A Bitter Memory[oneshoot]

Standar

ANYYEONGG~~~~heheheheh,

it’s me panda back from ma long hybernation wif new ff one shoot

just enjoy this guys, hope you like it CHU~~~~ :*

don’t forget to comment..hihihihhihih



Still be here waiting for you

Still be here until my tears dry up

Stiil be here until you come

Tiupan angin pagi hari itu makin meyakinkan ku untuk pergi dari dunia ini untuk selamanya, selamat tinggal dunia, selamat tinggal semuanya, saat itu seandainnya aku bisa mengucapkan kata-kata itu akankah semuanya berubah?? Begitu sombong untuk menunggu datangnya kebahagian. Aku sudah menyerah untuk mendapatkannya, huh menyerah?? Berusaha saja tidak ku lakukan, jadi..kenapa harus begitu sedih ??

Siap?? Ya aku sudah siap meninggalkan dunia ini, aku sudah tidak punya urusan dengan dunia ini, tidak akan ada lagi yg membutuhkan ku atau pun menginginkanku, deburan ombak yg terus berhantaman dengan tebing curam ini akan membawaku ke dunia baru tanpa ada yg akan mengenalku di sana, menjadi orang yg baru lagi, bukankah itu indah??

Perlahan ku pejamkan mataku dan bersiap menjatuhkan diriku, tubuhku terhempaskan di laut yg dingin, semuanya terasa dingin dan mencekam pada awalnya,, tapi makin dalam aku terseret ke dalam gulungan ombak itu semua terasa lebih hangat, apa aku sudah ada di dunia yg baru sekarang??

*****

(2 weeks latter)

Ku buka mataku perlahan, pandanganku masih terlalu kabur untuk melihat dengan jelas apa yg ada di depan mataku sekarang ini, ku kerjap-kerjapkan mataku hingga pandanganku menjadi jelas pada satu objek di hadapanku, bau aroma lautan yang luas tercium begitu jelas olehku begitu juga dengan cahaya matahari yang begitu menyilaukan memancarkan seluruh sinarnya di pagi hari yang damai ini

“sica!! Sica!!” teriak seseorang dari belakangku, tidak ku hiraukan sedikitpun aku masih tetap focus menatap lurus ke depan. “YAAH!! YONG SICA BABO~~~~!!” teriaknya tepat di depan kupingku, “haishh, yaak sakit tauk” balasku teriak sambil mengusap-usap kedua telingaku, “biarin, biar lubang kupingmu jadi lebih besar, dan jadi bisa denger kalau di panggil!” jawabnya ketus sambil membuang mukanya “haahh..ara ara mianhae” jawabku, tidak ada respon darinya raut wajahnya masih terlihat kesal padaku

“mianhae mianhae mianhae” ucapku lagi kali ini sambil mengguncang-guncang tubuhnya tapi percuma dia sama kali tidak merespon ucapan minta maafku padanya, “waegurae??” Tanya seseorang dari belakang kami yang ternyata adalah doo joon hyung, aku menghampirinya dan meminta bantuannya “hyung, jebal bantu aku..dia tidak mau memaafkan ku hyung” kataku padanya

Doo joon hyung menatap gadis di depannya dan bertanya apa yg terjadi “waegurae ji yoon ah??” tanyanya “bilang padanya untuk menjawab jika di panggil” serunya, doo joon hyung balik menatapku “dia bilang agar kau menjawab jika dia panggil”, aku balik menjawab “bilang padanya aku menyesal dan minta maaf” seruku “dia bilang dia menyesal dan minta maaf ji yoon ah” lanjut doo joon  “bilang padanya aku tidak terima maafnya yg tidak tulus itu” seru ji yoon lagi, doo joon berbalik ke arahku “dia bilang maafmu tidak tulus” sambung doo joon, “katakan padanya bahwa permintaan maafku itu tulus se tulus tulusnya” balasku tak mau kalah, “sica bilang permintaan maafnya adalah yg paling tulus ji yoon ah” lanjut doo joon “bilang padanya aku ….”…

“yaa yaa geumanhae, memangnya aku disini Cuma buat jadi penerus kalimat kalian apa” putus doo joon “sudahlah ji yoon ah, maafkan lah dia sebagai yang lebih tua dewasa lah sedikit” sambung doo joon “tidak akan!” jelas ji yoon dengan nada yang ketus, doo joon menggeleng-gelengkan kepalanya menyerah. Baiklah jeon ji yoon jika kau tidak mau memaafkan ku sekarang, akan ku buat kau menyesal sudah meremehkan yong sica

