Me (plus) Baby (minus) Him part VI

Standar

finally…saya post jugaa

so enjoy reading guys

and leave the comment please

*asah kukunya my monkey* heheheh piss^^V

Aku pun mempercepat langkahku menuju pintu depan dan ternyata disana sudah ada ji eun

Wajahnya terlihat panik bercampur dengan keputus asaan, matanya yg membengkak dan memerah

“ji eunnie..waeyo..??” tanyaku bingung “ada apa tiba-tiba kau mau menemuiku” sambungku lagi

“mianhae oppa, aku bener-bener gak tau harus kemana lagi..” katanya yg mulai menangis
Baca lebih lanjut

Me (plus) Baby (minus) Him Part V

Standar

Eunhyuk pov

Kesokan harinya aku memutuskan untuk bertemu dengan hyo ri dan si dae lagi, perasaanku benar-benar kacau..

“oppa..” panggil seseorang dari belakangku

Aku pun menoleh dan betapa kagetnya melihat hyo ri yg sedang menggendong adit bersamanya

“hyo ri..knp adit bersamamu??” tanyaku

Baca lebih lanjut

This I Promise You (Confession of A friend – special part)

Standar

This I Promise You

(Confession of A friend – special part)


Tak ada kepastian dari hubungan kami, entah apa yang harus ku lakukan untuk membuatnya mengerti ?


Aku mengamati pria dihadapanku, sedang asyik mengunyah makannya hingga tak sadar kalau sedang ku perhatikan.

Jika kalian bertanya siapa dia ? Dengan lantang ku jawab bahwa ia adalah sahabatku, sekaligus pria yang ku cinta—secara diam diam tentunya.

Tapi tahukah kalian,tanpa perlu ku sembunyikan lagi semua orang tahu aku menyukainya, mencintainya dan semua orang bilang bahwa dia merasakan hal yang sama…

Aku tak mau mengambil keputusan secepat itu, aku takut aku hanya berharap, berharap tentang hal yang tak pasti ku dapatkan.

Terjatuh, aku pernah mengalaminya dan aku tak mau merasakannya lagi, terlalu sakit dan perih.

Apakah dia juga merasakan hal yang sama ? Who knows ? Banyak yang mengatakan hal itu namun pengakuan itu tak kunjung keluar dari bibirnya.
Baca lebih lanjut

Confession of A Friend Part II

Standar

by sparkyu^^

alohhaa~ I’m back!

part kali ini mungkin cuma diikit, habis belum dapat inspirasi

seperti kemaren kemaren,

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*

keep comment, no silent reader ^^ kamsa kamsa kamsaaaahamnida~


Hyo berlari dengan tergesa-gesa menuju halte bis, hari ini ia terlambat.Biasanya akan ada orang yang membangunkannya setiap pagi, tapi kali ini suara indah itu sudah tidak terdengar lagi.

“Huff, hampir saja telat” ujar Hyo Yoo segera duduk dikursinya.Ia beruntung dosennya hari ini terlambat datang sehingga ia tak perlu mendapat hukuman seperti tiga hari yang lalu.

“Dia benar-benar marah padamu ya ?” Hyo Yoo menoleh, Won Gun bertanya padanya.

Hyo Yoo mengangguk lemah, “Ye, ottokhae yo” ucapnya lirih.

“Bahkan dia juga tak menghiraukan ku…Tampaknya dia benar-benar marah” ujar Won Gun.

Tutor mereka akhirnya masuk ke dalam kelas dan kelas pun dimulai tetapi tak satupun materi yang dapat dicerna Hyo Yoo dengan baik.Hari ketiga Yunho menghindarinya, tak mengangkat telfon maupun membalas smsnya.Dia tahu alasan Yunho marah seperti ini, pasti karena hubungannya dengan Heechul yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

“Chagi ya!” Hyo Yoo menoleh, Heechul melambaikan tangan ke arahnya.

‘Kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih’ gerutu Hyo Yoo dalam hati.Dia berencana menemui Yunho hari ini, dengan alasan tidak enak badan Hyo Yoo bolos mata pelajaran berikutnya hanya untuk bertemu sahabatnya itu.

“Sedang menunggu ku ya ?” tanya Heechul.

Hyo Yoo tersenyum tipis, sambil terus mengedarkan pandangannya ke kelas Yunho yang sudah mulai bubar.Heechul mengikuti arah pandangan Hyo Yoo dengan malas.

“Yunho!” Hyo Yoo memanggil sosok tinggi itu diantara kerumunan.Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo sedang melambaikan tangan ke arahnya.

Heechul langsung merangkul Hyo Yoo mesra, “Temani aku ke cafeteria ya ?” Yunho yang melihat adegan itu langsung melangkah pergi dengan gusar.

“Yunho!!” Hyo Yoo berusaha mengejar Yunho namun Heechul menahan tanganya, “Mau kemana ? Ayo pergi!” katanya.

“Tapi…aku…” kata-kata Hyo Yoo terputus ketika sosok Yunho menghilang dari pandangannya.

*Hyo Yoo’s POV*

Aku menatap pria di hadapanku dengan kesal, gara-gara dia aku melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Yunho.Padahal aku sudah merelakan bolos pelajaran Mrs. Han yang terkenal killer itu!

“Chagi ya~ kenapa tidak makan ?” tanyanya sambil sesekali menyeruput jus strawberrynya.

Aku memainkan spaghetti di depanku yang sudah tak bisa dijelaskan bentuknya, “Aku kenyang” jawabku menjauhkan piring itu.

Heechul menatapku, “Sakit kah ?” tanyanya khawatir.

Aku menggeleng lemah, “Tidak, hanya sedikit kesal” jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

“Karena Yunho ?” tembaknya. Aku menoleh ke arahnya dengan kesal, kalau sudah tahu jawabanku kenapa tadi dia menghalangiku!

“Mianhe, aku tidak tahu…Aku memang bodoh” ucap Heechul sambil memukul kepalanya pelan, membuatku tak tega dan luluh.

“Sudahlah, aku bisa menemuinya lain kali…” ujarku pelan.

“Apa perlu aku temani ?” tawarnya halus. Aku lagi-lagi menggeleng, “Biar aku saja yang mencarinya, kau pulang duluan saja” ucapku mengambil tasku dan langsung meninggalkan Heechul.

Aku tahu dia masih disini, dia tak secepat itu meninggalkan kampus.Setelah menyusuri fakultas seni aku melihatnya di parkiran, merogoh tasnya sedang mencari sesuatu.

