Our Love (I Love You) – First

Standar

Tittle : Our Love (I Love You)

Author : ChiQ

Lyrics : SNSD Taeyeon – I Love You

Did it pass by…Our love

Is it just a heart-breaking memory..

It’s turning around…Your heart…Can’t I catch it with my tears…

 

Krinng!! Kring!!

Ji eun masih terdiam menatap layar ponselnya ‘hyuk jae calling’ dia menatapnya dengan tatapan kosong, tidak ada sedikitpun niat untuk mengangkatnya, hingga sambungan itu terputus.

ia mendesah pelan, berharap hari ini segera berakhir. “hentikan ini hyuk jae-ya, biarkan aku sendiri”

tanpa sepengetahuannya seseorang sedang menatapnya dari balik pintu kamarnya, pria itu mendekat secara perlahan dan mendekapnya hangat dari belakang “ada apa?” ucapnya pelan di telinga gadis yang ia sayangi itu.

Jieun menggelengkan kepalanya “aniya, gwaencana” jieun membalik tubuhnya dan memeluk pria itu balik. “opaa kau..apa kau serius dengan semua ini?” tanyanya tanpa menatap mata yoseop. Yoseop menghela nafas panjang “tidak, aku hanya main-main saja” jawabnya

Dengan cepat jieun mengangkat kepalanya menatap dalam kearah yoseop “yaa yang yoseop…??” tatapan penuh Tanya dan khawatir terukir jelas di matanya.

Yoseop tertawa singkat dan segera mendekatkan wajahnya kearah jieun “aku bercanda sayang” ucapnya pelan, pancaran matanya yang begitu hangat meyakinkan jieun.

Yoseop mempererat pelukannya di gadisnya itu, seakan tidak ingin kehilangnnya “jieun-ah, kau tidak akan meninggalkanku kan?”

jieun menggelengkan kepalanya “tidak, aku tidak akan” jawabnya pasti

mereka saling mempererat pelukan  sampai suara ketukan di pintu terdengar,

tok!tok! “ehhemm maaf tapi, eonni ada telpon” jelas nira adik jieun, jieun melangkahkan kakinya keluar menjauhi yoseop, “aku kebawah dulu” ucapnya yang diyakan oleh yoseop.

Jieun pergi meninggalkan kamarnya di ikuti oleh nira, “siapa yang menelpon?” Tanya jieun

Nira menggelengkan kepalanya “mollayo eonni, tapi dia bilang ini penting”.

*******

Jieun menganggkat gangang telponnya cepat “yoboseyo?—-“ hening sesaat tidak ada suarapun dari telpon itu, “yoboseyo?” ulang jieun, samar-samar terdengar suara tangisan dari telpon itu, “yoboseyo? Nu- nugusaeyo?” Tanya jieun lagi, suara tangisan itu semakin jelas, suara tangis seorang wanita, jieun merasa sedikit ngeri, ia berniat menutup telponya tapi suara isak tangis itu berubah menjadi sebuah panggilan “ jieun-ah” ucap wanita itu lirih.

Jieun mengurungkan niatnya untuk menutup telponnya, ia kembali mendekatkan gagang telpon itu kedepan telinganya ..suara yang seperti bisikan itu terdengar dan kembali memanggil namanya

“jieun-ah~”

“nu..nugusaeyo?” tanyaynya lagi dengan terbata-bata

“ini aku sora, lee sora ”

Jieun menghela nafas lega, setelah ia tahu siapa penelpon yang dari tadi menakutinya

“eonni, kau ,membuatku takut saja, ada apa? Kenapa kau menangis? Apa namjachingumu memperlakuakan mu dengan kasar lagi? Haaahh~~ awas saja kalau iya, akan ku….”

“jieun-ah!” kalimat sora menahan kalimat jieun, “ini bukan tentang nya, ini..ini..” kalimat sora tercekat, isak tangis mulai terdengar lagi.

sora menarik nafas panjang sebelum iya mengatakan sebuah kebenaran yang menyakitkan itu “jieun-ah, apa hyuk jae ada menelponmu sebelumnya?” pertanyaan dari sora sontak membuat jieun kaget, tidak terpikirkan oleh jieun, sora  akan bertanya seperti itu.

“aa..aa eonni” jieun tidak sanggup untuk melanjutakan kata-katanya, “jieun-ah dengarkan aku, aku tidak akan mengulangnya” kalimat sora entah kenapa terasa menyakiti hatinya.

“eonni, apa maksudmu?”

“jieun-ah…” kalimat sora terputus, dan itu membuat nafas jieun tercekat, “hyuk jae, dia ….”

******

My love I love you, I love you..Are you listening…

My love…Don’t forget…Don’t erase…Our love..

