Unpredictable [oneshoot]

Standar

Title: Unpredictable

Author: Ridandelions

Casts:  Shin Hyo Yoo, Kim Heechul, Jung Yunho, others

Genre: Romance

Rating: PG-13

Length: Oneshoot

Disclaimer: I just own the plot. The characters and others belong to themselves.

*a/n: really, this is fail ==v comments are really really loved❤

 

 

As if i could meet you again tomorrow,

like anytime, i hope you could look back

before all the things i’ve seen with you become memories

***

 

“Bagaimana kalau kita berhenti. Setidaknya sebentar saja–?” ucap hyo yoo.

Heechul berkali-kali menatapnya, sebentar saja. Dia sudah menduga gadis di depannya ini akan mengatakannya. Tapi terus berusaha menyangkalnya. Hatinya tiba-tiba mendung. Sedang di depannya, gadis itu tiba-tiba tak dapat berkutik, kaku.

“kenapa?” Heechul berusaha tenang sekaligus berpura-pura tak tahu apa jawaban yang akan ia dengar. Berharap jawaban itu meleset dari yang ia pikirkan.

Hyo Yoo tak ingin melihat Heechul diam mematung di depannya. Ia ingin melihatnya seperti biasa, mengungkapkan amarahnya saat ia ingin marah. Pilihan sikap Heechul ini justru membuatnya takut. Hatinya kian kalut. Apakah ia telah melakukan kesalahan yang tak termaafkan?

“tapi sebentar lagi kita—“

“aku ingat oppa, aku ingat. Sebentar lagipernikahan kita.”

 

If I was given one more chance

I would tell you once again that I love you

But the words that contain my overflowing feelings,

Can’t reach you anymore…

***

Heechul menghentikan mobilnya tepat di depan spanduk bertuliskan “Reuni SMA Myongji”. Mengalihkan pandangnya dengan segera pada sosok gadis di sebelahnya yang sibuk memandang keluar kaca mobil.

“Sudah tidak sabar?”

Hyo Yoo memalingkan wajah dan mendapati wajah kekasihnya sudah berada tepat di depan wajahnya.

“HEECHUL!” Hyo Yoo memukulnya. Spontan.

“AHAHAHA~ hey, sudah sudah. Pergilah, teman-temanmu menunggumu.” Ucap Heechul seraya mengelus kepala gadisnya itu.

Sementara di sisi lain, Hyo Yoo sedang bergelut dengan perasaannya. Ntah kenapa sejak dia menerima undangan reuni, perasaannya tak tenang. Ditambah tiba-tiba Heechul memutuskan untuk tak menyertainya ke acara itu. Sikap prianya itu terasa sedikit berbeda sejak saat itu.

Hyo Yoo keluar dari mobil sesaat setelah Heechul mencium keningnya, lama. Kemudian ia berbalik menghadap ke arah Heechul.

“Kim Heechul, you’re mine! Seeya~”

Heechul tersenyum. Hyo Yoo selalu mengucapkan hal itu setiap mereka akan berpisah.

‘I’am always yours, hyo. But, are you— mine?’ Heechul tertawa. Lebih terlihat seperti menertawakan dirinya sendiri.

Sesaat setelah Hyo Yoo menghilang dari pandangannya, Heechul membuka lipatan kertas yang ia sembunyikan dari gadis itu. Kertas yang sudah terlihat kumal, karena entah ini sudah yang keberapa kalinya ia buka. Mungkin ia berharap, isi kertas itu akan berubah. ‘Daftar Undangan Reuni SMA Myongji’. Ada satu nama yang menjadi perhatiannya, yang membuatnya dilipiti resah.  Jung Yun Ho.

 

I did my best

But I guess my best wasn’t good enough for you

 

***

 

Hyo Yoo tiba-tiba merasa terperangkap dalam keheningan hampa panjangnya. Jauh ke dasar kenangan yang sudah lama ia kubur. Bahkan kemeriahan pesta reuni yang baru sesaat tadi ia rasakan terasa lenyap sudah. Membiarkan ujung penglihatannya tetap terpaku pada sosok tampan yang tidak jauh berada di depannya. Meremas sesuatu yang kini berada di genggamannya, menahan isak lirih. Tangannya semakin terkepal kuat saat menyadari apa yang ia genggam, undangan pernikahannya dengan Kim Heechul yang seharusnya telah ia bagikan ke teman-temannya. Ia terus berharap apa yang ada di hadapannya hanya ilusi. Hingga ia merasakan nada lembut itu berderai perlahan mengusik pendengarannya.

“Hyo Yoo…”

“Yun..Yunho..” ntah kekuatan darimana yang mampu membuatnya membalas sapaan itu kembali setelah perjuangan panjangnya melupakan nama itu.

 

Since the day you left without a word of goodbye

I feel that the scenery around me has changed

The promise I made that I would become your everything

And the incomplete memories have also changed

 

“Dansa…?”

