menahan rasa perih di sekujur tubuhnya.

“Sudah cukup, tinggalkan saja dia disini!”

Yoora menjambak rambut Hyo Ki, “Kau, jangan pernah mendekati uri Siwon oppa lagi, dan jangan pernah sekalipun menampakkan wajahmu dihadapan kami!” tegas Yoora yang dijawab dengan tatapan sinis Hyo Ki.

Hyo Ki bangkit setelah Yoora dan kawan-kawannya pergi, “Tch, Han Hyo Ki pabo!” rutuknya.

Dengan susah payah ia berdiri tegak dan bercermin, yang ada hanyalah pantulan sesosok gadis dengan rambut yang acak-acakan, darah di sudut bibir, luka lecet di kening dan bekas merah di pipi mulusnya.

“Ada apa denganmu bodoh ? Kenapa diam saja ? Kenapa tidak melawan—“ matanya mulai terasa panas karena air mata, “Kenapa masih bersikeras melindungi jaket ini hah ?!!” teriaknya frustasi.

“Kembalikan jaket ini segera Hyo Ki, dan jangan pernah mau berurusan dengan lelaki ini…” Hyo Ki menghapus airmatanya, merapikan rambut dan pakaiannya lalu melangkah ke luar toilet dengan pasti.

Corea International Music School bukanlah sebuah sekolah yang kecil.Sudah 2 jam berlalu dan Hyo Ki masih mencari Choi Siwon—sendiri—karena memang sekolah sudah sepi saat itu.

“Kau bodoh Hyo Ki” gerutunya tak henti-henti.

Matahari kini telah berada di ufuk timur, semburat oranye terlihat dari jendela-jendela bening tiap koridor yang dilewati Hyo Ki.

“Huuf~” langkah kakinya kini berhenti disebuah gazebo mini dilantai atas, dari sini pemandangan kota Seoul bisa terlihat jelas.Ada dua sosok yang terlihat dan salah satunya adalah orang yang dicari-carinya.

“Kita ulangi lagi, this is a book…” Siwon mengangkat sebuah buku ditanganya.

This is a book” seorang gadis kecil mengikuti perkataan Siwon sambil menunjuk buku yang ada ditangannya.

“Benar, pintar sekali” Siwon tertawa dan mengelus pelan rambut gadis kecil dihadapannya.

Ada desiran lain dihati Hyo ki saat melihatnya, desiran yang sama saat pertama kali ia melihat Taemin.

“Yuna-yah!” sebuah suara terdengar dari belakang punggung Hyo Ki, membuat Siwon dan gadis kecil itu menoleh kearah mereka.Keterkejutan terpeta jelas diwajah Siwon ketika melihat Hyo Ki yang berdiri beberapa meter darinya dengan keadaan—yang kurang baik.

“Eomma~!!” gadis kecil itu berlari kea rah wanita yang menunggunya dibelakang Hyo Ki.Siwon berdiri menghampiri Hyo Ki, “Kau—“

“Terima kasih sudah mau menjaga dan mengajari Yuna”

Siwon balas membungkukkan badannya kea rah wanita tadi, “Ne ajummmha, sudah kewajibanku untuk membagi ilmu dengan Yuna”

“Ayo Yuna beri salam perpisahan, kami pamit dulu, kasihan yeochinmu menunggu lama” kali ini mereka tersenyum kea rah Hyo Ki.

“Mwo ? Aku bu—“

“Ne, annyeong!” Siwon memotong kata-kata Hyo Ki dan melambaikan tangan kea rah Yuna dan Ibunya.

“Wow” gumam Siwon saat melihat penampilan Hyo Ki yang ‘sedikit’ acak-acakkan.

Hyo Ki menyerahkan bungkusan berisi jaket milik siwon, “Jaketmu, bungkusnya memang sedikit robek tapi aku berani jamin jaketmu masih utuh, Kamsahamnida!” ujar Hyo Ki kemudian berbalik pergi.

“Chakkaman!”

“Apa lagi ?!” Hyo Ki menepis sebelah tangannya yang dipegang oleh Siwon.

“Wo..wo..Calm down miss, kau mau pulang dengan keadaan seperti ini ?”

Hyo Ki mendengus kesal, “Iya!” jawabnya datar.

Siwon menarik tangan Hyo Ki lagi dan memaksanya untuk duduk dihadapannya. “Diam dan jangan banyak bicara, tunggu disini”

Hyo Ki terdiam dan menurut—tak mengerti kenapa ia mau saja menuruti perintah Siwon.Matanya kini beralih ke sebelah kirinya, Sunset.Matahari yang akan segera menghilang dibalik gedung-gedung pencakar langit yang ada di Seoul.Senyum kecil tersungging dibibirnya, “Aku suka sunset” gumamnya pelan.

“Ehm!”

“WAAAA~~!!!” Hyo Ki terlonjak kaget melihat Siwon sudah duduk manis dihadapannya dan memamerkan lesung pipinya. “Siwon sshi! Kau mengagetkanku!”

“Siwon-sshi ? Dari mana kau tau namaku ? Bahkan tahu kalau bersekolah disini ?”

“Id card”

Siwon mengangguk mengerti, tangannya sekarang sibuk membubuhkan cairan bening disebuah kapas.

“Mau apa ?” tanya Hyo Ki saat Siwon akan mengobati luka diwajah Hyo Ki.

“Mengobatimu” jawab Siwon polos.