Ku ambil jarak sedikit jauh dari mereka berdua, sedangkan doo joon dan ji yoon memandangku bingung, ku tarik nafas dan ku persiapkan diriku “doo joon hyung!!” kataku sedikit berteriak karna gemuruh ombak yang lumayan besar menutup suaraku, “nde wae??” jawabnya, ku tatap ji yoon sebentar dengan tatapan sedikit mengejek “ne hyung, sebenarnya ji yoon noona sudah lama me….heemmmphh” kalimatku jadi tidak jelas karna ji yoon noona dengan cepat menutup mulutku dengan ke dua tangannya

Ji yoon noona menatapku dengan tatapan mengancam “kalau kau berani membocorkannya awas saja kau” ancamnya padaku dengan sedikit berbisik, sedangkan doo joon hyung bingung melihat tingkah kami, ji yoon noona hanya cengar cengir di hadapannya masih dengan posisi menutup mulutku “aa..oppa kami sudah baikan kok kau sudah boleh pulang, benarkan sica ya??” ucapnya dengan nada yang sedikit mengancam padaku, aku hanya bisa menganguk-agukan kepalaku. “araseo, kalau begitu aku tinggal yaa anyyeong” seru doo joon sambil berlalu meninggalkan kami.

Ji yoon noona melepaskan tangannya dari mulutku dan berbalik menatapku dengan sengitnya “jadi..kau berniat membocorkannya haah??” Tanya ji yoon noona padaku “aa hahhaha” tawaku ragu “habisnya noona gak mau maafin aku sih” sambungku, “ara ara aku maafkan” ucapnya “jeongmal??” tanyaku dengan wajah yang berseri-seri “nde, tapi..ada syaratnya” lanjutnya “haisshh ini lah yang kubenci darimu terlalu banyak syarat” kataku “ya sudah kalau gak mau, gak masalah kok” katanya lagi sambil bersiap meninggalkan ku pergi

“ahh ani noona” tahanku “baiklah marebhwa” lanjutku

“okk pertama berhenti memanggilku ‘noona’!!” ucapnya, “wae bukan kah kau lebih tua dari ku” tanyaku , “haisshh babo saram, jangan lupakan jati dirimu yang asli” ucapnya lagi.

“dan yang kedua kau harus minta maaf di depanku sambil berlutut, arraci!!” jelasnya

“tapi kan noona” kalimatku terhenti melihat tatapan ji yoon yg tajam ke arahku “ahh ani tapi kan eonni di sini kan basah, baju ku bisa kotor nanti” lanjutku

“I don’t care e e e e e…” katanya lagi sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya, baiklah kau menang hari ini jeon ji yoon awas kau nanti, aku pun mulai mengambil posisi di pinggir pantai dan bersiap untuk meminta maaf padannya “huuufft jeongsomnida” kataku sambil berlutut di hadapannya

“ahh ani, bukan seperti itu sayang, berlututlah seperti kau sedang meminta maaf di depan ratu korea, mana sopan santunmu ckckckck” katanya dengan nada yg di buat-buat, dan aku hanya bisa mengumpat dalam hati

Akhirnya ku ulang lagi dengan berlutut seperti yg dia mau ku tundukan kepalaku di hadapannya “jeongsomnida jeon ji yoon…” ….hening…yang terdengar hanya deburan ombak dan suara siulan burung-burung yang terbang kesana kemari mengelilingi pesisir pantai ini, aku masih tidak melanjutkan kalimatku, “yaa kau kenapa??” Tanya ji yoon yang sedikit takut, kuangkat kepalu perlahan dan menatapnya dengan tatapan yang serius pada awalnya “ ne jeongsomnida jeon ji yeon..noo~~na~~” jawabku dengan wajah mengejek dan berlari meninggalkannya di pantai, “yaa!! Chakkaman, jangan lari kau dasar bocah nakal” teriaknya padaku.

************

“hyung, kau yakin tidak akan memberitahukan kejadian yang sebenarnya pada dia??” pertanyaan yo seob langsung membuat jun hyung menghentikan aktifitasnya, “aku rasa dia tidak ingin tahu hal yang sebenarnya tentang dia” jelasnya pada yeo seob, “tapi kan tetep saja dia harus tahu” sambung yo seob lagi dan hanya di balas dengan senyum tipis di wajah jun hyung.

“aku pulang!!” teriak seseorang dari arah depan pintu, jun hyung menegok kea rah pintu dan mendapati adiknya yang baru saja pulang dengan baju yang kotor di bagian lutut dan siku tangannya “yaa kau habis berkelahi ya?? Ada apa dengan bajumu?? Siapa yang memukulmu?? Kau tidak terluka kan??” Tanya jun hyung bertubi-tubi sambil memeriksa keadaan adiknya itu.

