Me (plus) Baby (minus) Him part VI

Standar

finally…saya post jugaa

so enjoy reading guys

and leave the comment please

*asah kukunya my monkey* heheheh piss^^V

Aku pun mempercepat langkahku menuju pintu depan dan ternyata disana sudah ada ji eun

Wajahnya terlihat panik bercampur dengan keputus asaan, matanya yg membengkak dan memerah

“ji eunnie..waeyo..??” tanyaku bingung “ada apa tiba-tiba kau mau menemuiku” sambungku lagi

“mianhae oppa, aku bener-bener gak tau harus kemana lagi..” katanya yg mulai menangis
Baca lebih lanjut

Iklan

[ONESHOOT] My -absolutely not- ordinary man

Standar

disclaimer :

Poem cre : Minho @ SHINee Yunhanam eps.1

Fill in the blank with your own name ^^V


“Liat, cantik kan dia ?” suara pria itu membuyarkan pikiranku yang tadinya terbang entah kemana.

Dia, namja kesayanganku sedang menganggkat sebuah foto dan memamerkannya padaku. Bukan—bukan hanya pada ku tapi pada beberapa sosok yang duduk di dekatku.

Aku melengos, lagi-lagi kebiasaanya memamerkan semua foto-foto dengan wanita-wanita itu.

Cih, apa tidak pernah terlintas sedikit pun dipikirannya kalau aku—calon istrinya merasa cemburu tiap kali dia melakukan hal itu.
Baca lebih lanjut

Hi..!! Hallo..?? part 1

Standar

ff ini aku present spesial buat nia a.k.a lee eun ah,hope u like it *harus suka*//maksa

enjoy reading…..

author pov

malam yang tenang, seorang gadis sedang duduk sendiri di bawah pohon rindang

angin malam yang sejuk menerpa rambut pendek  gadis yg sedang asik dengan iphonenya itu

gadis itu memandang ke langit malam yang indah di penuhi oleh bintang-bintang dan bulan purnama menerangi langit malam itu

“ahh hallo..” katanya sambil mengharahkan tanganya ke atas langit

tanpa disadarinya ada seorang pria yg dari tadi duduk sisi lain pohon itu..

“hallo juga” sahutnya, tapi sang gadis tidak membalas perkataan namja itu

karna merasa kalimtnya tidak di balas oleh yeoja itu laki-laki itu pun melirik ke arah gadis itu

“dia tidak dengar rupanya” katanya sambil tersenyum kecil

namja itu lama memandang gadis itu, sampai akhirnya dia tersadar karna gadis itu tiba-tiba berdiri dari duduknya, reflek namja itu pun bersembunyi dari yeoja itu

“ahh sudah malam, aku harus cepat pulang” katanya lagi sambil merenggangkan pinggangnya

gadis itu pun pergi meninggalkan taman itu, tanpa di ketahuinya seseorang sedamg memperhatikannya

eun ah POV

“aku pulang” teriakku dari depan pintu

“yaa eun ah knp baru pulang jam segini” omel eommaku

“mianhae eomma, tadi keasikan denger lagu..mianhae..” kataku sambil merapatkan kedua tanganku

“huhh ya sudahlah sana balik kamar dan tidur, besok kamu masih sekolah kan..??” kata eommaku lagi

aku tidak menjawbnya dan pergi naik ke kamarku

hari sudah sangat malam, besok aku masih harus pergi kesekolah, sebaiknya aku tidur daripada harus membersihkan sekolah hanya gara-gara terlambat

“eun ah.ya cepat tidur, eomma gak nanggung kalau besok kau terlambat” teriak eommaku dari balik pintu

“nde eomma” jawabku

“ahh pinngangku sakit” kataku sambil merenggangkan pingganku

ku rebahkan tubuhku di kasur emppuk yg dari tadi sudah menunggu kehjadiran ku(?) di sana

mungki karna kecapekan, dalam hitungan menit aku pun terbang ke alam mimpiku

KRINNNNNNNNNGGGGGGGGGGG…!!!!!!

bunyi alarm ku membuatku terbangun dari alam mimpi ku, ku lihat sudah jam 6 pagi, masih ada banyak waktu sebelum sekolah di mulai, tapi aku gak boleh bermalas-malasan bisa terlambat beneran

aku pun beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi

“baiklah, semua buku sudah ada..pakaian ku juga sudah rapi” kataku sambil bercermin di meja riasku