Ini kesempatanku untuk menahannya, “Yunho!” panggilku.

Kali ini ia menoleh dan menatapku dengan tatapan dingin tapi aku tak perduli, masalah ini harus segera diselesaikan.Aku merasa tersiksa karena sikapnya yang mengacuhkanku, aku tak mau kehilangan sahabatku.

“Hei tunggu!” panggilku ketika ia mulai berbalik menjauh.Aku mempercepat langkahku menyusulnya.

“Jung Yunho, tunggu aku!!!” kali ini teriakkan ku kalah dengan suara klakson mobil yang menuju ke arahku.

***

*Yunho’s POV*

Kemana kunci mobilku ? Aku sudah mencarinya didalam tas tapi tak bisa menemukannya.Kenapa aku jadi pelupa begini sih ?

“Yunho!” gerakanku terhenti, aku tahu suara itu…

Suara yang sangat aku rindukan.Aku mendongak dan mendapati Hyo Yoo diseberang sana, maaf saja tapi aku masih belum bisa memaafkan perlakuannya padaku.Aku memilih pergi dari sini.

“Hei tunggu!” kali ini ia berteriak seiring dengan derap langkahnya yang mengejarku.

Aku tahu pasti dia bingung akan sikapku selama 3 hari ini dengannya, aku memang cemburu dan memilih untuk menjauhinya.

“Jung Yunho, tunggu aku!” teriaknya seiring dengan klakson mobil yang memekakkan telinga.Aku masih tidak menghiraukannya hingga tiba-tiba suara decitan mobil membuatku menoleh.

“HYO YOOOO!!!”

Pikiranku kosong, aku melihat gerombolan mahasiswa yang mengerubungi mobil silver itu.Dan terlebih lagi lututku terasa lemas ketika aku tak menemukan Hyo Yoo disekitarku.

This time I’ll hold you and love you

Is what I thought


*Hyo Yoo’s POV*

“Bangunlah…”

Suara itu, suara yang selama beberapa hari ini ku rindukan.

Aku membuka mataku dan mendapati Yunho sedang menatap ke arahku, kekhawatiran tergurat dengan jelas di wajahnya.

“Kau sudah sadar…” ucapnya lirih.

AKu menatap kesekeliling, ruangan ini ? Aku menatap Yunho bingung, “Kita ada di klinik”

Aku meringis, ya aku ingat terakhir kali aku mengejar Yunho sebuah mobil menyerempetku.Yang ku ingat adalah teriakan beberapa orang dan tangan hangat yang memelukku, Yunho kah itu ?

“Mianhe” aku tersadar dari lamunanku, Yunho menggenggam tanganku erat, “Jeongmal mianhe” ujarnya lirih.

“Kenapa minta maaf ?” tanyaku. “Harusnya aku yang bilang itu” sambungku.

“Aku bertindak bodoh, mengacuhkan mu selama beberapa hari ini…” jawabnya.

Ya, kau bodoh Yunho. Kau bodoh karena telah mengacuhkan ku membuatku kehilangan orang terpenting dalam hidupku.

“Kau memang bodoh, jangan lakukan itu lagi…” ucapku.

Yunho tersenyum lalu mengangguk.

“Sebelum itu, aku minta maaf padamu karena telah membohongimu beberapa hari kemarin, aku…”

Yunho mengisyaratkan agar aku diam, “Sudah, jangan bicarakan hal itu lagi…Aku sudah merestui hubungan kalian”

Aku terbelalak, “Ba…bagaimana kau bisa tahu ?” tanyaku gugup.

“Siapa yang tidak tahu kau jadian dengan pria popular ?” balasnya.Aku tertunduk malu, padahal aku masih ingin menyembunyikan hal ini dari Yunho.

Aku merasakan belaian lembut di kepalaku, “Aku bahagia kalau kau juga bahagia” ucap Yunho lembut.

As a friend, to remain as friends,

I had to push the confessions down my throat

***

You hold my hand and tell me you only have me

Keeping me as a friend,

you say it’s a blessing

Aku ingin menjadi sahabat yang baik untukmu,

Selalu ada disisimu, hanya itulah yang aku inginkan

Takdirku mungkin hanya sebagai seorang sahabat untukmu,

Dan aku tak pernah menyesali itu.

Ada saat dimana kau berada di duniamu sendiri,

Dunia yang tak mungkin ku masuki meskipun aku ini adalah sahabatmu

“Yunho”

Aku menoleh dan tersenyum pada gadis yang merupakan teman satu kelasku di jurusan seni.

Have you lunch yet ?” tanyanya menepuk pundakku pelan.

Aku mengangguk pelan, “De” jawabku.

Won Gun bilang dia menyukaiku tapi apakah hatiku bisa menerimanya ?

3 bulan berlalu dan Hyo Yoo sudah menjalani hidupnya dengan Heechul.Bukankah harusnya aku juga melakukan hal yang sama, mulai membuka hati untuk orang lain.

“Besok kau ada acara ? Bagaimana kalau besok kita nonton ?”

Kata-kata itu meluncur dengan mudah dari bibirku, tergurat senyum bahagia dari wajahnya lalu mengangguk senang.

“Baiklah, ku jemput besok malam ya ?”

***

*Hyo Yoo’s POV*

“Onnie, aku mau ikut dong” aku menoleh, Hyo Ri mengintip dari balik pintu kamarku.

“Ga boleh!” jawabku datar tanpa mengalihkan pandanganku dari cermin.

“Pelit!Coba jalannya sama Yunho oppa, pasti aku diajak juga” gerutunya lalu menutup pintu.

Aku terdiam, “Yunho?”

“Lanjutkan saja belajarmu, nanti onnie bawakan makanan” teriakku yang diiyakan Hyo Ri.

“Hh~ Yunho, apa kabarnya dia sekarang ?”

Pigura pink berisi fotoku dengannya saat ulang tahunnya masih terpajang rapi di atas meja riasan.Aku rindu padanya,

Suaranya, senyumnya dan perhatiannya.

“Tahu tidak kalau sekarang aku merindukanmu ?”

***

*Yunho’s POV*

It’s been a while

Since my heart has been changing

Since I’ve been dealing with it lonesome..

“Mau nonton apa ya enaknya ?” tanyanya.

Aku menunjuk teater 1, “Itu saja bagaimana ?”

