[PROLOG] when the rain falls

Standar

“I love it when the rain falls, giving me “Spirit”

But sometimes, I hate it..Because rain had taken all I have here, inside my heart”

Baca lebih lanjut

Iklan

101010-Prolog

Standar

[drabbles]

101010

A year has been passed

A year has been through

All the pain, tears and sadness

All the smile, laugh and happiness

Filling in my daily with you

Filling in my mind just thinking of you

Sometimes I feel like a fool, there only me who always thinking about you

Feeling like I want to quit

Feeling like I want to stop right here, just you

Did you know ?
Baca lebih lanjut

Me (plus) Baby (minus) Him – Prolog

Standar

ini masih part 1, kata authornya disuruh main tebak-tebakan dulu makanya pendek.

part selanjutnya Insya Allah dipublish cepat kok ^^

Author pov

“ayo sedikit lagi….” Kata orang itu

“engggg…”

“baik tarik nafas yg panjang…lalu kita coba sekali lagi” lanjutnya

Yeoja itu mulai menarik nafasnya dan melakukan apa yg di perintahkan orang itu

Setelah 2 jam bertaruh nyawa di ruangan itu akhirnya terdengar suara merdu yg sangat di dambakan oleh para eomma…

“oekkkk..oeeekkkkk..” terdengar isak bayi mungil yg ada di gendongan seorang suster di sana

“wahh selamat nyonya anda mendapatkan anak laki-laki” kata suster itu sambil memperlihatkan bayi tersebut kepada eommanya

“ahh aegyo..” kaya yeoja itu dengan wajah bahagia yg berlumuran keringat

“baiklah saya akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu” lanjut suster itu sambil membawa bayi kecil itu pergi

Sedangkan di luar seorang namja sedang menunggu kabar dari dokter di dalam dengan cemas dan was-was

“ckleeeekkkk” terdengar suara pintu yg di buka dan dokter itu keluar dari ruangan bersalin itu.

“dokter..bagaimana keadannya di dalam ??? apa proses bersalinya berhasil..??bagaimana dengan bayinya??” Tanya nya beruntun tidak sabaran

“emmm..boleh saya tau siapa nama anda..??” Tanya dokter itu

“akuu..??” Tanya namja itu balik

Dokter trsebut hanya menggangukan kepalanya “ahh namaku choi si dae..?? waeyo dokter..??” Tanya nya lagi

“hhah chukae si dae.ssi choi junior sedang di mandikan di dalam, dan ibunya juga selamat” katanya dengan wajah berseri-seri

“jincaa….?? Haaaa baguslah..” katanya gembira “ahh anda bilang tadi choi junior..??” lanjutnya bertanya pada dokter itu

“ye..dia laki-laki” kata dokter tersebut “kenapa..??anda tidak ingin anak lelaki..??” tanya dokter itu lagi..

“ahh ani..bukan begitu..maksudku dia bu..” kalimatnya terpotong karna sesorang suster yg tiba-tiba memangil dokter tersebut

“ahh cheongsomnida si dae.ssi saya harus pergi sekarang, berbahagialah” kata dokter itu sambil memegang bahu si dae dan pergi meninggalkanya di lorong itu sendirian

Sedangkan namja itu hanya menggaruk-garuk kepalanya kebingungan

Ji eun pov

“Ahhh akhirnya janin yg kukandung selama 9 bulan lamanya itu terlahir juga” kataku dalam hati sambil menunggu kedatangan bayiku

Seseorang tiba-tiba datang dan menghampirinya

“yaa..bagaimana keadaanmu sekarang..” Tanya nya padaku

“heii aku baik-baik saja..wae..??” tanyaku balik padanya

“mian..seharusnya waktu itu aku tidak..” kata-katanya terhenti

“yaa shin hyo ri..ada apa denganmu, kenapa berwajah kusut seperti itu, sudahlah yg terjadi biarlah terjadi” kataku lagi sambil tersenyum manis padanya..

“tapi kan umurmu baru 18thn dan kau sudah mempunyai anak seperti ini..” katanya lagi

“lalu..apa salahnya..anak itu bukan bencana bagiku, anak itu adalah harta yg paling indah yg tuhan berikan padaku setelah aku punya teman seperti kau dan dia” kataku sambil menunjuk kearah pintu yg  sudah ada si dae di sana..

“si dae..apa yg kau lakukan di situ cepat kemari” kataku memanggilnya

Dia menurut dan duduk di pinggir tempat tidurku, terlihat wajah cemas yg sama di wajhanya dengan hyo ri

“yaa ayolah kenapa kalian cemberut seperti itu..hari ini kah hari bahagia untukku..setelah 2jam bertaruh nyawa di ruang bersalin itu” kataku yg sedikit ngambek dengan tingkah mereka

“ahhh ne ne ji eunnie..nii kita senyum” kata hyo ri sambil memamerkan deratan giginya padaku “yaa si dae ayo tersenyum..” katanya lagi sambil menyenggol pinggang si dae

Si dae pun menuruti kemauan hyo ri dan tersenyum lebar padaku

Sedang asiknya kami bercanda, seorang suster datang denagn mengendong bayiku di tanganya..