“eun ah.ya, cepat turun ayo sarapan” teriak eomma ku dari bawah *nia eommamu doyan ya tereak2..?? plak//*

aku pun bergegas turun untuk menemui eommaku di bawah

“ayo cepat, sebentar lagi kau terlambat” kata eommaku sambil melirik ke arah jam di dinding

aku hanya mengganguk sambil menikmati sarapan pagiku

“aku sudah selesai, aku pergi dulu eomma” kataku berpamitan pada eommaku

“hati-hati di jalan ya” pesan eommaku padaku

“araseo eomma” jawabku lagi sambil berlari meninggalkanya

TENG TONGGGGGGGGGGG *belnya bikin emosi*

“huuhhh..huuh untung ajj gak telat” kataku dengan nafas yg tersengal-sengal

“yaa eun ah.ya” panggil seseorang dari arah belakangku

“ahh hyo ri.ah” kataku bersemangat

“kau ini dari tadi aku memangilmu tahu kalo”*wkakkaka hyo ri turunan korea-banjar yaa* katanaya sedikit kesal

“jeongmal..??aku gak dengar sama sekali, mianhae” kataku lagi sambil tersenyum lebar ke padanay

“aisshh yasudahlah ayo kita masuk kelas, bisa gawat kalau kim songsaenim masuk lebih dulu” katanya sambil merangkul tanganku

akhirnya sekolah pun usai, hari ini aku berniat ke rumah hyo ri, ada koleksi dvd terbaru yg ingin dia perlihatkan padaku katanya

“eun ah.ya kau pasti kaget melihatnya” katanya dengan sanggat bangga

“hahha kita lihat saja nanti” jawabku

sedang asiknya kami mengobrol, klakson sebuah mobil dari belakang mengagetkan kami

“tin tinn tinnnn”

“huuuhhh siapa sih, kan jalanan masih lebar” grutu hyo ri

entah mengapa rasanya aku sedikit familiar dengan mobil ini

drtttdrtttdrtttdrrtttdrttt

handphone ku bergetar, ternyata ada telpon masuk..saat melihat nama yg terpampang di layar handphone ku aku jadi mengerti kenapa rasanya mobil ini begitu familiar untukku

“yobsaeyo??” jawabku

“lee eun ah ayo cepat masuk” suruhnya

“araseo” kataku sambil memutuskan telpon kami

“mianhae hyo ri.ah , hari ini aku gak bisa kerumahmu, mungkin lain kali” kataku cepat sebelum dia bertanya yang macam-macam padaku dan masuk ke dalam mobil

mobil sudah melaju dan aku bisa melihat hyo ri yg masih terdiam di tempatnya dengan wajah bingung

aku pun mengeluarkan handphoneku dan mengirimkan pesan kepadanya

To : Hyo ri

mianhae hyo ri ah, nanti akan ku jelaskan padamu

jeongmal mianhae.. :((

………send………….

tidak sampai satu menit balasan dari hyo ri pun datang

From : Hyo ri

nde, gwaenchana tapi kau harus traktik aku ice krim besok 🙂

aku tersenyum kecil membaca balasanya, dasar maniak ice krim

akhirnya aku tersadar apa yg membuatku ada di sini

“jadi ada apa..??” tanyaku membuka pembicaraan

“heii kau tidak kangeng padaku” tanyanya

“aku kan sering melihatmu di tv, buat apa merindukanmu” kataku lagi

PLETAKK

sebuah pukulan bersarang di otakku *ahh author bodoh bkn otak..* maksudku kepalaku

“panggil aku oppa anak nakal” katanya lagi

“ara ara oppa” kataku lagi kini dengan nada yang manja layaknya kucing minta makanan pada majikannya

“haiiss hentikan cara bicaramu seperti itu, menjijikan sekali” katanya lagi

“jadi aku harus memanggilmu dengan apa..??lee sungmin..??” keluhku

“yaa eun ah, aku ini kan kakamu, hormatilah” jawabnya lagi

“ne ne, jadi ada apa oppa belum menjawab pertanyaanku dari tadi” tanyaku lagi

“sabarlah, ada yg ingin kuberikan padamu, tapi sebelumnya lebih baik kita mencari tempat dulu” jawabnya masih dengan pandangan lurus ke depan

setelah berkeliling sekitar 15 menit, akhirnya kami menemukan kafe sebuah kafe yg tidak cukup rami dan berhenti disana

“jadi bagaimana kabar eomma dan appa? baik-baik saja” tannyanya sambil menyeduh kopi hangat yg di pesannya

“tentu saja, kenapa oppa jarang sekali menjenguk kami??” tanyaku balik

“haiss, kau tahukan akau masih sibuk sampai sekarang dan..”