“Tidak perlu!” Hyo Ki berdiri dari kursinya namun ditahan oleh Siwon, “Perlu agashi, kau begini pasti karena gadis-gadis itu kan ?”

Hyo Ki mengernyitkan dahi sembari kembali duduk dikursinya, “Bagaimana—“

“Aku tahu semua yang terjadi disini…” Siwon memandang Hyo Ki, menunggu sebuah sambungan darinya.

“Hyo Ki” ujarnya cepat. “Han Hyo Ki”

Siwon tersenyum, membuat Hyo Ki salah tingkah, “Nice name” .Kali ini Siwon mengobati luka yang ada dikening Hyo Ki.

Hyo Ki menatap Siwon, menjelajahi setiap lekuk wajah namja dihadapannya yang terkena terpaan sinar matahari oranye dengan seksama, ‘Sempurna’ batinnya.

‘Eh ?’ Hyo Ki tertegun, ‘Apa yang ku pikirkan tadi ?’ ia mengalihkan pandangannya ke arah sunset.

“YA!!” Hyo Ki refleks memukul tangan Siwon yang menyentuh wajahnya.

“YA! Sakit tahu ?!” Siwon meniup tangannya yang kini berubah warna menjadi merah.

“Salah sendiri!Untuk apa menyentuh wajahku hah ?!” Hyo Ki meraih tasnya lalu berlari keluar meninggalkan Siwon yang memanggil namanya.

“Dasar gila!” umpat Hyo Ki, nafasnya kini menjadi tidak beraturan bahkan detak  jantungnya juga.Hyo Ki berhenti di halte, halte yang sama saat pertama kali ia bertemu dengan Siwon dan adik sepupunya—entah Hyo Ki lupa siapa namanya.Matahari sudah tenggelam sedari tadi, berganti tugas dengan bulan dan partnernya bintang.

Hyo Ki mengadahkan kepalanya ke langit malam, “Aneh, kenapa tidak ada bintang ?” tanyanya.

“Itu karena sekarang sedang mendung”

Hyo Ki menoleh dan mendapati Siwon berdiri dan menyerahkan iPod yang ada ditangannya, “Milikmu”

“Terima kasih!” Hyo Ki merebut iPodnya dan menyematkan headset di telinganya, pertanda bahwa ia sedang tidak ingin diganggu.Sesekali ia melirik ke sampingnya, Siwon sedang asyik membaca buku dan sama sekali tidak terganggu dengan bisingnya suara kendaraan yang berlalu lalang dihadapan mereka.

Volume suara iPod yang disetel dengan suara full menyelamatkan Hyo Ki kali ini, ketika langit bergemuruh ia masih asyik memejamkan mata dan menikmati lantunan savage garden—I knew I loved you.Sampai akhirnya rintik-rintik air hujan mulai turun dan mulai menyadarkan Hyo Ki dengan cipratan-cipratan kecil kulitnya.Dengan cepat Hyo Ki berdiri, melepas headset dan menyambar tasnya, “Sial!” umpatnya.

Tangannya sibuk melindungi kepalanya sementara langkah kakinya berlomba dengan butiran-butiran air hujan yang semakin deras.Langkah Hyo Ki mulai melambat ketika melihat kerumunan orang, ‘dejavu’ batinnya.

Jerit dan tangisan mulai terdengar membuat Hyo Ki membeku, tubuhnya basah kuyup karena hujan, dingin dan gemetar.Nafasnya semakin tak beraturan ketika melihat kerumunan itu semakin ramai dan semakin nyaring jeritan terdengar.Peristiwa yang sama seperti 2 tahun silam, hujan dan kecelakaan—Taemin.Suara nyaris tak bisa keluar dari kerongkongannya, perih.

Rasa sesak mulai menghinggapi rongga dadanya ketika perlahan orang-orang mulai membubarkan diri, Hyo Ki ingin pergi dari situ tapi kakinya tak sanggup melangkah.Ia terlalu takut untuk melihat apa yang ada dihadapannya nanti, terlalu takut jika masa lalu mulai menyeruak ke dalam fikirannya setelah sekian lama ia kubur dalam-dalam.

Tepat saat kerumunan orang-orang itu pergi, Hyo Ki merasakan tubuhnya ditarik seseorang, “Jangan menoleh” ucap suara berat itu.Hyo Ki mengangguk lemah, membiarkan dirinya direngkuh oleh Siwon.

Sirine ambulans terdengar memekakkan telinga, Siwon memapah Hyo Ki menjauh dari tempat kejadian, kembali menuju halte.Beruntung ia datang disaat yang tepat, menyelamatkan Hyo Ki dari pemandangan tragis dan memilukan.

“Ak..ku…ben…ci…hu..hu..jan!” isaknya, Siwon mengeratkan dekapannya, keputusannya untuk mengikuti Hyo Ki adalah tepat.Dari pertama kali bertemu, Siwon merasa gadis dihadapannya ini terlalu rapuh, meskipun selalu berusaha untuk terlihat tegar.Ada rasa yang mendesak dihatinya untuk melindungi Hyo Ki, terlebih lagi disaat hujan turun.

Siwon tak tahu apa yang membuat Hyo Ki membenci hujan, namun dari kejadian yang terjadi sekarang, ia bisa menebak bahwa apa yang dialami Hyo Ki meninggalkan bekas luka yang sangat dalam.

pic cre : dhitew’s album & @siwon407

11 pemikiran pada “When The Rain Falls : Hyo Ki’s Rain

  1. Ping balik: Fanfics List :) « More than words

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s