Dia menatap gambar film itu ragu, “Baiklah~” jawabnya sedikit ragu.Padahal aku hanya bercanda menunjuk film bergenre thriller itu.

“Ini” katanya sambil menyerahkan tiket padaku. “Aku mau ke toilet dulu, tak masalah kan ?” tanyanya.

“Pergilah, aku beli popcorn dan makanan, kita bertemu disini lagi nanti”

Tidak begitu banyak manusia disini, hanya beberapa pasangan yang datang.Aku mengedarkan pandanganku ke arah pengunjung lainnya.

“Mianhe, lama sekali ya”

Aku tersenyum menyerahkan popcornku padanya, lalu mengajaknya masuk ke dalam teater.

“Hati-hati” ujarku membantunya meniti tangga, kami masuk beberapa menit setelah film dimulai.Lampu sudah mati dan menyulitkan kami untuk mencari tempat duduk.

“Akhirnyaaaa” ujarnya lega dan duduk disampingku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya, lalu dengan serius menikmati film yang aku pilih.Tentang psikopat yang mengincar semua mantan kekasihnya dan membunuh mereka dengan cara yang sadis.

“KYAAAAA~~” penonton menjerit ketika psikopat itu menemukan korbannya dan membunuhnya dengan cara sadis.

Tapi anehnya, aku tak mendengar jeritannya bahkan memelukku pun tidak—seperti yang biasa Hyo Yoo lakukan padaku.

“Gwenchana yo ?” tanyaku saat melihatnya menutup mata dengan tangan bergetar, “Aku benci darah” jawabnya lirih.

Perutku bergejolak, merasa tak enak hati karena mengajaknya menonton film ini.

“Atau kita keluar saja ?” tawarku.Tanganku tak sengaja menyenggol tangannya yang dingin dan berkeringat.

Ia menggeleng lemah, “Bukannya kau suka film ini ? Sudahlah kita nonton saja”

Aku tersenyum dan refleks menyentuh rambutnya seperti yang biasa ku lakukan pada Hyo Yoo.

“Jangan pikirkan aku, ayo” Aku membantunya berdiri dan menuntunnya keluar teater.

“Gomapta” ujarnya ketika kami sampai diluar.

Ku lihat wajahnya yang memucat dan berkeringat namun ia memaksakan tersenyum untukku,

Apakah aku mulai menerimanya ?

Saat aku coba menyakinkan diriku bahwa aku mulai bisa menerimanya, sebuah suara memanggilku lirih, “Yunho ?”

***

*Author*

Hyo Yoo keluar dari kamar mandi dan tidak sengaja menabrak seseorang, “Ah!Jwaseonghamnida!” ujarnya.

Gadis yang ditabrak Hyo Yoo tersenyum, “Tak masalah, aku baik-baik saja” katanya.

Hyo Yoo memperhatikan wanita yang kemudian berlalu, “Yeppeo” gumamnya.

“Iya, iya aku tahu…” gumam suara dibaliknya.

Hyo Yoo berbalik, “Cih!!Siapa yang memujimu” gerutunya pada Heechul.Heechul menatap Hyo Yoo datar, “Sudahlah, filmnya mau dimulai”

Mereka masuk dan berusaha menikmati film, namun baru menit awal Hyo Yoo sudah merasakan perutnya mual karena pertumpahan darah.Ia mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati sepasang muda-mudi yang datang dari arah pintu masuk.

Sang pria menggandeng tangan wanita dengan penuh hati-hati, Hyo Yoo terus memperhatikan bahkan hingga mereka duduk tak jauh dari deretan kursi mereka.

“Ahh~ aku juga ingin seperti mereka” batin Hyo Yoo pelan,ia melirik ke arah Heechul yang menonton film dengan tatapan datar.Akhir-akhir ini dia sering sekali seperti itu, dan setiap kali Hyo Yoo menanyakan ada apa Heechul tak pernah mau menjawab.

“Aku keluar sebentar, ada telfon” kata Heechul menunjuk ponselnya yang berkedap-kedip.

Hyo Yoo masih mengamati sepasang pemuda-pemudi itu terlebih lagi ketika sang pria dengan lembut menyentuh rambut wanita itu.

Cemburu ? Tentunya, karena Heechul tak pernah melakukan hal itu padanya.Tapi kenapa dia harus merasa cemburu ? Dia bahkan tak mengenal pasangan muda-mudi itu.

“Kemana si Kim Hee Chul itu ? Lama sekali!” Hyo Yoo memutuskan untuk keluar dari terater dan mencari Heechul.Diantara banyaknya pengunjung Hyo Yoo mencoba mencari sosok jangkung dengan rambut blondynya.

Ah itu dia!Hyo Yoo baru saja akan menghampirinya ketika seorang wanita merangkul Heechul dengan mesra. “Oppa, kenapa ada disini ?”

Heechul berbalik dan tersenyum simpul, “Sedang jalan-jalan saja” jawabnya.

“Dengan siapa, Hyo Yoo ?” tanya gadis itu.Hyo Yoo bersembunyi dibalik sebuah dinding untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Ne”

Gadis itu mendengus kesal, “Sampai kapan oppa mau pacaran dengan gadis cupu itu ? Cepat putuskan dia, aku heran kenapa kalian memilih gadis itu sih ?”

Hyo Yoo mengernyitkan dahi, “Kalian ?” batinnya

Heechul membelai lembut gadis dihadapannya, “Tenang saja, cepat atau lambat akan ku lakukan” ujarnya.

Hyo Yoo mematung mendengar perkataan Heechul, “Melakukan apa oppa ?” bisiknya lirih.Ia berusaha melangkahkan kakinya menjauh dari dua orang itu, tak ingin mendengar percakapan mereka lebih jauh dan pasti akan sangat menyakitinya.

Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat pasangan muda-mudi yang tadi diamatinya diteater, Hyo Yoo mengenal siluet pria itu.

Hatinya semakin mencelos ketika melihat wanita disamping Yunho, wanita yang tadi ditabraknya di toilet.Wanita cantik ini, kekasih baru Yunho kah ?

“Yunho” panggil Hyo Yoo lirih.