“kami mengerti” potongku

“hee??” tanyanya kebingungan

“ne kami mengerti kalau kau begitu sibuk, makanya kami tidak pernah memaksamu untuk mengunjungi kami” jelaku padanya

terlihat senyuman tipis terkembang di wajahnya, omonaa kenapa oppa ku bisa semanis ini, aku saja yg wanita kalah manis darinya

“aku tahu, aku sayang kalian” katanya “apa kau menjaga eomma dengan baik” sambungnya lagi

“ani, appa yg menjaga eomma” jawabku santai

“mwo?? yaa sudah ku bilang agar menjaga eomma kan, knp malah appa yg menjaganya” katanya

“memang begitu seharusnya kan, appa menjaga eomma dan aku menjaga mereka berdua” jelasku lagi

lagi-lagi dia hanya tersenyum manis mendengarkanku lalu mengacak-acak rambutku “dasar anak nakal” katannya

“apannya yg nakal?” tanyaku sambil merapikan rambutku yg telah di acak-acak olehnya

“ohh iya mana..??” kataku sambil menadahkan *bahasa apa sih ini* tanganku di hadapannya

“apa??” tannyanya bingung

“oppa bilang ingin memberikan sesuatu padaku” kataku lagi masih dengan posisi yg sama

“ooh iya, hampir saja aku lupa” katanya sambil mengambil sesuatu darui dalam saku jasnya

“ini” katannya sambil menyerahkan amplop kecil berwarna blue saphire padaku

aku memandangnya sebentar dengan wajah kebingungan

“heii amplop itu gak da mantranya, gak akan kebuka walau kau pandangin sampe besok pagi” kata  sungmin oppa yg gak sabar agar aku membukannya

tanpa basa-basi pun aku membuka amplop itu

mataku langsung terbuka lebar setelah melihat isinya, ada perasaan percaya dan tidak percaya tapi itu mungkin saja terjadi kan, karna dia super junior lee sungmin, hal itu pasti bisa terjadi kan..??

……….TBC………..

okeee cukup sampai sini dulu part 1 nya, akan ku saya usahakan part selanjutnya secepatnya *ff yg lain ajj udah ngangur berbulan2*

chagiiiii..dirimu hanya lewat disini gak apa kan..??, kau ku buat muda lagi loh jadi anak SMA lagi..*sebenarnyabingung mau masukin siapa ya udah lah dirimu saja kan lagi nganggur*//ampuunn<——sodorin kyu

jadi..jadi..bagaimana pemirsa…//sarapp

kalau ada yg suka mohon di like, kalo gk da hancurkan saja komputer/hp anda(?)

mohon meninggalkan jejak ya, ni ff juga saya publish di blogku

http://www.chiqpandakpop.wordpress.com *promosiiii*

buat nia (eun ah) mian yaa kalai tidak cukup memuaskan dirimu, chiq usaha lagi nnt..okee

kamsahamnida yeorobeun…

*bow*

-chiHYUK-

untitled

Standar

mianhae..aq gak tau mau di kasih judul apa yaa jd tanpa judul ajj deh..heheheh 🙂

enjoyyy reading…..

 

*soo li pov*

sore yang indah, dapat kurasakan hembusan angin melawati wajahku..

“hemmm menyejukan sekali..” kataku sambil merenggangkan punggungku yg kaku karana terlalu lama duduk

“ehh..knp dia, ngelamun sendiri gitu??” tanyaku dalam hati yg melihat sahabatku sedang duduk di depan aula sekolah kami

karna penasaran aku memutuskan menghampirinya dan benar saja, panggilanku bahkan tidak di hiraukanya

karna emosi aku pun memukul pundaknya keras

PLAKKK!! Baca lebih lanjut

Me (plus) Baby (minus) Him part IV

Standar

Donghae pov

Eunhyuk meninggalkanku di belakangnya, ada apa sebenarnya dengan dia

Dia terlihat sangat aneh sejak dirumah ji eun, dan apa tadi kenapa adit memanggilnya appa??

Dan kenapa saat itu adit memegang foto hyukie??

“haishh..apa sebenarnya yg terjadi” tanyaku sambil menggaruk-garuk kepalaku

Tiba-tiba aku tersadarkan sesuatu, mungkinkah itu yg terjadi??