Hyo Yoo menganggukkan kepalanya perlahan. Ada rasa yakin dan tidak. Tapi belum sempat ia berpikir lebih jauh, kini ia sadar sudah berada di lantai dansa bersama…yunho.

“Kenapa diam hyo? Tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku?”

Hyo Yoo tak bergeming, ia tetap diam dan terus memandangi pria di depannya, takjub. Berubah? Tentu iya. Sikap yunho padanya sudah menjadi cermin bahwa ia bukan Yunho yang dulu. Bukan Yunho 5 tahun yang lalu, saat mereka masih putih abu-abu. Bukan Yunho yang dingin, dan semakin terlihat dingin sejak ia tahu perasaan Hyo Yoo terhadapnya.

 

Something to tell him?

I have loads of stuff I wanna tell him.

About how my life become colourless without him.

About how I desperately need to breath in the same air he breathes.

About how cold the nights are.

About how I cry myself to sleep every single night, missing him.

 

Tapi tunggu, itu dulu sebelum bertemu Heechul. Heechul yang selalu memarahinya setiap ia menangis –karna yunho, tapi juga seseorang yang tak pernah lelah untuk terus menemani dan menghapus setiap tetes air matanya. Seseorang yang tanpa ia sadari telah menjadi bagian hidupnya.

Pikiran-pikirannya tentang Heechul itu membuat Hyo Yoo berniat merenggangkan rangkulan pria di hadapannya. Merasa bersalah. Tapi belum sempat ia bergerak, Yunho malah semakin menariknya jauh kedalam pelukan. Membuat penciumannya merasakan aroma tubuh Yunho, sesuatu yang dari dulu selalu ingin ia lakukan. Menarik Hyo Yoo jauh masuk kedalam kenangannya, menghidupkan kembali kenangan-kenangan yang telah susah payah Heechul kubur.

“Apa artiku buatmu masi sama hyo, hm?” “Aku harap… iya.”

***

 

Hyo Yoo mengakui, pertemuan sejenak tadi, telah menghasilkan gelisah. Mengendapkan resah.  Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dan banyak jawaban yang belum terucap. Tapi ada satu pertanyaan yang membuatnya tak bisa tenang, apa yang harus ia pilih, mengorbankan perasaannya kah atau orang yang selalu berkorban untuknya, —Heechul?

            Menghabiskan waktu bergumul dengan pikiran-pikiran yang rasanya tak pernah ada ujungnya, pada akhirnya hanya menghasilkan sebuah kesimpulan yang ia pun tak tahu itu cukup adil atau tidak. ‘Berhenti’ sejenak dengan Heechul.

***

 

Rintikan hujan yang terus mengenai tubuhnya tak membuat Heechul beranjak dari tempatnya berpijak. Menikmatinya? Atau sebenarnya mencoba terlihat menikmatinya. Tak mengindahkan kehadiran seseorang yang sedari tadi memperhatikannya.

“Menyesal hyung, melepasnya?”

“Haruskah kujawab? Tapi mungkin melepaskannya bukan pilihan yang buruk. Setidaknya aku membantunya memilih kan?” ada bias kalut di sepasang mata itu, dan diiringi tawa pasif setelahnya. —Mungkin.

 

No matter where you are

No matter who you are being with

No matter what kind of dream you are dreaming of

I will be here, forever…

 

­-end-

9 pemikiran pada “Unpredictable [oneshoot]

  1. nyaggaaahhaa…
    ridaaa saya silent reader kan?😄

    jadi icul batal tuh nikah ma hyo?
    kaciannya cull *eluselus*

    uno~~ parfummu mengalihkan ingatanku lol

    kalo bca hyo yo, lidahku pasti tekeliwai bacanya jd hyo yeon😦 *bakar*

  2. awwww, kasian banget ichul *cup cup oppa* it’s not like the real u..hahaha
    aku penasaran kenapa dulu yunho kyk gt, tp dr yg bisa kubaca jgn2 dulu dy ga yakin sama perasaannya ya?makanya akhirnya malah nyakitin hyoyoo dan hyo jd lari ke ichul…aihhhh…tp kasian ichulnya,brasa jd pelarian gt..kasiannnn…

    Eh ada ff yg lain ga dongsaengie??hehehe..

    • kyaaaa~ makasi suda komen unn :*
      he’em, perkiraannya unnie tepat sekali🙂

      iyaa unn, kasihan ya heechul~ :s
      *ngemutlollipop* *senderankeheechul*😄

      ndada unn, ak baru buat ini yg selese🙂
      ini juga buat kompetisi kmaren tuu~
      nanti yaa~ *brb, cari inspirasi* hhi😀

  3. Ping balik: Unpredictable [oneshoot] (via Panda House FanFiction) « More than words

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s