Yunho menoleh dan mendapati Hyo Yoo menatapnya dengan tatapan kecewa, “Hyo ?”

to be continueeee~

keanya lanjutannya bakal lama, due personal reason :p

gak ding, umm~ kertas nih ff hilang, jadi musti ngubek-ubek otak lagi buat cari ide *sigh*

kommen.. no silent reader 😀

-thx-

I Was Wrong Part III

Standar

Chae rin pov

Aku pergi kesekolah seperti biasanya, tapi entah mengapa aku sama sekali tidak bersemangat sedikitpun

Aku terus menyusuri lorong kelas yg pada saat itu sangat ramai oleh para murid-murid lainya

Tapi tiba-tiba aku di kejutkan oleh kedatangan 4 orang namja di depanku yg menghentikan langkahku

Wajah mereka benar-benar tidak enak di lihat, aku mulai takut

Apakah mereka akan memarahiku kali ini..??ya aku sudah bersiap untuk itu

Tapi……betapa kagetnya aku, mereka tidak memarahiku melainkan menyodorkan setangkai bunga ilalang ke hadapanku..

Tiap namja itu memegang setangkai ilalang sambil tersenyum manis ke arahku, mengingatkanku pada kejadian masa kecil kami
Baca lebih lanjut

I Was Wrong Part II

Standar

haihaihai…ni part selanjutnya dan lagi-lagi saya buatnya ngebut….fyuuuhhhhh



Author POV

Bel sekolah tanda berakhirnya sekolah sudah berbunyi

Dengan tergesa-gesa chae rin merapikan bukunya dan pergi meninggalkan kelas..

Tapi kyuhyun menghentikanya dengan segera

“lee chae rin..” katanya sambil menarik tangan chae rin

Chae rin tidak menoleh sedikitpun ke arahnya

“chae rin..benarkah ini kamu..??” Tanyanya ke pada chae rin

Dengan ragu-ragu akhirnya chae rin membalikan tubuhnya dan berkata

“ne oppa…apa kabarmu..??lama tak bertemu denganmu” katanya sambil tersenyum manis di depan kyuhyun

“apa yg kau lakukan di sini..??”

“apa yg kulakukan..??tentu saja belajar..kau pikir buat apa aku kemari,dasar babo kau ini” katanya sambil menunjul kepala kyu

“sudah ya aku harus segera pulang” jawabnya sambil meninggalkan kyu yg masih memegangi kepalanya

Sesampainya di depan pagar siwon sudah menunggu chae rin dengan motornya

“naiklah” katanya sambil melemparkan helm yg saat itu di pegangnya ke chae rin

Tanpa bertanya chae rin langsung naik

“kita mau kemana oppa” kata chae rin membuka pembicaraan

Tapi siwon tidak menjawab sedikitpun dan meneruskan perjalananya

Selama perjalanan tak ada satu pun kata yg diucapkan siwon maupun chae rin

Akhirnya siwon berhenti di sebuah lapangan yg cukup luas

“kenapa kita kesini…??”Tanya chae rin bingung

“gak apa aku hanya ingin saja” jawabnya tenang

“ya..choi siwon kau ini aneh..” katanya sambil melihat ke seliling lapangan tersebut

“ya aku memang aneh” jawabnya pelan sambil menatap chae rin yg sedang asiknya bermain di lapangan itu

heechul pov

“chae rin ah..” pangillku pdanya sambil tergesa-gesa..

“ada apa oppa..??kenapa buru-buru banget??” tanyanya bingung padaku

Tanpa menjawab pertanyaanya aku menarik tanganya untuk mengikutiku

Sesampainya kami di tempat tujuan aku menariknya masuk ke dalam

“oppa,,,ini kan pub..mau ngapain qta kemari..??” tanyanya bingung sambil memegang lengan bajuku erat-erat

“sudah tenang ajj” kataku menenangkanya

Aku membawanya ke atas panggung..awalnya dia bingung, tapi akhirnmya dia mengikutiku juga..

“aku dj disini..jadi tenang saja” kataku meyakinkanya

Aku mulai memainkan musikku kulihat dia disampingku sangat bersemangat

“chae ri ah..ayo coba ini.” Kataku padanya sambil memberikan earphone (bener kea gini kan tulisanya??) yg sedang kupakai saat itu

Dia mencobanya setelah itu dia tersenyum gembira sambil menggoyangkan badanya (bukan tarian erotis loh..)

2 jam setelah itu aku mengantarnya pulang..

“oppa terimakasih untuk hari ini..aku bener-bener bahagia” katanya padaku sambil membungkukan tubuhnya padaku..

“ne..chomanaeyo..aku pulang dulu ya…” kataku padanya

Dari kejauhan  dapat kulihat dia melambaikan tanganya padaku

Aku pun membalasnya… “yahh..sangat menyenagkan hari ini” gumamku dalam hati

Kesokanya di sekolah…

Chae rin pov

Bisa kurasakan angin sejuk yg melewati tubuhku

Sedang asiknya aku menikmati angin sejuk ini kulihat seseorang yg berjalan di depanku tampaknya tidak asing di mataku

“hemm…yesung oppa”

“Haruskah aku menegurnya??tapi aku takut apakah dia mau bicara denganku lagi??”pikirku

“apa salahnya jika kucoba” kataku dalam hati sambil tersenyum

Aku pun mencari selembar kertas dan melemparkan kearahnya..dan…yappp tepat pada sasaran..

Saat dia berbalik untuk mencariku..aku bersembunyi di balik pohon dan berlari melewati pohon pohon itu..

Aku sudah berada di depanya sekarang dan

“dooorr…!!!” kataku mengagetkanya..dapat kulihat dia benar benar kaget setengah mati

“oppa…!!” sapaku padanya lagi..

“apa kabar..??lama tak berjumpa banyak yg berubah darimu ya”

Kulihat wajahnya kebingungan saat melihatku mungkin dia akan mengusirku

“chae rin-ah” katanya “aku baik-baik saja bagaimana denganmu..??” tanyanya padaku dengan lembut

Apa-apan ini dia tidak mengacuhkanku bahkan dia menyapaku dengan lembutnya

“ah ne oppa aku juga baik-baik saja” kataku pelan “baiklah oppa bagaimana kalu kita ke kelas bareng” ajaku padanya

“hemm boleh saja” balasnya sambil tersenyum

Akupun mengandeng tanganya dan kami pun pergi ke kelas bersama..