Jika melihat tinggkahnya tadi dan tingkah ji eun saat itu..mungkinkah itu

Mungkinkah hyukie adalh appa dari adit..tadi juga ekspresi ji eun saat bertemu dengan hyukie sangat aneh, dia terlihat sangat kaget

Jika itu memang yg terjadi, kenapa dia tidak bilang padaku

“haiiisshh babo lee donghae, tentu saja dia tak akan memberitahumu” batinku

Aku memutuskan untuk menanyakan hal ini nanti padanya

Semuanya, apa yg terjadi padanya dan ji eun

Si dae pov

“ahh hari ini benar-benar menyenangkan” kataku sambil merebahkan diriku di sofa dorm suju

“yaa si dae, setelah ini antar hyo ri pulang dengan aman sampai rumah ya” kata kyu hyun hyung yg menggangu ketenanganku

“ne hyung..arraseo, aku akan sangat hati-hati, tidak akan ad yg lecet denagnya nanti” kataku pada kyu hyun hyung

“si dae, habis ini kita mau kerumah ji eun lagi kan..??” Tanya hyo ri sedikit berbisik padaku

“ne..tentu saja, aku ingin memeluk makhluk kecil itu” kataku berseri-seri

“yaa..apa yg kalian bicarakan??” Tanya kyuhyun hyung lagi yg merasa aneh denganku dan hyo ri

“ahh chagi ini masalah sesama wanita” kata hyo ri yg di sambut dengan jitakan dariku

Dan dibalas oleh kyu hyun hyung

“aishh hyung sakit” kataku dengan tangan yg mengelus-elus kepalaku

“mian aku reflek jika melihat kekerasan pada wanita” jawabnya cuek

“yaisshh alasan saja” kataku dalam hati

Sampai akhirnya eunhyuk dan donghae tiba, yg membuatku dan hyo ri kaget karna eunhyuk hyung yg saat ini memandang ke arah kami berdua dengan sangat tajam

“wahh kebetulan sekali kalian berdua ada di sini” kata eunhyuk hyung pada kami berdua

Kami hanya terdiam mendengarnya, dan eunhyuk hyung pun mendakati kami berdua

Dia menggengam tangan kami berdua dan menarik kami pergi

“kyu aku pinjam yeojamu dulu sebentar, ahh iya bilang juga pada siwon kalau dongsaengya bersamaku” katanya sambil menarik kami keluar dari ruangan itu

“yaa hyung, kau mau bawa mereka kemana…??” Tanya kyuhun padanya

“ada sesuatu yg ingin kubicarakn dengan mereka berdua” katanya lagi tanpa menoleh ke arah kyu dan terus menyeret kami keluar

Eunhyuk hyung masih terus membawa kami keluar dan sampai pada akhirnya kami sampai di atap gedung ini

Dia melepaskan tangan kami dan berbalik menghadap kami

Dia menghela nafas sebentar sampai akhirnya hyo ri mulai bertanya padanya

“yaa oppa ada perlu apa dengan kami..??” Tanya hyo ri

“wae..?? kenapa kalian tidak bilang apa-apa padaku tentang keadaan ji eun saat ini” tanyanya pada kami yg membuat kami terkaget

“aa..apa maksudmu hyung..??” tanyaku berpura-pura tidak tahu

“sudahlah jgn kalian sembunyikan lagi, aku sudah tau semuanya dan akupun sudah bertemu denganya langsung” katanya lagi yg membuat kami semakin kaget sehingga kami saling memandang khawatir satu sama lain

“kenapa kalian tidak katakana padaku bahwa dia menggandung anakku??” tanyanya lagi

Kami hanya terdiam beberapa saat sampai akhirnya hyo ri berbicara

“apakah jika kami beritahukan padamu, kau akan bertanggung jawab..??” tanyanya pada eunhyuk hyung

“saat itu kalian sedang berada di atas puncak, jika kau ketahuan sudah menghamili seorang gadis muda tanpa ikatan apapun, apa yg akan terjadi dengan karirmu sebagai seorang entertainer..??” sambungnya lagi

“ta..tapi tetap saja kalian harus bilang padaku, karna aku adalah appa dari anak itu” lanjut eunhyuk hyung pada hyo ri

“ji eun dia tidak ingin kau mengetahuinya karna dia tidak ingin karir mu hancur saat itu, itulah sebabnya dia memutuskan untuk merawat adit sendiri dan menghindarimu” kataku

“apa oppa tau bahwa dia sudah menyukaimu sejak awal dia bertemu denganmu, karna rasa sayangnya itulah dia tidak ingin melihatmu hancur dengan mengatakan kalau dia sedang mengandung anakmu, bahkan sedikitpun dia tidak menyesal” jelas hyo ri lagi

Ku lihat mata hyo ri sudah mulai berkaca-kaca, dan eunhyuk hyung pun juga mulai menitikan air matanya

“sudahlah hyung gak da gunanya kita ngebahas hal ini, yg sudah terjadi biarlah terjadi, itu semua gak akan pernah bisa di ulang” kataku sambil menarik hyo ri dan pergi meninggalkan eunhyuk hyung sendiri di sana

Dan betapa kagetnya aku ketika melihat donghae hyung yg saat itu berdiri tepat di depanku dan hyo ri

Aku meneruskan langkahku mendekati donghae hyung

“hyung..yg tadi itu kau..” kalimatku belum selesai karna donghae hyung memutus kalimatku