3 years ago

“jieun ah, kkaja lihat ini hebat bukan” hyuk jae menarik jieun ke pingir sebuah danau yang indah, jieun tersenyum bahagia “oppa hebat! Bagaimana kau menemukan tempat seperti ini?” ucap jieun sambil berkeliling di tepi danau

Hyuk jae menarik pelan tangan jieun mendekatinya, “jieun ah haengbokhageyo?” tanyanya yang di jawab dengan anggukan oleh jieun,hyuk jae menghela nafas panjang “seandainya kita dapat terus bersama pasti menyenangkan bukan?”

Jieun berbalik menataphyuk jae bingung “seandainya?” tanyanya,hyuk jae menatap lurus kedepan, seolah tidak ingin melewatkan sedikitpun keindahan danau itu dan tidak membalas pertanyaan jieun.

Jieun mendekati hyuk jae dan menggengam lembut tangannya “hyuk jae ya, kau tidak —-“ perkataan ji eun menggantung, ia harap apa yang di pikirkannya tidak benar,

Hyuk jae menatap lembut kearahnya dan menggengam kedua tangan jieun erat “chagiya aku…” hyuk jae menghentikan perkataannya yang membuat jieun ketakutan.

Hyuk jae menarik jieun kedalam pelukannya dan memeluknya erat “haah..kenapa wajahmu seperti itu? Membuat ku takut melihatnya” ia merenggangkan pelukannya dan kembali menatap jieun, “tersenyumlah jadi aku bisa mengatakannya” ucap hyuk jae.

Jieun menjauhkan tangan hyuk jae dari pundaknya “bagaimana bisa aku tersenyum, jika namjachingu akan mengatakan bahwa kami akan—–“

Hyuk jae membalik tubuh jieun membelakanginya dan mengalungkan sesuatu di lehernya, sebuah kalung berwarna perak yang bermatakan sebuah bandul kecil berbentuk hati, jieun menatap kearah kalung itu bingung “ige mwoya?” tanyanya

Hyuk jae tidak memberikan jawaban melainkan hanya memeluknya erat dari belakang seakan tidak ingin kehilangannya, “hyuk jae-ya, apa ini hadiah perpisahan darimu?” ucap jieun pelan, suaranya terasa berat dan kepalanya tertunduk.

Tidak ada percakapan diantara mereka, terdiam satu sama lain, jieun yang tertenduk lesu dan hyuk jae yang masih memeluk jieun erat.

Tak lama hyuk jae melepaskan pelukannya dan berjalan kebelakang meninggalkan jieun, perlahan air mata jieun jatuh dan membasahi pipinya,hyuk jae menghentikan langkahnya tidak jauh dari jieun, ia mengambil ponselnya yang tersimpan di saku mantelnya, hyuk jae menekan angka 1 lama dan tidak lama kemudian ponsel jieun berdering.

Jieun terkaget dengan panggilan yang terpampang di ponselnya ‘myolchi’s calling’, jieun mengangkat telponnya tanpa suara, tapi isakan tangisnya dapat terdengar..

——————————————————————————————————————————————

“I LOVE YOU, I WANT YOU, I NEED YOU..HAPPY 10TH ANNIVERSARY CHAGIYA”

——————————————————————————————————————————————

Jieun membuka matanya perlahan, matanya merah dan sembab, suhu tubuhnya juga tidak beraturan, sudah berjam-jam ia mengurung diri di kamarnya, kembali mengingat kenagan yang sedari dulu ingin dikuburnya.

Tok tok

“jieun-ah, kau masih tidur?”

Tidak ada jawaban jieun malah semakin membenamkan kepalanya di dalam selimut, tidak ingin diganggu. Ketukan di pintu kamarnya pun berhenti , saat ini dia hanya ingin sendiri dan kembali tenggelam dalam masa lalunya.

10 tahun yang ia jalani bersama hyuk jae bukan hanya sekedar permainan anak muda, mereka sungguh saling menyayangi tapi  takdir tidak menginginkan mereka bersama.

Tepat di hari jadi mereka yang ke 10 hyuk jae pergi meninggalkan jieun dan melanjutkan sekolahnya di china, dan 1 tahun sejak kepergian hyuk jae jieun berusaha membuka hatinya lagi untuk orang lain, dan menemukan pegantinya.

“jieun-ah..” panggil yoseop pelan

Jieun menjauhkan selimut dari tubuhnya dan bangkit dari tidurnya, tapi ia masih tetap berdiam tidak bersuara, pikirnya apa yang yoseop lakukan malam-malam seperti ini ia masih ada di rumah jieun.