*****************************************************************************************

Bell tanda istirahat berbunyi aku pun pergi meninggalkan ruang kelas dan berkeliling sekolah…tanpa sadar ternyata sekarang aku berada di gedung olahraga sekolah ini

Kulihat sekelilingku ternyata ada seseorang disana

“kyu…oppa” kataku ragu

“chae rin”

“hahha ternyata benar..apa yg kaulakukan disini” tanyaku padanya

“aku..??ahh aku hanya sering kesini jika istirahat”

“yaa..oppa” teriaku padanya

“mwo..??”…… bukkk aku melemparkan bola basket kearahnya

“ayo lawan aku..kita lihat siapa yg lebih hebat”kataku menantangnya

Kyu hyun hanya bengong melihatku yg sudah bersiap di lapangan..

“hemmmmh baiklah” katanya sambil menghampiriku

Setelah beberapa menit bermain kami pun beristirahat di sana..banyak kejadian aneh yg diceritakannya padaku..

Benar-benar menyenangkan..sama seperti dulu ketika kami masih sering berkumpul bersama-sama

Author pov

Tanpa disadari chae rin dan kyu hyun ternyata di pintu masuk gedung itu siwon sedang memandang mereka berdua

“chae rin.ah..you breaking my heart,and you hurting my heart too” katanya sambil tersandar di dinding

Siwon masih memandangi mereka berdua..di pintu lainya heechul pun mendapati kyu dan chae rin yg sedang asiknya bersama (ni gedung da berapa pintu sihh??)

“chae rin.ah.. kenapa kau begini..tidak berubah sedikitpun..” katanya sedikit kesal melihat chae rin bersama kyu hyun disana

Mereka berdua terliahat sangat kesal sekaligus sedih jika melihat chae rin..

………………………………………………………………………………………………….

Pada akhirnya mereka ber4 memutuskan untuk bertemu..mereka janji bertemu di kolam renang kosong di sekolah mereka tanpa sepengetahuan chae rin

Siwon adalah yg terakhir datang..mereka sudah lengkap..

Terlihat wajah kekesalan di wajah mereka, sampai akhirnya heechul memulai duluan

“bukkk” terdengar suara pukulan keras yg mendarat di pipi yesung..

Dengan segera kyu hyun menghampiri heechul dan yesung

Kyu hyun menarik lengan baju heechul dan memukulnya

Di saat itulah siwon menarik kaki kyu dan menyeretnya kelantai lalu memukul kyu hyun juga

Mereka saling memukul satu sama lain sampai akhirnya teriakan seseorang menghentikan mereka

“YAAAA….!!!!” Teriaknya orang tersebut yg tidak salah lagi adalah chae rin

Mereka menghentikan perkelahian mereka karna melihat chae rin yg menangis..

Chae rin pov

Betapa kagetnya aku..mereka saling memukul satu sama lain..aku benar-benar takut..

“sinii biar qu obati dulu lukanya” kataku pada siwon oppa yg saat ini berada tepat dihadapanku

“aghhh..” teriaknya

“mianhae oppa..” kataku pelan

Aku pun kembali menuju yg lainya..muka mereka semua babak belur

“kenapa semuanya jadi seperti ini..??”gumamku dalam hati sambil menatap wajah mereka berempat

Air mataku menetes tanpa sadarku..mereka kaget melihatku..

Aku pun berlari meningalkan mereka ber 4 di ruangan itu..

Merekapun hanya terlihat diam melihatku

Aku terus melangkahkan kakiku menuju rumahku

Sesampainya di rumah ku lihat ada tamu

“aku pulang..maaf terlambat tadi ada pelajaran tambahan” kataku

Betapa kagetnya kulihat ayah dan ibuku duduk di ruang tamu bersama dokter pribadiku

“waeyo eomma,appa…??” tanyaku pada mereka

“ahh anii chae.ah..dokter kesini hanya ingin memeriksa keadaanmu” jawab eommaku  pelan

Apa yg terjadi??,raut wajah eomma dan appaku aneh

Akhirnya aku memutuskan ke kamar untuk di periksa dokter

Setelah di periksa oleh dokter,eomma dan appaku pergi meninggalkan ku sendirian di kamar..perasaanku benar-benar tidak enak

*********************************************************************************************************

mian..ampe sini dulu..rencana mau dibuat finish ampe part 2 ajj

tapi modemnya lagi tak bersahabat jadi di tunggu sajalaahh…okokok

don’t forget to comment plissss…

chihaehyuk XP

Confession of A Friend Part I

Standar

By sparkyu^^

Inspired from 2 AM – Confession of A friend

Ini adalah FF balas budiku pada Unoppaku tersayang, yang telah bersedia menerimaku sebagai dongsaengnya tersayang *ditabok*
FF pembalasan, karena di FF bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay dia tak berhasil mendapatkan cinta si bawang putih yg sok itu *diinjek*
Tapi dia berhasil mendapatkan seorang pengganti yang jauh lebih cantik *dimutilasi*
Anyway, please read and kommen 😀 –thx-


*Yunho’s POV*

Aku memandangnya yang sekarang sedang mengeluh di depanku, lagi-lagi tentang lelaki yang di sukainya.Sesekali ia menghentakkan kakinya kesal dengan ulah yang telah dibuat lelaki itu padanya.

“Kau tahu, bahkan dia mengomeli ku hari ini!Apa sih maunya dia ?” gerutunya.

Aku tersenyum mendengar setiap keluhannya, sahabatku ini…Sahabatku yang paling ku sayang, dan tanpa ku sadari rasa sayang itu lebih dari sekedar sahabat.

“Sudahlah, kamu kan sudah sering bertengkar dengannya…” komentarku sambil membelai rambutnya pelan.

“Tapi dia selalu melakukan hal itu berulang-ulang…HAHHH!!!” ia berteriak lalu menjatuhkan kepalanya di bahuku.

Aku suka setiap kali ia melakukan itu, bersandar padaku.Aku bisa mencium harum rambut hitamnya yang tergerai indah…

“Yunho, gomawo sudah mau mendengarkan keluhanku” ucapnya.

“Aku tidak bilang ini gratis lho!” kataku namun ia tak merespon sedikitpun perkataan ku.Aku menoleh dan melihatnya memejamkan matanya, ia tertidur.Dasar, kesal sampai kelelahan lalu tertidur.Aku membelai rambutnya lembut lalu ikut tertidur dibawah pohon rindang di kampus kami.

***

Aku Jung Yunho, dan wanita yang tadi bersandar di bahuku adalah Shin Hyo Yoo.Kami bersahabat sejak SMA, karena pertemuan kami yang tak terduga saat kami sama-sama menjadi panitia di perayaan festival sekolah.