“sudahlah bawa hyo ri pergi dari sini dan tenangkan dia” katanya padaku sambil memegang bahuku

“aku akah mengurus hyukie disini” sambungnya lagi

“ne gomawo hyung..” kataku sambil meninggalkan mereka berdua di sana

Aku pun kembali melangkahkan kakiku meninggalkan mereka

Eun hyuk pov

Aku benar-benar bodoh, kenapa aku tidak mencarinya dengan lebih giat waktu itu

Benar kata si dae, yg sudah terjadi gak akan bisa di ulang lagi

“hyukie..” sapa donghae padaku

Aku tak sanggup menjawabnya, aku benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, bibir dan lidahku terasa begitu kaku, seperti di bekukan di dalam lemari es

“tenaglah hyukie, ayo kita kembali ke dorm” ajaknya padaku

Aku hanya bisa menurut dan mngikuti kata-kata donghae

Aku mengikutinya turun menuju dorm kami, sesampainya di sana aku pun masih terdiam

Hingga akhirnya kyu datang menghampiriku dan melilitkan lenganya dari belakang padaku

“yaa hyung, apa yg kau lakukan pada yeojaku?? Kenapa dia menangis seperti itu??” tanyanya padaku

Dan lagi –lagi aku hanya terdiam, pandanganku terasa begitu kosong

“yaa kyu hyunnie, apa yg kau lakukan cepat lepaskan dia??” kata donghae yg berusaha mlepaskan kyu hyun dariku

“shireo..gak akan ku lepaskan sampai eunhyuk hyung menjawab pertanyaanku” katanya gak mau kalah

“yaissshh dasar magnae satu ini gak ngerti situasi” kata donghae lagi

Aku masih terdiam dalam posisi yg sama, sampai aku kembali teringat dengan kata-kata yg di ucapkan hyo ri dan si dae tadi

Dan akhirnya air mataku menetes lagi, aku benar-benar pria cengeng

Aku menundukan kepalaku dan mulai menangis

“yaa hyung, kenapa kau ikutan menagis” Tanya kyu padaku

Aku tak menjawabnya dan terus menangis, hingga akhirnya kyu melepaskan tanganya

“apa aku terlalu kasar padanya yah??” kata kyu lagi

Melihatku yg menangis donghae dengan cepat menghampiriku dan memeluku

Tapi tangisku makin menjadi karnanya, kyu hyun hanya bingung melihat kami

Tapi dia juga ikut memelukku bersama donghae

to be continueeee~

maap loh ya kalo lamak, ehehe ^^

yg punya ff, silahkeen balas kommen-kommenyee..

*no silent reader–rawwwr*

Me (plus) Baby (minus) Him part III

Standar

Eunhyuk POV

Aku pun sampai di alamat yg di berikan oleh yeoja itu..

Ku lihat sekelilingku dari dalam mobilku, tidak ada tanda-tanda adanya ji eun disana, ku perhatikan sekitarku perumahan di sini cukup elit, apa benar dia tinggal disini..??

“apa sebenarnya pekerjaan orang tuanya di Indonesia..??” tanyaku dalam hati sambil terus menelusuri komplek perumahan itu

Sudah hampir sejam aku berputar-butar di komplek perumahan itu, tapi hasilnya nihil

Sampai akhirnya ponselku berbunyi, dan ternyata teuki hyung yg menelponku

“yobosaeyo hyung..” kataku

“yaa monkey kau dimana..??kita sudah mau latihan..” jawabnya

“ahh araseo hyung..aku akan segera kesana..” kataku sambil memutuskan telfon kami

Apakah yeoja itu berbohong padaku..??, entahlah mungkin saat ini dia sedang tidak ada di rumah

Akhirnya aku pergi meninggalkan komplek itu dan segera pergi menuju kantor, dimana para member suju yg lain sedang menungguku

********

Ji eun pov

“yaa ji eun kau yakin tidak mau memberitahukan pada hyuk jae oppa kalau adit itu anaknya..??” kata hyo ri padaku sambil melihat kea rah si dae dan adit yg sedang main bersama

“tentu saja tidak.” Kataku jelas dan meneruskan pekerjaan ku untuk membuat makan siang kami bertiga yg akan makan bersama di rumahku ini

“cihhh…jawaban apaan itu” katanya balik ketus padaku

“ahh sudahlah hyo ri gak usah ngebahas itu terus..” jawabku padanya

Akhirnya makanan kami telah siap…kami bertiga pun makan bersama, hal yg sering kami lakukan jika kami bertiga tidak sibuk

“ahh gawat..si dae ayo cepat kita ke dorm suju” teriak hyo ri setelah melihat jam tanganya