Sica melepaskan tangan jun hyung yang sedari tadi mencari-cari (kesempatan😛 *ditendang nindi*) jika ada yg terluka “nan gwaenchana hyung” jelas sica singkat sambil beranjak mendekati kamarnya sedangkan jun hyung masih terdiam di tempatnya dengan wajah yg bingung, sementara itu yo seob yang merasa jun hyung terlalu lama diluar menyusulnya “hyung, siapa sih??” tanyanya, mata yo seob langsung teralihkan pada gadis di depannya yang terlihat lusuh sekali “yaa yaa sica lihat dirimu kenapa kau begitu kotor seperti itu??” tanyanya bingung “gwaenchana, tadi habis main kejar-kejaran di pantai bareng ji yoon noona” jelas sica dan segera masuk kedalam kamarnya.

Hening tidak ada suara sedikitpun dari kedua namja itu, sudah umur segitu masih main kejar-kejaran??yang benar saja, batin mereka.

Tak lama kemudian pintu kamar sica terbuka dan sica terlihat terkejut dengan pemandangan di depan kamarnya itu, dua orang namja yang tadi masih berdiri di tempat yang sama dengan yang tadi “kalian ini kenapa??” tanyanya bingung, yo seob mengeleng-gelengkan kepalanya “tidak apa-apa ya kan hyung??” seru yo seob “n..nde” jawab jun hyung

“haishh, sudahlah ayo kita makan aku udah lapar banget” ucap sica sambil mengusap-usap perutnya “kau masak apa hari ini hyung??” Tanya sica pada jun hyung

“ahh hari ini aku masak…….”kalimat jun hyung terhenti sejenak dan menatap sica kembali “yaa berhentilah memanggilku hyung, kau itu anak perempuan..araseo!!” jelas jun hyung

Sica mengkrucutkan bibirnya “ara ara..jadi oppadeul ayo kita makan aku sudah lapar” katanya sambil menarik tangan jun hyung dan yo seob ke dapur.

******

@Seoul

Tidak, sampai sekarang pun aku masih tidak bisa terima kepergiannya, dewi ku yang pergi meninggalkanku tanpa mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu, ku tatap batu nisan di hadapanku yang terukir indah namanya di sana, tuhan kenapa kau begitu tega menjemput nya sekarang, di saat aku membutuhkannya sekarang, tanpa sadar air mataku sudah mengalir dengan derasnya di wajahku “dong woon ah” seru seseorang yang ternyata sahabatku, cepat-cepat ku hapus air mataku ku arahkan pandanganku atas sambil tersenyum “dia..dia sekarang ada di sana kan?? Pasti sekarang dia sedang melihatku” ucapku sambil tetap memandang ke arah langit,

aku tersenyum ya tersenyum tapi hatiku terasa perih sangat perih jika mengingat kembali semuanya, andai aku bisa mengulang waktu andaikan itu bisa tapi itu tidak mungkin akan terjadi kan..?? penyesalan selalu datang terakhir. Tuhan jika tidak kau izinkan aku mencintainnya lagi buatlah aku melupakannya, tapi jika masih kau izinkan aku mencintainnya biarkan aku terus mencintainnya seterusnya sampai suatu hari nanti jika aku bertemu dengannya lagi di kehidupan selanjutnya aku bisa dengan bangga mengatakan ‘saranghae kim jae hyun’.

*******

Kenapa terasa begitu sakit di hatiku?? Ada apa ini?? Rasanya begitu menusuk ke dalam dan terus menembus hatiku yang terdalam… “yak sica” ji yoon menepuk bahuku keras hingga aku tersadar dari lamunanku “neo..gwaenchanayo??” tanyanya khawatir, hanya ku jawab senyum tipis di wajahku “baiklah kalau begitu ayo ikut aku” katanya lagi sambil merangkul tanganku “ya ya kita mau kemana?” tanyaku yang sama sekali tidak tahu dengan tujuannya “kita akan ke seoul” jelasnya sambil tersenyum bahagia “buat apa??” tanyaku bingung “aku mau belanja di sana, jadi kau temani aku ya” katanya dan langsung menarik ku pergi, seoul entah kenapa perasaanku tidak enak dengan semua ini

@seoul

Sudah sampai, ku pandangisekelilingkujadi ini seoul baiklah ini kota yang indah ku akui itu, padahal ini pertama kalinya aku kemari tapi entah mengapa aku begitu familiar dengan kota ini, “sica..!!ayo kemari” panggil ji yoon padaku, dengan segera aku menyusulnya tapi secara tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan memelukku dengan eratnya “yaa lepaskan aku” teriakku padanya, tapi percuma..dia terlalu kuat tenagaku tidak cukup melawannya

Ji yoon menghampiriku dengan cepat “sica..i.ige nugu..??” tannyanya bingung “mollayo, eonni jebal bantu aku tarik namja gila ini” pintaku padanya, ji yoon mengangukan kepalanya mengerti dia mencoba melepaskan namja itu tapi hasilnya nihil namja ini terlalu kuat “yaa lepaskan aku atau akan ku pu” kataku terhenti mendengar kata-katanya “jebal..jangan pergi lagi dariku, jebal” bisiknya di telingaku kenapa, kenapa suara ini begitu ku kenal siapa siapa dia??