–flashback start–

“Yunho-sshi, tolong angkat meja disana ya ?” pinta Choi Won Gun salah satu rekanku.

“Ne!” jawabku sigap.Aku mengangkat meja itu dan memindahkannya menjauhi panggung tiba-tiba…BRUUK!

Aku tak tahu ternyata di dalam laci terdapat banyak kertas, entah siapa yang dengan sembrononya meletakkan didalam situ.Padahal songsaenim sudah mengingatkan agar mengosongkan laci-laci meja dan membuang sampahnya.

Aku memungutnya sambil sesekali menyeka keringatku karena kelelahan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membantu ku membereskan kertas-kertas itu.Aku mendongak dan mendapati wajah yang asing bagiku.

“Kamsahamnida” ucapku ketika ia menyerahkan tumpukan lembaran-lembaran itu padaku.

“Chonmaneyo, ada yang bisa ku bantu lagi…?” tanya lembut.

Aku menyerahkan lembaran kertas yang ku pegang, “Tolong buang ini, aku mau angkat meja ini kesana…” ujarku.

Dia mengangguk, “Ne…Hwaiting” ujarnya menyemangatiku.

Semenjak kejadian itu, aku sering melihatnya bersenda gurau dengan teman-temanku yang lain.Dan dari situlah aku mulai mengenalnya, namanya Shin Hyo Yoo…
Lama kelamaan aku mulai tertarik dengan kepribadiannya, pernah suatu hari kami membicarakan tentang tanaman yang kami sukai.Hampir semua gadis menjawab ‘bunga mawar’ kecuali dia.

“Aku suka dandelion” ujarnya sambil tertawa.

“Kenapa dandelion ?” tanyaku heran.Dia menatapku, mungkin ia barusan mendengarku berbicara dengannya.
Hyo Yoo menganggkat bahu ringan, “Aku juga tak tahu kenapa, hahaha” jawabnya lalu tertawa membuatku tersenyum.

Aku tahu hidupku akan lebih berwarna jika berada di dekatnya.

–flashback end–

Singkat cerita semenjak hari itu aku dan Hyo Yoo berteman dan bahkan bersahabat hingga sekarang.Meskipun sekarang kami tidak berada dalam fakultas, kami masih sering bertemu dibawah pohon rindang dibelakang kampus.

Aku mengambil jurusan seni musik sedangkan Hyo Yoo memilih bisnis sebagai jurusannya.Ia ingin melanjutkan kesuksesan perusahaan ayahnya yang memiliki cabang hampir di seluruh Asia.

Akhir-akhir ini dia sering mampir ke fakultasku, alasannya yakni ingin bertemu denganku tanpa harus menunggu lama di tempat favorit kami.Tapi sebenarnya aku tahu apa alasannya.

Pria itu, pria yang juga satu jurusan denganku.Hyo Yoo menyukainya, ia sengaja datang sebelum kelas ku selesai agar bisa bertemu dengan pria itu.Aku tahu hal itu meski awalnya ia tak mau jujur mengatakannya padaku.Namun lambat laun ia akhirnya mengaku, pria itu berhasilkan meluluhkan hatinya.

Tahu perasaan ku saat dia menceritakan tentang pria itu ?

I kept hearing it but I kept cool
I was too scared to lose you but…

***

*Hyo Yoo*

Kemana si aneh satu itu, kenapa dia belum menampakkan wajah cantiknya ? Tiba-tiba pundakku disentuh seseorang hingga dengan refleks aku menepisnya.

“YA!Kasar sekali” gerutu pria itu.

“Kau membuatku kaget tau!” balasku.

Ini dia orang yang ku cari dari tadi, Kim Heechul! Pria yang berhasil membuatku tidak bisa tidur beberapa hari ini, bahkan penjelasan dosenku tidak bisa ku cerna dengan baik karena fikiranku hanya tertuju padanya.

Hari ini ia mengenakan baju pink yang dibalut dengan jas hitam, rambut blondynya dibiarkan tergerai seperti biasa.

“Kenapa melihatku begitu, aku cantik ya ?” Seperti biasa~~ dia akan selalu memuji dirinya sendiri, tapi kurasa hal itulah yang membuatku tertarik padanya.

“Iya, kau SANGAT cantik!” kataku memberi penekanan pada kata sangat.Ku lihat dia tersenyum bangga lalu merangkul pundakku dan mendekatkan wajahnya ke arahku membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Kaa…ka..u ma..u a..pp..a ?” tanyaku gugup.

Dia mengerlingkan matanya nakal, “Menurutmu ?”

“Hyo Yoo!” panggi seseorang dengan suara datar.Aku menoleh dan mendapati sahabatku, Yunho sedang memandang kami dengan tatapan dingin.

Aku melepaskan diri dari rangkulan Heechul dan berlari ke arahnya, “Yunho!” jeritku.

Yunho menghampiri Heechul, “Kau tadi mau melakukan apa ?” tanyanya jutek.

Heechul tertawa sinis, “Memangnya kenapa ? Kau cemburu ? Kau pacarnya ?” balasnya tak kalah dingin.

Aku menarik-narik lengan Yunho mengajaknya pergi dari sini, namun Yunho tetap tak bergeming.Tatapan matanya makin terlihat ingin melumat Heechul habis-habisan. “Aku sahabatnya” jawab Yunho.

“Lalu ? Memangnya kenapa kalau kau sahabatnya ?” Heechul menekankan kata ‘Sahabat’ sambil melirik sinis ke arah Yunho.

“Yunho, ayo pergi dari sini” Aku menarik tangan Yunho lebih keras, sehingga ia menoleh ke arahku.Aku memasang tampang memelasku yang selalu berhasil membuatnya luluh,

“Baiklah” ucapnya.Aku tersenyum lalu menggandengnya, ku dengar Heechul mendengus kesal di belakang kami.

Aku menoleh ke arahnya lalu melambaikan tangan ke arahnya entah dia melihatnya atau tidak.

“Kau ini, jangan terlalu dekat dengannya” Yunho memperingatkan ku lagi.Ini sudah kesekian kalinya ia mengingatkanku untuk tidak mendekati Heechul.

“Wae yo ?” tanyaku lirih.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabnya.

Kau juga membuatku terluka dengan menyuruhku menjauhinya babo!’ batinku.

Yunho membelai rambutku lembut, “Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapnya membuatku merasa bersalah karena telah membuatnya khawatir.