“ada apa..??” tanyaku bingung pada mereka berdua

“siwon hyung dan kyuhyun hyung mengajak kami untuk pergi kesuatu tempat, tapi tidak tahu kemana..” sambung si dae

“kau mau ikut ji eun..??” ajak hyo ri padaku dengan wajah berharap

“ahh tidak, aku dirumah saja menjaga adit” kataku sambil menggendongnya

“hemm baiklah kalau begitu kami pergi dulu bye ji eun bye adit..” kata mereka secara bersamaan

“tunggu aku antar ke depan” kataku sambil menaruh adit

Aku melambaikan tanganku pada kedua temanku tersebut, dan mereka membalasnya

Saat akan masuk kerumah ku lihat tanaman di depan rumahku begitu gersang, dan dengan cepat aku menarik selang panjang dan menyiraminya

Keasikan ku menyiram bunga tiba-tiba terganggu oleh panggilan seorang dari belakangku

“park ji eun” katanya

Sontak aku pun membalikan tubuhku “ ne..!!” jawabku

Dan betapa kagetnya aku setelah melihat orang tersebut, ternyata dia adalah tetangga sebelah yg menyapaku, aku pun menghentikan kegiatanku dan tersenyum kearahnya

“ahh ternyata kau memang masih muda sekali ya” jawabnya

“ahh ne” kataku lagi sambil tersenyum simpul

“aku baru saja pulang dari cina, dan kata tetangga yg lain ada ibu muda yg tinggal di sebelahku” lanjutnya lagi

“hehhehe iya aku memang ibu muda..” jawabku sambil tersenyum lagi

“ahh baiklah aku mungkin tak bisa lama-lama karna harus pergi lagi setelah ini” katanya

“ahh ne senang bertemu denganmu” kataku sambil membungkukan tubuhku

Dia pun meninggalkanku sendirian dan aku pun meneruskan aktifitasku menyiram tanaman dan lagi-lagi seseorang memanggilku dari belakang, dan kali ini adalh kejutan yg benar-benar besar untukku

“ji eunnie..” katanya

Entah menagapa aku merasa mengenal suara ini, dengan ragu aku membalikan tubuhku dan tepat sekali apa yg kuperkirakan, akhirnya dia menemukanku

****************

Hyuk jae pov

“donghae.ah…ayo temani aku” kataku sambil menarik paksa donghae masuk ke mobilku

“hyukie kita mau kemana..??” tanyanya bingung

“mencari ji eun..” kataku singkat sambil menyalakan mesin mobilku

“mwo ji eun..??maksudmu gadis Indonesia temanya hyo ri dan si dae itu..??” tanyanya panjang lebar

“ne” jawabku lagi-lagi singkat

“ahh sudah ku duga kau memang tertarik denganya..” kata donghae lagi

Aku tidak menjawab dan tetap focus pada perjalananku

“hyukie..bolehkah aku menyetir..??” pintanya padaku

“andwae.” Jelasku padanya

“yaa..waeyo..??” tanyanya lagi padaku

Aku menghela nafas sesaat

“yaa lee donghae apa kau gak ingat apa yg terjadi waktu aku membiarkan mu menyetir..??” tanyaku padanya

“emmmm….aku hanya sedikit menabrak kok” katanya pelan

“sedikit apanya kau menabrak kanan kiri, membuatku tidak tenang berada dalam mobil itu” jawabku “dan saat kau memarkirkan mobilku di hotel, kau juga mearkirnya sembarangn sehingga mobilku jadi menutup jalan dan membuat macet” lanjutku lagi

“yaishh ne ne arraseo, lanjutkanlah perjalananmu” katanya

Aku melanjutkan perjalananku, dan sampailah aku di komplek perumahan itu lagi

Aku dan donghae turun dari mobil kami dengan menyamar,

“hyukie..kau tau dimana rumahnya..??” Tanya donghae padaku

“aku tahu..disana…” kataku sambil menunjuk ke arah rumah besar di depanku

Ku lihat ada seseorang yg baru saja keluar dari sana

“dia ada di rumah atau tidak ya” tanyaku dalam hati

Kami pun memperccepat langkah kami takut jika ada yg menydari kami adalah super junior eunhyuk dan donghae

Kami sampai tepat di depan rumah ji eun, dan terlihat sosok seorang yeoja dari belakang sedang asiknya menyirami tamanya

Itu dia, ya itu dia tidak salah lagi, aku pun memangil namanya

“ji eunnie..” panggilku padanya

Dia terdiam sebentar sampai akhirnya dia membalikan tubuhnya

Dia terkejut dengan kedatangan kami berdua, mungkin lebih tepatnya dia tidak menyangka aku bisa menemukanya