“dong woon ah” teriak seseorang dari belakangku, “dong woon ah ayo qt pulang” bujuknya “shireo hyung, dia kembali hyung” ucap namja itu masih dengan erat memelukku, laki laki itu berusaha melepaskannya dari ku dan berhasil “hyung lepaskan aku itu dia hyung coba kau lihat” ucapnya

Laki laki itu tidak percaya pada awalnya sampai dia melihat langsung wajahku, ekspresi kaget terlihat jelas di wajahnya, “jae hyun ah” ucapnya pelan. “yaa siapa kalian haah? Jae hyun?? Siapa itu jae hyunn, namanya sica yong sica kalian mengerti” jelas ji yoon, tapi kedua namja itu masih terdiam menatapku dan semuanya terasa sangat aneh udara di sekelilingku mulai terasa sesak , laki-laki bernama dong woon itu mendekatiku dan memegang bahuku “jae hyun ah, ini aku dong woon, son dong woon” katanya

kepalaku terasa sakit, begitu sakit menusuk hingga ke dalam otakku, terus ku pegangi kepalaku sampai akhirnya ji yoon panik dan menghampiriku “ya sica ya gwaenchanayo?” tanyanya yang terlihat sangat panik dengan keadaanku sekarang, tergambar di otakku berbagai macam kejadian yang tidak terlihat terlalu jelas hanya terlihat sekilas, dong woon, jae hyun siapa mereka?? Lalu aku ini siapa??beribu pertanyaan menusuk otaku  dan seketika itu semuanya menjadi gelap.

*******************************

My heart filled with gashes, the deep wounds make me want to hate you

Burning photographs, erasing from my heart, forget all the memories

Put it all to the side, wishing, hoping to not walk there

Folding my small two hands to pray

Again and again

Crying, not being able to me

 

Seoul semua berawal dari sini dan di seoul juga semuanya berakhir, kim jae hyun dia adalah aku dan yong sica hanyalah sebuah buatan, son dong woon kaulah yang telah membuat kim jae hyun menghilang jadi terimalah takdir yang ada di depanmu sekarang. Jalgayo nae sarang, just continue your live without any regrets, and let go off our past. Naega saranghaeyo son dong woon.

End.

so so..otte..?? mian kalo jelek udah lama gak buat ff jadi rada bingung nah..

ok ok nindi..jangan bunuh saya atas kegantungan hubunganmu dengan dong woon di sini.

mian mian *bow bow*

10 pemikiran pada “A Bitter Memory[oneshoot]

  1. baguuuuussss, apa lagi pas digrepek junhyung ama dipeluk dongwoon lol *gak brenti ngakak*
    aih~ aku merasa dongwoon kayak sakit jiwa ya, chiq??? lol ga papa, aslix juga dy memang sarap
    nice one, ak malah suka yg begini nih chiq, yg geje endingx lol
    arigatou, nae sarang ,chiqi *ditimpuk nanda* (?)

    • huhuhu…bgus bgus..klo dirimu suka
      fufufu ku pikir dirimu tak suka dgn ending yg gtantung, soalnya tiap ff oneshootku pasti gantung akhirnya…hahhahaha

    • aku tuh bingung bacanya -___-a namanya nindi disini siapa ?

      tapi suer dehh saia kaget buka rumah panda pto abang2 ganteng pada dipajang😄
      PRESH DEH MATA SAIA WKWKWK

      nindi, jangan rebut bantalku *dorong*😄

      • ya itu nan.. nmanya nindi aslinya kim jaehyun, tapi kan dia amnesia tuh..yaa jadinya nmanya di ganti jadi yong sica..

        iyaa kan..foto dongwoon paling atas memnag paling clining…hihihih

  2. unie unie sedikit bingung ma ff’a . ??
    #plak . .
    oh Y sebener’a Jae hyun’a tu udh mnggl pa blm ??
    trus sica tu bnrn ada hub ma dongwoon ga??

    nice ff unnie
    akhir main k’rumah panda lagi🙂

  3. hesty : iya itu nindi.. *nunjuk2 ke atas* oh no no no bkn si onta tp si nindinya yg amnesia..

    shinhyurin : ni ayu yaa?? aduh koq jd aq yg amnesia yaa kan..

    gni loh critanya itu si jae hyun itu slh paham ma dong woon bnh diri lah dy trus dpungut sma jung hyun dan amnesia, djadin adeklah sm joker nmanya yong sica..nah dkira dong woon si jae hyun nya mati..pdhal dy larut d pulau lain en lupa ingatan..🙂 mian ya membingungkan😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s