***

*Yunho’s POV*

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

Apa yang dilakukan Kim Heechul tadi membuatku geram, dia mencoba mencium Hyo Yoo.Aku marah, marah karena tak suka melihat sahabatku diperlakukan seperti itu.Marah sebagai seorang pria yang cemburu melihat wanita yang disayanginya berdekatan dengan pria lain.

“Wae yo ?” tanya Hyo Yoo lirih ketika aku menyuruhnya jangan terlalu dekat dengan pria itu.

“Dia hanya akan membuatmu terluka, tahu ?” jawabku datar.

Ia tertunduk lemah mendengar jawabanku, aku tahu ia pasti merasa kesal karena aku menyuruhnya menjauhi pria yang disukainya.Tapi aku benar-benar tak ingin melihatnya terluka, aku pernah merasakannya dan tak ingin hal itu menimpa dirinya.

“Aku hanya tak ingin melihatmu terluka” ucapku sambil membelai rambutnya lembut.

“Ne, aku tahu…Kau memang sahabatku yang paling baik” ucapnya.Seharusnya aku senang, tapi itu dulu.

Aku ingin kau menganggapku lebih dari sekedar sahabat, aku menyayangimu bukan hanya sebagai sahabat tapi lebih dari itu, kau tahu ?

Aku ingin menyatakannya padamu, tapi aku takut hal ini malah akan membuatmu menjauh dariku.Tapi aku juga tak bisa membohongi diriku sendiri, aku mencintaimu…Tanpa kau ketahui.

****

Heechul mengetik beberapa baris pesan di ponsel lalu mengirimnya.Ia tersenyum, menunggu balasan atas pesan yang ia kirimkan.Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah sms balasan masuk membuatnya menyeringai puas.

“Selamat datang dalam permainan ku” ucapnya sambil tertawa licik lalu menjalankan mobilnya.

“Hari ini aku ada janji dengan teman-temanku, Ji Eun dan Sung Young…Jadi kau pulang duluan saja ya ?” Hyo Yoo

memasukkan ponselnya ke dalam tas.

“Mau kemana ?” tanya Yunho.Hyo Yoo memutar bola matanya mencari alasan, “Umm, ke mall…” jawabnya cepat.

Yunho menatap Hyo Yoo curiga, “Aku boleh ikut tidak?” tanyanya.

“A..a..ah tidak usah, lagipula ini acara khusus wanita…Masa’ kau mau ikut” tukas Hyo Yoo cepat.Ia tahu Yunho tak akan semudah itu mempercayainya terlebih lagi akhir-akhir ini ia sering tertangkap basah sedang mengobrol dengan Heechul.

Yunho menghela nafas berat, “Baiklah, beritahu aku kalau kau sudah selesai bermain-main dengan teman-temanmu…Ada yang ingin ku bicarakan, nanti malam” ujar Yunho.

“Ne, arraso…Aku pergi ya!” pamitnya lalu berlari menghilang dibalik kerumunan mahasiswa yang baru saja menyelesaikan kewajiban mereka.
Senyum tipis terlihat di wajah Yunho, ia meraih ponselnya lalu menekan nomor yang sudah di hapalnya,

“Yobseo ?” sapanya.

“Mianhe, aku ambil barangnya nanti malam ya ?” katanya.

Suara diseberang mengiyakan permintaan Yunho. “Kamsahamnida” ujarnya lalu menutup telfon.

Yunho tersenyum bahagia, malam ini…Akan menjadi malam yang sangat penting dalam hidupnya.

Baby come to me now,
And be my lady

***

Hyo Yoo merapikan dandanannya sekali lagi di depan cermin toilet umum, rambut hitamnya dibiarkan tergerai seperti biasa, bluse putih dan rok pink-nya membuatnya terlihat lebih manis dan feminim dari biasanya.
Lantunan toki wo tomete mengalun dari dalam tasnya, itu handphonenya, sebuah pesan masuk dari Yunho.

Bagaimana jalan-jalannya ? Selamat bersenang-senang, jangan lupa belikan aku oleh-oleh!

Hyo Yoo menggigit bibirnya, merasa bersalah karena telah membohongi Yunho.Ia sedang berada di bioskop sekarang, tapi bukan dengan Ji Eun dan Sung Young melainkan dengan Kim Heechul.

Ya, tadi siang sms yang masuk ke ponselnya bukanlah sms dari salah satu temannya melainkan dari Heechul yang mengajaknya kencan.Ia sengaja tak memberitahukan Yunho karena Yunho pasti akan melarangnya pergi.

Ne, tenang saja…Aku akan membawakanmu makanan yang enak nanti!Tunggu aku ya!’

‘Jeongmal mianhe Yunho, untuk kali ini saja biarkan aku menikmati kesempatanku bersama Heechul’ batin Hyo Yoo.

“Kenapa lama sekali ?” gerutu Heechul begitu melihat Hyo Yoo keluar dari toilet.Hyo Yoo mencibir, “Wajarkan, namanya juga wanita!” balasnya.

“Ya sudah, sebentar lagi filmnya dimulai” ujar Heechul mengangkat lengannya ke arah Hyo Yoo.Hyo Yoo tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Heechul lalu berjalan menuju teater.

Selama di dalam teater Hyo Yoo tidak henti-hentinya menjerit ketakutan.Film yang mereka tonton adalah film horror yang sedang naik daun.Heechul tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Setiap Hyo Yoo menjerit dan menyembunyikan wajahnya di balik lengannya, Heechul akan membelai rambut Hyo Yoo lembut.Dan setiap kali Hyo Yoo serius memperhatikan film, tangan Heechul berusaha untuk menggenggam tangan Hyo Yoo namun sayangnya Hyo Yoo selalu mengangkat tangannya untuk mengambil popcorn.

Sementara disisi lain Yunho sudah berusaha menghubungi ponsel Hyo Yoo berkali-kali namun tak ada jawaban.Ia menekan nomor ponsel Sung Young,

“Yobseo, Yunho-sshi ada apa ?” tanya Sung Young.

“Ah mianhe menganggumu, apa Hyo Yoo ada disitu, aku ingin bicara dengannya” kata Yunho.

“Hyo Yoo ? Dia tidak ada disini, aku sedang mengerjakan tugas di rumah Ji Eun” Jawab Sung Young membuat Yunho terbelalak kaget.

“Bukankah kalian sedang berbelanja di mall ?”