 

Author pov

Eunhyuk dan donghae pun dipersilahkan masuk ke rumah ji eun

Mereka terdiam cukup lama, sehingga membuat donghae binggung dan memulai pembicaraan

“ji eun..aku haus, apa kau punya minuman..??” Tanya donghae pada ji eun

“ahh mian, biar aku ambilkan” kata ji eun sambil beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke dapur, tapi dia tiba-tiba berhenti dan berbalik ke belakang

“yaa donghae oppa tentu saja aku punya minuman” katanya pada donghae dan segera kembali menuju dapur

Setelah beberapa menit ji eun datang dengan membawakan minumannya

“waahh akhirnya” kata donghae sambil mengambil minuman itu

Sedangkan eunhyuk masih dalam posisi yg sama dengan sebelumnya dia tidak bergerak sedikitpun

“kau tidak haus??” Tanya ji eun padanya yg membuat dia kaget

“ahh ne” katanya lagi dan segera mengambil minuman yg sudah di siapkan ji eun untuknya

“wahh sudah lama tak bertemu ji eun, kenapa kau tiba-tiba menghilang hari itu??” Tanya donghae yg penasaran

Awalnya ji eun hanya terdiam dan lalu dia tersenyum kecil

“ada sedikit kecelakaan kecil jadi..” kalimatnya terpotong oleh eunhyuk yg tiba-tiba tersedak minumanya

“uhukk..uhukk..”

“hyukie..gwaenchana..??” Tanya donghae padanya

“ne gwaenchana, uhukkk” jawabnya masih dengan terbatuk-batuk

“makanya kalau minum pelan-pelan” sambung donghae lagi sambil menepuk-nepuk pundak kawanya itu

Eunhyuk hanya terdiam dan melihat ke arah ji eun yg sedang melihtanya dengan khawatir

Mata mereka saling bertatapan untuk beberapa menit sampai akhirnya suara mungil terdengar dari depan pintu kamar tidur

“appa~~~~”  kata malaikat kecil itu sambil merangkak pelan, dan di tanganya terlihat dia sedang memegang sesuatu

 

Hyuk jae pov

“ada sedikit kecelakaan kecil, jadi..”

Saat mendengar kata-kata ji eun aku terkejut hingga akhirnya aku tersedak

“uhukk..uhukk..” aku terbatuk karna perkataanya barusan

“hyukie..gwaenchana..??” Tanya donghae padaku

“ne gwaenchana, uhukkk” jawabku masih dengan terbatuk-batuk

“makanya kalau minum pelan-pelan” sambung donghae lagi sambil menepuk-nepuk bahuku

Aku terdiam sebentar sementara donghae masih terus menepuk bahuku

Aku melihat ke arahnya sebentar, dan terlihat di wajahnya sedikit khawatir

Mata kami saling bertatapan untuk beberapa menit sampai akhirnya suara yg begitu lembut terdengar dari depan pintu

“appa~~~~”  kata bayi kecil itu sambil merangkak pelan dengan memegang sesuatu di tanganya

Anak itu, apakah dia anak ku

“adittya..” kata ji eun sambil dengan segera menghampiri anaknya itu

“ehh lucu sekali…” kata donghae yg dengan segera menghampiri adit dan ji eun

Donghae pun bermain dengan adit, dia mencubit-cubit pipi anak itu

“ji eun dia anak siapa..??” Tanya donghae “boleh aku menggendongnya??” tanyanya lagi

“dia..anakku..ne tentu saja” jawab ji eun sedikit ragu sambil memberikan adit pada donghae

“Sudah kuduga dia pasti buah hasil kejadian waktu itu” batinku (lee hyuk jae gilaaaaaa…)

“mwo..anakmu..?? semuda ini ternyata kau sudah punya anak..” kata donghae kaget

“ne..” jawab ji eun singkat

“jadi siapa app…”

“ahh donghae.ah nanti temani aku ke toko kaset dulu ya..” kataku pada donghae memotong kalimatnya

Aku tahu dia pasti akan menanyakan siapa appanya makanya aku sengaja mengalihkanya

“ne baiklah..” katanya “ siapa app..”

“donghae.ah habis itu temani aku ke toko baju ya” kataku lagi-lagi memotong kalimatnya

“ne ne..” katanya lagi “jadi ji eun siapa appa..”