“baiklahh ayo kepangkuan eomma” kata suster itu sambil menyerahkan malaikat kecilku itu padaku

“ahhh anaku…ommo..aegyoo..” kataku yg tak hentinya tersenyum melihatnya

“anakku, ini eomma” kataku sambil memandang lekat bayi kecilku itu

Suster, hyo ri, dan si dae hanya tersenyum melihat aku yg begitu bahagia

“dia benar-benar lucu, pipinya mirip sekali dengan ibunya” kata suster itu

“ne..dia benar-benar mirip denganku” jawabku yg masih sibuk bermain dengan anakku itu

“ahh iya selamat buat anda tuan choi anda sudah mendapatkan malaikat yg lucu sekali” kata suster itu sambil tersenyum ke arah si dae

Aku yg mendengar hal itu berusaha menahan tawaku dan terus memandang malikat kecilku

“ahh ne……mwo..??” tanyanya dengan wajah yg bingung

“baiklah saya pergi dulu nanti saya akan kesini lagi untuk menjemput bayi anda nyonya” kata suster itu sambil membungkuk ke arahku dan pergi meninggalkan kami semua

“yaa…ji eun apa maksudnya dengan kata-kata suster tadi??” Tanya si dae bingung padaku

“emmmmmm….ya gitu” kataku yg masih sibuk dengan anakku

“yaa..park  ji eun..apa yg kamu katakan pada dokter dan suster itu..” katanya mulai mendesakku..

“yaiishh..ara ara..aku Cuma bilang kalau kau adalah appanya..kan bisa malu aku kalau melahirkan di rumah sakit mewah kaya gini kalau ternyata bayiku gak da appanya” kataku panjang lebar padanya…

“haiiishhh baboya ji eun..” katanya yg sedikit mau memukul kepalaku tapi di halangi oleh hyo ri

“yaa..choi si dae kau tak lihat dia lagi ngendong anaknya..asal main pukul aja..” kata hyo ri membelaku dan aku hanya mengangguk-aguk setuju

“haahh..ne mianhae..pokonya awas kau ji eun” katanya mulai mengancamku lagi

Dan aku tersenyum halus kepadanya dan kembai bermain dengan malaikat kecilku ini

“heii..siapa nama anak itu??” Tanya hyo ri lagi padaku

“nama..?? hemm aku belum memikirkanya..” kataku pada hyo ri

“dassar kau ini..lebih baik seger..”…… “ahhhhhh aku tau..!!” teriaku yg memotong perkataan hyo ri

Aku kembali memandang anakku itu dan memeluk dia dengan lembut, bisa kurasakan tubuhnya yg masih sangat hangat

“lee raditya” kataku lembut sambil menatap ke dua bola matanya yg masih sangat bersih

“lee raditya..??” Tanya hyo ri dan si dae bersamaan

“ne..wae..??ada yg aneh..” tanyaku balik

“tentu saja aneh..raditya bukankah itu nama Indonesia..??” sambung si dae

“gak apa kan, toh aku juga aslinya berasal dari sana..??” kataku pelan sambil tersenyum manis pada mereka

Mereka pun hanya mengganguk, tanpa mengelurkan suara sedikitpun

Sampai akhirnya suster datang dan mejemput anakku lagi..padahal aku masih ingin bersamanya lebih lama lagi..

Seperti kata hyo ri apa aku tidak menyesali hal ini..?? menyesal?? Mungkin itu pernah terjadi padaku dulu, tapi apa daya semua sudah terjadi, aku tak bisa menghapus atau mengulangnya lagi kan..

Ada banyak yeoja yg tidak terima dengan kenyataan yg mereka alami bahwa mereka hamil disaat umur mereka yg masih sangat muda dan memutuskan untuk menggurkanya, aku rasa aku takkan sanggup dan gak akan mau melakukanya

Janin yg tidak bersalah itu adalah hasil perbuatan bodohku, jadi cara yg tepat untuk menebus dosa ku adalah dengan membiarkanya tetap hidup bersama ku, membesarkanya dengan kasih sayang penuh.

Walaupun anakku yg sekarang ini tak punya appa, dia masih punya eomma, ya dia masih punya aku, dan aku yakin tanpa appanya pun dia bisa hidup berkecukupan denganku

Aku adalah gadis yg baru saja menetapkan untuk tinggal di korea, karna anakku ini

Awalnya aku tinggal di Indonesia tapi aku datang ke korea karna desaka kedua sahabatku ini

Aku jadi teringat apa yg terjadi waktu itu lagi….

-tbc-

nah siapakah appanya ?

ayo ditebak :

  1. 1. Lee sungmin
  2. 2.Lee Hyuk Jae
  3. 3.Lee Donghae
  4. 4.Kwon Ji Young