“tidurlah yang nyenyak, entah apa yang membuatmu mengurung diri seperti ini, tapi beristirahatlah tinggal seminggu  lagi sebelum pernikahan kita, ku harap semua baik-baik saja”

Jieun hanya bisa terdiam mendengarnya, sedikit demi sedikit air mata kembali mengalir di pipinya, apa yang harus dilakukannya dia pun tidak tahu, perlahan terdengar langkah kaki yoseop menjauhi pintu kamar nya. “mianhae”

“hyuk jae, ginjalnya sudah tidak dapat bekerja degan baik lagi, dokter bilang waktunya tidak akan lama lagi”

Kalimat sora terus berputar di kepalanya, jieun tidak memakan sarapannya, ia hanya mengaduk-aduknya acak tanpa berniat memakannya.

“eonni, kau kenapa?” pertanyaan nira membuat semua orang menatap kearahnya, semuanya termasuk keluarga yoseob yang saat itu sedang sarapan bersama dengan keluarga jieun.

Ji eun menatap kearah piring yang sedari tadi di aduk-aduknya, makanannya terhamburan, tatapan resah terlihat dengan jelas di wajah yoseop yang membuat jieun tidak berani menatapnya.

“apa sarapannya tidak enak?” Tanya ibu yoseop, karna dialah yang membuat sarapan pagi itu

Jieun menggelengkan kepalanya “ah aniya eomonim, aku..aku hanya” kalimat jieun menggantung, semua menunggu nya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum “sebenarnya aku sedang mengikuti program diet, akhir-akhir ini berat ku bertambah dan aku takut jika nanti gaun pengantinku tidak cukup untukku”

Semua orang tertawa mendengarnya, jieun yang begitu mengkhawatirkan tubuhnya.

******

Did it pass by…Our love

Is it just a heart-breaking memory..

It’s turning around…Your heart…Can’t I catch it with my tears…

“eonni~ eonni”

Jieun menengokkan kepalanya kearah suara yang begitu familiar dengannya, “na yeogiisseo” jawabnya sambil melambaikan tangannya memberi tanda kepada dongsaengnya

Nira berlari mendekati jieun yang sedang memilih gaun pengantin yang akan digunakannya nanti, “eonni dari tadi hp mu berdering, aku tidak tahu siapa” ujar nira sambil memberikan tas tangan jieun yang dititipkannya pada nira.

Jieun mengambil ponselnya, ‘5 missed calls’ jieun membuka flip ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya “sora eonni” ucapnya dalam hati sambil memandang kearah layar ponselnya.

“nugu?” tanya yoseop yang sedari tadi ada di sampingnya, dengan panic jieun menutup flip ponselnya dan kembali memasukannya kedalam tas tangan miliknya “anniya, aku tidak tahu siapa, aku tidak mengenal nomornya” balasnya cepat.

yoseop menghela nafas panjang “geotjimal” sambungnnya,

“mwoya?” jieun menoleh kaget kearahnya

yoseop memutar arah duduknya menghadap jieun, perlahan ia meraih kedua tangan jieun dan menggengamnya erat “apa yang terjadi? Kenapa kau tidak memberitahuku?” Tanya yoseop

jieun tidak dapat menatap matanya, ia terlalu takut “beritahu apa?aku tidak mengerti maksudmu oppa” balas jieun, yoseop mempererat genggaman tangannya, “aku tahu jika dibandingkan, 10 tahun dengan 2 tahun sangat tidak sebanding” yoseop mengangkat kepala jieun agar bisa menatapnya

“saat ini dia lebih membutuhkanmu, pergilah” ucap yoseop dengan senyum diwajahnya

Jieun menggelengkan kepalanya menolak “andwae, aku sudah berjanji padamu tidak akan pergi dan aku tetap tidak akan pergi”

Yoseop menghela nafas “kau benar, tapi untuk hari ini kau dibebaskan dari perjanjian itu, pergilah” jelasnya, ia perlahan melepaskan genggaman tangannya terhadap jieun.

“oppa” ucap jieun lirih

Yoseop mendekatkan tubuhnya dan memeluk jieun erat, “hanya untuk hari ini, pergilah kesempatan ini hanya ku berikan sekali” bisiknya di telinga jieun.

Ia merenggangkan pelukannya dan tersenyum manis kearah jieun “kka~ ppali kka” sambungnya

Jieun menganggukan kepalanya dan beranjak dari duduknya, ia berlari membelakangi yoseob tepat di depan pintu masuk ia membalikan tubuhnya dan berteriak

“YANG YOSEOP TUNGGULAH, AKU PASTI KEMBALI, AKU JANJI..SARANGHAE”

-to be continued-

2 pemikiran pada “Our Love (I Love You) – First

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s