“donghae.ah setelah itu temani aku makan ya, aku lapar sekali” kataku memotong kalimatnya lagi sambil memegangi perutku dan berwajah memelas ke arahnya

Ku lihat ji eun sedikit geli dengan tingka laku ku

“yaa monkey kenapa kau begitu bawel hari ini..??aku akan menemanimu kemana saja..sudah puas” kata donghae padaku

“haisshh ne ne” kataku padanya dan langsung mendekatinya

Dan tiba-tiba bayi keci itu melihatku seperti dia pernah melihatku sebelumnya

“omo..apakah anak ini dendam padaku..??haisshh maafkanlah appamu yg bodoh ini” kataku dalam hati

“appa~~~~” kata anak itu sambil memiringkan badanya ke arahku, seperti memintaku untuk menggendongnya

Donghae hanya bingung melihatnya

“appa~~~” katanya lagi hingga akhirnya dia mulai menangis dan aku pun menggendongnya

“haishh…kenapa dia menangisimu hyukie…??” Tanya donghae padaku yg sedikit bingung

“hengg molla..” kataku sambil menggendong anak itu

Adit berhenti menangis setelah ada di gendonganku

Aku pun terus menggendongnya dan membawanya duduk di pangkuanku

“jadi..bisa aku tau siapa namanya…??” tanyaku pada ji eun

“mwo..??” tanyanya yg kaget akan kalimatku

“iya..siapa namanya..?? aku juga belum tau..” sambung donghae

“ahh namanya.. lee..ahh ani maksudku adit, namanya raditya” jawabya sedikit ragu

“raditya..??” Tanya donghae bingung

“ne..waeyo..??” Tanya ji eun balik

“mian..tapi nama itu sedikit aneh, aku tak pernah mendengarnya sebelumnya di korea” lanjut donghae

“ahh ne, itu nama Indonesia” jawabnya singkat

Aku pun kembali menatap anak yg ada di pangkuanku saat ini..

Jadi namanya lee raditya, yah walapun dia tidak memberitahukan dengan jelas marganya

Aku masih menatap lembut bayi kecilku ini, dia terlihat sangat nyaman duduk di pangkuanku

“hemm ini sudah saatnya buat adit tidur, mian bisakah kau berikan dia padaku eunhyuk ssi..??” kata ji eun membuyarkan lamunanku

“ahh ne” kataku sambil mengangkat adit dan memberikanya pada eommanya

 

Aku menatapnya sebentar, sehingga dia menyadari bahwa aku menatapnya dan dia menundukan kepalanya

“jangan panggil aku eunhyuk ssi, bukankah ini bukan pertama kalinya kita bertemu” kataku sambil tersnyum kecil

“baiklah mungkin aku harus pulang” kataku sambil melirik kea rah donghae yg sepertinya terlihat bingung akan sesuatu

“ah ne..hyukie” katanya donghae sedikit kaget

Aku hanya melihatnya dengan tatapan yg bingung, dan kembali menatap anakku itu

“bukankah dia begitu lucu” kataku sambil mengelus lembut pipi adit

Aku mendekatkan wajahku dan kukecup kening malaikat keciku itu

“baiklah appa pulang dulu” bisikku pada adit

Ji eun terlihat sangat kaget dengan apa yg ku lakukan dan apa yg kukatakan

Aku pun berpamitan padanya, dan aku harap aku bisa bertemu lagi dengan mereka

“ji eunn…aditt..kami pulang dulu ya” kata donghae sambil melambaikan tanganya dari dalam mobil

“ne” katanya sambil tersenyum kecil dan sediki mebungkukan tubuhnya

“yaa..park ji eun, jangan menghindar lagi dariku” kataku padanya dengan wajah serius

Dia tak menjawabku melainkan hanya terdiam

“aku pulang dulu” kataku lagi sambil menjalankan mobilku

Aku melihatnya dari kaca spionku dan kulihat dia masih tetap berdiri di tempatnya tadi

“yaa hyukie..apa maksudmu tadi..??” Tanya donghae padaku

“gak apa..” jawabku singkat sambil memandang lurus ke depan

“yaishsh…dasar kau ini” katanya lagi

Dan akhirnya setelah perjalanan yg cukup jauh kami berdua pun sampai di dorm kami

Sepertinya dia memang sengaja mencari tempat tinggal yg jauh dari dormku, agar tidak kutemukan

Liat saja kau shin hyo ri, choi si dae..kalian akan ku habisi nanti karna telah menyembunyikan hal besar ini dariku

 

Sesampainya di dorm Aku pun segera turun dari mobilku dan bergegas masuk ke dorm tapi donghae menahanku

“yaa lee hyuk jae, tadi kau bilang ingin ke toko kaset, baju, dan makan..??” tanyanya

“mian gak jadi, aku berubah pikiran” kataku lagi padanya dan segera masuk ke dalam

Aku meinggalkan donghae yg masih sangat kebingungan di belakangku

 

to be continue HA HA HA HA

*admin lg sarap