***

*Yunho’s POV*

Aku menutup telfon dari Sung Young, pikiranku kacau sekarang! Hyo Yoo, kenapa ia harus berbohong padaku ?! Kemana ia sekarang ?!

Ponselnya benar-benar tidak bisa dihubungi, tidak ada yang tahu dia pergi dengan siapa…Bahkan Bibi Shin pun tak tahu dengan siapa Hyo Yoo pergi.

Aku mengamati sebuket bunga mawar yang daritadi aku pegang, SIAL! Kenapa aku bisa gegabah begini ?! Pasti sekarang dia sedang bersama playboy itu…

“ARRGGGGHHH!!!” teriakku frustasi.

Detik demi detik berlalu, jamku sudah menunjukkan pukul 10 malam.Aku memutuskan untuk menunggu dirumahnya.Melangkahkan kakiku berat, aku tak mengharapkan hal ini terjadi.Harusnya malam ini menjadi malam yang membahagiakan buatku.

Aku hanya beberapa meter dari rumahnya ketika sebuah sedan hitam berhenti di depan rumah Hyo Yoo.Membuatku membeku dan tak bisa bergerak ketika melihat Hyo Yoo turun dari mobil itu dengan Heechul. Lidahku kelu bahkan hanya untuk memanggil namanya, Hyo Yoo terlihat bahagia dengan pria itu.

Detik berikutnya, membuatku tak sanggup berdiri lebih lama disini.Bunga mawar yang ku pegang meluncur dengan pasti ke tanah, rasa sesak membuatku sulit bernafas dengan normal, aku memutuskan melangkahkan kakiku pergi ketika melihat Heechul memeluk Hyo Yoo dan mengucapkan sebuah kata yang harusnya ku katakan lebih dulu.

I’ve watched you for too long
I stood there with no words,

Hiding my pitiful heart

***

*Hyo Yoo’s POV*

Wajahku masih terasa panas, jantungku masih berdegup dengan kencang.Heechul memelukku, dan satu hal lagi yang membuatku hampir pingsan adalah sebuah kata yang ia bisikkan padaku.

“Sarangheyo”

Ottokhae ? Aku bahkan tidak bisa membalas apa-apa selain mengangguk!

KYAAAAAAA!!! Aku segera melompat kegirangan sambil tertawa girang, ternyata perasaanku terbalas…

Mulai malam ini aku resmi menjadi kekasih seorang Kim Heechul!

KYAAAAAA!!

“YA!Jangan ribut, aku terganggu” suara cempreng itu menganggu kesenanganku, aku menoleh dan mendapati kepala Hyo Ri menyembul dari balik pintu.

“Kenapa ? Iri ?” balasku.

Ia memonyongkan bibirnya, “Yaish, iri ? Padamu ? Cih!” ujarnya lalu menutup pintuku.Aku melanjutkan khayalanku akan hari besok, ketika Heechul menggandengku dan mengumumkan hubungan kami.

“Ah ya~!Tadi Yunho oppa menelfonku, katanya dia menghubungimu tapi tak bisa!” kata Hyo Ri lalu menutup pintuku, membanting lebih tepatnya.

“OMO!YUNHOOO!!” aku segera pencari ponselku di dalam tas.Hyo Yoo babo, bukankah kami berjanji untuk bertemu. 8 missed calls dari Yunho dan 28 sms darinya, aku membacanya satu persatu, astaga! Kenapa aku bisa lupa begini!

Aku menekan nomor ponselnya, berharap ia masih belum terlelap saat ini meskipun jam sudah menunjukkan jam 11 malam.

Ayolah Yunho angkat…

Tuuut…Tuuttt…

CLERK!

OMO!Di reject ?! Yunho pasti sudah benar-benar marah padaku, ottokhae ?

T.T

***

*Yunho’s POV*

Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou
Donna ni toki ga nagarete mo kimi wa zutto
Koko ni iru to omotteta noni
Demo kimi ga eranda no wa chigau michi

Aku membanting ponselku ke samping, aku tahu itu Hyo Yoo yang menelfonku. Jangan harapkan aku untuk mengangkatnya, aku masih terluka dengan kejadian tadi.Ya, luka yang sangat dalam dan bahkan akan sangat sulit untuk disembuhkan.

Apa yang bisa ku lakukan sekarang ?

Hanya merutuki diriku sendiri, kebodohanku yang tak menyatakan perasaanku dari dulu hingga ada pria lain yang lebih berani dan mendahuluiku.

Jung Yunho, kau pengecut!

Penyesalanku sekarang tidak berguna lagi, dia bukan milikku lagi sekarang.

Tidak, memang sedari awal dia bukan milikku.

–flashback start–

“Saengil chukkae hamnida…saengil chukkae hamnida…” aku mendongak, Hyo Yoo membawa sebuah cake dengan lilin berjumlah dua puluh satu diatasnya.Aku tersenyum lalu menyingkirkan tumpukan buku dihadapanku.

“Make a wish dulu!” ucapnya sambil tersenyum.Aku memejamkan mata, bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah Dia berikan padaku selama ini, keluarga yang menyayangiku sepenuhnya, teman-teman dan sahabat-sahabat yang selalu ada disampingku, serta seorang bidadari tanpa sayap yang tak pernah absen dari sisiku.

Aku ingin selalu bersama orang-orang yang kusayangi, Amin.Hyo Yoo bertepuk tangan saat aku meniup lilin lalu berdiri disamping dan memelukku.

“Kau meminta apa tadi ?” tanyanya.

“Rahasia” kataku sambil mengedipkan mata.

Dia memukul lenganku pelan, “Jangan-jangan kau minta jodoh ya ?” tanyanya.

Aku tersenyum, “Hmmm, gimana yaaaa”

“Tentu saja, dia mana pernah pacaran…Ini saatnya dia cari jodoh” sahut Won gun, teman SMA kami yang juga satu fakultas dengan Hyo Yoo sekarang.

“Yah, kalau kau sudah menemukannya kau harus kenalkan dia padaku, arraseo”

“Shireo” jawabku singkat.Raut wajahnya langsung berubah masam, “Wae yo?!”

“Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus membawanya kehadapanku titik”

Aku mencolek kue dihadapanku tanpa mengubris perkataannya, “Yaaaah!!” teriaknya kesal.

Kurasa tak perlu,

karena dia sudah ada di hadapanku

I’d rather protect you,
Although I don’t know if it will make it better

–flashback end–

tbc, comment please 🙂